Senin, Juni 1, 2026
Beranda blog Halaman 335

Fornt Marhaenis Menolak Indomaret Grup Hadir di Karimun

Foto Ria
Foto Ria

Karimun, GK.com – Pernyataan terkait rencana investasi PT. Indomarco Prismatama (Indomaret Grup) dengan Pemerintah Kabupaten Karimun pada 13 Maret 2022 silam, menuai sorotan dari Front Marhaenis yang terdiri dari organisasi berhaluan Nasionalis seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Karimun dan Pemuda Demokrat Indonesia cabang Karimun.

Menyikapi hal iti, menurut Ketua DPC GMNI Karimun Ria Pazira, “kesepakatan rencana ekspansi Bisnis Indomaret dan Bisnis Minimarket Franchise sejenis di Kabupaten Karimun tidak kondusif di kala perekonomian Kabupaten Karimun masih di kategorikan rentan dan rapuh paska Pandemi Covid-19 kemaren.

“Pelaku UMKM lokal harus dilindungi secara efektif dan berkesinambungan, terutama paska Pandemi Covid 19. Dimana pelaku UMKM masih rentan dan rapuh. Selain itu, terms & conditions sebagai syarat masukkan investasi baru hendaknya meletakkan pelaku ekonomi lokal sebagai sentral tujuan kebijakan, bagaimana mereka terwakili, terfasilitasi, dan terakomodasi dalam skema investasi tersebut,” ujar Ria Pazira, Minggu (19/03/20203).

“Sejauh mana rencana Investasi pihak Indomaret ini bisa disingkronisasikan dengan kepentingan penyelamatan UMKM lokal paska pandemi ? Apakah Pemerintah Daerah Karimun memasukkan kausul kerjasama penyediaan slot untuk hasil Produk UMKM Lokal masuk dalam etalase Indomaret ? Ini yang menjadi konsen kami,” tegas Ria Pazira.

Hal demikian juga disoroti oleh Sekretaris DPC Pemuda Demokrat Indonesia Karimun, Maya Husren yang turut mempertanyakan jika mekanisme Franchise Indomaret seperti ini cara kerjanya, lalu apa manfaatnya bagi masyarakat Karimun ?
Masyarakat Karimun hanya akan menjadi konsumen yang berada di rantai produksi kapital paling bawah bagi Indomaret tanpa ada manfaat apapun bagi rantai produksi ekonomi masyarakat Karimun. Sehingga besar Potensi Monopoli Pasar Minimarket di Karimun akan terjadi,” ucap Maya Husren.

“Jejaring Kapital Supermarket Franchise seperti Indomaret dan lain-lain itu sangat membahayakan. Karena selain mereka punya rantai produksi dan distribusi yang ekslusif kuat serta mandiri seperti, jalur distribusi sendiri, gudang sendiri, jaringan transportasi sendiri, bahkan mekanisme penetapan harga produk sendiri yang tidak terikat mekanisme pasar pada umumnya. Sehingga tidak perlu support sistem dengan jaringan distribusi lokal di Karimun. Kedua franchise ini juga berpotensi mengancam persaingan dengan mini market-mini market lokal, apalagi dengan pelaku usaha kecil skala eceran di masyarakat,” ungkapnya .

“Selama ini, di banyak tempat menetapkan standar upah yang dibawah UMR, yang pada akhirnya alih-alih meningkatkan kesejahteraan masyarakat, justru akan membuat karyawan-karyawan di peras dengan standar upah yang mereka tetapkan sendiri diluar ketentuan standar Pemerintah,” tuturnya Maya.

“Sebelum semua itu dipenuhi oleh jejaring Indomaret dan Bisnis Minimarket Franchise sejenis, kami Fornt Marhaenis menyatakan menolak investasi Indomaret dan Bisnis Minimarket Franchise sejenis di Karimun,” tegas Maya.

Ditemui ditempat terpisah, Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPD KNPI Karimun Arifin Chaniago turut menyatakan sikap setujunya atas penolakan rencana ekspansi bisnis Indomaret dan Bisnis Minimarket Franchise sejenis di Kabupaten Karimun yang digagas oleh Front Marhaenis Karimun.

“Kita akui, standar pelayanan bisnis Indomaret dan Bisnis Minimarket Franchise sejenis memang bagus, tapi ini bukan semata-mata soal pelayanan, melainkan juga keadilan ekonomi. Sebagai Negara yang menganut ideologi Pancasila yang Sosislistis, Pemerintah Kabupaten Karimun sebagai tuan rumah hendaknya membela kepentingan UMKM masyarakat diatas kepentingan bisnis pengusaha dengan meminta syarat-syarat khusus yang menempatkan pelaku UMKM Karimun sebagai titik sentra kebijakan kerjasama. Rencana ekspansi bisnis Indomaret dan Bisnis Minimarket Franchise sejenis yang wajib dipenuhi oleh pihaknya jika ingin buka usaha di Karimun. Diantaranya seperti Standar Upah, serta hak-hak Pekerja. Lalu mekanisme CSR franchise, ketentuan layanan, ketentuan approval pendirian franchise, serta keterlibatan produk UMKM lokal yang harus diakomodasi oleh franchise Alfa dan Indo”. pungkas Arifin Chaniago. (WW).

Editor : Ron

Pemkab Karimun Laksanakan Kenduri Kampung Sehidang Talam

Bupati, Wakil Bupati, Ketua LAM Karimun. (Foto Diskominfo Karimun)
Bupati, Wakil Bupati, Ketua LAM Karimun. (Foto Diskominfo Karimun)

Karimun, GK.com – Mengenakan pakaian adat melayu lengkap, Bupati Karimun Dr H Aunur Rafiq S.Sos M.Si menghadiri acara Kenduri Kampung Sehidang Talam bersama Aliansi Budak Balai Bersatu dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun.

Perhelatan yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya itu merupakan wujud penghormatan kepada pendahulu dengan mengirimkan doa menjelang bulan puasa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Karimun pada Sabtu (18/03/2023) diinisiasi oleh Aliansi Boedak Balai Bersatu Kabupaten Karimun, guna memperkuat jalinan silaturahmi antar masyarakat Bumi Berazam.

Dalam jamuan acara adat istiadat, kenduri doa selamat, kenduri arwah maupun perayaan tertentu, setiap hidangan di dalam talam dihidangkan hanya untuk lima orang, yang mengartikan jumlah shalat lima waktu, sekaligus merupakan rukun Islam.

Dalam sambutannya, Bupati Karimun Aunur Rafiq menuturkan, pelaksanaan kegiatan kenduri kampung Sehindang Setalam ini adalah untuk meningkatkan jalinan kebersamaan pada momentum yang tepat, yaitu dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah.

“Kita harus senantiasa ingat pada sejarah, dan berterima kasih kepada para pendahulu. Hal Ini tentunya memiliki makna yang sangat besar guna membangkitkan semangat masyarakat Karimun untuk selalu bersatu padu,” ucap Aunur Rafiq.

Dikatakan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, Dato Wira Setia Utama Muhammad Firmansyah, kenduri kampung merupakan salah satu sarana merawat kekayaan sejarah dan kebudayaan Melayu.

“Sepintas memang hanya terlihat sebagai acara makan beramai- ramai. Tetapi, sebenarnya banyak nilai sejarah dan kebudayaan melayu yang dilestarikan, serta di wariskan melalui kenduri ini,” tuturnya.

“Melalui kenduri kampung Sehidang Setalam ini, adat istiadat, insan yang bertaqwa harus mampu menanamkan sifat-sifat terpuji dan berwawasan kreatif yang memiliki etos kerja tinggi untuk membangun Kabupaten Karimun lebih baik lagi kedepannya”. harap Firmansyah.

Turut hadir pada saat itu, Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Wakil Bupati Karimun, dan tamu undangan lainnya. (YW).

Editor : Milla

Program Revitalisasi Gubernur Ansar di Sorot Tajam Tokoh Muda, Tua, Melayu Kepri

Program Revitalisasi Gubernur Ansar di Sorot Tajam. (Foto Roni)
Program Revitalisasi Gubernur Ansar di Sorot Tajam. (Foto Roni)

Kepri, GK.com – Gubernur Kepri Ansar telah mencanangkan program revitalisasi cagar budaya pada tahun 2022 dengan Total Anggaran Rp 20,8 miliar yang terdiri dari dana APBN Rp 15 Miliar dan APBD Kepri sebesar Rp. 5,8 Miliar. Di Tahun 2023 ini, Gubernur Ansar juga telah berhasil mendapatkan tambahan anggaran dari APBN sebesar Rp. 43 Miliar untuk Penataan Pulau Penyengat.

Sementara untuk rencana Revitalisasi Pulau Penyengat di Tahun 2024 akan dilaksanakan dengan penataan ruang terbuka publik. Itu artinya, program strategis Gubernur Kepri Ansar Ahmad ini sejak tahun 2022 menjadi program berkesinambungan di Pulau Penyengat, dan cagar budaya yang merupakan salah satu pusat peradaban Melayu baik di bidang Bahasa maupun Kebudayaan.

Untuk kita ketahui, Dana yang bersumber dari APBD Kepri Tahun 2022 sebesar Rp. 5,8 miliar telah selesai pekerjaan Revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.

Revitalisasi Masjid Jami Sultan Lingga yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar juga  telah rampung pengerjaannya.

Baca juga :

Pekerjaan Dinilai Tidak Sesuai Dengan Anggaran, APH di Harapkan Lakukan Lidik | gerbangkepri.com

Sesuai dengan fakta di lapangan, banyak ditemui pekerjaan yang terkesan dikerjakan secara asal-asalan ini pun mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat Kepulauan Riau, baik dari Tokoh Pemuda, Tokoh Melayu, maupun Tokoh Sejarawan.

Ketua Dewan Peduli Peninggalan Sejarah Hulu Riau (DP2SHR), Nuri Che Sidik, Sabtu (18/03/2023) menuturkan, “Yang melaksanakan proses rencana dari Pemerintah itu yang tak betul, tidak memahami makna dari revitalisasi. Mungkin mereka hanya dengar revitalisasi itu sebagai semacam slogan saja kah ? Revitalisasi tu memaknai hal yang sudah terperdaya, Masjid kan satu bangunan yang eksis. Tapi dia direvitalisasi, berarti di fokuskan menjadi sesuatu yang sangat penting. Maka dia di sebut direvitalisasi bahwa dia menjadi satu bangunan yang sangat penting sekali. Ketika Penyengat direvitalisasi, berarti memang programnya adalah menjadikan penyengat itu satu tempat yang sangat penting sebagai peninggalan sejarah,” tuturnya.

“Maka dari itu, pelaksana kegiatannya juga harus memaknai tujuannya. Disini apa yang di canangkan Gubernur ? Mencanangkan program revitalisasi itu seharusnya bisa mengartikannya dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat melaksanakan kegiatan itu dengan benar dan tepat,” ucap Nuri Che Sidik.

“Saya salut lah dengan Gubernur Kepri sekarang, karena selama Kepulauan Riau ini berdiri, saya rasa baru beliau lah yang menganggarkan anggaran yang begitu besar untuk peninggalan bersejarah, benda cagar budaya. Walaupun itu Masjid, ada satu bangunan yang eksis, tapi makna dari program yang beliau canangkan itu memang tepat,” ujarnya.

“Sebenarnya tinggal bawahannya, menjalankan dengan betul atau tidak mekanismenya dalam melaksanakan kerja-kerja yang bersifat fisik di satu peninggalan cagar budaya. Tentu disini ada tahapannya, dan tak boleh sembarangan kayak perbaikan gedung-gedung biasa,” kata  Nuri Che Sidik.

“Tapi itulah saya juga heran, waktu saya pernah mengusulkan bahwa adanya syarat dari Perusahaan yang harusnya mengikuti tender itu harusnya ada sertifikasi untuk cagar budaya, tapi menurut orang-orang dari PU, tidak apa-apa lah, biar dapat yang lain-lain juga. Karena kalau sertifikasi cagar budaya, berarti Perusahaan dari luar yang mengerjakan, karena belum ada Perusahaan tersebut di Kepulauan Riau  yang punya sertifikasi,” tutur Nuri Che Sidik lagi.

“Sebenarnya ini satu momen lah untuk anak-anak Kepri juga yang punya Perusahaan-Perusahaan kontraktor. Ayolah, ini daerah kita, hampir setiap berapa meter ada cagar budaya, tentu ke depannya Pemerintah kita juga akan makin fokus terhadap penanganan cagar budaya. Maka dari itu, bagi kawan-kawan yang kontraktor, ayo ambil sertifikasi cagar budaya, jadi tahapan-tahapan ke depannya yang bersifat perbaikan terhadap cagar budaya bisa lebih baik, bisa lebih sesuai dengan mekanismenya, tidak asal-asalan. Karena ketika itu asal-asalan, maka tujuan dari Gubernur dalam mencanangkan program itu tidak tepat asaran lah dalam pengerjaannya,” ujar Nuri Che Sidik.

“Dengan anggaran masuk hampir Rp. 6 miliar ke Masjid Penyengat, mungkin kita lihat bakal wow pasti mengkilap ada hiasan emas atau apa lah. Tapi nyatanya kan hanya kita disuguhkan dengan catnya yang rontok,” ungkap  Nuri Che Sidik.

“Sebenarnya kerjaaan seperti ini tidak baik kalau saya bilang, karena tidak ada melibatkan pihak-pihak yang berkompeten terhadap cagar budaya, seperti kalau dulu ada BP3 batu sangkar sudah di Tanjungpinang, sekarang badan itu kan tidak perlu lagi kita ke Padang untuk kita berurusan secara budaya. Pakai libatkan mereka, tentunya mereka sangat paham. Saya kadang juga heran, kenapa orang-orang kita tidak mau melibatkan mereka. Saya pernah lebih kurang 2 Tahun bekerja sama dengan pihak BP3 batu sangkar dulu. Justru mereka orang-orang yang sangat friendly, mengedukasi kita agar lebih paham terhadap penanganan cagar budaya yang baik dan benar. Sehingga tidak ada pelanggaran-pelanggaran dari sisi perlindungan cagar budaya,” paparnya.

“Kita sebenarnya malas mau mempermasalahkan hal-hal ini lagi. Tapi kalau ini berterusan begini, tidak ada pilihan lain, kita sebagai aktivis yang selama ini fokus terhadap perlindungan penyelamatan cagar budaya, dulu-dulu juga berperang dengan siapa pun untuk masalah penyelamatan situs budaya di Kepulauan Riau ini, bila kita lihat ini berterusan seperti ini, tentu kedepan kita akan adakan class eksen”. tutup Nuri Che Sidik. (tim).

Mudik Lebaran Naik Roro Tidak Perlu Kawatir

Pelabuhan Roro Punggur, Batam. (Poto internet)
Pelabuhan Roro Punggur, Batam. (Poto internet)

Kepri, GK.com – Menjelang mudik lebaran Tahun 2023, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Batam mempersiapkan strategi agar terhindar dari adanya calo-calo pada penjualan tiket roro.

Dikatakan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Batam Marsadik, “saat   ini, safety kapal kami sudah memperhatikan sedetail mungkin dalam mengevaluasi kekurangan-kekurangan, karena kita berkaca pada tahun lalu, jadi sekarang kita perbaiki, termasuk kesehatan kapalnya, maupun kesehatan ABK yang ada. Semua di cek satu per satu,” terangnya.

“Untuk kapal roro yang beroprasi reguler hanya 4 kapal, namun kami menyiapkan 7 kapal cadangan untuk jaga-jaga siapa tau ada kelonjakan penumpang,” tegasnya melalui via Telepon.

“Karena menurut scenario, kapal ada kategori normal, padat, dan sangat padat. Bilamana sudah menuju ke padat, maka kami akan menambah trip,” jelasnya, Jumat (17/03/2023) sekitar pukul 14.00 Wib.

“Dari pengalaman saya di Punggur, banyak calo-calo bergentayangan di saat Nataru, maupun Hari Raya Idul Fitri, terutama yang tujuannya ke Selari, Tungkal. Kalau untuk ke Tanjung Uban sendiri kemungkinan kecil . Karena rute ke Uban hanya bergeser jam, jadi tidak seperti rute Selari ke Tungkal yang bergesernya hari. Sehingga momen inilah yang kerap diambil kesempatan para calo,” ujarnya

“Antisipasi kami agar meminimalisrkan para calo, mereka membeli nanti ada bukti cek fisik kendaraan. Lalu untuk nomor antrian, jika nomor yang di panggil tidak ada, maka kami akan bergeser ke nomor selanjutnya,” tegasnya lagi.

“Kita berharap bisa menjadi partner yang baik untuk masyarakat dalam membantu pelayaran yang nyaman. Sebagai perbaikan kami, kita juga butuh kritik dan saran, supaya pelayanan kami kedepannya lebih efektif”. tutupnya. (NDY).

Editor : Sai

Pekerjaan Dinilai Tidak Sesuai Dengan Anggaran, APH di Harapkan Lakukan Lidik

Pekerjaan yang di nilai tidak sesuai dengan anggaran. (Foto GK.com / Roni / Kiki)
Pekerjaan yang di nilai tidak sesuai dengan anggaran. (Foto GK.com / Roni / Kiki)

Kepri, GK.com – Banyaknya di temukan pembangunan dengan hasil tidak maksimal, dan terkesan dengan istilah ‘Proyek Asal Jadi’ di Provinsi Kepulauan Riau saat ini kerap menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat Provinsi Kepri. Pasalnya, anggaran pekerjaan tersebut bernilai cukup fantastik, namun tidak sesuai dengan nilai kerjaan yang di lakukan.

Salah satu proyek yang saat ini lagi hangat menjadi perbincangan masyarakat di kedai-kedai kopi adalah perkerjaan revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat yang menghabiskan anggaran Rp 5,8 miliar dari APBD Kepri dengan rincian pekerjaan persiapan, kubah Masjid dan rooftop menara Masjid, bangunan utama Masjid, tempat musafir (2 Gedung), pondok istirahat, tangga, pagar keliling, tempat wudhu, instalasi perpipaan, instalasi listrik, interior Masjid, pagar keliling, vegetasi, multimedia, dan finishing/Pengecatan.

Lalu proyek lainnya yang menjadi tanda tanya masyarakat adalah Masjid Jami Sultan Lingga yang merupakan salah satu Masjid peninggalan Kesultanan Melayu Riau-Lingga dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar di Tahun 2022 untuk pekerjaan bongkar pasang plafon dan listplank lebah bergayut, perbaikan atap Mihrab yang rembes, penggantian atap Masjid dari asbes menjadi genteng tanah liat, penambahan kuda-kuda baru (kuda-kuda kayu) penyambungan kaki kuda-kuda 20 cm, pemasangan rangka atap (kaso dan reng), residu kuda-kuda dan rangka atap, pemasangan alumunium bubble foil, pemasangan atap dan nok genteng tanah liat, penggantian instalasi listrik Masjid, penggantian plasteran dinding luar dan dalam Masjid batas ambang bawah jendela, penggantian kayu kusen yang lapuk secara parsial, penggantian cat Masjid dengan cat produk KEIM, pembongkaran bangunan WC dan tempat wudhu, renovasi rumah Qarim Masjid menjadi WC, pemagaran kolam dan pembuatan tempat wudhu, rehab pagar depan dan gerbang masuk Masjid serta pagar samping, pekerjaan perpipaan, dan penggantian keramik halaman Masjid dengan marmer.

Dana APBN sebesar Rp 15 miliar dianggarkan untuk penanganan jalan dan drainase yaitu dengan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan (pekerjaan jalan beton), serta pembangunan saluran drainase di lengkapi dengan saluran utilitas dan street furniture sebesar Rp 5 miliar dan pembangunan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) sebesar Rp 10 miliar.

“Proyek Asal Jadi ini kite same-same paham ajelah,” ucap Ade Fariansyah salah satu Tokoh Pemuda Kepri.

“Kalau proyek lain mereka mau tilep, terserah lah. Ini Mesjid tempat beribadah pun nak tilep juge. Ape dah tak takot lagi same akhirat manusia-manusia ni,” ujar Ade Fariansyah.

“Kita harapkan para Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di Provinsi Kepulauan Riau untuk turun ke lapangan melakukan pengecekkan secara langsung atas kerjaan-kerjaan ini”. tegas Ade.

Hingga berita ini ditayangkan, Hendrija selaku mantan Kabid Ciptà Karya PUPR Kepri beberapa kali di konfirmasi melalui Whatsapp, belum menjawab. (Red).

Editor : Ron

Satpol PP Bintan Gelar Trantib Linmas Jelang Pemilu 2024

Satpol PP Kabupaten Bintan. (Foto Satpol PP Bintan)
Satpol PP Kabupaten Bintan. (Foto Satpol PP Bintan)

Bintan, GK.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diperkirakan akan di laksanakan pada bulan September 2024, sekaligus dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bintan akan melaksanakan pelatihan Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat (Trantib Linmas).

“Agar tetap kondusif, personel nanti akan diarahkan untuk memantau setiap kegiatan di TPS, hal ini kita lakukan untuk menghindari jika adanya gangguan baik dari dalam secara sengaja, ataupun gangguan dari luar,” jelas Plt Sekertaris Satpol Kabupaten Bintan, Surya Apriandi di Ruang Kerjanya.

“Nantinya di masing-masing TPS akan kami arahkan 2 atau 3 anggota dalam penjagaannya, karena personel kami minim, maka pengamanan juga akan dibantu oleh Linmas. Dan untuk bentuk pelatihannya nanti akan di informasikan oleh pak Kasat secara langsung ya,” terang Surya, Kamis (16/03/2023) sekitar pukul 14.00 Wib.

“Siapapun yang nantinya akan terpilih, kita berharap agar masyarakat dapat mengikuti aturan yang ada, demi menghindari terjadinya keributan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Mari kita sama-sama menjaga ketentraman dan damai, agar semua dapat berjalan lancar sesuai seperti yang kita harapkan”. harapnya. (NDY).

Editor : Milla