Beranda Kepulauan Riau Batam Bp Batam Minta ATB Lakukan Perbaikan Cara Pengambilan Air Baku Dari Berbagai...

Bp Batam Minta ATB Lakukan Perbaikan Cara Pengambilan Air Baku Dari Berbagai Opsi Praktis

144
0

Batam, GK.com – Sesuai evaluasi pimpinan BP Batam atas kondisi air baku saat ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam menilai ketersediaan air baku waduk Duriangkang saat ini masih tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kapasitas produksi WTP Duriangkang dan Tanjung Piayu.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan, BP Batam tidak setuju atas rencana Adhya Tirta Batam (ATB) untuk melakukan peggiliran air kepada pelanggan, karena menurutnya, air baku masih tersedia dalam jumlah yang cukup dan meminta ATB segera melakukan berbagai langkah praktis untuk perbaikan sistem pengambilan air baku mereka di Waduk Durangkang.

Selanjutnya, Binsar menjelaskan bahwa dengan predikat sebagai operator air minum terbaik yang disandang ATB saat ini dan mereka mengklaim sudah punya teknologi mutakhir SCADA untuk distribusi air, seharusnya mereka sudah melakukan upaya perbaikan sistem pengambilan air baku tersebut jauh hari sebelumnya dan mengatur pendistribusian air sedemikian rupa untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Batam.

“Sesuai arahan pimpinan dalam menghadapi situasi kemarau panjang saat ini, kami akan evaluasi setiap saat kondisi ketersediaan air baku di Waduk Duriangkang, serta akan menyampaikan informasi kapan ATB dapat melakukan pengambilan air baku sesuai skema tertentu yang berbeda dengan kondisi saat ini,”tutur Binsar.

“Menurut ATB saat ini WTP Tanjung Piayu dalam kondisi defisit 225 liter/detik, namun berdasar pengecekan lapangan dan kajian yang kami lakukan, kondisinya tidak separah demikian,” lanjutnya.

BP Batam meminta ATB melakukan perbaikan cara pengambilan air baku dari berbagai opsi praktis yang dapat mereka lakukan, menyesuaikan kondisi air baku di Waduk Duriangkang saat ini.

“Cara ini dapat dilakukan dengan memperpanjang pipa intake atau dengan langkah praktis lain menyesuaikan kedalaman air. Hal ini juga yang sudah dilakukan oleh Kawasan Industri Batamindo pada intake miliknya di Waduk Duriangkang,” jelas Binsar.

Binsar menambahkan, di satu sisi pihaknya terus berupaya memaksimalkan agar semua waduk di Batam tetap dapat menyuplai ketersediaan air baku, salah satunya melalui lelang pengadaan pipa untuk pemompaan air baku dari waduk Tembesi ke waduk Mukakuning sepanjang 4 km.

“Waduk Tembesi adalah waduk terdekat dengan Waduk Muka Kuning, sehingga  nantinya air baku Tembesi dapat disuplai ke Muka kuning,” ucapnya.

Selanjutnya, BP Batam bekerja sama dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT sedang membuat rekayasa hujan, dimana usaha ini akan menambah durasi curah hujan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk yang akan terjadi pada bulan April dan Mei.

“Usaha lain kita melakukan pembersihan eceng gondok yang berada di genangan waduk menggunakan alat harvester yang saat ini sudah dibersihkan puluhan hektar, intinya BP Batam ingin masyarakat dapat menggunakan air dengan cukup, namun tentunya dengan hemat dan bijak, sambil kita berdoa Batam segera diguyur hujan kembali agar tidak ada pilihan rationing”. pungkasnya. (Red/Hms).

Editor : Febri