Beranda Kepulauan Riau Batam Budi Mardiyanto : Hampir Seluruh Kegiatan PT. GTI Diduga Ilegal

Budi Mardiyanto : Hampir Seluruh Kegiatan PT. GTI Diduga Ilegal

169
0

Batam, GK.com – Dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Komisi I DPRD Kota Batam atas aktivitas pemotongan Kapal Acacia Nassau di Galangan Paxocean oleh PT. Graha Trisaka Industri (GTI) yang berlokasi di Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto kecewa, karena saat mereka turun ke lokasi, Perusahaan tersebut tidak mengindahkan peraturan yang ada.

Baca Juga :



Hal ini terbukti dengan tersisanya bangkai Kapal Acacia Nassau di Galangan Paxocean yang hanya tinggal 5% saja. Sementara pada masa RDP kedua kemarin, pihak Perusahaan berupaya meyakinkan Komisi I dengan mengatakan kalau bangkai Kapal tersebut masih tersisa sekitar 70%, dan Perusahaan sudah menghentikan segala aktivitas pemotongan Kapal itu.

“Padahal berdasarkan hasil Sidak yang pertama dilakukan kemarin, penilaian kita ada sebesar 50%,” tegas Budi kepada Awak Media ini, Kamis (25/3) malam melalui via panggilan suara.

Kemudian dijelaskan Budi, pihak Perusahaan sepertinya memamg benar-benar menutup mata dengan adanya Pemerintah dan Negara. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa pihak Perusahaan memang tidak ada takutnya.

“Bisa-bisa semua segala kegiatan yang ada di Galangan itu diduga Ilegal, karena Perusahaan itu tidak dibenarkan untuk melakukan Scrap (Pemotongan), tapi dari Sidak tadi hampir semua kegiatan disana itu melakukan Scrap,” terangnya.

Baca Juga :



“Kemudian ada juga Informasi yang kita dapatkan bahwa sebelumnya pernah dilakukan pemotongan beberapa Kapal disana, namun tidak ada pelaporan atas kegiatan tersebut,” lanjutnya.

Dikatakan Budi pada saat melakukan Sidak, pihaknya menekankan kepada pihak KSOP untuk segera mengamankan sisa dari pemotongan kapal tersebut.

“Pertanyaan kita disini, pengamanan seperti apakah yang akan dilakukan oleh pihak KSOP kedepannya ? karena disini sangat disayangkan sekali, pada Sidak yang pertama kami menilai bangkai Kapal tersebut masih ada sekitar 50%, namun pada Sidak kedua ini kok bangkai Kapal Acacia Nassau hanya tersisa 5%, dan pada saat itu pihak KSOP mengatakan akan mengamankan sisa aktivitas itu dengan cara melakukan patroli disana,” jelasnya.

Baca Juga :


“Disini kita juga menekankan kepada KSOP untuk berkoordinasi dengan pihak penegak hukum, karena kegiatan ini sudah menyalahi aturan dan ini ranahnya akan ke pidana. Kami akan merangkum secepatnya semua hasil survei yang kami dapatkan untuk dilaporkan kepada pimpinam,” kata Budi.

Lanjut Budi menuturkan, kalau memang benar pihak Perusahaan selama ini melakukan kegiatan secara Ilegal, maka tidak menutup kemungkinan Perusahaan tersebut akan ditutup.

“Jika memang benar kita akan minta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Dan saat ini KSOP diharapkan tidak akan melayani segala bentuk permohonan perizinan administrasi atas Perusahaan tersebut,” tutur Budi.

Terakhir Dirinya juga sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh KSOP Batam dengan mempromosikan jabatan baru kepada oknum pejabat dilingkungan KSOP Khusus Batam yang diduga telah mengeluarkan surat pengawasan pemotongan (UMS) atas Kapal Acacia Nassau.

“Ada apa dengan KSOP Khusus Batam, kenapa oknum pejabat yang diduga terlibat dalam permasalahan ini, justru malah mendapatkan promosi jabatan baru ?”. tanya Budi.

Saat itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto juga sangat mengapresiasi atas kehadiran dari Danlanal Batam yang turut peduli atas permasalahan ini dengan sigap hadir pada Sidak tersebut.

Turut hadir dalam Sidak tersebut, Danlanal Batam, KSOP Khusus Batam, DLH Kota Batam, Bea Cukai Batam, BP Batam, dan Ombudsman Kepulauan Riau (Kepri) serta Pemerintah Kota (Pemko) Batam. (RC).

Editor : Dina