Bintan, GK.com – Upaya pemenuhan hak administrasi kependudukan terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui berbagai program pelayanan langsung ke masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan pun menggelar kegiatan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang.
Budiana, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Bintan menyampaikan, berdasarkan data Warga Penghuni Pemasyarakatan (WPP) yang diterima pihaknya, terdapat sebanyak 695 orang yang menjadi target perekaman e-KTP dalam kegiatan tersebut.
“Pada pelaksanaan jemput bola di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang tanggal 04 Mei kemarin, dari total 695 orang yang dilaporkan, sejauh ini baru dapat kami layani sebanyak 128 orang. Dan proses pelaksanaannya berjalan dengan lancar,” ujar Budiana kepada gerbangkepri.com melalui sambungan telepon, Selasa (05/05/2026) Pukul 15.15 WIB.
Dari jumlah tersebut, Disdukcapil Bintan berhasil mencetak sebanyak 111 keping e-KTP secara langsung di lokasi. Selain itu, terdapat 13 warga binaan yang melakukan perekaman perdana.
“Dari 128 orang yang terlayani, 111 KTP bisa langsung kami cetak. Kemudian ada 13 orang yang baru melakukan perekaman perdana,” jelasnya .
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga menemukan empat warga binaan yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga memerlukan proses lanjutan untuk penerbitan identitasnya.
“Untuk KTP yang sudah dicetak, seluruhnya telah kami serahkan kepada pihak lapas untuk proses pendistribusian. Sementara ini, kami titipkan terlebih dahulu di lapas, dan nantinya akan diserahkan kepada warga binaan saat yang bersangkutan menyelesaikan masa hukuman,” tambahnya.
Ke depannya, Disdukcapil Bintan akan kembali menjadwalkan pelayanan lanjutan bagi warga binaan yang belum terlayani. Namun sebelum itu, akan dilakukan proses verifikasi dan pemadanan data agar pada pelaksanaan berikutnya lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami akan melakukan verifikasi dan pemadanan data terlebih dahulu. Nantinya yang akan diproses adalah mereka yang datanya sudah valid, sehingga pelayanan bisa lebih optimal”. tutupnya. (DS)
Editor: Endang

