Kamis, Juni 18, 2026
Beranda blog Halaman 407

Masyarakat Bintan Diminta Agar Tidak Merayakan Hari Raya Idul Adha Secara Berlebihan

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat mengunjungi masyarakat. (ist)
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat mengunjungi masyarakat. (ist)

Bintan, GK.com –Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mulai melaksanakan persiapan secara matang dan juga memberikan himbauan ke masyarakat melalui pihak Kecamatan.

Kecamatan Toapaya terpilih sebagai tempat pelaksanaan Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan Qurban tahun ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bintan Wan Rudi Iskandar saat memimpin Rapat Persiapan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

“Lokasi yang kita pilih yaitu berada di Lapangan Toapaya untuk pelaksanaan Shalat, sedangkan penyembelihan hewan Qurban akan dilaksanakan di Halaman Masjid At Taubah KM 15 Mentrus,” terang Rudi Iskandar, Kamis (07/07/2022) di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan.

Dikesempatan itu juga, Rudi Iskandar menyampaikan pesan dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga wilayahnya untuk tetap dalam keadaan kondusif.

“Seluruh perangkat Kecamatan hingga ke bawah di minta agar mampu menjaga keamanan dan ketenangan bersama. Hal ini untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan Hari Raya Qurban ini dengan khusuk dan lancar, “ harap Rudi Iskandar saat menyampaikan pesan dari Plt Bupati Bintan.

Pemkab Bintan juga mengajak masyarakat Toapaya dan sekitarnya untuk hadir bersama – sama melaksanakan Shalat Idul Adha, serta menyaksikan penyembelihan hewan Qurban.

“Mewakili Pemkab Bintan, dalam perayaan nanti diharapkan masyarakat untuk tidak melakukan perayaan yang berlebihan, agar perayaan Idul Adha berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita semua.

Alhamdulillah, sangat senang rasanya dapat berjumpa kembali dengan hari yang mulia, yakni Hari Raya Idul Adha. Untuk itu, marilah kita tampilkan kebahagiaan dengan menampilkan rasa syukur kepada Allah SWT”. (Ist).

Editor : Milla

Sekda : Majukan Kepri dengan SDM yang Kompeten Dan Dedikasi Tinggi

Kepri, GK.comPemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (08/07/2022) membuka Rapat Koordinasi (Rakor) final bersama tim Standar Kompetensi jabatan dalam Reformasi Birokrasi (RB) guna mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten untuk jabatan fungsional dan administrator di lingkungan Pemprov Kepri.

Dalam Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Adi Prihantara, Ia mengatakan jika Kepri dapat bersaing dengan Daerah lain jika SDM di Kepri memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi.

“Kepri dapat berdaya saing dengan daerah-daerah yang lain jika SDM di dalamnya berkompeten dan pastinya berdedikasi yang tinggi terhadap Tugas, Pokok, dan Fungsi (Tupoksi) yang di emban oleh pegawainya untuk memajukan Kepri,” ungkap Adi Prihantara.

Dia juga berharap dengan adanya tim standar kompetensi jabatan SDM ini bisa sesuai dengan prosedur, dan sesuai standar dalam proses ujiannya, sehingga reformasi birokrasi dapat terlaksanakan dengan optimal, serta bahan uji kompetensi dapat disosialisasikan oleh pihak – pihak terkait sebagai panduan.

“Yang kompeten dapat terpilih jika melalui proses yang benar, sehingga SDM yang ada dapat mengoptimalkan dalam mengembangkan Kepri. Saya juga ucapkan ribuan terima kasih kepada tim standar dan hadirin sekalian yang ikut serta membangun Daerah kita. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dan kedepannya dapat menghasilkan SDM yang kompeten di bidangnya. Tentu Kepri dapat lebih berkembang lagi jika sudah terwujud”. (Ist).

Editor : Milla

Sholat Idul Adha di Masjid Tanjak Yok !!!

Batam, GK.com –  Memperingati Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, Badan Pengusahaan (BP) Batam beserta masyarakat akan menggelar Sholat Idul Adha dan Pemotongan hewan Qurban di Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak yang berada di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha tersebut akan digelar pada Minggu (10/07/2022) mendatang, yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1443 Hijriah pada pukul 07.00 Wib. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Biro Peningkatan Kinerja dan Manajemen Risiko, Asep Lili Holilulloh.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Batam, khususnya yang berdomisili di kawasan Bandara untuk meramaikan  pelaksanaan Momentum Hari Lebaran Idul Adha di Masjid Tanjak. Dan diharapkan masyarakat untuk datang lebih awal, agar pengaturan Jamaah mudah diataur oleh panitia,” seru Asep Lili

Adapun Sholat Idul Adha akan di Imamkan oleh Ustadz Fahmi Ulum, Khotib Ustadz Mohamad Khandiq Sirodj, dan Muadzin Masjid Tanjak yaitu Ustadz Rahman Saputra.

“Kami juga menggandeng pengurus dari Masjid Al-Huda Komplek Rajawali Bandara agar turut serta dalam pelaksanaan Shalat tahun ini, dengan harapan kebersamaan dapat terjalin semakin erat,” ungkap Asep Lili.

Sementara itu, pada pelaksanaan pemotongan hewan Qurban, BP Batam menyediakan Seekor Sapi limusin, “Hewan Qurban tidak berasal sepenuhnya sumbangan dari keluarga besar BP Batam melainkan dari mitra kerja BP Batam yang ikut serta beramal,” jelasnya.

“Sebagai tindakan preventif, panitia sangat selektif pada proses pembelian hewan dengan menyertakan sertifikat bebas PMK dari Satgas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang menangani hewan ternak. Serta menghadirkan Dokter hewan dari BP Batam”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Penggelembungan Proyek, IPW Desak Pemerintah Perbaiki Kinerja

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Nasional, GK.com Beberapa kali hasil dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) menemukan adanya Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam pengadaan barang/jasa yang disusun oleh Instansi
Pemerintah, yakni 40% lebih mahal atau lebih tinggi dari harga pasar.

Hal yang sama juga ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang mana angka penemuan dari KPK lebih kecil yakni, sebesar 20% atau lebih tinggi dari harga pasar yang wajar dari pada BPK.

Adanya penemuan dari BPK dan KPK itu, tentunya mengakibatkan nilai proyek – proyek Pemerintah sangat mahal, dan cenderung boros. Menanggapi hal tersebut, Direktur Indonesiap Procurement Watch (IPW) Hayie Muhammad menjelaskan bahwa, HPS bisa lebih tinggi salah satunya disebabkan untuk membayar berbagai macam Suap.

“Perilaku korupsi yang sudah terjadi sejak tahap perencanaan pada proyek – proyek Pemerintah hingga pada nilai proyek yang telah dirancang sedemikian rupa itu digunakan untuk berbagai biaya ilegal,” jelas Hayie Muhammad kepada Media ini, Kamis (07/07/2022) sekitar pukul 16.06 Wib melalui pesan Whatsapp.

“Adapun tujuan dari peyimpanggan ini agar kualitas pekerjaan proyek tidak berkurang, karena biaya ilegal diambil dari mark-up, dan bukan dari nilai proyek. Saat ini, penggelembungan sengaja dilakukan sebagai upaya strategi agar tidak mengganggu kualitas pekerjaan, walaupun kadang teori ini tidak berjalan mulus,” katanya.


“Kita melihat dari kasus kerugian Negara yang diakibatkan dari pembelian Gorden DPR RI senilai 48,7 Milliar. Terlihat disitu kerugiannya bisa mencapai 40%, atau sebesar 20 Milliar Rupiah. Pengawasan internal tidak difungsikan secara baik oleh Instansi terkait sejak perencanaan, hingga selesai pekerjaan, sehingga dapat memicu adanya perilaku korupsi,” ungkap Hayie Muhammad.

IPW juga mendesak Pemerintah agar dapat segera melakukan tindakan yang efektif untuk menanggulangi hal ini agar tidak terjadi kerugian Negara yang lebih besar lagi di kemudian hari.

“Yang Pertama : harusnya Pemerintah memperkuat dan memperbaiki sistem pengawasan internal agar bekerja lebih baik dan independen, tanpa dipengaruhi oleh pihak mana pun. Kedua : Pemerintah harus melibatkan tim pengawas internal sejak dari awal proses perencanaan, khususnya saat penyusunan HPS. Dan yang Ketiga : Pemerintah juga diharapkan dapat menindak tegas terhadap penggelembungan nilai proyek yang sengaja dilakukan oleh pemilik proyek,” harapnya.

“Kemudian, Pemerintah diminta untuk membangun Sistem Mitigasi Deteksi Fraud pengadaan barang/jasa melalui aplikasi yang komprehensif. Kelima : BPK harusnya lebih meningkatkan kinerja aparatur pemeriksanya, dan mengambil tindakan tegas terhadap hasil pemeriksaan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Dan yang terakhir, Pemerintah hendaknya mendorong penguatan ruang partisipasi masyarakat sipil untuk melakukan
pemantauan atau pengawasan aktif terhadap proses pengadaan barang/jasa, baik di Pusat maupun di Daerah”. tutupnya. (IWD).

Editor : Milla

Satrida : Persiapan Harus Matang

Sekretaris Dispora Bintan, Satrida
Sekretaris Dispora Bintan, Satrida

Bintan, GK.com – Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) ke- VIII Kepulauan Riau yang akan dilaksanakan di Tanggal 25 – 30 Juli mendatang, Bintan ditunjuk sebagai Tuan Rumah.

Dalam ajang bergengse ini, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bintan berkolaborasi bersama Provinsi Kepulauan Riau untuk terus menggesa persiapan sejumlah Venue dan perbaikan di setiap Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan nantinya.

“Venue yang sudah ada saat ini sedang dalam perbaikan. Kalau ada yang rusak, tentunya akan di perbaiki, dan diganti. Kemudian memperbaiki fasilitas Atlet seperti Toilet, Ruang Ganti, serta memperindah kondisi Lapangan dengan melakukan pengecatan ulang juga akan kami lakukan,” ujar Satrida selaku Sekretaris Dispora Bintan kepada awak Media ini, Kamis (07/07/2022) sekitar pukul 13.30 di Ruang Kerjanya.

Saat itu, Satrida juga menjelaskan, untuk Venue Atlet pada Popda mendatang, “tiga Cabor akan dipusatkan di Kecamatan Bintan Timur, yaitu di Gedung Olahraga (GOR) Tang untuk Cabor Bulu Tangkis, Lapangan Asyura Gunung Lengkuas untuk Cabor Sepak Bola Kaki, dan GOR Demang Lebar Daun untuk Cabor Bola Voli,” ungkapnya.

Kemudian, sejumlah Venue dipersiapkan di Kecamatan Bintan Utara seperti, Kolam Renang Fasharkan Mentigi untuk Cabor Renang, Lapangan Vihara Dharma Santi Tanjung Uban untuk Cabor Bola Basket, dan Lapangan Hang Tuah untuk Cabor Tenis Lapangan.

“Sedangkan untuk Cabor Pencak Silat akan menggunakan GOR Kawal Kecamatan Gunung Kijang dan Cabor Sepak Takraw akan dipusatkan di GOR Kecamatan Toapaya, serta untuk Cabor Atletik akan menggunakan Stadion Tri Buana, Dompak Tanjungpinang,” terangnya.

“Sementara untuk kesiapan wasit dan lain-lain, merupakan wewenang Dispora Provinsi Kepulauan Riau. Kami Dispora Bintan hanya mempersiapkan Venue pertandingannya saja,” tegas Satrida.

Selain persiapan Venue, pada kesempatan itu, Satrida juga menuturkan jika pihaknya telah menggelar rapat bersama Organisai Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bintan. Pada rapat tersebut, pembahasan salah satunya mengenai adanya pawai keliling yang akan dilaksanakan guna menambah kemeriahan acara.

“Persiapan ini harus matang. Semoga acara yang di gelar nantinya bisa berjalan sukses, dan tidak ada hambatan,” harapnya.

“Untuk persiapan Atlet, nantinya akan diserahkan kepada Kabupaten dan Kota masing-masing, termasuk anggaran Akomodasi dan Transportasi. Dan kami berharap kepada Atlet bisa mempersiapkan diri secara matang, sehingga bisa meraih banyak Medali, khususnya bagi Atlet Bintan”. tutupnya. (YI).

Editor : Milla

Viral, Pejabat Bangun Dari Tidurnya, Pelaku Usaha Resah

Foto istimewa
Foto istimewa

Batam, GK.comPerizinan kawasan Harbour Bay, yang berada di Kecamatan Batu Ampar dipertanyakan setelah Tempat Hiburan Malam (THM) Holywings menjadi viral.

Untuk diketahui, kejadian ini bermula dari pihak Manajemen Holywings yang sebelumnya menggandengkan nama Muhammad dan Maria dalam menggeratiskan Minuman Alkohol (Mikol) beberapa waktu lalu melalui Sosial Media (Sosmed).

Spontan, hal itu turut dipertanyakan oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang di gelar bersama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan (PTSP BP) Batam, perwakilan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) dan Manajemen Holywings.

Diketahui bahwa, Holywings saat ini masih belum memiliki beberapa perizinan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Sertifikat Layak Fungsi (SLF) dan Sertifikat Pemadam Kebakaran. Tidak hanya Holywings, namun masih banyak pelaku usaha lainnya yang juga belum melengkapi perizinannya.

Diungkapkan Safari Ramadhan, adanya dugaan tersebut muncul setelah DPM-PTSP Kota Batam melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke salah satu unit usaha di Harbour Bay yakni Holywings. Dengan adanya penemuan tersebut, tentunya akan berdampak bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam yang seharusnya bisa dimaksimalkan lewat retribusi.

“Setiap usaha harus melengkapi izin. Namun faktanya masih banyak usaha di kawasan Harbour Bay yang tidak memiliki izin, akan tetapi sudah diperbolehkan beroperasi. Kita minta kepada Pemerintah agar menegakkan aturan yang ada tanpa pilih kasih,” tegas Safari Ramadhan, Selasa (05/07/2022) saat memimpin rapat.

Pada kesempatan itu, Safari Ramadhan juga meminta kepada Pemko Batam agar mendesak para pemilik usaha untuk segera melengkapi perizinannya. Jika tidak, pengusaha yang nakal itu harus ditertibkan, bahkan dihentikan. Sehingga ke depan tidak ditemukan persoalan yang serupa di Batam.

“Tahun ini kita defisit, sementara di depan mata kita banyak potensi pendapatan yang bisa kita ambil, tapi kita tidak mampu, karena perizinan tersebut tidak lengkap. Ini merupakan kelemahan dari PTSP dan OPD terkait yang harus kita ubah kedepannya,” ujar Safari Ramadhan.

Sementara itu, dikarenakan tidak mampu menjawab pertanyaan yang di lontarkan dari Komisi I, Ketua Komisi I Lik Khai mengusir perwakilan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD).

“Jika perwakilan yang diutus oleh masing-masing Instansi tidak mampu menjawab, sebaiknya tidak usah hadir dalam Rapat. Silahkan anda keluar dari sini. Untuk apa hadir tapi tidak bisa menjawab pertanyaan,” tegas Lik Khai dengan nada kesal.

“Bagaimana kita mampu memperbaiki kesalahan, apalagi meningkatkan PAD, jika di dalam Rapat seperti ini perwakilan tidak bisa menjelaskan, bahkan terkesan menutup – nutupi kesalahan,” tanya Lik Khai.

Dikesempatan itu, General Manager (GM) Operasional Holywings Batam Aru Rahman berjanji, pihaknya akan segera melengkapi semua perizinan sesuai dengan peraturan yang ada.

“Sudah kita komunikasikan dengan pihak pengelola Harbour Bay untuk perizinan, dikarenakan kami sifatnya menyewa. Dan Pihak Harbour Bay juga telah menyanggupi untuk mengurus IMB nya,” tutur Aru Rahman.

“Saat ini, kita juga sedang mengurus perizinan lanjutan seperti, Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) melalui sistem Online Single Submission (OSS) dari BP Batam. Dan yang baru siap ada 8 perizinan, sedangkan untuk kelayakan dari Dinas Kebakaran masih dalam pengurusan,” paparnya.

Menyangkut perizinan yang baru di siapkan oleh Holywings, turut juga dibenarkan oleh Direktur PTSP BP Batam Harlas Buana yang menerangkan, saat ini outlet Holywings Batam sudah memiliki izin baru dengan KBI 5601. Perizinan itu juga sudah di verifikasi dan izin penjualan langsung minuman beralkohol dengan golongan B dan C telah di verifikasi.

“Untuk perizinan melalui BP Batam mengacu pada PP No 41, dan PP No 5 tentang Kawasan Bebas, namun ada perizinan mendasar yang dikeluarkan oleh Pemko Batam,” ucap Harlas Buana.

Saat disinggung terkait beroperasinya outlet Holywings Batam saat perizinan belum lengkap, Harlas Buana menuturkan, saat ini masuk pada sistem percepatan perizinan, apabila ada suatu tempat usaha belum melengkapi perizinan, maka diperbolehkan untuk beroperasi.

“Pemenuhan kewajiban saat sudah beroperasi bisa dilengkapi ketika usaha sedang berjalan. Itu semua ada jangka waktunya. Dan apabila sudah sampai batas waktu tertentu belum juga dilengkapi, maka dapat di evaluasi. Yang jelas kita tidak boleh menghambat Investasi”. pungkasnya. (IWD).

Editor : Milla