Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 85

Biaya Kuliah Terjangkau, Ayo Bergabung di UNIBA Batam

Staf penerimaan mahasiswa baru, Dewi Agustina. (Foto GK/Kafyan)

Batam, GK.com — Berbagai kemudahan diberikan oleh Universitas Batam (UNIBA) mulai dari proses pendaftaran hingga pembiayaan kuliah yang lebih ramah bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi.

Kepada gerbangkepri.com, Dewi Agustina, S.Tr.A.B., M.M., yang merupakan salah satu staf penerimaan mahasiswa baru di Universitas tersebut menjelaskan, saat ini UNIBA belum membuka beasiswa internal. Namun demikian, mahasiswa tetap dapat mengakses beberapa jenis beasiswa yang tersedia melalui Pemerintah bagaimana agar bisa mendapatkan bantuan beasiswa.

“Tentunya harus mengikuti persyaratan yang berlaku. Meski belum memiliki beasiswa mandiri, UNIBA memberikan bentuk keringanan lain yang sangat membantu, khususnya bagi calon mahasiswa dengan keterbatasan finansial. Dukungan tersebut meliputi keringanan pembayaran sumbangan wajib maupun SPP, termasuk pemberlakuan sistem pembayaran secara cicilan. Ini menjadi salah satu cara agar mereka tetap bisa mengejar pendidikan tanpa terbebani biaya besar di awal,” papar Dewi, Jumat (21/11/2025).

UNIBA memastikan bahwa proses pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan dengan sangat mudah. Calon mahasiswa dapat mendaftar menggunakan nilai rapor dari semester 1 hingga 5, tanpa perlu menunggu lulus sekolah.

“Cukup membawa nilai rapor, siswa sudah bisa melakukan pendaftaran. Mereka bisa datang langsung ke kampus atau menghubungi kontak resmi bagian PMB untuk mendapatkan panduan lebih lanjut,” ujarnya di Ruang Pelayanan Universitas Batam, Pukul 15.00 WIB.

“Kuliah di Universitas Batam tetap bisa dijangkau. SPP dapat dicicil setiap bulan, dan tidak ada biaya sumbangan wajib yang memberatkan. Silakan datang ke Uniba untuk berkonsultasi, tim PMB akan membantu sepenuhnya”. pesan Dewi.

Dengan berbagai kemudahan yang diberikan, UNIBA berharap agar semakin banyak calon mahasiswa di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya bisa bergabung di kampus tersebut. (DS)

Kemenag Batam Gelar Senam Sehat Dan Cek Kesehatan Meriahkan Peringatan DWP 2025

Kemenag Batam saat gelar Senam Sehat dan cek kesehatan meriahkan peringatan DWP 2025. (Foto GK/Kafyan)

Batam, GK.com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menggelar kegiatan Senam Sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Kemenag Batam ini diikuti oleh seluruh unsur satuan kerja, mulai dari Madrasah, pegawai KUA (Kantor Urusan Agama), ASN (Aparatur Sipil Negara), hingga para pensiunan.

Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Batam, Residin Efendi Pasaribu mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan serta meningkatkan kebugaran pegawai.

“Senam sehat ini bagian dari rangkaian peringatan DWP, dan seluruh unsur di bawah Kemenag turut memeriahkannya,” ujarnya Kamis (20/11/2025).

Seperti diketahui, Senam Sehat merupakan agenda bulanan Kemenag Batam, namun pada tahun ini dilaksanakan dengan skala lebih besar. Peserta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Sekupang, meliputi pengecekan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah. Antusiasme peserta juga tampak tinggi sejak pagi.

“Pihak Kemenag menegaskan seluruh Madrasah dan KUA sudah terlibat langsung karena kegiatan dipusatkan di Kantor dan diikuti seluruh satuan kerja”. jelasnya di Ruang Kerjanya, Pukul 11.00 WIB.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum positif dalam meningkatkan kesehatan, sekaligus memperkuat kebersamaan keluarga besar Kemenag Batam menjelang puncak peringatan DWP yang jatuh pada 7 Desember 2024. (DS)

“Pelindo Mengajar” Memberikan Kesempatan Siswa Untuk Mengenal Dunia Kepelabuhanan

Pelindo Cabang Tanjungpinang saat berkunjung ke MTs Negeri Bintan Kijang. (Poto Pelindo Tanjungpinang)

Tanjungpinang, GK.com – Di balik bangku dan buku pelajaran, tersimpan potensi besar para siswa MTs Negeri Bintan Kijang. Melalui program Pelindo Mengajar, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenal dunia kepelabuhanan, menjelajahi peluang di sektor maritim, serta merasakan pengalaman belajar yang inspiratif. Dari dalam kelas, para siswa didorong untuk mengeksplorasi kemampuan, menumbuhkan minat, dan menatap masa depan dengan semangat baru.

Tidak hanya berkonsentrasi pada kegiatan sosial seperti penyaluran santunan, Pelindo juga aktif memberikan pembelajaran langsung kepada pelajar sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing.

Humas Pelindo Tanjungpinang, Riel Fulltimer Harianja menjelaskan kegiatan “Pelindo Mengajar” kembali digelar di MTs Negeri Bintan Kijang karena program ini selalu dinantikan para siswa.

“Menurut mereka, kegiatan ini banyak memberikan wawasan yang lebih nyata tentang dunia kepelabuhanan. Kami tidak hanya ingin berbagi melalui santunan, tetapi juga ingin berkontribusi pada pendidikan. Melalui Pelindo Mengajar, kami memberikan pemahaman dasar tentang kepelabuhanan, peran strategis pelabuhan bagi perekonomian masyarakat, serta pentingnya membentuk generasi yang kuat dan siap menghadapi masa depan Indonesia,” terang Riel melalui pesan WhatsApp pada Kamis (20/11/2025) pukul 19.27 WIB.

Kegiatan belajar interaktif ini berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Alya, salah satu siswi berprestasi MTs Negeri Bintan Kijang mengaku mendapat banyak wawasan baru.

“Acara Pelindo Mengajar ini sangat positif dan bermanfaat bagi kami,” tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala MTs Negeri Bintan Kijang, Meiyana Ayu. Ia merasa kehadiran Pelindo memberikan pengalaman berbeda bagi siswanya.

“Pelindo Mengajar ini sangat luar biasa karena bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi anak-anak kami. Program ini layak diteruskan. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Pelindo dan perusahaan semakin maju”. ujarnya.

Program Pelindo Berbagi dan Mengajar ini dipimpin langsung oleh Adyttia Dusmara, General Manager Pelindo Tanjungpinang sekaligus Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjungpinang. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bukti nyata komitmen Pelindo dalam mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendukung perkembangan pendidikan di daerah. (KF)

Kemenag Batam Perketat Pengawasan MBG, Kadisdik Dan Kadinkes Belum Bisa Dimintai Keterangan

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Batam, Residin Efendi Pasaribu bersama wartawan GK.com (Poto GK/Kafyan)

Batam, GK.com — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memastikan telah mengambil langkah cepat dan terukur menyusul kasus dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa MAN 2 Batam usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Batam, Residin Efendi Pasaribu menegaskan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan awal dari Madrasah.


Menurut Residin, laporan diterima ketika pihak Sekolah menginformasikan adanya siswa yang menunjukkan gejala tidak normal setelah menyantap hidangan MBG. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa penanganan pertama tetap berada di bawah kewenangan Madrasah, karena mereka berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Kami langsung ke lapangan melihat kondisi dan menanyakan informasi awal. Namun langkah teknis tetap kami serahkan kepada pihak Madrasah, karena mereka yang mengetahui situasi sebenarnya di detik kejadian,” ungkap Residin saat dikonfirmasi oleh gerbangkepri.com, Kamis (20/11/2025).

Adapun terkait mekanisme pengawasan program MBG, Residin mengatakan bahwa selama ini tidak pernah muncul kendala sebelum insiden tersebut terjadi.

Kemenag, lanjutnya menjelaskan, tidak bertugas mengawasi produksi makanan secara penuh, karena Madrasah hanya menerima makanan siap saji dari penyedia yang ditunjuk.

“Kami sifatnya menerima laporan dan memantau. Madrasah menerima barang jadi dan melakukan pengecekan ketika makanan sampai. Selama ini, semuanya berjalan baik tanpa ada masalah,” ujarnya.

“Audit terhadap penyedia makanan bukan berada di bawah Kemenag, mengingat vendor penyedia ditunjuk langsung oleh Dinas Pendidikan (Disdik),” tegas Residin.

“Setelah insiden mencuat, Kemenag langsung meminta klarifikasi dari pihak Madrasah serta memastikan laporan kejadian disampaikan sesuai prosedur. Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Instansi lain untuk memastikan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif,” tuturnya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kesehatan. Karena kasus ini berkembang, sekarang penanganannya melibatkan dinas terkait agar pemeriksaannya lebih menyeluruh,” tegas Residin kembali di Ruang Kerjanya Pukul 11.00 WIB.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenag memberikan instruksi khusus kepada seluruh Madrasah penerima MBG untuk memperketat pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Kami sudah sampaikan, sebelum diserahkan, makanan harus dicek ulang. Jika ada tanda-tanda tidak layak, jangan dibagikan. Ini penting untuk keselamatan siswa,” tegasnya lagi.

Ia juga meminta Madrasah segera melaporkan jika menemukan indikasi ketidaksesuaian atau potensi masalah pada makanan yang diterima.

Dalam hal penyampaian informasi, Kemenag menegaskan komitmennya untuk bersikap transparan terkait hasil investigasi dari pihak berwenang.

“Sekarang era keterbukaan. Apa pun hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang akan kami sampaikan. Tidak ada yang ditutupi,” kata Residin.

Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Kemenag meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari Instansi Kesehatan dan pihak terkait yang menangani pemeriksaan penyebab pasti kejadian tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan beberapa kali, baik Kepala Dinas Pendidikan Kepri maupun Kepala Dinas Kesehatan Kepri dua kali didatangi oleh awak media ini, tapi belum bisa ditemui. (DS)


Pelindo Day ke- 4, Wujud Pendekatan yang Konsistensi Sebagai TJSL

Pelindo Cabang Tanjungpinang saat memberikan santunan kepada Panti Asuhan Nur Ar-Rohman. (Poto Humas Pelindo Cabang Tanjungpinang)

Tanjungpinang, GK.com – Memperingati Pelindo Day ke- 4 sejak proses merger Pelindo I, II, III, dan IV, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tahun ini, Pelindo menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Pelindo Berbagi dan Mengajar” yang menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperluas dampak sosialnya di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Pelindo Regional 1 menyalurkan 1.150 paket santunan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah. Dari jumlah itu, Pelindo Cabang Tanjungpinang mendapat amanah menyalurkan 80 paket santunan yang diberikan langsung kepada anak-anak di Panti Asuhan Nur Arrahman Km 14 Tanjungpinang, Panti Asuhan Al Amin Kijang Kabupaten Bintan, serta Panti Asuhan Anugerah Kota Tanjungpinang, Kamis (20/11/2025).

“Penyaluran santunan dilakukan dengan mengunjungi setiap panti asuhan secara langsung. Langkah ini diambil sebagai bentuk kedekatan Pelindo kepada anak-anak yatim, sekaligus menghadirkan manfaat yang benar-benar terasa. Ini bukan hanya seremoni semata, melainkan sebagai wujud pendekatan yang menggambarkan konsistensi Pelindo dalam memastikan program TJSL berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata,” terang Humas PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang, Riel Fulltimer Harianja melalu pesan WhatsApp, Kamis (20/11/2025) Pukul 19.27 WIB.

“Melalui peringatan Pelindo Day tahun ini, perusahaan berharap nilai kepedulian, kolaborasi, dan kebermanfaatan dapat semakin mengakar, sekaligus memperkuat peran Pelindo sebagai BUMN yang tak hanya menjalankan layanan kepelabuhanan saja, tetapi juga aktif mendorong keberlanjutan sosial di wilayah operasionalnya”. harap Riel Fulltimer Harianja.

Sementara, Perwakilan Panti Asuhan Anugerah, Johanes, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Pelindo yang tetap hadir dan berbagi setiap tahunnya. Ia berharap Pelindo terus berkembang, semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar. (KF)


APBD 2026 di Sahkan DPRD Batam Sebesar Rp 4,29 Triliun

APBD 2026 di sahkan DPRD Batam sebesar Rp 4,29 triliun. (Foto DPRD Kota Batam)

Batam, GK.com – Sebesar Rp 4,299 triliun lebih resmi disahkan DPRD Kota Batam di Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2026.

Beragendakan Laporan Badan Anggaran atas hasil pembahasan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2026 dan pengambilan keputusan, Rapat diawali dari laporan Sekretaris DPRD Dr Ridwan Apandi SSTP MEng mengenai jumlah kehadiran anggota dewan di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam.

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) Dr Muhammad Mustofa SH MH dalam laporan akhir pembahasan menjelaskan, pada awal pengajuan, rancangan APBD Kota Batam 2026 ditargetkan sebesar Rp 4.738.304.249.000,-.

“Namun di tengah proses pembahasan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan mengirim surat Nomor S-62/PK/2025 tanggal 23 September 2025 tentang penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Kota Batam termasuk daerah yang mengalami pengurangan dana transfer dengan total Rp 438.388.010.375,-. Pengurangan tersebut menyentuh berbagai komponen seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik,” terang Mustofa.
“Karena pemotongan terjadi di tengah pembahasan, Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus melakukan penyesuaian ulang secara berhati-hati agar tidak mengganggu kinerja Pemko Batam,” tambahnya.

“Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu penting, terutama dari sektor pajak dan retribusi agar struktur pendapatan tetap kokoh meski transfer Pusat berkurang. Setelah melalui pembahasan intensif, disepakati postur APBD 2026 dari sisi pendapatan daerah yang semula Rp 4.622.804.249.000,- menjadi Rp 4.184.416.238.625,-. Komponennya terdiri atas PAD sekitar Rp 2,58 triliun lebih, dengan rincian Pajak Daerah Rp 2,099 triliun, Retribusi Rp 305,19 miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Rp 11 miliar, PAD Lain yang Sah Rp 166,11 miliar, dan Pendapatan Transfer sekitar Rp 2,04 triliun yang mengalami penurunan cukup signifikan,” papar Mustofa.

Sedangkan dari sisi belanja daerah yang semula Rp 4.738.304.249.000,- disesuaikan menjadi Rp 4.299.916.238.625,-.
“Adapun belanja tersebut meliputi Belanja Operasi sebesar Rp 3,437 triliun, Belanja Modal Rp 843 miliar, dan Belanja Tak Terduga Rp 19,24 miliar. Belanja modal difokuskan pada pembangunan Gedung dan Bangunan, Jalan, Jaringan dan Irigasi, serta pengadaan peralatan serta mesin untuk mendukung operasional OPD,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Banggar juga memaparkan capaian mandatory spending. Fungsi pendidikan tercatat sebesar 29,37% (melampaui ketentuan minimal 20%). Belanja infrastruktur pelayanan publik masih berada pada level 33,29% (di bawah ketentuan minimal 40%). Belanja pegawai mencapai 38,22% (di atas batas maksimal 30%). Sementara belanja infrastruktur Kelurahan baru 1,38% (di bawah target minimal 5% setelah dikurangi DAK).

“Struktur APBD tetap disusun berimbang dengan memanfaatkan pembiayaan daerah termasuk SILPA,” tegasnya.

Ketua DPRD Batam Kamaluddin menanyakan persetujuan seluruh anggota dewan. Serentak, anggota DPRD yang hadir menyatakan setuju, dan Kamaluddin pun mengetuk palu satu kali sebagai tanda pengesahan Ranperda APBD 2026 menjadi Perda.

Sementara, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan tanggapannya. Ia mengapresiasi kerja Banggar dan TAPD yang dinilainya telah melakukan pembahasan secara mendalam dan konstruktif.

“Bahwa pembahasan antara Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah dilakukan secara mendalam, sehingga Pemerintah Daerah menyetujui pengesahan Ranperda APBD menjadi Perda, yang selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Kepulauan Riau untuk dievaluasi paling lambat tiga hari kerja,” kata Amsakar.

Amsakar juga meminta kepada seluruh SKPD segera menyiapkan langkah percepatan pelaksanaan program APBD 2026 bisa segera dieksekusi sejak awal tahun anggaran. Ditekankan olehnya, efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penting dalam pengelolaan anggaran demi mempercepat manfaat bagi masyarakat, serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi Batam. Menjawab masukan Banggar, Pemerintah juga mendorong SKPD penghasil pendapatan untuk menyusun strategi pencapaian PAD sesuai potensi sektor masing-masing. Di sisi lain, Amsakar mengapresiasi dukungan DPRD terhadap pemenuhan beberapa komponen mandatory spending seperti belanja pendidikan yang mencapai 29,37% (di atas batas minimal 20%), belanja pendidikan dan pelatihan ASN sebesar 0,21% (lebih tinggi dari ketentuan 0,16%), serta belanja kegiatan yang bersumber dari retribusi penggunaan Tenaga Kerja Asing yang mencapai 78,94% (melampaui ketentuan minimal 70%). Meski begitu, Amsakar mengakui masih ada kewajiban yang belum sepenuhnya tercapai, terutama pada porsi belanja infrastruktur pelayanan publik dan penurunan belanja pegawai sesuai batas maksimal.

“Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk memenuhi kekurangan tersebut paling lambat pada Tahun Anggaran 2027 sesuai ketentuan berlaku”. tegasnya.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I Haji Aweng Kurniawan serta Wakil Ketua III Hendra Asman SH MH pada Kamis (20/11/2025) siang berjalan lancar.

Turut hadir dari pihak eksekutif, Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad, para Kepala OPD Pemko Batam, dan pejabat BP Batam.

Lalu dari unsur Forkompimda ada tokoh masyarakat, lembaga adat LAM Kota Batam, akademisi, serta rekan-rekan media. (Rd)