Beranda Kepulauan Riau Batam Komisi I DPRD Batam Serius Dalami Pemotongan Kapal Tanpa Izin

Komisi I DPRD Batam Serius Dalami Pemotongan Kapal Tanpa Izin

147
0

Batam, GK.com – Komisi I DPRD Batam serius dalam menyelesaikan terkait kegiatan pemotongan badan Kapal berbendera Bahama yaitu Kapal Acacia Nassau di Galangan Pax Ocean PT. Graha Trisaka Industri (GTI) Tanjunguncang yang belum mengkantongi izin.

Usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (1/3), Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardianto, menegaskan agar pihak PT tidak lagi melakukan aktivitas pemotongan sebelum mengantongi segala bentuk perizinannya.

“Melalui RDP ini sudah kita ketahui bersama bahwa, aktivitas tersebut sudah menyalahi prosedur, dan saya minta ketegasan dari Pemerintah, dalam hal ini Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam untuk melindugi hak-hak Negara,” ucap Budi.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardianto


Dikatakan Budi, seharusnya pihak PT Graha Trisaka Industri (GTI) wajib melengkapi Dokumen yang harus dipenuhi, namun sebelum dokumen-dokumen itu lengkap, kenapa kegiatan pemotongan tersebut sudah dilakukan ? Untuk menghentikan kegiatan itu, tidak hanya cukup dilakukan dengan surat saja, tetapi juga harus diiringi dengan pengawasan yang ketat.

“Surat penghentian aktivitas sudah diterima, tapi kok kegiatan dilapangan masih berlangsung ? Ini yang perlu ditekankan. Dan Perusahaan sendiri belum bisa memberikan kejelasan yang pasti, karena yang mewakili Perusahaan dalam RDP ini tidak piawai untuk menjawab. Dan permasalahan ini tidak menutup kemungkinan akan kami bawa ke pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) Bea Cukai Tipe B Batam, Sumarna menuturkan, “saat dilakukan pemerikasaan pada tanggal 24 Oktober 2020 lalu, semua dokumen angkutan lengkap, namun Kapal itu kondisinya kosong tanpa ada muatan, berdasarkan data surat muatan yang kami terima, kapal Acacia merupakan kapal alat angkut, menurut kami kapal ini masih aman,” jelasnya.

Kemudian dikesempatan itu, Perwakilan KSOP Khusus Batam, Kastomo mengungkapkan bahwa, selama ini pihak KSOP belum mengeluarkan Izin pemotongan.

“Seblumnya sudah kami surati PT. GTI ini pada tanggal 8 Januari 2021 lalu terkait mekanisme pemotongan kapal. Kalaupun mau dipotong, mereka harus mengurus dan mengantongi Izin dari pusat”. tegas Kastomo.

Disebutkan Kastomo bahwa, berdasarkan pengakuan pihak PT. GTI sudah melakukan pengusulan atas aktivitas tersebut ke pihak pusat, dalam hal ini KSOP Khusus Batam tetap akan melakukan pengawasan terhadap kegiatan tersebut sampai ada intruksi dari pihak pusat. (RC).

Editor : Febri