Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 873

Kota Gurindam Kembali Berduka, Walikota Tanjungpinang Tutup Usia

Tanjungpinang, GK.com – Inalilahiwainailaihi wainailaihirojiun, kini Kota Tanjungpinang kembali berduka, karena telah berpulang keharibaannya Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul S.Pd pada Selasa (28/4) sekitar pukul 16.45 Wib.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep melalui pesan Whatsapp yang tertulis “Innalilahi Wainnailaihi Raajiuun.. telah berpulang ke Rakhmatullah Bapak Wali Kota Tanjungpinang hari Selasa tanggal 28 April 2020, pada pukul 16.45.. Semoga Arwah beliau mendapat tempat yang Mulia disisi Allah SWT Aamiin YRA,” tulisnya.

Diwaktu yang berbeda, 2 orang ajudan Wali Kota Tanjungpinang, turut juga membenarkan berita duka tersebut.

“Iya benar, Ayah sudah pergi mari kita doakan bersama”. ucap Eko salah satu Ajudan Wali Kota, melalui Handphone.

Sementara itu, Kabag Prokompim Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Tri Putranto menyampaikan, Jenazah Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul direncanakan akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Jalan Gatot Subroto, Batu 5.

Proses pemakaman akan berlangsung sesuai protokol kesehatan penanggulangan Covid-19.
“Rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan,” katanya.

Menurut Aan, sapaan akbrab Kabag Humas, pemakaman akan dilaksanakan sesuai protap yang sudah ditetapkan pihak RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang. Pemakaman akan berlangsung pada malam ini.

“Prosesnya selama 4 jam, dihitung sejak beliau meninggal”. pungkasnya.

Pantauan saat ini, sejumlah kerabat dan Pegawai di lingkungan Pemko Tanjungpinang berdatangan ke RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang.

Mari bersama-sama kita mendoakan “Ayah” Syahrul, yang kita kenal dengan wibawanya dalam memimpin Kota Gurindam ini, semoga mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT, amiin. (Mis).

Editor : Febri

Dua Orang Pasien Covid-19 di Batam Dinyatakan Sembuh

Batam, GK.com – Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Media ini, 2 orang pasien positif Covid-19 di Batam dinyatakan sembuh dan saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pernyataan resmi tersebut, dinyatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi melalui pesan Whatsapp dengan melampirkan Pers Release pada Selasa (28/4) sekitar pukul 15.00 Wib.

“Sampai hari ini belum ada tambahan kasus, malah ada yang sembuh sebanyak 2 orang,” ucapnya ketika Awak Media ini menanyakan terkait perkembangan terkini Covid-19 di Kota Batam.

Kedua pasien tersebut merupakan kasus nomor 2, seorang Laki-laki berinisial MPS (32) dan pasien kasus nomor 5, Laki-laki berinisial JAA (49).

Menurut hasil swab yang diperoleh, kedua pasien didapatkan hasil “Negatif” sebanyak 2 kali berturut-turut, sehingga dapat disimpulkan bahwa saat ini kedua pasien sudah sembuh dan diperbolehkan pulang kerumah masing-masing.

“Saat ini kedua pasien dalam kondisi sehat dan stabil, namun kini sedang dalam proses selfinstalation atau karantina mandiri”. pungkas Didi. (Mis).

Editor : Febri

November Nanti, Pengelolaan Air Minum di Batam Dialihkan ke BP Batam

Batam, GK.com – Pasca berakhirnya Perjanjian Konsesi Pengelolaan Air Bersih antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB), guna mewujudkan rencana pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum di Batam. Maka, disampaikan beberapa hal untuk dapat dipahami.

Kerja sama antara BP Batam dan PT ATB telah dimulai sejak tahun 1995. Perjanjian tersebut harus berakhir pada tanggal 14 November 2020 ;

Untuk tetap menjaga kuantitas dan kualitas pelayanan air minum di Batam, kedua belah pihak telah melakukan pertemuan dan pembahasan yang intensif dan menempatkan kepentingan masyarakat Batam sebagai prioritas utama dalam proses pengambilalihan ini ;

Kedua belah pihak sepakat untuk menaati perjanjian kerja sama tersebut dan akan mengakhiri kerja sama dimaksud pada tanggal 14 November 2020. Agar pengakhiran tersebut dapat berjalan dengan lancar, maka BP Batam dan PT ATB sepakat untuk membentuk tim guna kepentingan dimaksud ;

Sehubungan dengan itu, PT ATB juga telah menyepakati kesediaan untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada BP Batam terhitung sejak tanggal 15 Mei 2020 untuk menjalankan proses persiapan pelaksanaan pengakhiran secara profesional, seksama, cepat, akurat dan akuntabel serta orientasi pengenalan dan transfer knowledge pengoperasian system SPAM. Sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak, PT ATB akan menyerahkan kepada BP Batam berupa data dan daftar aset SPAM (intagible asset) serta fisik aset SPAM yang dibeli/diperoleh selama masa konsesi 25 tahun. PT ATB juga akan menyerahkan akses seluas-luasnya terhadap fasilitas dan dokumen (hardcopy dan softcopy) yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pengakhiran yang terdiri dari tahap orientasi, pelatihan, inspeksi, inventarisasi dan audit dengan maksud memastikan jasa pelayanan yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perjanjian ;

Tahapan-tahapan dalam pengakhiran ini telah dilakukan secara intensif dengan tahapan sebagai berikut :

a. Bulan April 2020, tahap Konsolidasi,
b. 15 Mei 2020, mulai memasuki dalam Operasional SPAM dan data-data Karyawan yang ada, serta Tahap Pendataan Aset,
c. Juni 2020, tahap transfer data pelanggan,
d. Agustus 2020, tahap perekrutan karyawan (karyawan PT ATB diprioritaskan untuk melamar ke BP Batam, dan proses seleksi juga dilaksanakan di bulan Agustus 2020),
e. September 2020, Sosialisasi ke Pelanggan,
f. Oktober 2020, Tahap Peralihan Status Aset dengan Pencatatan Aset SPAM sebagai BMN,
g. 14 November 2020, Tahap Pengakhiran Konsesi, Serah Terima Sistem Pengelolaan Air Minum dari PT ATB ke BP Batam.

Baca Juga :
https://gerbangkepri.com/2020/03/26/bp-batam-minta-atb-lakukan-perbaikan-cara-pengambilan-air-baku-dari-berbagai-opsi-praktis/

Untuk itu, dan dalam rangka menjamin kualitas yang tinggi dalam pelayanan kedepan, BP Batam telah melakukan persiapan pengoperasian SPAM Batam yang melibatkan beberapa tenaga profesional yang memiliki kapasitas dan kemampuan/kualifikasi keahlian, serta pengalaman manajerial dalam pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum. Tim tersebut mempunyai tugas dalam beberapa bidang seperti Operasional, Produksi, Distribusi, Manajemen Pelanggan, Sumber Daya Manusia dan Legal, Keuangan dan Akunting, serta Billing dan IT ;

Demikian kami sampaikan informasi terkait rencana pengakhiran konsesi antara BP Batam dan PT ATB.

Tahapan ini telah diatur dalam perjanjian dan kedua belah pihak selalu menempatkan pelayanan kepada pelanggan sebagai prioritas utama. (Hms/Red).

Editor : Febri

APD Dan Asuransi Senilai Rp 2,175 Miliar Diterima RSBP Batam Dari Bank Mandiri

Batam, GK.com – Sebanyak 100 unit Alat Pelindung Diri (APD) dan asuransi jiwa senilai Rp 2,175 Miliar, diserahkan oleh Bank Mandiri kepada RSBP Batam pada Senin (27/4) Pagi.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Area Head Bank Mandiri Provinsi Kepri, Wisnu Jatmiko dan diterima langsung oleh Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi, di Dataran Engku Puteri Batam Center.

Area Head Bank Mandiri Provinsi Kepri, Wisnu Jatmiko dikesempatan itu mengatakan, sumbangan ini untuk mendukung Pemerintah menangani penyebaran Covid-19 terutama di Kota Batam.

“Pemberian bantuan terus menerus kami lakukan secara berkesinambungan ke Pemko Batam, Pemprov Kepri dan hari ini kami salurkan bantuan ke BP Batam untuk RSBP Batam,” katanya.

“Kalau ke Instansi lain, kami memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya, sampai saat ini kami masih mendata agar yang kami salurkan tepat sasaran dan tepat guna, seperti RSBP Batam yang diberikan APD dan asuransi karena mereka garda terdepan,” tambah Wisnu.

Wisnu juga menjelaskan, bantuan asuransi yang diberikan melalui asuransi Mandiri Corporate Life Plan dengan nilai total Rp 2,175 Miliar ini diberikan kepada 96 Pegawai RSBP Batam yang terkait lansung dengan penanganan Covid-19, dengan rincian Dokter Rp 50 juta, Perawat Rp 25 juta dan Tenaga Medis Rp 10 juta.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSBP Batam, dr. Sigit Riyarto menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan dari Bank Mandiri berupa peralatan pendukung serta asuransi jiwa untuk tenaga medis.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bank Mandiri yang telah memberikan bantuan yang saat ini kita butuhkan, terutama APD, walaupun saat ini kami dalam kondisi aman, tapi kami tetap butuh stok untuk mejamin jumlah APD kita hingga tidak kurang, dan sumbangan ini sangat berarti bagi kami,” tutur Sigit.

“Asuransi yang juga diberikan oleh Bank Mandiri memberikan rasa aman kepada Petugas Medis serta keluarga, namun kita tetap berharap yang terbaik untuk semua tim medis dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan,” tambahnya.

Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bank Mandiri atas bantuan yang diberikan kepada RSBP Batam. Ia mengatakan bantuan ini akan digunakan RSBP Batam dengan baik.

“Ada beberapa alat yang telah kami pesan, tapi hingga 1 bulan lebih ini tak sampai, karena seluruh Indonesia memerlukannya,” ucapnya.

Rudi juga menegaskan, semua himbauan yang dilakukan Pemerintah saat ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus dan demi kebaikan semua.
“Sekarang selain menggunakan masker, kalau boleh jangan berhadapan saat sedang berbicara, jadi menyamping saja, kalaupun berhadapan kasih jarak 2 meter, kurang sopan tidak apa-apa, saat ini semua demi keselamatan kita”. tegas Rudi. (Red/Hms).

Editor : Febri

Ashady Selayar Anggap Pemko Tanjungpinang Tidak Memiliki Konsep Dalam Pembagian Sembako

Tanjungpinang, GK.com – Tempo hari Pemerintah Kota Tanjungpinang membagikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat. Aggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar mempertanyakan dasar pendataan penerima manfaat pembagian sembako tersebut.

“Kami melihat dalam pendistribusian sembako ini tidak memiliki konsep, kita dengar adanya pendataan yang dilakukan oleh RT dan diteruskan ke Kelurahan. Sementara itu, kita lihat tidak ada surat instruksi sebagai dasar pendataan tersebut, baik dari Wali Kota maupun Tim Gugus,” kata Ashady kepada Awak Media ini saat ditemui di kediamannya, Minggu (26/4) sekitar pukul 20.30 Wib.

Menurutnya, dalam Pemerintahan seharusnya ada surat instruksi, baik itu dari Wali Kota atau Tim Gugus dengan kriteria-kriteria tertentu, kepada Dinas Sosial dan disebarkan ke setiap RT agar dapat menjadi dasar atas pendataan dari pembagian sembako tersebut.

“Kalaupun ada perintah lisan, dalam Pemerintahan harusnya juga ada surat sebagai dasar, jika tidak ada surat lalu apa dasar bagi para RT meminta KK dan KTP warganya. Hal inilah yang membuat RT pun menjadi bingung, karena ketentuan kriteria penerima bantuan tidak jelas,” tanyanya.

Baca Juga :

Pemko Tanjungpinang Terkesan Lambat Tangani Pemutusan Rantai Penyebaran wabah Covid-19

Selain itu, disampaikan Ashady, pendataan yang diterima adalah orang yang berdomisili dan memiliki KTP Tanjungpinang saja, sementara warga yang memiliki KTP di luar Tanjungpinang ditolak oleh Dinas Sosial Kota Tanjungpinang.

“Inikan bencana global, seharusnya semua warga yang terdampak itu terdata, termasuk yang memiliki KTP di luar Tanjungpinang, sementara mereka juga tidak bisa kembali ke wilayahnya masing-masing”. pungkasnya.

Ashady berharap, semoga Pemerintah dapat adil dalam memberikan solusi dan bantuan kepada masyarakat. (Mis).

Editor : Febri

Pemko Tanjungpinang Terkesan Lambat Tangani Pemutusan Rantai Penyebaran wabah Covid-19

Tanjungpinang, GK.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang terkesan lambat dalam Penanganan pemutusan rantai penyebaran wabah Covid-19 di Kota Tanjungpinang, hal ini mendapat kritik dari seorang anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar yang juga merupakan Wakil Ketua Fraksi Golkar.

Menurutnya, Pemerintah seakan mengikuti arus pandemik wabah Covid-19 ini, padahal seharusnya Pemerintah memikirkan bagaimana cara untuk memotong dan menekan dampak dari wabah Covid-19 ini.

“Seharusnya Pemerintah Kota Tanjungpinang mengambil langkah mengurangi akses pergerakan orang,” tegas Ashady.

Baca Juga :

Pasien Positif Covìd-19 di Kota Tanjungpinang Bertambah Dua Lagi

Ia juga menyarankan agar Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat melihat daerah lain yang angka penyebaran Covid-19 yang rendah, seperti Lingga dan Anambas.

“Kita tidak usah malu mencontoh daerah lain seperti Lingga yang dinyatakan zero Covid-19, karena mereka mendahului masalah, begitu ada wabah ini mereka langsung mengambil tindakan, begitu juga dengan Anambas”. pungkasnya, Minggu (26/4) sekitar pukul 20.30 Wib. (Mis).

Editor : Febri