Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 883

Bertambah Lagi 3 Pasien Positif Covid- 19 di Kota Batam, Wali Kota Batam Yakini Sedang Terjadi Transmisi Lokal

Batam, GK.com – Pasien positif Covid-19 di Kota Batam kembali mengalami penambahan sebanyak 3 orang, yang mana Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meyakini bahwa kasus tersebut merupakan transmisi lokal pada cluster Kantor dimana para ASN tersebut bertugas.

Pasalnya, 3 orang warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif tersebut, merupakan 1 orang laki-laki berstatus ASN dan 2 orang perempuan berstatus ASN dan Guru di salah satu Sekolah Swasta.

“Sesuai dengan gambaran dari kasus-kasus sebelumnya dan hasil tracing yang telah dilakukan oleh Tim medis, dapat kami sampaikan bahwa saat ini Kota Batam semakin diyakini telah terjadi kasus transmisi lokal, dengan kasus terbanyak pada cluster Kantor dimana ASN tersebut bertugas,” ujar Muhammad Rudi, pada keterangan Persnya, Selasa (14/4).

“Hasil pemeriksaan sample swab yang diperoleh dari BTKL PP Batam, seorang laki-laki berusia 42 tahun, warga Kota Batam yang pertama terkonfirmasi positif beralamat di kawasan Batam Centre, memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta bersama rekan sekantornya, dan juga merupakan rekan satu kantor dengan kasus ke-7 dan ke-8,” papar Rudi.
Dijelaskan Rudi, sebelumnya pasien tersebut bersama rekan kerjanya yang lain melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) di salah satu Puskesmas dengan kesimpulan hasil Reaktif dan diedukasi oleh Tim Medis Puskesmas untuk melaksanakan Self Isolation atau karantina mandiri dirumahnya, karena kondisi tubuh masih sehat pada umumnya.

“Pada saat pasien tersebut kembali melakukan pemeriksaan sample swab yang diterima pada Senin lalu, dinyatakan bahwa hasil terkonfirmasi Pasien tersebut adalah Positif, sehingga ditetapkan sebagai kasus baru Nomor 13 Kota Batam berdasarkan hasil anamnesa, padahal pasien positif tersebut hanya mengeluh keadaan tenggorokannya terasa sedikit gatal yang diikuti dengan batuk ringan, namun keadaan umum fisiknya terlihat sehat dan stabil, sehingga kini pasien positif tersebut telah melakukan perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit rujukan RSBP Batam,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Rudi, seorang perempuan warga Kota Batam berusia 39 tahun yang merupakan seorang Guru di salah satu Sekolah Swasta di Kawasan Sukajadi Batam Centre, beralamatkan di kawasan Perumahan Kecamatan Sei Beduk, juga terkonfirmasi positif Covid-19, karena pernah kontak dekat dengan kasus terkonfirmasi positif ke- 4 yang merupakan rekan kerjanya sesama Guru di Sekolah yang sama.

“Sesuai dengan hasil tracing yang diperoleh melalui kasus positif ke- 4 ini, pada hari Rabu 8 April lalu, Tim medis di salah satu Puskesmas Kota Batam, melakukan RDT dengan kesimpulan hasil Reaktif dan dilanjutkan dengan edukasi untuk dapat melaksanakan Self Isolation atau karantina mandiri dirumahnya,” kata Rudi.

“Kemudian pada hari Jum’at, tanggal 10 April 2020, Tim BTKLPP melakukan pengambilan sample swab yang infonya baru diterima pada hari Senin malam, pada tanggal 12 April dengan hasil terkonfirmasi positif, sehingga selanjutnya ditetapkan sebagai kasus baru ke- 14 Kota Batam,” terang Rudi.

Disampaikan Rudi, sesuai dengan konfirmasi tersebut, yang bersangkutan telah menjalani isolasi rawat inap di Ruang Isolasi atau PIE RSBP Batam, guna penanganan lebih lanjut meskipun dengan kondisi stabil.

Selanjutnya, Rudi menjelaskan terkait terkonfirmasinya, pasien positif Covid-19 sebagai kasus ke- 15 yang merupakan seorang perempuan, warga Kota Batam berusia 33 tahun, berstatus ASN, yang beralamatkan di kawasan Batam Centre dan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota, namun pasien positif tersebut juga merupakan rekan satu kantor dengan kasus ke- 7, 8, dan 13.

“Sehubungan telah ditetapkannya terkonfirmasi positif rekan sekantornya itu, pasien bersama rekan sekerjanya yang lain melakukan pemeriksaan sample swab di salah satu Rumah Sakit Swasta di kawasan Batam Centre, kemudian didapatkan informasi bahwa atas nama pasien perempuan tersebut dengan hasil terkonfirmasi positif dan ditetapkan sebagai kasus baru ke-15 di Kota Batam berdasarkan hasil anamnesa dan langsung dilakukan perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit rujukan RSBP Batam guna mendapat penanganan medis,” tutur Rudi.

“Dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini, Tim kami masih terus bekerja secara optimal guna melakukan proses kontak tracing terhadap semua orang yang telah kontak dengan kasus sebelumnya, maupun kasus yang saat ini”. tutup Rudi. (Hms/Red).

Editor : Febri

Setara Tim Medis Yang Berada Pada Garda Terdepan, Insan Pers Juga Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Tanjungpinang, GK.com – kewaspadaan akan kondisi penyebaran Covid-19 yang kini sulit dibendung, membuat Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Provinsi Kepri, Zakmi yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Tanjungpinang dan Bintan meminta Insan Pers termasuk Wartawan agar terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas dalam pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat.

Zakmi mengapresiasi keseriuasan Pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah virus yang mematikan ini, menurut Zakmi, selain profesi tenaga Medis, Wartawan juga merupakan profesi yang berada di garis depan dalam memerangi penyebaran Covid-19, khususnya di sisi penyampaian informasi serta mengedukasi masyarakat.

Terkait dua Wartawan Tanjungpinang yang saat ini menyandang status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), menurut Zakmi hal itu bisa menjadi pembelajaran bagi Wartawan lain untuk selalu meningkatkan kehati-hatian dan menghindari wawancara tatap muka serta komitmen untuk tidak menghadiri undangan jumpa Pers.

“Ada banyak cara menggali data dan informasi, apalagi teknologi saat ini sudah semakin membaik, hingga dari penggalian data dan informasi, lalu verifikasi informasi serta konfirmasi bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi berbasis internet dan jaringan, jadi selalu hindari desak-desakan dalam mengejar informasi,” kata Zakmi, Selasa (14/4).

Disampaikan Zakmi, PWI Tanjungpinang-Bintan kini sedang mengupayakan pengajuan bantuan ke Pemerintah, karena industri Pers juga terdampak dari pandemi ini. Sebagian besar Wartawan banyak yang belum menerima gaji selama dua bulan. Bahkan, banyak yang lebih dari itu, karena kondisi keuangan Media sekarang sedang terpuruk, sementara keberadaan Media kini semakin dibutuhkan dalam menjalankan fungsinya sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Apapun kondisinya, Wartawan harus tetap semangat dan juga meningkatkan kewaspadaan serta kehati-hatian, keberadaan Wartawan sangat dibutuhkan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat banyak, serta mengawal jalannya pembangunan dan sebagai sarana informasi positif dan hiburan,” kata Zakmi.

Menurut Zakmi dari rapat via Video Conference Kominfo dengan para Pemred, Dewan Pers dan KPI pada Jumat (3/4) lalu, disepakati perlu ada usualan kepada Pemerintah untuk memberi stimulus pada Perusahaan Pers, memasukkan Wartawan dalam kelompok masyarakat yang mendapat fasilitas Jaringan Pengaman Sosial, khususnya Wartawan profesional yang telah tersertifikasi.

“Dalam poin ke tiga hasil rapat itu, Dewan Pers dan Kemenkominfo juga mendorong Pemerintah Daerah untuk dapat berkontribusi dalam perlindungan kerja Wartawan melalui bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi Wartawan yang bertugas, khususnya yang meliput Covid-19 dan event terkait,” tutur Zakmi.

Media kini sudah menjadi rumah penjernih informasi bagi publik, informasi Media tidak selalu selaras dengan informasi resmi Pemerintah, karenanya diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan.

Zakmi menyampaikan, dalam rapat itu juga terungkap Media Massa telah menunjukkan peran aktifnya dalam membantu memerangi Covid-19 dan akan terus melanjutkan partisipasi sampai Indonesia terbebas dari Covid-19.

“Untuk rekan-rekan, mari tetap semangat dan tingkatkan kewaspadaan serta memakai APD saat menjalani tugas kewartawanan”. ucap Zakmi.

Menurut Zakmi, Covid-19 di Kepri sudah menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, dari data Gugus Tugas Provinsi Kepri, sudah 29 orang yang positif Covid-19, yang mana angka tersebut hanya dari hasil lab Polymerase Chain Reaction (PCR), sedangkan dari pemeriksaan cepat menggunakan rapid test, di Kepri telah ada 72 orang yang reaktif atau menunjuk ke arah positif.

“Untuk itu, marilah para Wartawan dan Perusahaan Media Siber di Kepri untuk terus mengedukasi masyarakat dan membantu Pemerintah akan pentingnya mengikuti arahan dan imbauan yang dikeluarkan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19. (Red/Hms).

Editor : Febri

Rambu Lalu Lintas Tersambar Petir, Teguh : Alatnya Sedang Dipesan di Jakarta

Tanjungpinang, GK.com – Rambu-rambu Lalu Lintas merupakan pedoman arah yang harus dipatuhi saat berada di jalanan. Maka dari itu, tentunya harus ada penanganan sesegera mungkin apabila rambu Lalu Lintas mengalami masalah.

Seperti yang terjadi pada sebuah rambu Lalu Lintas yang berada di Pamedan, Kota Tanjungpinang, saat ini sedang mengalami kerusakan akibat tersambar petir pada hari Minggu (12/4) lalu.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Bidang Lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto saat dimintai keterangan terkait tindakan yang semestinya dilakukan, kepada Media ini mengatakan bahwa, saat ini Ia telah memberikan himbauan kepada para pengendara yang melintas agar berhati-hati.

“Demi kelancaran lalu lintas, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang juga telah melakukan rekayasa penutupan arus dan flashing lampu kuning, dengan tujuan agar pengendara mengurangi kecepatan kendaraannya pada area tersebut”. ucap Teguh Susanto saat dijumpai Awak Media ini di Kantornya, Selasa (14/4) sekitar pukul 11.30 Wib.

Disampaikan Teguh, saat ini pihak Dishub sedang menungggu alat yang dipesan dari Kantor Pusat, Jakarta, guna memperbaiki rambu Lalu Lintas yang sedang bermasalah tersebut. (RD).

Editor : Febri

Hasil Rapid Tes 18 Orang Yang Kontak Langsung Dengan Wako Tanjungpinang Negatif, 9 Diantaranya Menunggu Hasil Swab

Tanjungpinang, GK.com – Mengingat kondisi Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd yang saat ini sedang menjalani perawatan akibat terinfeksi Covid-19, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa yang terbaik buat Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul.

“Mari kita mendoakan kesembuhan Bapak Wali Kota yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” tulisnya melalui pesan WhatsApp kepada jajarannya, Senin (13/4).

Meskipun keadaan sedang tidak baik, Rahma meminta jajarannya untuk tetap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, Ia percaya gugus tugas dan OPD terkait dapat bekerja maksimal serta terus berikhtiar untuk menangani Covid-19 di Kota Tanjungpinang.

“Mari kita memberi semangat kepada seluruh warga Kota Tanjungpinang untuk bergandeng tangan memerangi wabah ini.bersama jajaran Pemko Tanjungpinang, dan ayo jaga kekuarga kita,” pintanya.

Ajakan yang sama juga dilantunkan oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Teguh Ahmad Syafari, M.Si yang meminta masyarakat Kota Tanjungpinang untuk mendoakan Wali Kota Tanjungpinang yang saat ini sedang di rawat di RSUP Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang.

“Kita harapkan warga Tanjungpinang bisa turut mendoakan Bapak Wali Kota agar segera disembuhkan dan kuat dalam melawan penyakitnya,” kata Teguh.

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyatakan hasil tes PCR yang telah diterima pada Minggu (12/4) malam, menyatakan Wali Kota Tanjungpinang positif Covid-19.

“Iya, kondisi beliau saat ini relatif stabil dan sedang dalam perawatan di RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, beliau memiliki riwayat perjalanan ke Kota Padang”. kata Tjetjep.

Disampaikan Tjetjep, seluruh orang yang pernah kontak erat dengan Syahrul ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Mereka juga telah dilakukan pemeriksaan rapid test maupun pengambilan sampel swab.

Senada dengan itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tanjungpinang, Rustam mengatakan, telah melakukan antisipasi penyebaran dengan melakukan rapid test terhadap 18 orang dan hasilnya dinyatakan negatif, sedangkan 9 orang yang juga melakukan kontak dekat dengan Wali Kota telah diambil sampel swab dan hasilnya akan diketahui beberapa hari kedepan. (Red/Hms).

Editor : Febri

Laka Lantas Sepeda Motor Dan Dump Truck Simpang Empat PT. Pacific

Karimun, GK.com – Kecelakaan antar sepeda motor dan Dump Truck terjadi di simpang empat pos 4 PT Pacific Granitama, Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Senin (13/4) sekitar pukul 13.00 Wib.

Menurut Saksi, Hazmi yang berada ditempat kejadian mengatakan, sebelumnya telah ada isyarat yang diberikan kepada Supir Truck agar melintas lebih dulu, namun sebuah Sepeda Motor ikut melintas, sehingga terjadi tabrakan pada bagian belakang Sepeda Motor dengan Dump Truck.

“Awalnya pengendara Sepeda Motor berbocengan datang dari arah PT Saipem menuju arah PT Mos, tepat di jalan simpang empat Pos 4 PT. Pacific, mereka sempat diberhentikan oleh Petugas yang mengatur lalu lintas, namun datang kendaraan Dump Truck yang dari arah PT. Pacific menuju JT. PT Pacific,” terang Saksi, Hazmi.

Atas kejadian tersebut, Kasatlantas Polres Karimun, AKP Teuku Fazrial Kenned, turun langsung untuk melihat peristiwa tersebut.

“Kedua pengendara Sepeda Motor mengalami luka lecet, sementara pengendara Dump Truck mengalami luka lebam sehingga harus dibawa ke RSUD Muhammad Sani”. ujarnya.

Adapun pengendara Sepeda Motor Honda Beat putih bernama Yanti dan Ratnasari, sementara pengemudi Dump Truck bernama Sabri. (MR).

Editor : Febri

Jangan khawatir, Jenazah Covid-19 Tidak Menularkan Virus

Tanjungpinang, GK.com – Meluasnya kekhawatiran di masyarakat akan penyebaran Virus Corona tampaknya tidak diikuti dengan ilmu yang mendukung, pasalnya masih ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa jenazah Covid-19 masih dapat menyebarkan Virus Corona.

Kepala Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUP Raja Ahmad Tabib, dr. H. Indra Faisal, SpF., M.H menjelaskan, apabila ada Pasien Dalam Pengawasan maupun Pasien yang diisolasi meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan terkonfirmasi sebagai jenazah infeksius, maka Tim Forensik akan membawa Pasien tersebut ke Ruang Jenazah dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, serta menggunakan brankar jenazah dalam keadaan tertutup rapat.

“Hal ini merupakan proses penanganan yang dilakukan oleh Tim Forensik terhadap jenazah infeksius di Ruang Jenazah RSUD RAT,” terangnya.

Dikatakan Faisal, hal tersebut dilakukan untuk melindungi diri pribadi, keluarga Pasien maupun masyarakat banyak.

“Karena apapun ceritanya, tugas kami adalah melayani dan melaksanakan penanganan Jenazah secara layak sesuai syariat dan agama yang dianut Jenazah,” ucap Indra Faisal.

Lanjut Faisal, dalam penatalaksanaan Pasien yang telah meninggal dunia dan terkonfirmasi infeksius tersebut, nantinya akan dimasukkan ke dalam peti dengan kondisi tertutup rapat, supaya tidak ada celah yang mungkin dapat menyebabkan penyebaran faktor infeksi keluar dari tubuh Jenazah.

Tim Forensik juga melakukan proses memandian jenazah yang sebelumnya telah dilakukan tindakan disinfektan terhadap jenazah tersebut, yang mana hal ini berguna untuk menjaga agar keadaan disekitar tetap aman dan tidak memunculkan keresahan bagi masyarakat sekitar.

Usai proses memandikan, Tim Forensik juga akan mengkafankan Jenazah yang muslim dengan sistem disinfektan lapis demi lapis juga menggunakan plastik, agar Jenazah tetap layak dan masyarakat juga tidak merasa ketakutan.

“Kemudian jenazah kita masukkan ke dalam peti dan dibungkus lagi dengan plastik, ataupun terpal, lalu Tim Forensik akan memanggil keluarga untuk menyolatkannya di ruang Shalat instalasi forensik, atau kalaupun tidak ada keluarga, Tim Forensik yang akan tetap menyolatkannya.

Dijelaskan Faisal, demi kelancaraan semua prosesi tersebut, Tim Forensik akan meminta keluarga jenazah maupun masyarakat untuk mengikuti aturan yang diberikan, dengan cara tidak mendekat disaat Tim Forensik sedang proses pemakaman.

Setelah proses pemakaman selesai, lanjut Faisal menerangkan, Tim Forensik akan mempersilakan keluarga atau masyarakat untuk berdoa pada pemakaman Jenazah.

“Tim Forensik hanya menolong dan melakukan Fardhu Kifayah/pemandian terhadap jenazah, dimana hal tersebut juga merupakan kewajiban Tim Forensik sebagai tim penanganan jenazah, jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap jenazah tersebut,” jelasnya.

Nantinya semua Tim Forensik akan melakukan disinfektan terhadap mobil Ambulance, Ruangan dan diri sendiri, untuk menjaga keadaan agar tetap baik.

“Kami juga punya keluarga, kami berharap doa yang terbaik dari masyarakat, supaya kami tetap bisa menolong orang-orang yang memang membutuhkan kami,” harap Indra Faisal.

“Insya Allah apabila jenazah sudah di kemas dengan baik, tidak ada lagi faktor infeksius yang dapat menyebar ke diri kita, terlebih lagi jika pasien telah kami makamkan dengan layak, karena setiap jenazah yang kita rawat di kamar Jenazah, Insya Allah sudah safety buat kita semua,” ucapnya.

Pada saat itu, Indra Faisal juga mengajak kepada semua masyarakat untuk sama-sama berdoa, supaya pandemi yang sedang terjadi di Negara ini, khususnya di Provinsi Kepri segera berlalu dan tidak ada diskriminasi di tengah masyarakat, tetap jaga kesehatan, kebersihan, menghindari kerumunan dan berada di rumah, jika memang harus keluar, gunakan masker dan jaga jarak.

“Semoga kita dapat menjalankan ibadah bulan suci Ramadan di tahun ini dan berkumpul bersama teman, saudara, keluarga dengan bahagia. Aamiin”. tutupnya. (RD).

Editor : Febri