Sabtu, Juli 20, 2024
spot_img

Tanam Melampaui Target, Rudi Beri Apresiasi Stakeholder

Batam, GK.comMemimpin jalannya sosialisasi penanaman pohon jati emas dan program penanganan stunting di Kota Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi berikan apresiasi dan arahan kepada jajaran untuk saling bekerja sama dalam membangun Batam, serta menyukseskan program – program yang telah berjalan.


Membahas terkait progres persiapan penanaman pohon jati emas, Muhammad Rudi memberikan apresiasinya kepada seluruh Stakeholders yang ikut serta. Yang mana bibit pohon yang akan ditanam melampaui target.


“Yang paling penting ialah mempercepat proses pematangan lahan, hal ini merupakan langkah penting agar pohon jati emas dapat ditanam sesuai dengan rencana. Alhamdulillah saat ini, bibit pohon yang akan kita tanam telah melebihi jumlah perkiraan, yaitu kurang lebih sebanyak 12.000 pohon,” sebut Muhammad Rudi, Rabu (20/07/2022).


Adapun kawasan yang akan ditanamkan pohon yakni mulai dari Simpang Flyover Laluan Madani menuju Simpang Bandara dengan panjang 15 Km. Beserta pengembangan 5 infrastruktur pendukung Bandara Hang Nadim Batam.


“Rute ini dipilih karena pintu kedatangan wisatawan mayoritas melalui Bandar Udara, dan merupakan jalur umum yang dilalui pelancong menuju ke destinasi wisata lainnya yang ada di Batam. Sehingga dapat mewujudkan Batam yang lebih maju, sejahtera, dan modern,” ungkap Muhammad Rudi.


Sementara itu, membahas program penanganan stunting di Batam, Muhammad Rudi juga meminta agar Pemerintah juga harus fokus terhadap kesehatan masyarakat, dan tidak fokus kepada kemajuan Batam saja.

“Tugas Pemerintah dalam kesehatan masyarakat masih cukup berat, disebabkan masih ada target prevalensi stunting sebesar 14% yang harus dicapai pada tahun 2024 mendatang. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, tentunya ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya,” ujarnya.


Melangsir data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO) bahwa, Indonesia termasuk ke dalam Negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara.

“Untuk Batam sendiri  berdasarkan data stunting pada Februari 2022 ada sebanyak 1.954 anak dari 57.869 balita, artinya baru mencapai 3,38%. Saya berharap, kita semua dapat bekerjasama mewujudkan Kota Batam yang lebih baik kedepannya”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -Seedbacklink