Kamis, April 25, 2024
spot_img

SDN 006 Tanjungpinang Timur Klarifikasi Berita Hoax

Tanjungpinang, GK.com – Beredarnya terkait berita di Facebook tentang keluhan salah satu wali murid SD Negeri 006 Tanjungpinang Timur atas uang perpisahan yang dianggap tidak sesuai prosedur, serta masalah baju yang diwajibkan harus membeli, merupakan berita hoax.

Hal ini di tegaskan langsung oleh Komite SDN 006 Tanjungpinang Timur, Adhe Fajar Haerika, SE kepada gerbangkepri.com di Ruang Rapat SDN 006 Tanjungpinang Timur.

“Mendengar atas kejadian tersebut, kami selaku Komite SD Negeri 006 langsung menggelar Rapat. Masalah uang perpisahan itu estimasinya sebesar Rp 150.000,-, itupun keputusan langsung dari pihak wali murid, dan juga sudah di Rapatkan pada 12 Januari 2023 lalu. Terkait pembayaran juga telah disepakati dengan cara mencicil, bukan melalui transfer ke rekening guru-guru. Dan saya juga sudah cek riwayat tabungan wali kelas masing-masing, memang tidak ada. Lagian untuk masalah ini kami mempunyai bendahara dari setiap Kelas, yaitu salah satu wali murid di tiap-tiap Kelas. Kebetulan untuk Kelas 6 lokalnya ada 4, yaitu dari 6A s/d 6D,” jelas Adhe Fajar Haerika.

Salah satu wali murid yang menjabat sebagai bendahara Kelas 6D di SDN 006 Tanjungpinang Timur, Syifa menuturkan kepada gerbangkepri.com, “Sejauh ini sih belum ada yang mengeluh terkait uang perpisahan ini, karena kan boleh di bayar dengan cara mencicil sampai kegiatan perpisahan itu tiba. Dan itu juga dari hasil musyawarah bersama,” terangnya, Jumat (10/03/2023) sekitar pukul 14.30 Wib.

Sementara itu, Kepala SDN 006 Tanjungpinang Timur, Hj. Safrida, S,Pd menerangkan terkait masalah pulang Sekolah yang tidak sesuai prosedur, lalu diwajibkan membeli baju, itu semua tidak benar.

“Bahkan ada salah satu murid saya yang bajunya sudah lusuh, saya kasih. Kami juga sudah mengecek semua data-data bahwa yang menyebarkan berita itu anaknya tidak ada bersekolah disini. Ini benar-benar fitnah, akun nya di Media Sosial juga enggak jelas,” ungkap Safrida.

“Saya berharap orang tua tetap memberi support kepada anak-anaknya untuk ke jenjang Sekolah Menengah Pertama. Karena itu sudah kewajiban kita sebagai orang tua, dan bijaklah dalam menggunakan Sosial Media”. tutur Adhe. (NDY).

Editor : Milla

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles