Beranda Hukrim BC Beberkan Kronologi Kejadian, Patron Karimun Tegaskan, Pembunuh Haji Permata Diusut Tuntas

BC Beberkan Kronologi Kejadian, Patron Karimun Tegaskan, Pembunuh Haji Permata Diusut Tuntas

12633
0

Karimun, GK.com – Kabar meninggalnya mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sekaligus Pengusaha di Kota Batam, Haji Permata menyebar luas di kalangan masyarakat, khususnya di Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan sekitarnya.

Saat Awak Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimum melalui via Whatsapp, Sabtu (16/1), pihak Bea dan Cukai sendiri hanya bisa memberikan keterangan melalui rilis Siaran Pers.

Didalam keterangan yang diambil dari rilis Siaran Pers tersebut, Direktur Kepabean Internasional dan Antar Lembaga Direktorat Jendral Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Syarif Hidayat mengatakan bahwa, 4 kapal HSC tersebut melakukan perlawanan terhadap Petugas.

“Ke-empat HSC tersebut melakukan perlawanan, petugas Bea Cukai memberikan peringatan melalui sirine dan perintah lisan melalui pengeras suara, namun HSC tersebut tidak mempedulikan, bahkan HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009,” terang Syarif.

“Tindakan melawan hukum masih terus dilakukan oleh kelompok atau mafia penyelundup ini dengan mengerahkan belasan orang dengan menggunakan Kapal Pancung yang sengaja disiapkan untuk melindungi empat HSC tersebut. Saat itu, mereka melempari kapal BC 10009, BC 15040, BC 15041, dan HSC yang dikuasai Bea Cukai dengan bom molotov, mercon, serta kembang api,” lanjutnya.

“Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam, maka petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea Cukai,” tegas Syarif.

“Tidak hanya berhenti disitu, Bea Cukai bersama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait akan melakukan pendalaman dan pengembangan kasus dari hasil tangkapan yang berhasil disita, termasuk asal muasal rokok ilegal. Pelaku-pelaku yang terlibat, dan bahkan pemilik atau penyedia HSC yang digunakan untuk menyelundup,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Ketua DPC Patron (Patriot Nasional) Tanjung Balai Karimun, Andi Acok sangat menyayangkan atas tindakan yang diambil oleh pihak Bea dan Cukai, serta meminta agar petugas dapat tegakkan Hukum keadilan yang sebenar-benarnya.

“Pada intinya kan Indonesia Negara Hukum, jadi tegakkan Hukum keadilannya terhadap pelaku penembakan Haji Permata,” tegas Andi Acok.

“Di peraturan Kapolri, setiap Tersangka atau Buron yang dikejar, konsekuensi tidak seperti itu, ada tembakan peringatan pertama, kedua, dan ketiga, itupun harus di bagian kaki terlebih dahulu”. ucap Andi Acok.

Andi meminta agar kasus ini dapat diusut secara tuntas, karena ini bisa diindikasikan dengan pembunuhan. (RE).

Editor : Febri