Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda blog Halaman 991

DPRKPKP Gelar Coffee Morning “Rapat Koordinasi” Bersama Komisi III DPRD Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP) Kota Tanjungpinang menggelar Coffee Morning “Rapat Koordinasi” bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Senin (15/7) sekitar pukul 09.00 Wib.

Acara yang dilakasanakan di Ruang Rapat DPRKPKP itu dihadiri oleh Kepala DPRKPKP Amrialis, Wakil Wali Kota Hj. Rahma, S.IP dan dari Komisi III H. Ashady Selayar, Ginta Asmara, S.Kom, Said Inderi, H. Syaiful Bahri, M.Ag dan Sukandar.

Kepala DPRKPKP Kota Tanjungpinang saat memberikan pemaparannya.

 

Dalam rapat tersebut, Amrialis mengatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap sebulan sekali.

“Kami mengadakan kegiatan ini dalam rangka menyampaikan serta mencari solusi terkait isu-isu aktual yang beredar selama ini yang menyangkut masalah Dinas Perkim yaitu TPU dan Taman seperti kontainer sampah dan lampu jalan yang rusak,” ujar Amrialis.

“Dalam hal ini kami mengharapkan titik terang dari rapat kali ini, hingga nantinya dapat menghasilkan solusi dan support dari Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma bersama Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang.

 

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, pada kesempatan itu menyampaikan akan berupaya membenahi masalah Perkim terkait persampahan dan kebersihan, kemudian jalan termasuk petugas sapu jalan.

“Disaat kita akan membenahi masalah tersebut, tentunya kita juga membenahi alat-alat yang dibutuhkan dari para pekerja, contohnya seperti sapu jalan yang masih kurang, mesin pemotong rumput dan lainnya, dengan begitu tidak akan ada lagi kendala bagi pekerja untuk menjalankan pekerjaanya,” ucap Rahma.

“Jadi intinya kita tingkatkan lebih maksimal lagi kedepannya, agar Kota kita ini menjadi cantik, bersih dan bisa ditata sebaik-baiknya,” kata Rahma.

Dikesempatan yang sama, Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Sukandar megatakan bahwa, hadirnya Komisi III dalam Rapat Koordinasi ini adalah untuk memberikan dukungan serta turut membantu mencari solusi dalam melakukan pembenahan tersebut.

“Ada beberapa item yang memang perlu dukungan, itulah sebabnya Coffee Morning kali ini sangat bermanfaat”. (AA).

Editor : Milla

                                                                                                                                         

Kembangkan Jiwa Entrepreneur, STIE Pembangunan Gelar Bazar Mahasiswa

Tanjungpinang, GK.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Kota Tanjungpinang mengadakan Bazar Mahasiswa, Sabtu (13/7) siang, di halaman Kampus STIE, di Jalan RH. Fisabillillah Km 8.

Bazar yang mengambil judul Bazarlizius II 2019 ini mengangkat tema “Inovasi Kuliner, Peluang Bisnis Masa Depan”, diikuti oleh sebanyak 56 stand dari Mahasiswa STIE jurusan Manajemen semester 2 dan jurusan Akuntansi semester 4. Selain itu, ada juga stand tamu dari komunitas Kopi, Kofsos dan kegiatan sosial (cek kesehatan gratis) lainnya dari Kimia Farma.

Ramainya pengunjung yang tidak hanya dari Mahasiswa kampus saja, hal ini membuktikan bahwa dukungan dari masyarakat terhadap bazar tersebut sangat baik, para pengunjung membeli aneka ragam kuliner yang diolah sendiri oleh Mahasiswa STIE Pembangunan, antara lain seperti aneka makanan Wowfles (wafel coklat) dan aneka minuman (soft drink).

Ketua Panitia Pelaksanaan Bazar, Rachmad Chartady, mengatakan tujuan dari di gelarnya bazar ini adalah agar Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas, inovasi dan jiwa entrepreuner yang ada pada diri Mahasiswanya.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan Bazar ini, Mahasiswa dapat membuka peluang bisnis untuk masa depan mereka, lalu dapat berinovasi di bidang kewirausahaan agar dapat membuka lapangan pekerjaan nantinya,” ujar Rachmad.

“Bazar ini dibuat juga sebagai ajang promosi bahwa kampus STIE Pembangunan adalah kampus yang selalu Berinovasi, menciptakan para Alumni unggulan dan memiliki daya saing yang tinggi dengan kampus swasta maupun Negeri yang ada di Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang”. tutupnya. (Rei).

Editor : Febri

KMP Gelar Dialog Kebangsaan, Satukan Pemuda Pasca Pemilu

Tanjungpinang, Gk.com – Dialog Kebangsaan Pasca Putusan MK “Persatuan Indonesia” digelar oleh Komunitas Merah Putih (KMP) Provinsi Kepri berlangsung seru, di Aula Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, sekitar pukul 09.00 Wib.

Dalam dialog yang dilaksanakan pada Sabtu (13/7) itu dihadiri oleh Komisi Pemilahan Umum (KPU) Kepri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kepri, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Akademisi dan Tokoh Pemuda.

Ketua Panitia Dialog Kebangsaan, Anan Prasetia menuturkan bahwa dilaksanakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersatukan para pemuda, khususnya daerah Kepri, sehingga tidak menjadi terpecah-belah akibat berita pasca Pemilu yang lalu.

“Kami sebenarnya telah mengadakan acara ini secara bertahap, disaat sebelum Pemilu, saat Pemilu, dan yang sekarang pasca Pemilu, kegian ini diadakan dengan tujuan menyatukan pemuda-pemuda terkhusus di wilayah Kepri agar tidak terpecah-belah akibat berita yang beredar pasca Pemilu kemarin,” ujar Anan.

“Kami harap dengan adanya kegiatan ini, kami bisa merangkul semua perbedaan dan berharap agar semua msayarakat khususnya pemuda Kepri untuk bisa menerima keputusan yang telah ditentukan pasca Pemilu yang lalu,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Provinsi Kepri, Priyo Handoko, S.AP.,MM memberikan apresiasinya dalam kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut.

“Kami dari KPU tentu mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Komunitas Merah Putih, karena sudah menggelar diskusi  Pasca Putusan MK ini, Dialog ini menjadi penting, karena pasca putusan MK sangatlah heboh dimasyarakat, sehingga menimbulkan ketidakpuasan di sebagian masyarakat Indonesia,” tutur Priyo.

“Saya harap para pemuda-pemuda Kepri bisa filter setiap membaca atau menerima berita, karena pada saat ini banyak berita hoax yang beredar di Media Sosial (medsos)”. tutup Priyo. (AA).

Editor : Milla

Disparbut Serius Garap Tempat Wisata Home Stay Hingga Beri Pelatihan Bagi Tour Guide

??

Tanjungpinang, GK.com – Wisata Home Stay yang ada di Pulau Penyengat saat ini sudah mulai dikembangkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang.

Dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Surjadi, MT, Tempat Wisata Home Stay yang diperkembangkan tidak hanya Home Stay di Pulau Penyengat saja, akan tetapi, Disparbud Kota Tanjungpinang juga akan mengembangkan Wisata Home Stay yang ada di wilayah Senggarang.

“Nanti dalam waktu dekat ini, kami akan mengadakan kegiatan Pelatihan bersama para pemilik Home Stay, mereka harus mengerti bagaimana cara kerja menejemen, agar nantinya tempat Wisata Home Stay dapat menarik perhatian bagi para Wisatawan lokal maupun yang dari luar daerah, dan ini tentunya tidak akan merugikan pemilik Home Stay,” ujar Surjadi saat menghadiri acara Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang, Sabtu (13/7) sekitar Pukul 11.00 Wib.

Surjadi mengatakan, Home Stay yang ada di Pulau Penyengat sudah mulai bagus, ia ingin untuk kedepannya Home Stay yang sudah dikembangkan di Kota Tanjungpinang ini kedepannya memiliki Karakter Lokal yang khusus, serta dapat memiliki arti yang kuat, agar bertambahnya nilai terhadap Wisata Home Stay itu sendiri.

“Seperti membuat desain dengan Ikon Motif Sepray yang khas dengan Kebudayaan yang ada Kota Tanjungpinang,” tambah surjadi.

Di Tahun 2019 ini, Surjadi juga akan membuat sebuah Paket Wisata, diantaranya terdiri dari Sepeda, membuat Tanjak, serta memakai baju adat melayu.

“Sekarang ini masih tahap uji coba, Insya Allah bulan Agustus kita akan Launching, kedepannya kita juga akan tetapkan Harga per paketnya setiap dari masing-masing wisata tersebut, agar lebih banyak Wisatawan yang datang ke Home Stay tersebut,” tutur Surjadi.

“Tidak hanya itu juga, para Pemandu Wisata atau Tour Guide juga akan kami berikan pelatihan-pelatihan khusus, di Tahun 2019 ini kami juga akan bekerjasama dengan Angkasa Pura”. tutup Surjadi. (MI).

Editor : Milla

Ditengah Negeri Yang Kaya, Lingga Masih Miskin Akan Listrik

Lingga, GK.com – Kelurahan Senayang, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, hingga kini belum menikmati aliran listrik PLN 24 jam. Padahal, wilayah ini sudah menjadi Kota Kecil yang terdapat Pusat Pemerintahan Kecamatan, Puskesmas hingga perbankan. Miris rasanya di zaman modern seperti ini penerangan masih saja menjadi seolah momok bagi masyarakat.

Camat Senayang, Kimat Awal mengatakan kepada Media ini, permasalahan listrik hingga saat ini adalah menjadi masalah vital yang harus segera dicari solusi di wilayah tersebut. Pasalnya, selama ini listrik hanya hidup ketika malam hari saja.

“Listrik di Senayang ini hidup dari pukul 17.00 Wib sampai pukul 07.00 Wib. Berarti cuma sekitar 14 jam, hal ini tentunya menjadi PR besar terutama bagi Pemerintah Daerah,” ucap  Kimat Awal, Sabtu (13/7).

Dikatakan Kimat, akibat dari tidak adanya layanan listrik di siang hari, Perkantoran, pelayanan Kesehatan, serta Perbankan yang ada di wilayah tersebut terpaksa menggunakan mesin sendiri.

“Tentu saja hal ini menyebabkan tingginya pengeluaran setiap harinya,” kata Kimat.

“Dulu kita sudah usulkan ke Pak Gubernur, sekarang kami akan berupaya mengusulkan lagi dengan Bapak Plt Gubernur, kami berharap, sekali ini jeritan kami dapat di dengar oleh petinggi Negeri ini,” harapnya.

“Tak usahlah hidup listrik itu selama 24 jam, dapat nyala sekitar 20 jam, jadilah, kami cukup-cukup bersyukur jika hal ini mampu di dengar oleh pejabat tinggi Negeri ini,” ujarnya.

“Terkait persoalan listrik ini, tempo hari kita tidak hanya mengadu kepada Bapak Gubernur, Nurdin Basirun saja kemaren, melainkan juga telah membicarakan permasalahan ini kepada Bapak Bupati Lingga, Alias Wello, termasuk kepada pihak PLN Rayon Dabo, serta proposalnya juga sudah kami ajukan hingga ke PLN Provinsi. Namun hingga kini persoalan ini belum juga kunjung selesai,” terangnya.

“Untuk diketahui, Tahun 2020 mendatang Kecamatan Senayang ditetapkan menjadi Tuan Rumah dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Lingga. Tentunya dengan minimnya kesedian listrik yang ada di daerah kami ini akan menjadi hambatan besar dalam mensukseskan acara tersebut”. tutup Kimat. (AR).

Editor : Milla

Dalam Raker, LAM Tanjungpinang Tonjolkan Musyawarah Pecahkan Permasalahan

Tanjungpinang, GK.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang, Sabtu (12/7) menggelar Rapat Kerja di Gedung Sekretariat LAM Kota Tanjungpinang sekitar pukul 09.30 Wib.

Acara Rapat Kerja tersebut dibuka oleh Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepri H. Isdianto, Ketua LAM Kota Tanjungpinang H. Wan Raffiwar, serta Ketua TP- PKK.

Ketua LAM Kota Tanjungpinang, H. Wan Raffiwar  mengatakan, setiap Rapat Kerja dan permasalahan yang ada selalu dibahas secara musayawarah.

“Kami sebagai orang melayu apapun rencana kerja atau permasalahan yang ada, harus di lakukan dengan cara berunding/bermusawarah sesama kita, walau apa pun suku kita, tapi yang telah lama tinggal di Kota Tanjungpinang ini, haruslah membudayakan adat melayu disini,” kata Wan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd mengharapkan slogan “Dimana Langit Di Pijak Di Situ Langit Di Junjung” akan benar-benar terealisasikan di Tanjungpinang.

“Masyarakat Tanjungpinang ini suku-suku nya sangat lengkap, miniaturnya Indonesia itu adalah Tanjungpinang, jadi kita berharap slogan tersebut akan ditetapkan, termasuk dalam mengadakan pesta pernikahan dengan menggunakan Adat Melayu,ucap Syahrul.

“Kedepannya kita berharap, agar Adat Melayu ini tak hilang di Bumi, Rapat Kerja ini bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diwariskan kepada generasi muda, sehingga mereka paham dari awal tentang Budaya mereka sendiri,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos., M.M menyampaikan pendapatnya terkait Rapat Kerja LAM ini sangatlah bagus untuk menegakkan budaya Melayu yang saat ini sudah terpengaruh arus Globalisasi.

“Bagus sekali, saya harap dengan adanya program-program kerja di LAM ini kedepannya bisa melahirkan kriteria atau hal yang bisa dijadikan panutan, sebab budaya melayu sangatlah perlu diangkat, jika tidak, saya khawatir anak-anak tidak akan tau dengan budayanya sendiri”. tutup Isdianto. (AA).

Edito : Milla