Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaKesehatanDapur MBG di Sidak BPOM

Dapur MBG di Sidak BPOM

Jakarta, GK.com – Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar tetap turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DKI Jakarta dalam satu hari, meskipun anggaran terkait pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi minim.

Inspeksi pada Kamis (30/04/2026) itu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiapan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat. Salah satu lokasi yang disidak adalah SPPG Tebet Manggarai Selatan yang melayani 2.858 orang, dan di kelola Yayasan Bina Siwi Oku Timur.

“BPOM ingin memastikan program Presiden Prabowo Subianto berjalan memenuhi standar keamanan, higiene, dan sanitasi, agar makanan yang diterima masyarakat aman, bermutu, serta bergizi,” ujar Taruna.

Sidak tak hanya dilakukan di satu titik saja, melainkan secara paralel, pengawasannya juga dilakukan di sejumlah wilayah lain Jakarta. Di Palmerah, Jakarta Barat, SPPG melayani sekitar 4.100 penerima manfaat. Di Jatinegara Kampung Melayu tercatat 2.905 penerima, Johar Baru Tanah Tinggi 2.260 penerima, dan Sunter Jaya sebanyak 3.376 penerima manfaat.

Taruna menegaskan, pengawasan BPOM untuk memitigasi risiko Kejadian Luar Biasa Keamanan Pangan (KLB KP), terutama dalam program berskala besar seperti MBG. Meski anggaran terbatas, pendekatan pengawasan dilakukan secara adaptif dan berbasis risiko.

“Monitoring yang baik serta tindak lanjut cepat akan menentukan keberhasilan program ini. Risiko insiden keamanan pangan harus dicegah sejak awal,” tegas Taruna.

Dari hasil sidak di lima lokasi, secara umum operasional SPPG sudah berjalan sesuai ketentuan. Namun, BPOM masih menemukan sejumlah catatan perbaikan.

Beberapa di antaranya terkait konsistensi higiene personal petugas, sanitasi peralatan dan area produksi, sistem pencatatan serta pelabelan bahan baku, hingga pengendalian suhu penyimpanan pangan.

Temuan tersebut langsung disampaikan ke pengelola untuk segera ditindaklanjuti. BPOM juga akan melaporkan hasil monitoring secara komprehensif kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi.

“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program MBG ini berjalan semakin baik. Ini bagian dari perbaikan berkelanjutan”. kata Taruna. (DK/*)

Editor: Milla

Berita Terkait

Berita Populer