Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Jangan khawatir, Jenazah Covid-19 Tidak Menularkan Virus

Jangan khawatir, Jenazah Covid-19 Tidak Menularkan Virus

123
0

Tanjungpinang, GK.com – Meluasnya kekhawatiran di masyarakat akan penyebaran Virus Corona tampaknya tidak diikuti dengan ilmu yang mendukung, pasalnya masih ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa jenazah Covid-19 masih dapat menyebarkan Virus Corona.

Kepala Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUP Raja Ahmad Tabib, dr. H. Indra Faisal, SpF., M.H menjelaskan, apabila ada Pasien Dalam Pengawasan maupun Pasien yang diisolasi meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan terkonfirmasi sebagai jenazah infeksius, maka Tim Forensik akan membawa Pasien tersebut ke Ruang Jenazah dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, serta menggunakan brankar jenazah dalam keadaan tertutup rapat.

“Hal ini merupakan proses penanganan yang dilakukan oleh Tim Forensik terhadap jenazah infeksius di Ruang Jenazah RSUD RAT,” terangnya.

Dikatakan Faisal, hal tersebut dilakukan untuk melindungi diri pribadi, keluarga Pasien maupun masyarakat banyak.

“Karena apapun ceritanya, tugas kami adalah melayani dan melaksanakan penanganan Jenazah secara layak sesuai syariat dan agama yang dianut Jenazah,” ucap Indra Faisal.

Lanjut Faisal, dalam penatalaksanaan Pasien yang telah meninggal dunia dan terkonfirmasi infeksius tersebut, nantinya akan dimasukkan ke dalam peti dengan kondisi tertutup rapat, supaya tidak ada celah yang mungkin dapat menyebabkan penyebaran faktor infeksi keluar dari tubuh Jenazah.

Tim Forensik juga melakukan proses memandian jenazah yang sebelumnya telah dilakukan tindakan disinfektan terhadap jenazah tersebut, yang mana hal ini berguna untuk menjaga agar keadaan disekitar tetap aman dan tidak memunculkan keresahan bagi masyarakat sekitar.

Usai proses memandikan, Tim Forensik juga akan mengkafankan Jenazah yang muslim dengan sistem disinfektan lapis demi lapis juga menggunakan plastik, agar Jenazah tetap layak dan masyarakat juga tidak merasa ketakutan.

“Kemudian jenazah kita masukkan ke dalam peti dan dibungkus lagi dengan plastik, ataupun terpal, lalu Tim Forensik akan memanggil keluarga untuk menyolatkannya di ruang Shalat instalasi forensik, atau kalaupun tidak ada keluarga, Tim Forensik yang akan tetap menyolatkannya.

Dijelaskan Faisal, demi kelancaraan semua prosesi tersebut, Tim Forensik akan meminta keluarga jenazah maupun masyarakat untuk mengikuti aturan yang diberikan, dengan cara tidak mendekat disaat Tim Forensik sedang proses pemakaman.

Setelah proses pemakaman selesai, lanjut Faisal menerangkan, Tim Forensik akan mempersilakan keluarga atau masyarakat untuk berdoa pada pemakaman Jenazah.

“Tim Forensik hanya menolong dan melakukan Fardhu Kifayah/pemandian terhadap jenazah, dimana hal tersebut juga merupakan kewajiban Tim Forensik sebagai tim penanganan jenazah, jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap jenazah tersebut,” jelasnya.

Nantinya semua Tim Forensik akan melakukan disinfektan terhadap mobil Ambulance, Ruangan dan diri sendiri, untuk menjaga keadaan agar tetap baik.

“Kami juga punya keluarga, kami berharap doa yang terbaik dari masyarakat, supaya kami tetap bisa menolong orang-orang yang memang membutuhkan kami,” harap Indra Faisal.

“Insya Allah apabila jenazah sudah di kemas dengan baik, tidak ada lagi faktor infeksius yang dapat menyebar ke diri kita, terlebih lagi jika pasien telah kami makamkan dengan layak, karena setiap jenazah yang kita rawat di kamar Jenazah, Insya Allah sudah safety buat kita semua,” ucapnya.

Pada saat itu, Indra Faisal juga mengajak kepada semua masyarakat untuk sama-sama berdoa, supaya pandemi yang sedang terjadi di Negara ini, khususnya di Provinsi Kepri segera berlalu dan tidak ada diskriminasi di tengah masyarakat, tetap jaga kesehatan, kebersihan, menghindari kerumunan dan berada di rumah, jika memang harus keluar, gunakan masker dan jaga jarak.

“Semoga kita dapat menjalankan ibadah bulan suci Ramadan di tahun ini dan berkumpul bersama teman, saudara, keluarga dengan bahagia. Aamiin”. tutupnya. (RD).

Editor : Febri