Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda blog Halaman 988

Tidak Hanya Kantor Dan Gedung Daerah Kepri, KPK Juga Geledah Rumah Gubernur Kepri di Karimun

Karimun, GK.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Rumah kediaman Gubernur Kepulauan Riau non aktif, Nurdin Basirun, Selasa (23/7) sejak pukul 08.00 hingga 12.45 Wib.

Dalam pantauan awak Media ini saat di lapangan, banyak masyarakat sekitar yang ikut juga melakukan pemantauan dari luar pagar Rumah kediaman Gubernur Kepri non aktif tersebut.

“KPK bekerja begitu rapi dan sopan, serta sangat bersih dalam menjalankan tugasnya, apalagi saat mengambil dan membongkar barang danberkas disetiap ruangan,” ucap salah satu warga yang ikut mengamati KPK dari kejauhan.

“KPK menggeledah Ruang Kerja Gubernur, Kamar Gubernur dan selebihnya berkas–berkas yang mereka curigai,” tambahnya.

Dari pantauan Media ini, terlihat ada 8 orang Tim KPK yang bertugasdalam melaksanakan penggeladahan tersebut, namun tidak ada barang yang dibawa dari Rumah kediaman Gubernur Kepri non aktif itu, tim KPK saat keluar hanya membawa property milik KPK itu sendiri.

Seperti diketahui sebelumnya, Tim KPK mengalami kesulitan saat akan masuk kedalam Rumah Gubernur, pasalnya pagar dan pintu depan dalam keadaan terkunci.

“Pintu depannya dikunci, petugas mau masuk tak bisa, jadi akhirnya kita datangkan tukang untuk bongkar pakai mesin gerinda”. kata seorang anggota Provos Polres Karimun yang berjaga didepan pagar rumah Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun.

Hingga berita ini diterbitkan, awak Media ini belum bisa mewawancarai tim dari KPK saat ada di kediaman rumah Nurdin Basirun, untuk dimintai keterangannya lebih lanjut. (RI).

Editor : Febri

Koper Diangkut Dari Kantor Dishub Kepri, Efendri Alie : Kita Tidak Tahu, Hanya Menjalankan Tugas

Tanjungpinang, GK.com – Setelah penggeledahan dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) ProvinsiKepulauan Riau oleh Tim Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), 7 dari 9 orang yang melakukan pemeriksaan di Kantor tersebut, ketika keluar membawa 3 buah koper yang salah satunya terlihat seperti berisikan dokumen.

Adapun Tim KPK yang keluar dari Kantor Dishub tersebut diantaranya adalah 2 orang wanita dan 5 orang lelaki yang bergegas memasukkan koper bawaannya kedalam Mobil bewarna silver dan hitam. Tiga koper tersebut diduga sebagai barang bukti hasil dari penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di Dishub Provinsi Kepri.

Selang beberapa saat ketika berlalunya Mobil pembawa koper tersebut, Kepala Satreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie keluar dari Kantor Dishub Provinsi dan langsung dimintai keterangan oleh rekan-rekan Media.

Saat ditemui, Kepala Satreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie mengatakan bahwa dirinya  tidak mengetahui terkait apa dasar dari KPK menggeledah Kantor Dishub Provinsi, pihak Polres hanya ditugaskan untuk mengamankan di lantai dasar saja.

“Kita kurang tau, kenapa KPK menggeledah Kantor Dishub ini, kami hanya ditugaskan untuk pengamanan saja, itupun hanya di lantai dasar saja, yang naik keatas hanya Tim dari KPK”. tegas Alie sambil berlalu meninggalkan awak Media. (MI).

Editor : Febri

KPK Kembali Hadir, Kali Ini Sasarannya ke Kantor Dishub Provinsi Kepri

Tanjungpinang, GK.com – Tim Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) kembali turun ke Kota Tanjungpinang, kali ini menyasar pada pemeriksaan yang dilakukan di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau, Jalan R.H Fisabilillah KM 5 atas, Selasa (23/7) Pagi.

Dari informasi yang telah didapat oleh Media ini, ada sebanyak 9 anggota dari tim KPK masuk ke dalam Ruangan Kepala Dishub Provinsi Kepri, Jamhur Ismail  sejak pukul 08.00 pagi tadi.

 

Terlihat beberapa petugas KPK keluar dari Kantor Dishub Kepri

 

Sejauh mata memandang, tampak 4 anggota Kepolisian Resor (Polres) dengan seragam lengkap dan dilengkapi senjata laras panjang berdiri siaga menjaga pintu masuk Kantor Dishub Provinsi Kepri, tepatnya pukul 11.10 Wib, 7 orang anggota tim KPK dari dalam Kantor Dishub keluar dengan membawa  1 koper ukuran besar dan 2 koper lainnya dengan ukuran sedang yang belum diketahui apa isinya.

Saat ini, terpantau dua orang Tim KPK lainnya masih melakukan pemeriksaan di dalam Kantor Dishub Provinsi Kepri.(MI/AA).

Editor : Febri

Kejari Karimun Peringati HBA Ke- 59

Karimun, GK.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karimun gelar Upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke- 59, di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Karimun, Senin (22/7) pagi.

Kepala Kejari Kabupaten Karimun, Taufan Zakaria, SH., MH dalam wawancaranya bersama Media ini mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk atas rasa bahagia seluruh jajaran Kejari, karena dapat memperingati HBA.

“Minggu lalu kami baru saja melakukan Pekan Olahraga Adhyaksa untuk memperingati HBA yang diikuti oleh Kejari Karimun dan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Moro juga Cabjari Tanjung Batu,” tutur Taufan.

Dikatakan Taufan, Kejaksaan Negeri Karimun akan siap bekerja tanpa pamrih sesuai dengan garis kebijakan pimpinan maupun kewenangan yang dimiliki.

“Peningkatan kerja yang kami lakukan adalah pada aktifitas pelayanan umum masyarakat maupun pelayanan khusus dibidang hukum, tidak hanya pada penegakan hukum saja, namun juga beberapa aktifitas kemasyarakatan dan social juga kami ikut ambil peran,” ujarnya.

“Dalam pelaksanaan HBA minggu lalu, Kejari Karimun melakukan beberapa kegiatan sosial, diantaranya adalah Anjangsana atau penyerahan bantuan pada Panti Asuhan dan melakukankhitananmasal yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dan Laskar Melayu Bersatu (LMB),” terang Taufan.

“Disinilah kami membuktikan bahwa Kejari Karimun bukan hanya menangani masalah penegakan hukum, akan tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dilanjutkan Taufan, adapun program Kejari Karimun yang sudah berjalan rutin saat ini adalah Jaksa Masuk Sekolah, dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan ke setiap Sekolah.

“Meski dengan anggaran terbatas, namun tetap banyak Sekolah yang mengantri untuk penyuluhan hukum,walau begitu Jaksa yang terlibat hampir setiap minggu tetap semangat melakukan program ini”. tutupnya. (RI).

Editor : Febri

Dewan Kesenian Kepri Gelar Musda Guna Bangkitkan Kembali Kesenian Daerah, Raja Helmi Terpilih Secara Aklamasi

Tanjungpinang, GK.com – Dewan Kesenian Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) guna mencari pengganti Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau yang telah habis masa jabatannya, Senin (22/7) sekitar pukul 09.00 Wib, di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang.

Plt. Gubernur Kepri, H. Isdianto yang turut hadir dan membuka acara tersebut memberikan apresiasi serta penghargaannya atas kelancaran acara tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya dengan terselenggaranya acara ini, mudah-mudahan dapat menciptakan kepengurusan yang mempunyai komitmen tinggi terhadap kesenian di Kepulauan Riau,” ucap Isdianto.

“Saya juga berharap agar Dewan Kesenian terus mempunyai komitmen terhadap kesenian Daerah dan bersama-sama membangkitkan kesenian yang telah lama tenggelam,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepri, Husnizar Hood dalam sambutannya mengatakan bahwa Dewan Kesenian merupakan lembaga yang menjadi mitra Pemerintah untuk melestarikan kesenian.

“Banyak yang tidak mengetahui bahwa Dewan Kesenian itu adalah lembaga yang menjadi mitra Pemerintah untuk melestarikan pengembangan kesenian, dibuat untuk membantu Pemerintah dalam melakukan hal-hal yang tidak dapat ditangani oleh Pemerintah,” tutur Husnizar.

“Lembaga ini sering disebut di Jakarta sebagai penjaga seni-seni yang tak terpakai, saat ini ada tiga kategori seni yang saya ketahui, yaitu seni yang tidak terpakai, seni yang membosankan dan seni yang tidak boleh dimasuki oleh Pemerintah, tetapi semua itu tetap dijaga,” terang Husnizar.

Pada kesempatan itu, Husnizar juga mengingatkan atas kasus yang terjadidi Indonesia yang pada akhirnya symbol dari kebudayaanlah yang digunakan sebagai pemersatu.

“Masih ingatkah kita ketika terjadi kasus besar di Negara kita? Hampir semua masyarakat memasang simbol budaya dan mengedepankan budaya sebagai alat pemersatu dalam menyelesaikan masalah, namun ketika tidakada masalah, dengan mirisnya kebudayaan dipinggirkan,” ujar Husnizar.

Sementara itu, Ketua Dewan KesenianTanjungpinang, Heru Untung Leksono yang saat itu didampingi oleh Ketua Dewan Kesenian Lingga, Hamzah H, ketika diwawancarai oleh awak Media ini usai Musda tersebut berlangsung turut memberikan tanggapan terkait terpilihnya Raja Ahmad Helmi secara aklamasi menjadi Ketua Dewan KesenianKepulauan Riau yang baru.

“Sejuk Musda ini, tidak ada calon lain, Raja Helmi kandidatnya,” katanya.

Turut hadir dalam Musyawarah tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri Ir. Yerri Suparna, MM, Kepala Sekolah SMA/SMK se- Kota Tanjungpinang, serta Dewan Kesenian Kabupaten/Kota se Kepri. (AA).

Editor : Febri

Muhammad Tohir : Pengurusan Surat-Menyurat Jadi Faktor Kelangkaan Hewan Kurban Di Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha yang identik dengan pemotongan Hewan Kurban merupakan rezeki Tahunan bagi para pelaku usaha Hewan Kurban, namun tampaknya pada Tahun ini kemungkinan akan mengalami kelangkaan penjualan hewan tersebut, pasalnya proses dalam pengurusan surat-menyurat oleh pelaku usaha jual beli Hewan Kurban sangat sulit.

Salah satu pelaku usaha jual beli Hewan Kurban musiman, Muhammad Tohir, kepada Media ini mengatakan bahwa Hewan Kurban di Tahun ini jauh lebih mahal, serta akan terjadi kelangkaaan.

“Harga Sapi di Tahun ini lebih mahal, karena mengurus surat-menyurat permohonan dan Lab Dinas Peternakan Provinsi sangatlah sulit dan lama,” kata Muhammad Tohir, Minggu (21/7) sekitar pukul 11.00 Wib.

“Contohnya saja seperti Sapi yang kami jual disini, kami mengurusnya dari tanggal 23 bulan lalu, tetapi baru masuk malam ini,” keluhnya.

Dikatakan Tohir, saat ini Sapi dan Kambing yang ia perjual belikan baru didatangkan sebanyak 25 ekor dari Bali dan Lampung, untuk Sapi masih belum masuk semuanya, karena menurut perkiraannya, kemungkinan minggu depan Sapi batu akan masuk lagi sebanyak 20 ekor.

“Untuk harga, saya menetapkan harga Sapi sekitar Rp18 juta sampai Rp30 juta, sementara untuk Kambing sekitar Rp2,7 juta sampai Rp4 juta,” tutur  Muhammad Tohir.

“Saya berharap agar Pemerintah memikirkan para selaku usaha, seperti kesulitan yang kami hadapi saat ini, Pemerintah berilah bantuan untuk dipermudah dalam pengurusan surat-menyurat, serta harga angkutan Kapal yang membawa Hewan Kurban yang sangat lumayan mahal”. tutupnya. (MI).

Editor : Febri