Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 953

Kasus Guru Cabul Sesama Jenis Dilimpahkan ke Kejari Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Bulan Agustus lalu, Tanjungpinang dihebohkan oleh kasus yang menimpa Oknum tenaga pendidik yang ada di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terkait kasus pencabulan sesama jenis dengan siswanya berinisial (A).

Sebelumnya, PDB (inisial) yang telah mencoreng nama baik dunia pendidikan itu, dianggap melakukan hal yang tidak senonoh sekitar belasan kali terhadap A dengan ancaman pemberian nilai rendah apabila A tidak menuruti kemauannya.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie

 

Sejak bulan Agustus yang lalu hingga sekarang, tepatnya sekitar 89 hari PDB di tahan, akhirnya kasus pencabulan itu dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tanjungpinang, hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie di Markas Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang, (7/11) sekitar pukul 13.00 Wib.

“Hari ini, Satreskrim sudah melakukan pelimpahan tahap dua terhadap kasus dugaan Pencabulan sesama jenis yang setelah di tahan selama 89 hari, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas kasus tersebut sudah dinyatakan P 21 (lengkap), maka dari itu akan dilaksanakan tahap dua,” ucap Alie.

“Proses penyidikan Satreskrim Polres Tanjungpinang sudah selesai, dan tanggung jawab selanjutnya akan kita serahkan ke JPU untuk melakukan penuntutan sidang pengadilan, semuanya juga sudah berjalan lancar, tersangka dan barang bukti juga sudah kita serahkan ke Kejari,” tambahnya.

Dikatakan Alie, PDB sebagai pelaku dikenakan Pasal 289 KUHP Junto dengan Pasal 294 KUHP Ayat 2.

“Kita kenakan hukuman pidana umum, karena korban sudah dewasa, tidak dibawah umur lagi”. pungkasnya. (MI).

Editor : Milla

Lima Jam Diperiksa Kejari, Tina Menerobos Awak Media, Hindari Pertanyaan

Tanjungpinang, GK.com – Usai lima jam diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kepala Bidang (Kabid) Penetapan Pajak di Badan Pengelola Pajak dan Distribusi Daerah (BP2RD) Kota Tanjungpinang, Tina Dharma Soerya enggan memberikan komentar sedikitpun kepada rekan-rekan Media yang sudah lama menunggunya di Ruang Tunggu Kejari Tanjungpinang. Saat itu, Tina diperiksa mulai dari Pukul 13.39 Wib hingga ke Pukul 18.39 Wib.

Kelihatan seperti orang yang sedang ketakutan, ketika rekan-rekan Media melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya, Tina pun segera bergegas menerobos barisan para rekan-rekan Media untuk meninggalkan ruangan tersebut.

“Silahkan tanyakan langsung sama pak Risky ya, (Kasintel Kejari), saya sudah kasih jawaban ke dia,” ucap Tina kelihatan kesal menghadapi para rekan-rekan Media sembari berlalu meninggalkan Kantor Kejari dengan menggunakan mobil Dinas berplat BM 1136 T, Rabu (6/11) sekitar pukul 18.40 Wib.

Kasintel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah

 

Dalam waktu yang sama, Kasintel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah kepada rekan-rekan Media mengatakan bahwa, pemeriksaan Tina belum selesai sampai dengan hari ini. Dan akan dilanjutkan besok, Kamis (7/11) sekitar Pukul 10.00 Wib.

“Kita lontarkan 12 pertanyaan, hari ini memang belum selesai pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, maka akan dilanjutkan besok pagi. Tadi ada juga beberapa berkas yang sudah diserahkan ke kami, yang jelas nantinya akan ada beberapa pihak lagi yang akan kami mintai keterangannya, guna melakukan pendalaman,” terang Rizky.

Dijelaskan Rizky, nantinya ada beberapa nama lagi yang akan dilakukan pemeriksaan untuk dapat dimintai keterangannya terkait permasalahan ini, yakni ada beberapa dari pihak wajib pajak.

“Saat ini kita sedang dalam proses pengumpulan data, barang bukti dan keterangan, guna untuk meyimpulkan kasus ini masuk ke hukum pidana yang mana. Jika kasus tersebut merupakan bukan pidana Korupsi, tentunya kami akan menyerahkan hal ini kepada instansi yang berwenang, terkait Pidana apa kasus tersebut”. tutupnya. (MI)

Editor : Milla

Diperiksa Kejari, Taufik : Semua Keputusan Ada di Kejari, Kita Hanya Sebagai Mitra

Tanjungpinang, GK.com – Kasus dugaan penggelapan Bea Peroleh Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang diduga dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Yudi Ramdani hingga kini penyelidikannya masih terus berlangsung dan menyeret beberapa nama pejabat yang diduga terlibat dengan kasus tersebut.

Kini giliran Kepala Bidang Penetapan Pajak pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Tina Dharma Soerya dan pejabat dari Bank Tabungan Negara (BTN) yang diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Rabu (6/11) sekitar pukul 14.01 Wib.

Kasintel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah saat di konfirmasi oleh Media ini, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

“Hari ini yang diperiksa ada tiga pejabat, yang pertama Kabid Penetapan Pajak BP2RD, lalu dari BTN, satu lagi belum hadir, nanti kita tunggu saja,” jelas Rizki.

Hampir empat jam proses pemeriksaan berjalan, hingga ke Pukul 16.36 Wib, dari pihak BTN Cabang Tanjungpinang bagian Brand Commercial Founding, Taufik keluar dengan tergesa-gesa meninggalkan Kantor Kejari Tanjungpinang, tidak banyak bicara, Ia mengatakan bahwa dirinya hanya memberikan keterangan sebagaimana kasus yang sedang berkembang saat ini.

“Nantinya semua keputusan ada di Kejari Tanjungpinang, karena BTN hanya sebagai mitra BP2RD saja, saya juga lupa tadi berapa pertanyaan yang dilemparkan,” ungkap Taufik dengan keringat yang bercucuran.

“Pokoknya saya tadi hanya memberikan keterangan, saya harap keterangan saya bisa membantu pihak Kejari dalam kasus ini”. pungkasnya meninggalkan rekan-rekan Media.

Sementara itu, hingga pukul 17.00 Wib, Kabid Penetapan Pajak BP2RD, Tina Dharma Soerya masih diperiksa oleh Kejari Tanjungpinang. (MI).

Editor : Milla

FBK 2019 Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Tanjungpinang, GK.com – Seiring berkembangnya sektor pariwisata yang ada di Kepulauan Riau (Kepri), membuat Pemerintah Provinsi tidak henti-hentinya untuk menggelar kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk menarik Wisatawan dari dalam maupun luar Negeri, salah satunya seperti yang baru saja digelar, acara Festival Bahari Kepri (FBK) yang diselenggrarakan dari tanggal 5 hingga 10 November 2019.

Ribuan masyarakat Kepri, bahkan Wisatawan dari luar Negeri turut hadir menyaksikan pembukaan FBK yang dilaksanakan di Gedung Daerah Tepi Laut tersebut. Berbagai atraksi turut ditampilkan dalam memeriahkan acara itu, salah satunya Tarian Sekapur Sirih yang mengawali pembukaann FBK 2019.

Pada kesempatan itu, Plt. Gubernur Kepri, H. Isdianto, S.Sos, MM, dalam sambutannya megucapkan terima kasihnya atas kebersamaan yang sudah diberikan oleh Kementerian Pariwisata, karena telah menyempatkan diri untuk hadir dalam pembukaan FBK 2019.

“Kementerian Pariwisata selalu mendukung kita dalam event-event pariwisata yang digelar di Kepri, Alhamdulilah, dengan begitu, setiap kita melakukan event pariwisata, kunjungan Wisatawan di Kepri ini juga semakin meningkat, hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Isdianto, Selasa (5/11) sekitar pukul 20.30 Wib.

“Semoga dengan event-event yang terus kita dukung, dapat menjadi daya tarik bagi orang luar untuk masuk ke Daerah kita, yakin dan percaya bahwa Daerah Kepri ini kedepannya akan menjadi wilayah yang menarik untuk dikunjungi Wisatawan,” ungkapnya.

Dikatakan Isdianto, di Kepri banyak tempat wisata, didukung pula dengan Pantai yang harus dimanfaatkan dengan baik, selain itu banyak juga wisata religi dan wisata mangrove.

“Sekarang ini tergantung Pemerintah Daerah, bagaimana cara menggali destinasi tempat wisata baru yang ada di Provinsi Kepri, agar terus berkembang,” ucapnya.

“Kepada panitia, saya juga mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara ini, serta berkat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat yang membuat acara ini menjadi meriah, mari kita bersama-sama untuk memajukan Provinsi Kepri yang kita cintai ini,” tutur Isdianto.

Sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar

 

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan, pada tanggal 6 hingga tanggal 10 nantinya akan dilaksanakan berbagai perlombaan, dan pada penutupan acara FBK akan didatangkan Virzha sebagai bintang tamu dari dalam Negeri.

“Walaupun tahun depan FBK tidak masuk dalam kalender event, tapi tetap kita laksanakan, karena event ini sudah kita lakukan tiap Tahun berturut-turut, jadi sudah banyak dikenal oleh masyarakat Tanjungpinang”. tutup Buralimar. (MI).

Editor : Milla

Masuk Dalam Kalender Event Nasional, Pemprov Kepri Akan Mempercantik Pulau Penyengat

Kepri, GK.com – Pulau Penyengat yang digadang-gadangkan sebagai salah satu ikon wisata yang akan mengangkat Kepulauan Riau ke kancah Nasional, membuat Plt. Gubernur Kepri, H. Isdianto semangat untuk terus mempercantik Pulau yang memiliki Masjid bercat putih telur tersebut. Semangat Isdianto untuk memperindah Pulau itu diungkapkannnya melalui sambutan di acara Festival Bahari Kepri (FBK) Tahun 2019, Selasa (5/11) malam.

Berkenaan dengan hal itu pula, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar membenarkan dan mendukung perkataan Isdianto demi kemajuan Kepri. Ia mengatakan hal itu tidak hanya program dari pariwisata saja, melainkan program dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kepri.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar

 

“Iya benar, bahkan itu program semua OPD, lalu untuk Festival Pulau Penyengat yang sudah diadakan selama tiga Tahun berturut-turut, juga sudah masuk dalam kalender event Nasional,” ujar pak Bur (sapaan Kadispar Kepri, Buralimar).

“Tetapi masih ada kekurangan di Pulau Penyengat, yakni kurang A3 nya, yaitu Attraction, Amenites, Access. Amenitesnya mungkin masih kurang alat transportasi untuk wisata, Hotel ataupun Homestay, tapi disisi lain, Pulau Penyengat tentu memiliki banyak kelebihannya, misalnya atraksi budayanya, atraksi alam, dan masih banyak lagi, makanya Pulau itu harus dikembangkan,” tuturnya.

Selanjutnya, Buralimar berharap Pulau Penyangat ini nantinya akan menjadi ikon yang menarik bagi para Wisatawan dari dalam hingga luar Negara, tentunya juga bekerjasama dengan para OPD lainnya untuk mewujudkan hal baik tersebut.

“Seperti fasilitas yang ada, tidak hanya dari Dinas Pariwisata saja yang kembangkan, seperti jalan dan jembatan, itu Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengurus, pokoknya harus banyak pembenahan, lagipun di Pulau Penyengat juga banyak daya tariknya, seperti Masjid Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, Kuburan para Raja-Raja di masa lalu, serta lainnya” kata Pak Bur.

“Nanti Festival Pulau Penyengat ataupun Festival Indrasakti yang akan datang, akan kita tangani semuanya untuk lebih baik lagi”. pungkasnya. (MI).

Editor : Milla

Mempererat Silaturahmi, PT TMB Gelar Coffee Morning

Tanjungpinang, GK.com – Pembangunan proyek Gurindam XII yang berada di Tepi Laut Kota Tanjungpinang, nantinya akan menjadi salah satu aset baru  Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB). Hal tersebut dikatakan langsung oleh Direksi BUMD PT TMB saat Coffee Morning bersama belasan Jurnalis Tanjungpinang, Selasa (5/11) sekitar pukul 09.40 Wib, di Kedai Kopi Pinggir Laut.

“Kami sudah berbincang dengan Direktur BUMD Provinsi Kepri, ketika proyek Gurindam XII selesai, nantinya akan ada bangunan yang akan dibangun untuk masyarakat berjualan, bangunan tersebutlah yang nantinya akan menjadi aset kita walaupun akan ada sedikit negoisasi,” ujar Irwandi.

Dikesempatan itu, Irwandi menjelaskan terkait aset lama yang sampai saat ini belum diserahkan oleh BUMD Kabupaten Bintan, yakni PT Bintan Inti Sukses (BIS).

“Seperti didekat KFC ada 10 ruko, 10 ruko tersebut belum juga doserahkan kepada kita, padahal tempatnya strategis,” tambahnya.

Dikatakan Irwandi, hal itu merupakan bisnis antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan Pemerintah Kabupaten Bintan. Pihak PT TMB juga sudah meminta bantuan kepada Kabag Ekonomi agar bisa mefasilitasi kepada Pemkab Bintan.

“Karena sesuai Undang-Undang, harusnya aset itu harus diserahkan kepada BUMD Tanjungpinang, kami juga sudah mengajukan agar Pemko Tanjungpinang meminta kembalikan aset tersebut kepada Pemkab Bintan, kan sayang kalau aset itu bukan kita yang operasikan,” tutur Irwandi.

Sementara itu, Direktur Utama PT TMB, Fahmi mengatakan, jika Hotel Tanjungpinang dan Mutiara nantinya akan menjadi aset PT TMB.

“Setelah diserahkan, maka akan dikelola dengan baik dan akan dipercayakan kepada tenaga kerja yang profesional,” ujar Fahmi.

Selanjutnya Fahmi menjelaskan alasan mengapa pihaknya mengangkat tema “Ngopi Cantek”, hal itu atas kesengajaannya mengundang para Wartawan untuk berbicara santai, mempererat silahturahim dengan berbagai Media.

“Kita bersama disini untuk menyampaikan visi dan misi kita, yang tentunya tidak jauh dari visi dan misi Wali Kota, yakni memajukan Kota Tanjungpinang yang kita cintai ini”. pungkasnya. (MI).

editor : Febri