Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 866

Pendaftaraan PPDB Tahun 2020 Dilaksanakan Secara Online di Kabupaten Karimun

Karimun, GK.com – Himbauan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah setempat untuk menerapkan Social Distancing dan Physical Distancing dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19, membuat sebagian masyarakat kebingungan dan kesulitan untuk melakukan aktivitas.

Salah satu kesulitan yang terjadi, yakni pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020, yang biasanya dilaksanakan langsung di setiap Sekolah tujuan, kini membuat masyarakat kebingungan dengan sistem pendaftaran yang seketika berubah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakrie Hasyim mengatakan, PPDB tahun 2020 ini akan dilaksanakan secara online, hal ini tentunya untuk menghindari kerumunan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun.

“Nantinya, kita akan mensosialisasikan PPDB secara Online setelah lebaran Idul Fitri, namun untuk mekanisme teknis pelaksanaannya, akan kita konfirmasikan lagi,” ucap Bakrie saat dihubungi Media ini melalui via whatsapp, Selasa (5/5) sekitar pukul 17.38 Wib.

Disampaikan Bakrie, pihaknya sudah bekerjasama dengan Telkom di Batam, untuk mengumumkan PPDB tingkat SD dan SMP pada bulan Juni mendatang.

“Kita harapkan semoga semuanya berjalan dengan lancar”. tutupnya. (KR).

Editor : Febri

Peresmian Makogabwilhan Dihadiri Sederet FKPD Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono, S.E., M.M., meresmikan Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahahan (Makogabwilhan) I yang bertempat di Jalan MT.Haryono Km 3,5 Tanjungpinang, Senin (4/5) sore.

Melalui Video Conference (VC), Yudo Margono mengatakan, “renovasi dan peresmian kantor Makogbwilhan I Tanjungpinang dan rumah jabatan ini terwujud karena ada partisipasi serta dukungan dari seluruh unsur, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu,” tuturnya.

“Meskipun baru terbentuk pada akhir tahun 2019, namun kita sudah dihadapkan dengan berbagai tugas Operasi Milter maupun Operasi Bantuan Kemanusian,” kata Yudo.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepulauan Riau, H. Isdianto, S. Sos, M.M dalam kesempatan yang sama berharap, dengan beroperasinya Kogabwilhan I akan lebih mengukuhkan eksistensi sebagai pelaksana operasional Panglima TNI dalam menghadapi kapasitas utama Negara kedepan.

“Kita cukup berbangga adanya Kogabwilhan, karena akan lebih memberikan nuansa baru bagi Provinsi Kepri dengan pertumbuhan ekonomi yang akan lebih baik, karena tingkat kepercayaan kepada masyarakat baik itu investor dan sebagainya, akan lebih percaya dan terjamin keamanannya, sehinggga mereka tidak akan ragu-ragu untuk berinvestasi ke Provinsi Kepri,” harap Isdianto.

Pada kesempatan itu, Plt Gubernur Provinsi Kepri juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI yang telah mempercayakan Provinsi Kepri dengan adanya satuan baru, yaitu Kogabwilhan I.

“Terima kasih juga kepada Panglima TNI yang secara sungguh-sungguh dengan terbukti secara langsung meninjau lokasi yang akan dibangun kantor Kogawilhan I”. pungkasnya.

Turut hadir, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., Kas Kogawilhan I Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M., Danrem 033/WP Kolonel Inf Harnoto, S.Sos., Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Plt Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP., Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H., M.Si., Dandim 0315/BTN Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuysa dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal. (Mis).

Editor : Febri

1 Orang Penambahan Pasien Positif Covid-19 Kota Batam Meninggal Dunia

Batam, GK.com – Seorang laki-laki berinisial DD (57) yang beralamat di kawasan perumahan Bengkong Kelurahan Sadai Kota Batam yang merupakan pasien kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 35 di Batam, menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (2/5) lalu.

Meskipun baru dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (5/5), namun pemakaman pasien tersebut tetap dilaksanakan secara Protokol Kesehatan Covid-19.

Sebelumnya, pada hari Jum’at (1/5) pasien tersebut masuk ke IGD RS swasta kawasan Batam Centre, karena mengalami keluhan demam yang naik turun, batuk kering, lidah terasa pahit dan sesak nafas.

Pasien tersebut mengatakan bahwa, sebelumnya dia pernah dirawat disalah satu Rumah Sakit dikawasan Lubuk Baja pada tanggal 28 April 2020 dengan keluhan yang sama dan dirawat selaku Pasien Dalam Pantauan (PDP).

Setelah melakukan pemeriksaan RDT dengan kesimpulan “Non Reaktif” kondisi pasien terasa membaik yang kemudian pada tanggal 30 April 2020 pasien meminta untuk pulang kerumahnya untuk melakukan karantina mandiri atas permintaan nya sendiri.

Berdasarkan hasil amnanesa yang dilakukan di IGD Rumah Sakit ini, dengan melihat kondisinya kemudian pasien tersebut dilakukan perawatan di ruang isolasi dan melakukan pemeriksaan Diagnostic Rontgen Thorak yang hasilnya dinyatakan Pneumonia, Kongestif Pulmonum dan Cardiomegaly, lalu pasien dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan.

Selama dalam perawatan, kondisi pasien semakin meburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia hari Sabtu 02 Mei 2020 sekitar pukul 03.10 Wib.

Untuk diketahui bahwa, pasien ini sebelum masuk Rumah Sakit masih beraktifitas menyerahkan sembako dan melaksanakan shalat tarawih berjama’ah di Masjid “A-F” didekat rumahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, saat ini tim survelans sedang melakukan proses contact tracing terhadap semua orang yang diduga berkontak langsung dengan yang bersangkutan, terutama disekitar tempat tinggal dan lokasi aktifitas yang bersangkutan.

kepada seluruh masyarakat Kota Batam, untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah, menjaga jarak, mencuci tangan dan tetap berada dirumah, jika terpaksa harus keluar rumah gunakanlah masker, kemudian makan-makanan yang seimbang disertai dengan berolah raga secara teratur dan istirahat yang cukup. (Hms/RD).

Editor : Febri

Camat Lubukbaja Turun Langsung Tangani Warganya yang Sakit Untuk di Rujuk ke Puskesmas

Camat Lubukbaja, Novi Harmadyastuti saat menyerahkan bantuan sembako ke warga di Kecamatan Lubuk Baja

Batam, GK.com – Mendapatkan laporan dari salah satu warga yang menyebutkan bahwa ada keluarga kurang mampu tinggal di Tanjunguma sedang sakit, Camat Lubukbaja, Novi Harmadyastuti langsung memperintahkan jajarannya untuk mengevakuasi dan merujuk warganya tersebut ke Puskesmas.

“Pagi ini pihak Kelurahan akan mengantar yang bersangkutan ke Puskesmas,” kata Novi, Selasa (5/5).

Novi juga meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial, yang menyebutkan bahwa keluarga tersebut tidak mendapatkan bantuan sembako dampak Corona Virus Disease (Covid-19) dari Pemko Batam, karena tidak memiliki KTP Kota Batam, menurutnya kabar tesebut tidak benar.

Rusli saat sedang dirujuk ke Puskesmas

Begitu mendapatkan laporan pihaknya mengaku langsung melakukan pengecekan data penerima bantuan sembako Pemko Batam sesuai identitas KTP dan KK, warga tersebut diketahui bernama Rusli yang tinggal bersama istrinya di Kampung Nelayan Tanjunguma.

“Yang bersangkutan memang tidak memiliki KTP Batam, tetapi masuk dalam daftar sebagai penerima bantuan paket sembako dari Pemko Batam,” katanya.

Dijelaskan Novi, pada pembagian sembako tahap pertama, keluarga tersebut sudah terdaftar dan menerima bantuan paket sembako dari Pemko Batam karena dampak Covid-19. Kemudian saat ini juga sudah masuk data sebagai penerima sembako tahap selanjutnya yang akan di SK kan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

“Kami sudah menelusuri ke Lurah setempat, yang bersangkutan sudah masuk datanya sebagai penerima bantuan sembako dari Pemerintah, sedangkan terkait kondisi kesehatannya, hari ini juga akan langsung kita rujuk ke Puskesmas, mudah-mudahan bisa segera sembuh,” ucapnya.

Keadaan saat mengantar Rusli ke Puskesmas

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Lubukbaja yang bergerak cepat untuk merespon setiap laporan dari warga. Sebagaimana laporan yang diterimanya bahwa, keluarga tersebut memang sudah masuk dalam data penerima bantuan sembako dari Pemko Batam.

“Sempat ada informasi kalau Pak Rusli ini tidak menerima bantuan karena KTP nya bukan Batam, jadi kami luruskan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena data di Kecamatan yang bersangkutan masuk dalam penerima bantuan,” tutur Amsakar.

Atas nama Pemerintah Kota Batam, Amsakar Achmad mengimbau kepada masyarakat dan juga perangkat RT/RW untuk memperhatikan tetangga dan warga sekitarnya, jika memang dinilai tidak mampu dan belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah agar bisa berkoordinasi dengan Lurah dan Camat, agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Intinya kami harapkan masyarakat, RT/RW saling menjaga dan memperhatikan lingkungan sekitarnya, segera laporkan ke Lurah dan Camat jika ada permasalahan,” katanya. (Red/Hms).

Editor : Febri

Ciptakan Kerumunan Saat Pembagian Sembako Murah, Plt Wali Kota Tegur Panitia Pelaksana

Tanjungpinang, GK.com – Sembako murah yang didistribusikan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, menuai banyak problematika dari adanya ketidaksesuaian harga, hingga pelaksanaan pembagian yang terkesan tidak ada penerapan physical distancing ditengah wabah Covid-19.

Berkenaan dengan itu, Plt Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP menyampaikan kekesalannya atas sistem distribusi yang dilakukan pihak pelaksana, dengan tegas Ia menegur Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang beserta tim distribusi sembako tersebut.

“Saya memberikan teguran keras kepada OPD pelaksana kegiatan tersebut, karena melanggar protokol kesehatan dengan tidak menerapkan social distancing pada masa pandemik Covid-19 ini, saya meminta agar hal seperti ini tidak terulang lagi, dan teknis pembagiannya diubah dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ucap Rahma.

Dijelaskan Rahma, sebelumnya Pemko Tanjungpinang sudah mendistribusikan sembako gratis untuk masyarakat melalui Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, yang berjalan baik tanpa menciptakan kerumunan.

Baca Juga :

Pemko Gelar Sembako Murah per Paket Hanya Rp 60.000,-

“Mestinya pola itu bisa di terapkan pada distribusi sembako murah Disdagin dengan mengatur sistem distribusi yang baik,” tegasnya.

Rahma menyebutkan bahwa, akan melakukan evaluasi atas program tersebut, untuk tidak terjadi lagi di kesempatan berikutnya. Ia menyarankan untuk melakukan pembagian sembako murah itu dari rumah ke rumah yang diantar oleh petugas dari Kelurahan atau memberdayakan RT dan RW.

“Bila perlu sembako itu bisa diantara door to door ke rumah warga yang ingin membeli sembako murah tersebut, tentunya dengan memberdayakan Kelurahan, RT dan RW, saya rasa cara itu lebih efektif dan tepat sasaran”. pungkasnya dalam Press Release, Senin (4/5). (Hms/Red).

Editor : Febri

Sebelumnya 16 Orang Sembuh, Hari Ini Tambah 9 Lagi Telah Sembuh Covid-19 di Batam

Batam, GK.com – Hari ini, Senin (4/5) Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali merilis perkembangan terkini pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Kota Batam.

Dalam Press Release tersebut dijelaskan bahwa, Kota Batam menuju trend Positif Covid-19, seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi positif yang sembuh. Kali ini 9 orang pasien Covid-19 telah sembuh yang mana kesemuanya merupakan Crew KM Kelud yang dirawat di RS Covid-19 Galang.

“Perlu disampaikan bahwa, kasus tersebut bukan kasus yang tercatat terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, mengingat mereka bukan warga dan tidak berdomisili di Kota Batam,” terang Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi.

Baca Juga : 

Tambah Satu Orang Lagi Anggota Polri Dan 15 ABK Pelni yang Dinyatakan Sembuh Dari Covid – 19

Adapun 9 orang yang telah dinyatakan negatif Covid-19 tersebut, semuanya adalah laki-laki yang berusia antara 26 hingga 53 tahun.

“Dengan demikian berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium swab yang disampaikan oleh Laboratorium BTKLPP Batam tersebut, maka oleh Tim Medis yang menanganinya dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit”. tutupnya.

Saat ini kondisi yang bersangkutan semua dalam keadaan sehat dan stabil serta dalam persiapan untuk kembali ke tempat tinggalnya guna melaksanakan self isolatian/karantina mandiri dirumahnya selama 14 hari. (Hms/Red).

Editor : Febri