Sabtu, Mei 30, 2026
Beranda blog Halaman 278

Menanggapi Pernyataan Propaganda Dari Staf Menteri Investasi

Nuri Che Shiddiq, SH, Sejarawan Dan Budayawan Melayu Balik Bertanya
Nuri Che Shiddiq, SH, Sejarawan Dan Budayawan Melayu Balik Bertanya ( Sumber : Koleksi Pribadi Nuri Che Shiddiq, SH)

Nuri Che Shiddiq, SH, Sejarawan Dan Budayawan Melayu Balik Bertanya

Bintan, GK.com – Ini sungguh menjadi propaganda terakhir Negara ini, kebiasaan yang sangat buruk. Akhir-akhir ini, dia tuduh pulak orang Kepulauan Riau tidak Nasionalis. Perlu kita pertegas, ini orang-orang pintar yang sok kenal sok dekat sama kita. Ini untuk Luhut Binsar Panjaitan, Bahlil, dan Mahfud MD sekalian.

Anda semua paham siapa kami, Kepulauan Riau hari ini adalah yang di sebut NEGARA RIAU saat penggabungan ke Indonesia. Anda bertiga tentu tahu, hak kami saat itu sama dengan Indonesia. Hal untuk mendirikan Negara sendiri. Namun historis sejarah panjang kita membuat kami Riau lebih memilih bergabung dengan Indonesia.

Walau secara emosional kami bergaul erat dengan Malaysia dan Singapura, saudara kami banyak di sana. Namun secara komitmen berbangsa dan negara, kami memilih menjadi Bangsa Indonesia yang mandiri dan mengikrarkan diri sebagai bangsa yang merdeka.

Perjalanan panjang sejarah Melayu dan Jawa yang beribu tahun lamanya membuat semangat yang satu asal menjadi ikrar kemelekatan dalam tekat berbangsa dan bernegara.

Saat Portugis menguasai Malaka, perpaduan persekutuan terbesar nusantara antara Melayu dan Jawa menjadi penentu kedaulatan nusantara ini.

Jangan terus menyebut “JAS MERAH” (Jangan sekali melupakan sejarah), tapi buku sejarah tak pernah di baca dan dijadikan semangat persebatian jati diri. Paham kalian saat Soekarno menyerukan “ganyang Malaysia”? Siapa yang berada digarda terdepan? Kami orang-orang Kepulauan Riau disinilah basis pertahanan pertama pasukan-pasukan Siliwangi bermarkas. Paham kalian.

Kalian pandang kami ini pulau kosong? Kalian pandanglah kami sebagai benteng pertahanan di garda terdepan nusantara. Jangan kebodohan dan ketamakan membuat nasionalisme kalian dan jiwa patriotisme kalian tergadai dan terkubur dalam. Kami orang Melayu tak pernah kalian lihat seperti Aceh atau Irian, apa lagi Timor-Timor.

Kami baru melawan kemarin saat kampung kami mau dirampas kalian yang kami anggap bangsa kami sendiri. Sekarang kalian memainkan isu pengaruh asing. Eh, Rizal, kau anak kecil di Negara ini.

Jangan bicara pengaruh asing sama kami orang yang ratusan tahun bertahan dan sampai hari ini tak pengaruh asing yang berani mempengaruhi kami. Kau paham kampung kami ? Jangan gunakan pikiran picik dalam melihat kami. Belum tentu kau hadir saat Negara ini di serang tentara asing. Kami sudah pastikan, kami bertahan di benteng ini. Tinggallah kau diperbatasan, sehingga kau paham arti bertahan.

Kami dari kecil, RRI DAN TVRI belum ada, setiap pagi nonton TV Singapura dan Malaysia, Radio pun sama, tiap pagi dengar lagu kebangsaan Singapura. Tapi kami tetap hafal lagu Indonesia Raya yang kami tak pernah dengar dari TV dan Radio Indonesia, tapi di Sekolah setiap Senin pagi kami upacara.

Jangan mainkan propaganda. Saya ingatkan itu. Jangan pertanyakan nasionalisme dan patriotisme kami.

Kakek nenek kami sampai ayah kami berperang atas nama Bangsa Negara ini. Tolong camkan itu sebelum berpendapat, fikirkan, dan jangan mulutmu membawa petaka.

Coba, rumah dimana kau lahir dan tanah dimana makam orang tua mu dan kakek nenekmu di tanam, lalu tiba-tiba di gurus dan kau dipaksa keluar dari kampungmu. Aku ingin bertanya itu pada kalian. Apa yang kalian lakukan ? Negara mana yang menghasut kalian ?.

Kebenaran akan menang, Tuah Melayu, “Tak Melayu Hilang di Bumi”. (*)

Sujana Achmad : Para pekerja Harus Sadar Akan Pentingnya Jaminan Hari Tua

Sujana Achmad : Pentingnya Menyadari Manfaat Jaminan Hari Tua ( Sujana Achmad, Kepala BPJSTK cabang Tanjungpinang )
Sujana Achmad, Kepala BPJSTK cabang Tanjungpinang ( Sumber : Poto Nadya, GK.com )

Tanjungpinang, GK.com – Mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan dengan beberapa metode, baik secara online maupun onsite.

Sunjana Achmad, Kepala BPJSTK cabang Tanjungpinang mengatakan,” JHT adalah program perlindungan yang bertujuan memberikan program jaminan uang tunai kepada peserta saat memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Klaim JHT juga bisa diajukan saat seseorang mengundurkan diri atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK),” jelas Sunjana di Ruang Kerjanya.

“Dengan hal ini kami selalu berusaha memberikan kemudahan dengan terus melakukan inovasi pada kanal pelayanan dan pembayaran pengklaiman dana JHT, ada aplikasi JMO yang dimana pada aplikasi tersebut, kita bisa mengetahui secara langsung berapa dana JHT yang dimiliki oleh pekerja ,” tuturnya.

Saat di konfirmasi kembali oleh awak media ini pada Kamis, (14/09/2023) sekitar pukul 15.45 sunjana menambahkan ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam pelaporan kepesertaan berupa keakurasian data pekerja untuk memastikan hak hak peserta dapat diterima dan dirasakan oleh yang bersangkutan.

“Kami selalu menerima masukan dan saran yang ingin di sampaikan, jangan ragu karena memberikan pelayanan terbaik kepada peserta sudah menjadi tujuan kami.

Sunjana juga menjelaskan apabila pekerja sudah terdaftar di BPJSTK, tiba-tiba meninggal dunia saat kecelakaan kerja maka upah yang dilaporkan dikalikan sebanyak 48 kali yang akan diterima oleh pihak ahliwaris dan anak yang ditinggalkan mendapatkan manfaat beasiswa sampai dengan perguruan tinggi maksimal 2 (dua) orang anak, Ujarnya.(*)

Ombudsman Kepri Sidak IPA Mukakuning, Pastikan Air Lancar di Batam

Ombudsman Kepri Sidak IPA Mukakuning, Pastikan Air Lancar di Batam
Ombudsman Kepri Sidak IPA Mukakuning, Pastikan Air Lancar di Batam ( Sumber : Ombudsman Kepri)

Batam, GK.com – Ombudsman RI Perwakilan Kepri melakukan sidak ke IPA baru di Mukakuning yang dibangun oleh SPAM Batam. Sidak ini bertujuan untuk memastikan pelayanan air di Batam semakin membaik.

”IPA Mukakuning sudah selesai dan sedang uji coba. Mudah-mudahan bisa segera beroperasi penuh untuk mengatasi masalah air di Batam Center dan Bengkong,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr Lagat Siadari, Senin (11/09/2023).

IPA Mukakuning memiliki kapasitas produksi 400 liter/detik dan akan menyuplai air ke Batam Center. Sementara itu, IPA Duriangkang akan fokus menyuplai air ke Bengkong. Namun, beberapa wilayah yang lebih tinggi masih akan mengalami kesulitan.

Ombudsman RI Perwakilan Kepri mengapresiasi IPA Mukakuning yang sudah dilengkapi dengan sistem digitalisasi untuk mengukur kualitas air.

”Sistemnya cukup canggih. Semoga SDM-nya juga mumpuni dan perawatannya terus dilakukan dengan baik,” ujar Lagat.

Selain sidak, Ombudsman RI Perwakilan Kepri juga terus berkomunikasi dengan Direktur SPAM Batam, M Tandiono, untuk mendapatkan informasi tentang wilayah lain yang bermasalah dengan distribusi air.

”Kami mendapat informasi bahwa penyambungan air di Bengkong Wahyu yang tertunda akan segera direalisasikan. Kemudian, SPAM Batam akan menambah IPA di Duriangkang. Untuk Rempang, ada Monggak yang akan disuplai air dari Segong. Lalu untuk Tiban, SPAM Batam akan mencoba IPA mobiler dengan kapasitas 20 liter/detik,” kata Lagat.

Lagat menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau produksi air di Batam agar tidak menurun.

”Masalah utamanya adalah suplai airnya. Kami akan awasi agar produksi air tidak menurun dan perawatannya baik. Jika tidak, akan berpengaruh pada distribusi air ke masyarakat,” jelas Lagat.

Lagat juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan air karena masih ada masyarakat yang tidak mendapatkan air 24 jam.

”Silakan laporkan jika ada masalah dengan suplai air ini. Kami tahu masih ada wilayah yang menjadi stress area karena tidak mendapatkan air 24 jam. Untuk masyarakat yang tidak terdampak, harap bijak menggunakan air. Jangan boros karena akan berdampak pada wilayah lainnya,” tutup Lagat.(*)

Editor : Ronny

Tujuh Warga Tiongkok Ditangkap Imigrasi Tanjung Balai Karimun

Tujuh Warga Tiongkok Ditangkap Imigrasi Tanjung Balai Karimun
Tujuh Warga Tiongkok Ditangkap Imigrasi Tanjung Balai Karimun ( Sumber : Imigrasi Karimun )

Karimun, GK.com – Kantor Imigrasi kelas II TPI Tanjung Balai Karimun mengadakan konferensi pers pada Rabu, 13 September 2023 untuk menginformasikan penangkapan tujuh warga negara Republik Rakyat Tiongkok yang tidak memiliki dokumen perjalanan dan izin tinggal yang sah. Mereka diduga melanggar Pasal 71 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Penangkapan ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang curiga dengan keberadaan orang asing yang masuk ke Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan domestik, bukan pelabuhan internasional. Petugas imigrasi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan tujuh warga Tiongkok yang sedang menginap di sebuah hotel di Tanjung Balai Karimun. Saat dimintai dokumen perjalanan berupa paspor dan izin tinggal, mereka tidak dapat menunjukkan dan menyerahkannya kepada petugas. Mereka juga tidak dapat menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Tanjung Balai Karimun.

Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian Ikhwan Izzan mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan bentuk tindakan tegas dari Kantor Imigrasi kelas II TPI Tanjung Balai Karimun dalam menjaga keamanan negara dan menegakkan hukum keimigrasian. Ia juga mengatakan bahwa tujuh warga Tiongkok tersebut akan dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang untuk menunggu proses pendeportasian.(*)

Workshop Peliputan Pemilu 2024 Digelar di Kepri

Ketua Dewan Pers RI, Dr. Ninik Rahayu Melaksanakan workshop melalui daring ( Sumber : poto by Nadya, GK.com)
Ketua Dewan Pers RI, Dr. Ninik Rahayu Melaksanakan workshop melalui daring ( Sumber : poto by Nadya, GK.com)

Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas media dalam meliput Pemilu 2024, Dewan Pers Republik Indonesia mengadakan workshop yang diikuti oleh para wartawan dan praktisi media di Provinsi Kepulauan Riau. Workshop ini berlangsung pada hari Rabu, (13/09/2023) pukul 08. 00 s/d 15.30 Wib. di Hotel CK Tanjungpinang.

Workshop ini dibuka secara virtual oleh Ketua Dewan Pers RI, Dr. Ninik Rahayu, yang menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari kerjasama antara Dewan Pers, KPU, Bawaslu, dan KPI. Ia menekankan bahwa pers Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menyajikan informasi dan berita yang independen, akurat, dan berimbang tentang Pemilu 2024. Hal ini penting untuk mendukung proses demokrasi dan pemilihan pemimpin nasional secara damai dan beradab.

Selanjutnya, workshop ini menghadirkan Asep Setiawan, Anggota Dewan Pers, yang membahas tentang pedoman peliputan pemilu. Asep menjelaskan bahwa pers merupakan pilar keempat dari demokrasi dan harus bersikap imparsial, tanpa bias, dan tanpa prasangka dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Ia juga mengingatkan agar pers bersikap netral dalam memberitakan atau menyiarkan isu-isu terkait pemilu. (NDY)

Editor : Ronny

Gubernur Kepri Himbau Jangan Terprovokasi Isu-Isu Negatif

Gubernur Kepri Himbau Jangan Terprovokasi Isu-Isu Negatif
Gubernur Kepri Himbau Jangan Terprovokasi Isu-Isu Negatif ( Sumber : Kominfo Kepri )

KEPRI, GK.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk menarik investasi, terutama di Kota Batam. Untuk itu, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri, yang meliputi Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi, mengadakan konferensi pers di Graha Kepri, Kota Batam, pada Selasa (12/9).

Dalam konferensi pers tersebut, Gubernur Ansar mengapresiasi peran media massa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Kepri, khususnya di Kota Batam, karena melihat potensi dan kemajuan daerah ini.

“Kami berharap kepada teman-teman semua ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kita yakin setiap investasi akan berefek pada ekonomi yang lebih besar nantinya di Kepri,” kata Ansar.

Selain itu, Gubernur Ansar juga mengajak masyarakat Kepri, khususnya Kota Batam, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan damai. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelancaran investasi dan pembangunan di Kepri, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga mengajak kita semua untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas Kota Batam dan Provinsi kepulauan Riau yang aman dan tetap kondusif. Kemudian kami juga mengajak seluruh masyarakat Provinsi kepulauan Riau. Mari kita bersatu padu, bergandengan tangan, saling menghormati sesama anak bangsa. Tingkatkan kewaspadaan kita semua dari setiap upaya yang ingin memecah belah keutuhan Kepulauan Riau,” tegas Ansar.

Gubernur Ansar juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh provokasi dari pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas daerah dengan menyebarkan isu-isu negatif. Ia berharap masyarakat dapat bersikap bijak dan kritis dalam menerima informasi.

“Kita berdoa semoga Kepri tetap aman dan damai, dapat melanjutkan pengembangan investasi, dapat melanjutkan pembangunan Provinsi Kepri, yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri,” tutup Ansar.

Turut hadir dalam konferensi pers ini ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun, Danrem 033/Wirapratama Brigjen TNI Jimmy Watuseke, Kabinda Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan, Danlantamal IV Laksamana Pertama Tjatur Suniarto, LAM Kepri diwakili oleh Raja Al Hafiz, LAM Kota Batam, Walikota Batam ex officeo BP Batam Muhammad Rudi, Kapoltabes Barelang, Dandim Kota Batam dan Kajari Kota Batam.(*).