Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 468

Korban Bencana Alam di Tiga Lokasi Menerima Bantuan

Karimun, GK.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun, Sabtu (26/02/2022) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 3 warga Tanjung Batu.

Hal tersebut, di sampaikan oleh Kepala Satuan (Kasi) Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Wahyu kepada awak Media ini melalui pesan Whatsapp. Bahwa pihaknya berupaya untuk memberikan tanggapan cepat terhadap masyarakat yang mengalami musibah bencana alam.

“Untuk bantuan, berupa peralatan dan perlengkapan pasca bencana seperti peralatan rumah tangga,” ujar Wahyu sekitar pukul 17.30 Wib.

Lebih lanjut, Wahyu memaparkan bahwa penyerahan bantuan dilaksanakan di 3 lokasi yang berbeda, dan di serahkan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Karimun H. Anwar Hasyim.

“Bencana alam yang terjadi berupa, angin kencang yang terjadi pada Tahun 2021 silam, menimpa Sarimah berlokasi di Sawang Selatan, dan Rusli dari Sawang Laut. Lalu hari Jumat kemarin musibah yang sama menimpa Muhammad Hafizal beralamat di Kobel Laut,” jelas Wahyu.

“Dinsos di bawah naungan Kemensos memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah bencana alam, yang diberikan secara langsung kepada orangnya, bukan memberikan bantuan yang di peruntukan kepada fisik bangunannya. Untuk bantuan berupa fisik itu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)”. tegasnya. (IWD).

Editor : Milla

Diskominfo Kepri Akan Gelar Seminar Pers Merawat Perbatasan

Seminar Pers Merawat Perbatasan
Seminar Pers Merawat Perbatasan

Kepri, GK.com – Bertemakan Pers Merawat Perbatasan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Seminar Nasional, Rabu (02/03/2022).

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, sekaligus satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad SE,MM dan Hj Marlin Agustina, dimulai dari Pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Pulau Dompak, Tanjungpinang.

Sebagai narasumber dalam Seminar tersebut, akan hadir sejumlah tokoh nasional diantaranya Gubernur Kepri H Ansar Ahmad, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Agung Suprio, Komisioner Komisi Informasi Pusat Cecep Suryadi, dan Jurnalis senior Indonesia Desi Anwar.

Dikatakan Hasan S.Sos selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Seminar Nasional ini dimaksudkan untuk memperkuat pandangan bahwa, Pers memiliki peran yang sangat besar dalam penyebaran informasi.

“Kita, dalam hal ini Pemprov Kepulauan Riau, tentunya sangat menyadari tentang Pers yang memiliki andil sangat besar dalam menyebarkan informasi, khususnya terkait pembangunan di daerah, terutamanya di perbatasan, dalam hal ini Provinsi Kepulauan Riau. Keberadaan Pers yang menjadi pilar keempat dalam pembangunan,” tutur Hasan, Jumat (25/2/2022).

Era digitalisasi saat ini disebut Hasan menuntut setiap Insan Pers untuk lebih profesional dan berkualitas.

“Tantangan era teknologi membuat Jurnalis berpacu dengan kecepatan informasi. Dan tentunya Pemerintah Povinsi Kepri juga memiliki peran untuk turut menciptakan Pers yang Inovatif, Integratif dan Independen,” ucap Hasan.

Pada kesempatan itu, Hasan juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Insan Pers, khususnya yanng ada di Kepri yang tetap dan terus bekerja demi menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah Pandemi yang kini berlangsung.

Peningkatan literasi yang dibangun oleh Pers telah berdampak kepada optimisme masyarakat dan tetap tangguh dalam menghadapi dampak Covid 19.

Pada peringatan HPN Tahun ini, Pemprov Kepri telah melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas Insan Pers. Diantaranya melaksanakan kerjasama dengan mitra Pers melalui pelatihan Jurnalistik, dialog interaktif bersama Insan Pers, menghadiri peringatan HPN 2022 di Kendari bersama PWI Kepri, serta mendukung percepatan rehabilitasi hutan mangrove yang ada di Kepri.

“Dan Seminar Nasional dengan tema Peran Pers Perbatasan ini menjadi puncak peringatan HPN Tahun ini. Semoga Seminar Nasional ini akan menghasilkan rekomendasi berupa pencerahan dan pembaharuan pemikiran dari para narasumber untuk Insan Pers di Kepri”. pungkas Hasan.

Turut mendukung dalam acara tersebut nantinya, TVRI Kepri dan Batam TV yang akan disiarkan langsung melalui aku Facebook dan YouTube Diskominfo Prov Kepri, serta akun instagram @diskominfo.provkepri. (Red/Ist).

Editor : Milla

4 Poin Penting Dibahas DMI Bersama Ormas Menanggapi SE Terbaru Dan Stetmen Menag RI

Karimun, GK.com – Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Karimun, menyelenggarakan pertemuan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 05 Tahun 2022 terkait pedoman pengeras suara di Masjid atau Musholla, serta membahas pernyataan Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Yaqut Cholil Qoumas.

Pertemuan pada Forum tersebut merupakan gabungan terdiri dari Ormas Islam, Organisasi Masyarakat, Organisasi Kepemudaan dan Lembaga Adat Kabupaten Karimun. Bertempat di Ruang Rapat Gedung Jami’iyyatul Birri lantai 2 Masjid Agung Karimun, Jumat (25/02/2022) Pagi.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DMI, H. Wahyu Amirullah itu menyampaikan beberapa pernyataan sikap dari hasil kesepakatan diantaranya.

1. Bahwa Kementerian Agama (Kemenag) RI Nomor 05 Tahun 2022, tentang pedoman penggunaan pengeras suara di Masjid dan Musholla telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat.


2. Meminta, Menag merevisi Surat Edaran Kementerian Agama RI Nomor : 05 Tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di Masjid dan Musholla, diantaranya :


A. Pengaturan tata suara dan volume adzan memang sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan kenyamanan kepada jamaah.


B. Perlunya peran Pemerintah dan lembaga terkait untuk memberikan dukungan penataan tata suara yang baik di setiap Masjid dan Musholla.


C. Lantunan tilawah Al-Qur’an dan Sholawat Tarhim menjelang Adzan merupakan kearifan lokal disetiap daerah. Oleh karenanya, Menteri Agama tidak lagi memberikan ucapan/pernyataan yang kontroversial.


3. Sangat menyesalkan pernyataan Menteri Agama RI yang menganalogikan suara Adzan yang dikumandangkan seperti gonggongan Anjing.


Pada saat sesi wawancara, Wakil Ketua MUI Kabupaten Karimun, M. Rasyid Nur mengatakan “selaku Ormas Islam, pertemuan ini penting untuk merespon pernyataan Menag yang telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Terkait pernyataan yang seperti nya merendahkan Agama Muslim”. pungkasnya. (RP).

Editor : Milla

Bekerja Amanah, Serius, Fokus Dan Tuntas

(Catatan Setahun Kepemimpinan Ansar-Marlin)

Kepri, GK.com – Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 40/P Tahun 2021 yang ditandatangani pada tanggal 24 Februari 2021 tentang pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau untuk masa jabatan 2021-2024, maka genap satu tahun kepemimpinan H. Ansar Ahmad, S.E,.M.M bersama Hj. Marlin Agustina menakhodai Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ketika itu, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri disejalankan dengan pelantikan Gubernur Sumatera Barat dan Gubernur Bengkulu.


Sejak awal memimpin Kepri, Ansar dan Marlin langsung dihadapkan dengan berbagai ujian yang berat. Dunia, bahkan Indonesia, termasuk Kepulauan Riau sedang porak-poranda dihantam badai pandemi Covid-19. Kehidupan sosial tidak tertata dengan baik, dunia wisata hancur dan perekonomian masyarakat terjun bebas hingga titik terendah.


Melihat kondisi Kepri yang sedemikian menyedihkan, Gubernur Ansar bersama Wakilnya, Marlin kompak untuk tidak berlama-lama larut dalam uporia pelantikan. Bahkan keduanya bagai lupa atas semua lelah yang habis terkuras paska menjalani beratnya proses Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada).


Keduanya langsung mengumpulkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), guna menggali data untuk menyesuaikan fakta. Apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan Provinsi Kepri ketika itu ? Komunikasi dan koordinasi dilakukan, baik ditingkat Pusat maupun ditingkat lokal, hingga ke Kabupaten/Kota.


Hanya melalui beberapa kali pertemuan rapat, Gubernur Ansar sudah dapat mendeteksi bahwa Kepri sedang ‘Sakit’, semua indikator data telah mendiagnosa dan membuktikan jika Kepri memang sedang ‘Sakit’. Pertumbuhan ekonomi Kepri terjun bebas hingga minus 3,8 persen di Tahun 2020. Penyebabnya jelas, yakni akibat intimidasi Covid-19 yang tak dapat ditolerir.


Dengan kondisi Kepri yang sedemikian parah, kemampuan Ansar-Marlin diuji untuk membuktikan kemampuannya. Pemimpin baru Kepri ini harus bekerja keras, cerdas, fokus, konsisten dan berorientasi pada azas manfaat bagi masyarakat banyak.


Setelah mendeteksi permasalahan, langkah selanjutnya yang dilakukan Gubernur Ansar adalah mencoba menggali sisa-sisa strength (kekuatan) yang ada. Komunikasi, koordinasi, dan kolaburasi dibangun bersama segenap instansi vertikal yang ada di daerah. Menyusun langkah agar bisa selalu seirama.


Kebangkitan ekonomi Kepri pasca pandemi adalah satu hal mutlak yang disepakati untuk di gesa. Namun mengingat pandemi belum usai, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah diawali membentuk herd immunity atau kekebalan tubuh masyarakat agar tidak mudah diserang virus corona. Salah satu caranya dengan memaksimalkan pemberian vaksin bagi masyarakat Kepri, baik dosis I, dosis II hingga dosis III (vaksin booster). Seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Kemasyarakatan, Pers dan stakeholder lainnya ambil bagian dengan mengadakan vaksinasi massal, sehingga hasilnya secara Nasional tingkat vaksinasi di Kepri masuk dalam 3 besar terbaik capaiannya.


Puncaknya, pada akhir 2021 lalu telah dilakukan servey serologi di Kepri. Survey ini untuk mengukur kekebalan tubuh masyarakat Kepri. Dan hasilnya, kekebalan tubuh masyarakat mencapai 89.6 persen. Artinya kekebalan tubuh masyarakat Kepri sudah cukup baik, sehingga upaya Pemerintah menggesa vaksinasi dinilai berhasil.


“Berdasarkan survey serologi, hasilnya memang tinggi. Namun kita tetap menghimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dimanapun dan kapanpun. Terutama ditempat-tempat ramai,” ujar Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad.


Dengan membawa visi ‘Terwujudnya Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing dan Berbudaya’. Perlahan dan pasti, selama setahun menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur, Ansar-Marlin mulai memperlihatkan hasil kinerjanya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan perekonomian Kepri mulai menggeliat dan selama tahun 2021 naik mencapai 3,4 persen.


Lima misi yang diemban selama kepemimpinannya berjalan secara terintegrasi. Walaupun tidak terlalu mulus karena masih dibayang-bayangi momok pandemi Covid-19, namun setiap usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri dibawah Ansar-Marlin sudah memperlihatkan hasil yang positif.


Adapun lima misi yang dimaksud adalah, pertama percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim, berwawasan lingkungan dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat; kedua, melaksanakan tata kelola Pemerintahan yang bersih, terbuka dan berorientasi pelayanan; ketiga, mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sehat dan berdaya saing dengan berbasiskan iman dan taqwa; keempat, mengembangkan dan melestarikan budaya Melayu dan Nasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan; dan kelima, mempercepat konektivitas antar pulau dan pembangunan infrastruktur kawasan.
Sebagai Gubernur, Ansar mengakui bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tidak memiliki cukup banyak anggaran untuk membangun seluruh impian masyarakat Kepri yang tertuang dalam visi dan misinya tersebut. Namun dengan kepiawaian berdiplomasi serta didukung dengan hubungan emosional yang baik dengan Pemerintah Pusat, Ansar telah berhasil meletakkan pondasi untuk segera dibangunnya sejumlah proyek strategis di Kepri memanfaatkan dana APBN. Dan proyek-proyek strategis tersebut menyebar diseluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Kepulauan Riau.


“Insya Allah dengan hubungan yang baik dan dengan komunikasi yang intens, kita bisa meyakinkan Pemerintah Pusat bahwa, Kepri ini ruang tamunya Indonesia yang perlu di poles hingga cantik dan menunjukkan kewibawaan Bangsa,” kata Ansar Ahmad.


Sejumlah proyek infrastruktur yang akan dibangun menggunakan dana APBN setelah melalui komunikasi yang dilakukan oleh Gubernur diantaranya, pengembangan pelabuhan multifungsi Parit Rempak di Kabupaten Karimum, rencana pembangunan jembatan bebas hambatan Batam-Bintan, Pelabunan Samudera Teluk Buton di Kabupaten Natuna, Pelabuhan Logistik Terpadu Teluk Durian di Kabupaten Kepulauan Anambas, Bendungan Letung di Kabupaten Lingga, Peningkatan jalan lingkar Tanjungpinang-Bintan, pembangunan jalur Lintas Barat (bagian-2)  di Kabupaten Bintan, Penataan kawasan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, pembangunan SPAM regional di Kabupaten Bintan, Pembangunan Estuari DAM Busung di Kabupaten Bintan, integrasi pelantar I dan plantar II pelabuhan Kuala Riau di Tanjungpinang dan Pelabuhan pengumpan regional Kota Segara Tanjung Uban di Kabupaten Bintan.


Tidak hanya di bidang infrastruktur, selama setahun kepemimpinan Ansar-Marlin juga telah berhasil membuahkan sejumlah terobosan dalam bidang peningkatan perekonomian. Salah satunya yang benar-benar langsung dirasakan oleh masyarakat manfaatnya adalah program pemberian pinjaman modal lunak dengan Bungan 0 % kepada para pelaku Usaka Mikro Kecil Menengah (UMKM) se- Kepri. Dalam hal ini Pemprov Kepri bekerjasama dengan Bank Riau Kepri (BRK). Pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk menanggung seluruh bunga pinjaman yang dilakukan pelaku UMKM.


“Kita berusaha untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat yang sedang susah. UMKM ini adalah sektor ril penggerak perekonomian, sementara selama pandemi banyak yang berhenti beroperasi. Dengan adanya program pinjaman lunak yang bunganya di tanggung Pemerintah, semoga menjadi penyemangat baru bagi masyarakat untuk bangkit lagi,” harap mantan anggota Komisi V DPR RI ini.


Untuk sektor pariwisata, Gubernur Ansar juga telah berupaya keras dengan menciptakan berbagai regulasi untuk membangkitkan dunia pariwisata di Kepri. Mengingat sektor pariwisata adalah yang paling terdampak selama badai pandemi muncul. Banyak hotel dan resort yang tutup dan mengakibatkan sejumlah karyawan di rumahkan.


Saat ini, pandemi belum hilang sepenuhnya, kasus-kasus baru masih terjadi secara fluktuatif. Dan bagaimanapun juga, sektor pariwisata harus dihidupkan kembali. Kran kunjungan wisman ke Kepri, terkhusus untuk lokasi wisata terpadu harus segera dibuka agar perekonomian bergeliat. Namun Kesehatan, keamanan, dan kenyamanan harus diperhatikan.

Untuk itu, dengan berkoordinasi secara intens ke Pemerintah Pusat, akhirnya Gubernur Ansar berhasil meyakinkan pusat dan lahirlah skema Travel Bubble. Yang mana melalui skema ini turis mancanegara bisa masuk dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat.
Untuk di Indonesia, penerapan Travel Bubble ini hanya untuk Bali dan Kepri. Sedangkan di Kepri dibatasi di dua lokasi, yakni dilokasi wisata Lagoi di Bintan dan di Ningsa Batam.


“Kita terapkan ini setelah melewati berbagai rapat, baik ditingkat Pusat maupun Daerah. Bahkan beberapa kali kita melakukan rapat dengan Negara tetangga seperti Singapura untuk saling memberikan informasi tentang kesiapan kedua negara terkait penerapan travel bubble ini,” katanya.


Adapun kebijakan yang tidak kalah penting adalah menyangkut pelimpahan wewenang Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terkait pengelolaan wilayah labuh jangkar di laut Kepri yang mulai menemui titik terang.

Beberapa lokasi yang diusulkan  untuk menjadi kawasan labuh jangkar di Kepri sudah di tetapkan, bahkan Pemerintah Pusat telah memberikan 2 lokasi labuh jangkar Selat Riau dan Tanjung Berakit, serta akan memberikan 1 lokasi lainnya di wilayah labuh jangkar kawasan Tanjung Pinggir Batam untuk di kelola Kepri melalui Perusahan Daerah ( Perseroda ) Badan Usaha Pelabuhan Kepri (BUP Kepri) .
Berita baik  untuk masyarakat Kepri ini didapatkan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad saat melakukan video conference bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi pada awal Februari. Gubernur menanggapi ini sebagai sebuah anugerah bagi masyarakat Kepri, karena kebijakan labuh jangkar yang kewenangannya diberikan kepada daerah adalah sebuah harapan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat.

Alasannya jelas, yakni akan banyak PAD yang akan bisa diserap kedepannya.
Adapun wilayah labuh jangkar di perairan Kepulauan Riau yang sudah ditetapkan oleh kementerian perhubungan adalah wilayah labuh Tanjung Balai Karimun, penetapannya sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) nomor 17 tahun 2017 dan pengelolaannya oleh Pelindo I (Persero), dengan luas area lebih kurang 96.470.063 M².


Wilayah labuh lainnya adalah Pulau Nipah, hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri (SKM) nomor  222 tahun 2019 dengan luas  54.733. 770 M² dan KM nomor 223 tahun 2019 dikeloka oleh PT Asinusa Sekawan dan Pelindo (Persero) dengan luas area terdiri dari ; zona A seluas  18.808. 877 M², zona B seluas  9.641.965 M² dan zona C seluasb 16.818.965 M².


Kemudian wilayah labuh Pulau Galang yang ditetapkan sesuai KM nomor 148 tahun 2020 dikelola oleh Bias Delta Pratama dengan luas area 251.308.785 M².  Wilayah labuh Perairan Kabil (selat riau ) sesuai KM nomir  216 tahun 2020 yang  pengelolaannya masih proses konsesi/kerjasama PT Pelabuhan Kepri (perseroda), dan luas areanya  18.867.197 M².
Juga wilayah labuh Tanjung Berakit sesuai dengan  KM nomor 30 tahu. 2021, juga pengelolaannya masih proses konsesi/kerjasama dengan PT Pelabuhan Kepri (perseroda) dengan luasan area meliputi; zona A seluas 185.325.246 M² dan zona B seluas 84.005.592 M².


Adapun wilayah labuh yang sesuai kepentingannya di pelabuhan Batam pada terminal Batu Ampar dan terminal Sekupang sesuai KP nomor 775 tahun 2018 dikelola oleh penyelenggara pelabuhan dengan luas masing-masing; zona A  seluas 6.709.960 M² dan zona B seluas  12.187. 566 M².


Walaupun masih dalam tahap konsesi, namun dari kedua lokasi labuh jangkar tersebut ada beberapa titik lokasi labuh jangkar  yang pengelooaannya oleh BUMD Kepri, atau dalam hal ini oleh PT. Pelabuhan Kepri.  Seperti wilayah labuh di  perairan Kabil dan dan Tanjung Berakit. Dan bahkan pemerintah pusat menyarankan agar wilayah labuh di Tanjung Pinggir Batam juga menjadi salah satu area yang dikelola Pemda.


“Tentu saja ini menjadi Kabar baik bagi kita semua di awal 2022 ini. Dengan pengelolaan labuh jangkar yang diserahkan kepada Kepri, tentu akan ada proyeksi PAD yang bisa kita dapatkan nantinya.

Kita belum ke tahap membicarakan berapa proyeksi PAD yang bakal kita peroleh. Yang jelas akan ada tambahan PAD nanti dari kegiatan ini,” kata Gubernur Kepri H Ansar Ahmad.


Pria kelahiran Tanjungpinang ini selalu menunjukkan kesungguhannya tatkala menghadapi suatu permasalahan di daerah. Tidak hanya sebagai seorang pemimpin, Ansar juga selalu berusaha untuk menjadi teladan, ia berharap kepada seluruh komponen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri supaya menjadi mitra dalam pelayanan terhadap masyarakat.

“Sebagai pemimpin, kita semua harus selalulah memberikan contoh yang terbaik bagi masyarakat,” ingatnya.


Sebelum pandemi, jumlah kunjungan wisman di Kepri tercatat terbanyak ke-2 setelah Bali. Sedangkan urutan ketiga ditempati oleh DKI Jakarta. Paska pandemi, jumlah kunjungan wisman sepi dan bahkan nyaris tidak ada. Dengan adanya skema travel bubble ini, Ansar berharap menjadi salah satu stimulus untuk membangkitkan kembali dunia wisata Kepri.


Mendulang Prestasi Berbekal pengalamannya berkiprah dari bawah (grass root) sebagai Bupati Bintan, hinga menjadi anggota legislative di Gedung Senayan Jakarta. Ansar Ahmad menjadi Gubernur di Indonesia yang dinilai cukup visioner, kreatif dan aktif. Bahkan di 2021 lalu Ansar membuktikannya dengan menerima banyak penghargaan. Diantaranya dinobatkan sebagai Inovator Top 5 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021 dengan Proses Izin dengan Jarimu (SIJEMPOL) dari Menpan RB karena mampu menata sistem pelayanan dan birokrasi di daerah. Penghargaan lainnya adalah sebagai Top Pembina Badan Usaha Milik Daerah 2021 dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepri, serta Anugerah Pelayanan Teknologi Tepat Guna Berprestasi Tingkat Nasional TTG ke-22 dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.


Tidak hanya itu, Ansar juga berhasil menerima anugerah sebagai Pelopor Provinsi Layak Anak (Provila) dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI tahun 2021. Anugerah Parahita Ekapraya Tahun 2020 (Kategori Utama) pada 23 September 2021 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.


Penghargaan bergengsi lainnya yang ia terima adalah dari INews Indonesia Awards yang tidak segan-segan menganugerahi Ansar Ahmad sebagai Gubernur yang berhasil membawa daerahnya tercatat sebagai Integrated Digital Public Service System 2021, serta sebagai Best Governor For Empowerment and Education 2021 dari Metro TV. Dan dari Ombudsman RI juga Ansar menerima Anugerah dengan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021.


Prestasi lainnya masih banyak lagi yang mengiringi perjalanan Ansar-Marlin selama 2021. Seperti Penerima Anugerah Kebebasan Pers tahun 2021 dengan kategori khusus Pemerintah Daerah Peduli Penyiaran dari Komisi Penyiaran Indonesia, Penganugerahan Hasan Wirayudha Perlindungan PMI Award 2021, serta pemenang Kategori Mitra Kerja Kementerian Luar Negeri 2021.


Selanjutnya anugerah sebagai Provinsi yang Berkomitmen Tinggi dalam Program JKN dengan Cakupan Kepesertaan Tertinggi 2021 di Wilayah BPJS Kesehatan, peraih Opini WTP atas keberhasilan Pemprov Kepri Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2021 dari BPK, dan anugerah dari BNPB Tangguh 2021, serta Gubernur penerima Anugerah Meritokrasi LKASN tahun 2021.


Sejumlah prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Gubernur Ansar serius bekerja untuk Kepri. Dan Atas semua prestasi yang dia raih tersebut, dengan jujur Ansar mengakui jika semua itu ada andil dari para pemimpin Kepri dimasa sebelumnya, serta andil seluruh FKPD, OPD dan masyarakat Kepri.


“Setiap anugerah dan penghargaan yang saya terima adalah prestasi seluruh masyarakat Kepri. Saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat Kepri, tanpa terkecuali. Kita semua patut bangga terhadap Kepri dan kita patut mengisi Kepri ini dengan pembangunan-pembangunan yang kongkrit. Prestasi ini adalah bonus dari hasil jerih payah yang kita semua sudah lakukan. Yang terpenting adalah kita kerja amanah, sungguh-sungguh, serius, fokus dan tuntas,” ucap Gubernur Ansar.


Selama setahun masa kepemimpinannya, Ansar mengaku cukup banyak menerima saran dan bahkan kritikan dari berbagai unsur masyarakat. Sebagai pemimpin yang terbuka dan tidak anti kritik, setiap saran serta kritikan justru dijadikan oleh Ansar sebagai bumbu atau referensi dalam upaya memperbaiki kinerja.


“Saya berterimakasih atas saran dan kritikan yang telah disampaikan selama ini. Sebagai manusia biasa yang tak bisa luput dari salah dan lupa, saya pribadi dan Pemerintah sangat membutuhakan hal itu. Sampai kapankun Pemerintah akan selalu membutuhkan masukan dan saran dari masyarakat, tujuannya agar pembangunan Kepri berjalan lebih baik lagi”. pungkas Ansar. (Hms Kominfo Kepri).

Editor : Milla

Tiga Poin Disampaikan Ombudsman Perwakilan Kepri Saat Surati Disperindag

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Parroha Patar Siadari, S.E, M.H
Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Parroha Patar Siadari, S.E, M.H

Batam, GK.com – Ombudsman Perwakilan Kepri terus melakukan pemantauan stok dan harga Minyak Goreng di Toko Modern, Pasar Modern, Pasar Tradisional dan Toko Tradisional. Hal ini dilakukan Ombudsman Perwakilan Kepri tak lain untuk menindaklanjuti atas pengaduan masyarakat terkait kelangkaan Minyak Goreng di Wilayah Provinsi Kepri.

Baca juga : 👇👇👇

Berdasarkan surat yang di keluarkan oleh Ombudsman Perwakilan Kepri tertanggal 24 Februari 2022 dengan Nomor B/0078/05/II/2022 Perihal Optimalisasi Pengawasan Stok dan Harga Minyak Goreng, Ombudsman Perwakilan Kepri menegaskan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota se- Provinsi Kepulauan Kepri agar segera :

1.Melakukan pemantauan stok dan harga di Toko Modern, Pasar Modern, Pasar Tradisional dan Toko Tradisional serta melakukan langkah-langkah koordinatif dengan pihak supplier/distributor untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga.

2. Melakukan pengawasan kepada pedagang/pengusaha agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6/2022 bahwa HET Minyak Curah Rp. 11.500, Kemasan Sederhana Rp. 13.500 dan Kemasan Premium Rp.14.000; dan

3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tidak perlu kuatir dan terpengaruhi Panic Buying di daerah lain, karena stok Minyak Goreng tersedia dengan cukup dan terjamin.

Penulis : (Red).

Editor : Milla

Wisatawan Asal Singapura Tiba di Batam

Gubernur Kepri, Kadispar Kepri, dan Kadispar Batam saat menyambut kedatangan Wisatawan asal Singapura di Batam
Gubernur Kepri, Kadispar Kepri, dan Kadispar Batam saat menyambut kedatangan Wisatawan asal Singapura di Batam

Batam, GK.com – Travel Bubble perdana di Kepulauan Riau (Kepri) berjalan lancar, Rabu (23/02/2022) sekitar pukul 16.00 Wib di Nongsapura, Kota Batam.

Turut hadir dalam penyambutan Wisatawan dari Singapura saat itu mendampingi Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad diantaranya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar, Kadis Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, para beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Pada sesi wawancara bersama awak Media, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan, kedatangan Wisatawan perdana ini merupakan hasil dari kesepakatan kerja sama kita bersama Pemerintah Singapura, yang tertuang dalam skema Travel Bubble antara Batam, Bintan dan Singapura (BBS).

“Alhamdulillah usaha kita selama ini, lebih kurang 2 Tahunan membuahkan hasil. Sebanyak 28 Wisatawan hari ini akan tiba dari Singapura, dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat,” ucap Ansar, sekitar pukul 15.00 Wib.

Selain itu, Ansar juga menjelaskan bahwa kunjungan perdana kali ini, pihak Singapura masih melakuakan pembatasan warganya yang akan bepergian ke Negara lain, termasuk Indonesia.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin, agar setiap harinya ada kunjungan Wisatawan yang akan mengunjungi Kepri, minimal 50 orang per harinya.  Sehingga dalam sepekan bisa 350 Wisatawan dapat masuk melalui pintu kedatangan Nongsa Sensation, dan 350 Wisatawan melalui pintu kedatangan Lagoi,” harap Ansar.

“Hari Jumat, kita  akan kembali kedatangan Wisatawan dari Singapura sebanyak  51 orang yang akan masuk melalui kawasan wisata Lagoi, Bintan. Sedangkan untuk kunjungan sebaliknya, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan berkunjung ke Singapura hanya bisa melalui jalur udara yaitu, melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dan untuk skema  Vactinated Travel Line (VTL) atau jalur laut masih belum dibuka,” terang Ansar.

Salah satu turis bernama Jacson Tay yang baru tiba di pintu kedatangan Nongsa Sensation mengaku sangat senang bisa berkunjung lagi ke Batam, setelah menunggu waktu selama 2 tahun.

“Saya rindu bisa berwisata ke Batam, dan sekarang saya bisa liburan lagi. Rindu dengan masakan Indonesia seperti Nasi Padang dan Ayam Penyet,” ungkap Jacson Tay dengan nada gembira.

Ditambahkan oleh Chairman Nongsa Sensation, Anddy Fong menuturkan jika pihaknya telah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk menerima kunjungan Wisatawan sebagai tempat Point awal kedatangan Wisatawan melalui jalur laut.

“Bentuk wujud keseriusan kami dalam menyambut langsung kedatangan Wisatawan ini, selama berada di Nongsa Sensation para Wisatawan bisa menikmati beberapa Resort dan Golf yang ada di kawasan Nongsa Point, namun tidak diperbolehkan untuk keluar dari kawasan Nongsa”. tutup Anddy Fong. (IWD).

Editor : Milla