Beranda Kepulauan Riau Batam PT. GTI Sepelekan Peraturan Dan Undang-Undang Indonesia

PT. GTI Sepelekan Peraturan Dan Undang-Undang Indonesia

88
0

Batam, GK.com – Pihak PT. Graha Trisaka Indusrti (GTI) tampaknya menyepelekan peraturan dan Undang-Undang (UU) yang ada di Indonesia. Pasalnya aktivitas pemotongan Kapal Acacia Nassau oleh PT. GTI di Galangan Paxocean diduga tidak memiliki izin.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) lanjutan ke- 3 yang digelar oleh Komisi I DPRD Kota Batam, kehadiran perwakilan pihak perusahan lagi-lagi tidak berkompeten pada rapat tersebut, sehingga penjelasan dan pengambilan keputusan yang harusnya selesai terpaksa harus ditunda kembali.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto saat memimpin rapat yang didampingi oleh seluruh anggota Komisi I mengatakan bahwa, dengan tidak hadirnya pihak perusahaan yang memiliki wewenang atas aktivitas yang diduga tidak memiliki izin tersebut, berarti sudah tidak memandang lagi adanya aturan dan Hukum yang ada di Negara ini.

“Padahal sebelum rapat ini digelar, kami sudah memberikan catatan khusus kepada pihak perusahaan, jika memang tidak bisa hadir lampirkan suratnya. Kalau begini terus, artinya pihak perusahaan memang tidak memandang adanya lembaga DPRD serta Hukum dan UU yang ada,” ucap Budi, Kamis (1/4) siang di Ruang Rapat Komisi I.

Baca Juga :

Kemudian Budi juga menuturkan, jika memang pihak perusahaan mengalami hambatan terkait pengurusan perizinan, lembaga DPRD Kota Batam juga bisa membantu kalau memang mengalami kesulitan.

Pada RDPU tersebut, HSE Asisten Manager PT.GTI M. Syukri menjelaskan bahwa, untuk perizinan sudah diajukan ke pusat dan sekrang mungkin sedang diproses.

“Dan sekarang saya jamin segala aktivitas kapal Acacia oleh PT. GTI sudah dihentikan, dan disana juga telah dijaga oleh Lanal serta pihak KSOP Batam”. jelasnya.

Baca Juga :

Sementara itu, Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Sumantri menuturkan bahwa, dalam hal ini Lanal Batam dituntut untuk membantu Permerintah Daerah dalam melakukan pengamanan di lokasi pantai sekaligus membina potensi maritim yang ada di Kepulauan Riau (Kepri).

Turut hadir dalam rapat tersebut, Lanal Batam, BP Batam, KSOP Khusus Batam, Imigrasi Kelas I Khusus Batam, DJBC Batam, KKP Kelas I Batam, Cyber Pungli Polda Kepri dan Perwakilan Polresta Barelang. (RC).