Selasa, Juni 16, 2026
Beranda blog Halaman 402

Roby Kenalkan Potensi Bintan Kepada Ketua PN Kelas IA Tanjungpinang

Plt Bupati Bintan bersama Ketua PN Tanjungpinang Kelas IA. (ist)
Plt Bupati Bintan bersama Ketua PN Tanjungpinang Kelas IA. (ist)

Bintan, GK.com Dalam rangka koloborasi dan sinergitas bagi pelayanan masyarakat, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan menyambut baik kedatangan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang Kelas IA Riska Widiana, SH, MH, Kamis (21/07/2022) di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Bintan.


Di kesempatan itu, Roby Kurniawan mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Dirinya meyakini bahwa dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antar instansi vertikal akan melahirkan dampak positif bagi pelayanan masyarakat.


“Mewakili masyarakat Kabupaten Bintan, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Ketua.  Ini lah kantor kami, selamat datang kepada Ibu dan selamat mengemban amanah baru di wilayah kepulauan Riau (Kepri),” ucap Roby Kurniawan.

Tak lupa juga, Roby Kurniawan memperkenalkan Kabupaten Bintan dengan segala potensi yang dimiliki. Serta berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan yang baik antara masyarakat Bintan dengan PN Tanjungpinang.


Sementara itu, Ketua PN Riska Widiana di hadapan Roby Kurniawan menyampaikan beberapa program ke depan guna untuk mempermudah masyarakat dalam berbagai pelayanan di Kantor Pengadilan.

“Beberapa aplikasi sudah dibangun. Semua untuk kemudahan pelayanan bagi masyarakat di Kantor Pengadilan. Tinggal nanti sama-sama kita sosialisasikan agar bisa langsung sampai kepada masyarakat luas”. jelas Riska Widiana. (Ist).

Editor : Milla

Tanam Melampaui Target, Rudi Beri Apresiasi Stakeholder

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat di wawancarai. (ist)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat di wawancarai. (ist)

Batam, GK.comMemimpin jalannya sosialisasi penanaman pohon jati emas dan program penanganan stunting di Kota Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi berikan apresiasi dan arahan kepada jajaran untuk saling bekerja sama dalam membangun Batam, serta menyukseskan program – program yang telah berjalan.


Membahas terkait progres persiapan penanaman pohon jati emas, Muhammad Rudi memberikan apresiasinya kepada seluruh Stakeholders yang ikut serta. Yang mana bibit pohon yang akan ditanam melampaui target.


“Yang paling penting ialah mempercepat proses pematangan lahan, hal ini merupakan langkah penting agar pohon jati emas dapat ditanam sesuai dengan rencana. Alhamdulillah saat ini, bibit pohon yang akan kita tanam telah melebihi jumlah perkiraan, yaitu kurang lebih sebanyak 12.000 pohon,” sebut Muhammad Rudi, Rabu (20/07/2022).


Adapun kawasan yang akan ditanamkan pohon yakni mulai dari Simpang Flyover Laluan Madani menuju Simpang Bandara dengan panjang 15 Km. Beserta pengembangan 5 infrastruktur pendukung Bandara Hang Nadim Batam.


“Rute ini dipilih karena pintu kedatangan wisatawan mayoritas melalui Bandar Udara, dan merupakan jalur umum yang dilalui pelancong menuju ke destinasi wisata lainnya yang ada di Batam. Sehingga dapat mewujudkan Batam yang lebih maju, sejahtera, dan modern,” ungkap Muhammad Rudi.


Sementara itu, membahas program penanganan stunting di Batam, Muhammad Rudi juga meminta agar Pemerintah juga harus fokus terhadap kesehatan masyarakat, dan tidak fokus kepada kemajuan Batam saja.

“Tugas Pemerintah dalam kesehatan masyarakat masih cukup berat, disebabkan masih ada target prevalensi stunting sebesar 14% yang harus dicapai pada tahun 2024 mendatang. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, tentunya ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya,” ujarnya.


Melangsir data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO) bahwa, Indonesia termasuk ke dalam Negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara.

“Untuk Batam sendiri  berdasarkan data stunting pada Februari 2022 ada sebanyak 1.954 anak dari 57.869 balita, artinya baru mencapai 3,38%. Saya berharap, kita semua dapat bekerjasama mewujudkan Kota Batam yang lebih baik kedepannya”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

43 Kg Kokain di Musnahkan Polres Anambas

Anambas, GK.com – Polres Anambas memusnahkan Barang Bukti (BB) jenis kokain yang sempat di temukan warga beberapa waktu lalu, sebanyak 43 Kg. Pemusnahan yang dilakukan pada Kamis (21/7/2022) itu, dihadiri oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Rudi Pranoto mewakili Kapolda Kepulaua Riau.

“Pemusnahan ini dilakukan dengan cara dilarutkan kedalam elektrolit asam sulfat (H2SO4) atau air accu yang dipanaskan diatas kompor gas,” ucap Brigjen Pol Rudi Pranoto.

“Untuk pelakunya masih dalam proses penyelidikan,” tegas Rudi Pranoto.

Saat itu, Rudi Pranoto juga menjelaskan jika kokain yang ditemukan di Pulau Jemaja diduga berasal dari Luar Negeri yang hanyut hingga perairan Kepri.

“Kepada warga yang menemukan kokain juga akan diberikan penghargaan oleh Polres Kepulauan Anambas,” tutur Rudi Pranoto.

Sementara itu, ditambahkan oleh Kapolres Anambas AKBP Syafruddin Semidang Sakti bahwa pihaknya telah menyelidiki kepemilikan narkotika tersebut.

“Terdapat indikasi wilayah perairan Kepulauan Riau dijadikan lintas peredaran narkoba”. Ungkap AKBP Syafruddin Semidang. (Red/Ist).

Editor : Milla

Usai Diperiksa Penyidik Tipikor, Petinggi Pelindo I Cabang Tanjungpinang Mendadak DL

Bintan, GK.com Guna memenuhi pemberitaan yang berimbang, awak Media ini berupaya mendatangi Kantor Pelindo I Cabang Tanjungpinang, agar informasi yang telah beredar di tengah masyarakat tidak simpang saur.

Namun, saat didatangi kantor tersebut, para petinggi Pelindo rata-rata sedang tidak berada di Kantor, dengan alasan Dinas Luar (DL) ke Kota Batam beberapa hari ke depan.

Baca juga : 👇👇👇

“General Manager (GM) sama yang lainnya sedang DL mas, semalam Rabu baru berangkat,” sebut salah satu pegawai Pelindo, Kamis (21/07/2022) sekitar pukul 09.33 Wib.

Sementara itu, pada Rabu (20/07/2022), Kasi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Bintan IPTU Missyamsu Alson saat ditemui awak Media ini, untuk memastikan informasi penyelidikan terkait 2 petinggi Pelindo I Cabang Tanjungpinang, dirinya mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan secara akurat dari Penyidik terkait pemeriksaan tersebut.

“Saya belum mendapatkan laporan dari Penyidik, nanti saya akan koordinasi lebih lanjut jika telah mendapat informasi yang jelas”. tegas IPTU Missyamsu Alson, di Ruangan Kerjanya sekitar pukul 11.00 Wib. (IWD).

Editor : Milla

Petani Sawit Siap-Siap Go Export Melalui Penerapan Digitalisasi Dan Pengembangan UMKM

Batam, GK.com – Bertujuan untuk mengenalkan prosedur ekspor bagi pelaku Koperasi dan UMKM sawit untuk memperluas akses pasar produk-produknya, pengenalan proses produksi produk hilir sawit skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kepada para koperasi petani sawit yang dilakukan untuk memotivasi keterlibatan mereka dalam produksi produk hilir. Tidak hanya itu, penguatan kelembagaan petani sawit serta akses ke platform digital dan lembaga pembiayaan juga turut direalisasikan untuk membuka peluang masuk ke dalam sistem rantai pasok global melalui pasar ekspor bagi pelaku UMKM sawit di Indonesia.

“UMKM sawit yang memproduksi produk kebutuhan masyarakat berbahan sawit dapat terlibat dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana penjualan dan pemasaran produknya tidak hanya untuk pasar dalam Negeri, namun juga untuk pasar ekspor,” jelas Kepala Divisi UKMK Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Helmi Muhansyah dalam kegiatan Workshop Promosi Prosedur, Pembiayaan, dan Penerapan Digitalisasi dalam Proses Ekspor Produk Kelapa Sawit dan Turunannya Skala UMKM pada 14 – 16 Juli 2022 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang telah diselenggarakan sebelumnya oleh BPPDKS yakni Workshop Promosi Hilirisasi dan Digitalisasi Produk Sawit Skala UMKM Batch I di Balikpapan dan Batch II di Padang.

Selain workshop, dalam kegiatan ini juga ada pameran produk-produk UMKM sawit binaan BPDPKS seperti produk handy craft berbahan lidi sawit (tas, kotak tisu, piring anyaman, sendal, gantungan kunci, dan lain sebagainya); produk surfaktan (bar soap; hand sanitizer); hingga produk pangan (coklat dari minyak sawit).

Kegiatan yang diikuti secara offline oleh 50 orang perwakilan pengurus Koperasi Kelapa Sawit, UMKM, asosiasi petani sawit seluruh Indonesia itu juga diikuti peserta secara online dari pelaku UMKM, siswa, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.

Kepala Seksi Pabean dan Cukai II Bidang PFPC I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Agus Rifa’i menjelaskan alur ekspor komoditi kelapa sawit, CPO, dan produk turunannya yakni eksportir mengajukan permohonan 3D melalui portal pengguna jasa bea cukai dengan melampirkan dokumen pelengkap, pejabat bea cukai melalukan pemeriksaan dokumen, perekaman dan pengajuan, analyzing point, penjaluran, konfirmasi pembayaran, NPPB, dan gate in.

“Semua ekspor itu wajib memenuhi ketentuan Lartas (larangan dan/atau pembatasan). Referensi kita di INSW (Indonesia National Single Window) untuk melihat ketentuan-ketentuan ekspor produk yang harus dipenuhi,” kata Ahmad Rifa’i.

Dalam kesempatan yang sama, Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan RI, Immanuel memaparkan, kerjasama bilateral dan regional yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia dengan Negara-Negara tujuan ekspor mampu memberikan kemudahan dalam bentuk tarif impor.

Dicontohkan Immanuel, ekspor cangkang sawit ke India dengan memanfaatkan perdagangan regional melalui kerjasama AIFTA (ASEAN India Free Trade Agreement) mendapatkan tarif 0 persen. Begitupula dengan China, Australia, Jepang, Korea, dan Eropa.

VP Fungsional Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Maryani Sasdwiyanti menyampaikan bahwa LPEI memberikan layanan finansial seperti pembiayaan konvensional, syariah, trade finance, penjaminan, dan asuransi serta non-finansial berupa jasa konsultasi kepada pelaku ekspor UMKM, termasuk untuk sektor sawit. Berdasarkan data diketahui bahwa per 31 Maret 2022, penyaluran pembiayaan ekspor terbesar diberikan terhadap sektor perkebunan/perdagangan sawit yakni sebesar Rp 12,34 triliun.

Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pengkajian Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI Tony Susanto menyampaikan, “Jadi, masih ada peluang atau gap yang cukup lebar karena kami saat ini ditargetkan 40 persen untuk pemberian pembiayaan kepada koperasi sektor riil, termasuk sawit,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Tony Susanto, koperasi atau pelaku UMKM sawit yang ingin mengajukan pinjaman/pembiayaan kepada LPDB bisa dilakukan dengan 2 cara yakni dengan mengirimkan proposal hardcopy ke kantor LPDB KUMKM atau melalui dokumen elektronik yang bisa di akses di website resmi LPDB.

“Sejak tahun 2020, pemohon pembiayaan kepada LPDB KUMKM harus berbentuk badan hukum Koperasi,” tegas Tony Susanto.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, CEO & Founder Ekspor.id Choirul Amin menyampaikan yang juga menyampaikan, “Ekspor kelapa sawit dalam bentuk pengembangan inovasi-inovasi produk turunan sawit sangat potensial dan realistis di Indonesia”. tuturnya.

Untuk mencari buyer atau menemukan pasar ekspor, disampaikan Choirul Amin terdapat tiga strategi utama yang dapat dilakukan yakni market research/social media/marketplace; melalui akses-akses pasar yang dibuka government; dan pengembangan website produk.

Dalam kegiatan ini, sebagai upaya promosi prosedur pembiayaan dan penerapan digitalisasi dalam proses ekspor produk sawit skala UMKM, BPDPKS juga menghadirkan narasumber dari pemerintahan dan praktisi kelapa sawit yaitu JF. AK Ahli Madya Kementerian Koperasi dan UKM RI Eti Sumanis; Manager Small & Medium Business Development Division Bank BRI Andrean Heru Pradana & Officer Value Chain Solution Division Bank BRI Rheyno Reynaldi; Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO Rino Afrino; Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono; Pengurus Asosiasi SAMADE Hendra Dermawan; dan Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Utara Suhendrik. (***).

Editor : Milla

Ansar Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Kepri, GK.com Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad tidak berhenti untuk mengupayakan kebangkitan pariwisata, dalam rangka pemulihan perekonomian pasca pandemi. Penghentian sementara bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) yang diberlakukan sejak 18 Maret 2020 lalu masih dirasakan Ansar Ahmad.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) masuk ke Kepri selama bulan Mei 2022 tercatat sebanyak 23.842 kunjungan atau mengalami peningkatan hingga 101,93%, dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Mei 2021, terjadi peningkatan sebesar 8.896,98%, namun menurutnya untuk mencapai jumlah wisatawan seperti sebelum pandemi, masih banyak upaya yang harus dilakukan.

Di hadapan, Dirjen Imigrasi dan Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Amran Aris serta Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kepri Morina Harahap, Ansar Ahmad meminta agar bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) sesuai Perpres 21/2016 diberlakukan kembali seperti sebelum pandemi.

“Saya juga meneruskan aspirasi dari para pelaku pariwisata di Kepri, di mana merekalah yang paling terdampak saat pandemi. Dengan diberlakukannya kembali Perpres 21/2016 nantinya akan semakin mendongkrak minat wisman, sehingga menunjukkan tren positif belakangan ini” ungkap Ansar Ahmad, Rabu (20/07/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana menyampaikan, pada dasarnya Ia mendukung penuh kemajuan serta kebangkitan kembali pariwisata di Kepri.

“Kita sangat mendukung bagi pulihnya ekonomi Nasional. Kita terima usulan Pak Gubernur dan akan kita bahas,” ucap Widodo.

Namun, Widodo memberikan catatan bahwasanya pemberlakuan kembali bebas visa kunjungan nantinya harus memperhatikan aspek keamanan dan kemanfaatan.

“Jangan nanti dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, kita lalai pada aspek keamanan dan kemanfaatan atas fasilitas yang diberikan, karena kita tahu sampai saat ini pandemi belum usai”. pungkas. (Ist).

Editor : Milla