Kamis, April 30, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamKemenag Batam Perketat Pengawasan MBG, Kadisdik Dan Kadinkes Belum Bisa Dimintai Keterangan

Kemenag Batam Perketat Pengawasan MBG, Kadisdik Dan Kadinkes Belum Bisa Dimintai Keterangan

Batam, GK.com — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memastikan telah mengambil langkah cepat dan terukur menyusul kasus dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa MAN 2 Batam usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Batam, Residin Efendi Pasaribu menegaskan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan awal dari Madrasah.


Menurut Residin, laporan diterima ketika pihak Sekolah menginformasikan adanya siswa yang menunjukkan gejala tidak normal setelah menyantap hidangan MBG. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa penanganan pertama tetap berada di bawah kewenangan Madrasah, karena mereka berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Kami langsung ke lapangan melihat kondisi dan menanyakan informasi awal. Namun langkah teknis tetap kami serahkan kepada pihak Madrasah, karena mereka yang mengetahui situasi sebenarnya di detik kejadian,” ungkap Residin saat dikonfirmasi oleh gerbangkepri.com, Kamis (20/11/2025).

Adapun terkait mekanisme pengawasan program MBG, Residin mengatakan bahwa selama ini tidak pernah muncul kendala sebelum insiden tersebut terjadi.

Kemenag, lanjutnya menjelaskan, tidak bertugas mengawasi produksi makanan secara penuh, karena Madrasah hanya menerima makanan siap saji dari penyedia yang ditunjuk.

“Kami sifatnya menerima laporan dan memantau. Madrasah menerima barang jadi dan melakukan pengecekan ketika makanan sampai. Selama ini, semuanya berjalan baik tanpa ada masalah,” ujarnya.

“Audit terhadap penyedia makanan bukan berada di bawah Kemenag, mengingat vendor penyedia ditunjuk langsung oleh Dinas Pendidikan (Disdik),” tegas Residin.

“Setelah insiden mencuat, Kemenag langsung meminta klarifikasi dari pihak Madrasah serta memastikan laporan kejadian disampaikan sesuai prosedur. Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Instansi lain untuk memastikan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif,” tuturnya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kesehatan. Karena kasus ini berkembang, sekarang penanganannya melibatkan dinas terkait agar pemeriksaannya lebih menyeluruh,” tegas Residin kembali di Ruang Kerjanya Pukul 11.00 WIB.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenag memberikan instruksi khusus kepada seluruh Madrasah penerima MBG untuk memperketat pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Kami sudah sampaikan, sebelum diserahkan, makanan harus dicek ulang. Jika ada tanda-tanda tidak layak, jangan dibagikan. Ini penting untuk keselamatan siswa,” tegasnya lagi.

Ia juga meminta Madrasah segera melaporkan jika menemukan indikasi ketidaksesuaian atau potensi masalah pada makanan yang diterima.

Dalam hal penyampaian informasi, Kemenag menegaskan komitmennya untuk bersikap transparan terkait hasil investigasi dari pihak berwenang.

“Sekarang era keterbukaan. Apa pun hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang akan kami sampaikan. Tidak ada yang ditutupi,” kata Residin.

Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Kemenag meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari Instansi Kesehatan dan pihak terkait yang menangani pemeriksaan penyebab pasti kejadian tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan beberapa kali, baik Kepala Dinas Pendidikan Kepri maupun Kepala Dinas Kesehatan Kepri dua kali didatangi oleh awak media ini, tapi belum bisa ditemui. (DS)


Berita Terkait

Berita Populer