Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 76

Peningkatan Fasilitas Jadi Prioritas Disbudpar Batam Untuk Kenyamanan Pengunjung

Peningkatan fasilitas jadi prioritas Disbudpar Batam untuk kenyamanan pengunjung. (Dok. GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mendorong pengelolaan objek wisata agar semakin tertata dan nyaman bagi pengunjung. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan, evaluasi berkala, serta peningkatan fasilitas di sejumlah destinasi.

Pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh Disbudpar semata, namun melibatkan koordinasi dengan beberapa instansi terkait, terutama BP Batam selaku pihak yang memiliki kewenangan utama dalam penataan wilayah dan pengelolaan kawasan pariwisata.

Kabid Sarana Objek Wisata Disbudpar Kota Batam, Herry Budiman menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan melalui tim gabungan, yang melibatkan Disbudpar, BP Batam, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait aspek perizinan.

“Pengawasan di lapangan dilakukan bersama dalam satu tim. Disbudpar berperan dalam koordinasi, khususnya pada pengaturan jam operasional objek wisata,” ujarnya.

Herry menyebutkan, pedoman pengawasan hingga saat ini masih mengacu pada Peraturan Wali Kota mengenai jam buka-tutup tempat wisata. Selain itu, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengawasan.

“Jika ditemukan indikasi pelanggaran seperti unsur pornografi atau aktivitas yang bertentangan dengan norma, maka laporan masyarakat dapat menjadi dasar penindakan dan evaluasi,” jelasnya Senin (10/11/2025) Pukul 11.00 WIB di Ruang Kerjanya.

Ditambahkan Herry, pihaknya masih menunggu turunan aturan baru dari Kementerian Pariwisata untuk memperkuat standar pengelolaan destinasi.

Terkait keluhan fasilitas, Herry mencontohkan Museum Batam yang kini sedang dalam tahap pembenahan. Sejumlah perbaikan dilakukan, termasuk penambahan fasilitas mini teater untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.

“Masukan masyarakat menjadi perhatian kami. Perbaikan lantai dan beberapa bagian bangunan museum dilakukan bertahap,” katanya.

Dalam pelaksanaan event atau festival budaya, Disbudpar melakukan monitoring bersama instansi terkait saat kegiatan berlangsung. Setiap event wajib memiliki izin keramaian serta rekomendasi dari bidang promosi.

“Kami turun langsung pada saat pelaksanaan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur,” tegas Herry.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan seni dan budaya diukur dari antusiasme masyarakat, jumlah pengunjung, hingga pendapatan tiket. Dari situ dapat dilihat dampaknya, baik secara ekonomi maupun terhadap upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Ke depan, Disbudpar berencana menambah fasilitas pendukung di destinasi wisata, termasuk penyediaan toilet dan layanan publik yang lebih layak. Selain itu, penyusunan standar regulasi kelayakan usaha wisata juga sedang dipersiapkan agar semua destinasi memiliki standar pelayanan yang sama.

“Peran masyarakat dan pelaku seni sangat besar. Banyak kelompok masyarakat yang mulai mengelola potensi wisata di lingkungannya sendiri, dan ini sangat kami apresiasi”. tutup Herry. (KF)

Payment Point Solusi Mudah Membayar Pajak

Kepala UPTD PPD Batam Centre, Patrick Nababan, S.E., M.A.P. (Dok. GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor, Samsat Kota Batam terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan sistem layanan.

Kepala UPTD PPD Batam Centre, Patrick Nababan, S.E., M.A.P menjelaskan, kini masyarakat tak perlu lagi jauh-jauh datang ke kantor utama untuk membayar pajak tahunan.

“Kita sudah membuka banyak payment point (sistem loket atau pembayaran online). Awalnya di Bengkong, sekarang sudah ada juga di kawasan industri Nongsa, termasuk di Summerland. Jadi masyarakat dan para karyawan di sekitar sana bisa lebih mudah membayar pajak tanpa harus datang ke kantor Samsat,” ujar Patrick saat ditemui di Ruangannya.

Selain menambah titik layanan, Samsat Batam juga menjalankan berbagai program keringanan pajak, termasuk program pemutihan yang merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Program ini memberikan kesempatan bagi wajib pajak untuk melunasi tunggakan tanpa dikenakan denda.

“Program ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya menunggak pajak kendaraan. Banyak yang akhirnya bisa menunaikan kewajibannya dengan lebih ringan,” tambah Patrick.

Tak hanya itu, pelayanan Samsat Keliling dan Drive-Thru juga masih aktif beroperasi dan mendapat respon positif dari masyarakat.

“Kalau drive-thru di Batam ini masih ramai. Masyarakat datang bayar, langsung jalan lagi. Jadi prosesnya cepat dan praktis,” ungkap Patrick, Senin (10/11/2025) Pukul 14.00 WIB.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar membayar pajak tepat waktu, pihak Samsat juga rutin melakukan imbauan dan sosialisasi baik melalui Media Sosial maupun kegiatan di lapangan. Patrick menyebut, selama Oktober lalu, pihaknya telah dua kali melakukan pemeriksaan administrasi kendaraan.

“Razia yang kami lakukan bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan masyarakat. Kami ingin menumbuhkan kesadaran, bukan sekadar penegakan aturan,” ujarnya.

Selain kepada masyarakat umum, Samsat Batam juga menyampaikan imbauan kepada seluruh Instansi Pemerintah Daerah agar para pegawai dapat menjadi contoh dalam kepatuhan membayar pajak.

“Kami mengharapkan partisipasi aktif dari pegawai Pemerintah dalam membayar pajak kendaraan sebagai bentuk dukungan dan teladan bagi masyarakat,” harap Patrick.

Dalam hal koordinasi, Samsat Batam terus menjalin sinergi dengan kepolisian dan Jasa Raharja.

“Koordinasi kami dilakukan setiap hari, bukan hanya soal pelayanan, tapi juga soal keselamatan lalu lintas. Kami juga sering memberikan apresiasi kecil seperti minyak goreng bagi wajib pajak yang taat, sebagai bentuk dorongan positif,” tutur Petrick.

Terkait kendaraan luar daerah yang masih beroperasi di Batam tanpa melakukan registrasi ulang, Patrick menjelaskan bahwa penindakan merupakan kewenangan pihak kepolisian.

“Kami hanya bisa mengimbau, sedangkan langkah penertiban langsung dilakukan oleh polisi,” tegasnya.

Menutup pembicaraan, Patrick mengajak seluruh masyarakat Batam untuk lebih sadar dan taat membayar pajak kendaraan tepat waktu.

“Kami berharap semua masyarakat bisa berpartisipasi aktif. Membayar pajak bukan sekadar kewajiban, tapi juga bentuk kontribusi nyata untuk pembangunan daerah”. pesannya. (DS)

SDN 007 Muntai Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan, ini Pesan Kepsek

SDN 007 Muntai Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan. (Dok. Deni)

Anambas, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang ke- 80, seluruh siswa, pendidik dan tenaga kependidikan SD Negeri 007 Muntai Desa Teluk Siantan Kecamatan Siantan Tengah Kabupaten Kepulauan Anambas Kepri mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan pada Senin (10/11/2025) pagi. Kegiatan berlangsung dengan khidmat di Halaman SD 007 Muntai.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala SD 007 Muntai Dewi Sartika, S.Pd.SD yang bertindak selaku pembina upacara.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang makna kepahlawanan yang perlu diteladani oleh generasi muda.

“Bangsa yang besar bukan Bangsa yang luas tanah dan kekayaannya, melainkan Bangsa yang bisa menghargai pahlawannya. Memperingati Hari Pahlawan setiap tahun ini merupakan salah satu cara kita menghargai para pahlawan,” kata Dewi.

Ditegaskan Dewi, bahwa pahlawan tidak hanya mereka yang berjuang merebut kemerdekaan seperti Imam Bonjol, Patimura, Cut Nyak Dien dan lain lain, tetapi juga pahlawan-pahlawan di sekitar kita seperti orang tua, guru, dokter, dan siapa pun yang berjuang dengan ketulusan untuk kebaikan dan kemajuan Bangsa.

“Dahulu pahlawan berjuang dengan senjata seadanya, tapi dengan semangat yang berkobar mereka berhasil mengusir Bangsa Belanda dari bumi,” ungkap Dewi.

“Sebagai generasi penerus, diharapkan dapat meneladani nilai-nilai yang ada pada pahlawan seperti kesabaran, semangat yang terus berkobar dan selalu berjuang sampai kapanpun. Teruslah menebar manfaat bagi sesama, agar berguna bagi Bangsa dan Negara”. pesan Dewi.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba fashion show baju bertemakan Pahlawan, dan diakhiri dengan makan Bergizi Gratis.

Adapun tema tahun ini adalah “Pahlawanku Teladanku, terus bergerak melanjutkan perjuangan”. (MBG)

Harga Sembako Dan Cabe Merah Meroket, Masyarakat Berharap Pemerintah Jangan Tutup Mata

Harga Sembako dan Cabe Merah meroket masyarakat berharap Pemerintah jangan tutup mata. (GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Kenaikan harga kebutuhan pokok di Kota Batam kembali menjadi sorotan, hingga membuat masyarakat mengeluhkan hal tersebut. Terpantau sejumlah komoditas seperti Beras, Bawang Merah, dan Cabe Merah mengalami lonjakan harga cukup tajam dalam sebulan terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah berteriak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Pasar Mitra Raya, harga Cabe Merah kini menembus hingga Rp 80 ribu per kilogram,naik signifikan dibanding harga normal sebelumnya.

Yuli, salah satu pedagang di pasar Mitra Raya mengatakan, kenaikan ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

“Sekarang yang naik itu cabai merah. Harganya sudah sekitar delapan puluh ribu per kilo. Sementara untuk Cabe Rawit dan Cabe Hijau masih biasa,” ujar Yuli, Minggu (08/11/2025) Pukul 09.00 WIB.

Hal serupa juga terjadi di Pasar Botania. Sejumlah harga bahan pokok lainnya, berdasarkan pantauan gerbangkepri.com juga ikut naik.

Mariyam, salah satu pembeli mengaku kini harus berhemat dalam berbelanja.

“Sekarang bawa uang seratus ribu paling cuma dapat sedikit, Cabe, Bawang, semua naik. Tapi mau tidak mau tetap harus di beli, karena kebutuhan sehari-hari,” keluhnya, Minggu (09/11/2025), Pukul 10.00 WIB.

Ia mencontohkan, harga beras merek Harum Emas ukuran 25 kilogram kini mencapai Rp 353 ribu, dari sebelumnya sekitar Rp 340 ribu. Kenaikan ini membuat keluarga seperti dirinya harus mengurangi konsumsi lauk bergizi

“Yang biasanya seminggu bisa makan ikan tiga sampai empat kali, sekarang saya terpaksa mengurangi belanja. Anak-anak padahal butuh gizi, apalagi yang masih balita,” ujarnya.

Sementara itu, Alim, pedagang sayur dan bumbu di pasar yang sama membenarkan bahwa Cabe Merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling drastis.

“Cabai merah sempat sampai Rp 75 ribu per kilo. Biasanya paling Rp 35–40 ribu. Sudah hampir sebulan belum turun. Sedangkan untuk Cabe Rawit, Cabe Setan, dan Cabe Kering masih relatif stabil di kisaran Rp 40–50 ribu per kilogram,” papar Alim.

Para pedagang dan warga sama-sama berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pusat tidak tinggal diam terhadap situasi ini.

“Kalau terus dibiarkan, masyarakat kecil makin susah. Pemerintah jangan tutup mata, karena ini kebutuhan dasar semua orang,” tegas Ibu Mariyam menutup percakapan.

Hingga berita ini ditayangkan, baik Disperidag Kota Batam maupun Pemko Batam belum bisa di mintai tanggapannya terkait kenaikan harga sembako tersebut. (DS/KF)

Imigrasi Batam Jemput Bola Laksanakan Paspor Simpatik ke Pulau Abang

Imigrasi Batam jemput bola laksanakan Paspor Simpatik ke Pulau Abang. (Dok. Imigrasi Batam)

Batam, GK.com – Imigrasi Batam laksanakan layanan Paspor Simpatik antar pulau berlokasi di
Pulau Abang, Sabtu (08/11/2025). Kegiatan ini hadir sebagai peningkatan pelayanan untuk masyarakat.

Diiawali dengan keberangkatan petugas pada Pukul 07.30 WIB, antusiasme masyarakat setempat begitu tinggi menyambut program ini. Sebanyak 40 orang pemohon paspor baik paspor biasa maupun elektronik, dengan masa berlaku 5 hingga 10 tahun terlayani dalam kesempatan tersebut. Selain memberikan layanan paspor, pada kesempatan itu juga dilaksanakan penyuluhan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada masyarakat di Pulau Abang.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta perangkat Kelurahan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Imigrasi Batam atas kunjungannya yang sudah sangat membantu pengurusan paspor untuk warga kami yang ada di pulau ini. Kegiatan ini benar-benar bermanfaat sekali kami rasakan”. ungkap Sekretaris Kelurahan, Agus Salim Sagala.

Pada kesempatan itu, masyarakat menyampaikan apresiasi atas layanan jemput bola ini yang dinilai
memudahkan proses pengurusan paspor tanpa harus menyeberang ke kota.

Hal ini diwujudkan dengan kelancaran rangkaian acara mencakup pemotretan, wawancara, serta
pengambilan data biometrik yang secara keseluruhan selesai pada pukul 16.00 WIB.

Seluruh berkas permohonan dinyatakan lengkap dan diterima untuk diproses lebih lanjut di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Tak hanya akan dilaksanakan di Pulau Abang, Imigrasi Batam juga akan melaksanakan program inovasi ini secara berkelanjutan dengan menjangkau pulau-pulau lain dalam wilayah kerja Kota Batam.

Dikatakan oleh Kepala Seksi Dokumen Perjalanan, Dony Lusindra, Imigrasi Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang menjangkau masyarakat hingga ke Wilayah Kepulauan, sekaligus meningkatkan edukasi terkait bahaya TPP.

“Penguatan layanan keimigrasian dan pencegahan TPPO ini mencakup implementasi program Akselerasi yang telah dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto”. tegas Dony.

Setelah itu, giat berlanjut dengan menggelar penyuluhan mengenai bahaya dan modus TPPO oleh tim Imigrasi Batam. (Rd)

Stok Beras Aman, Bulog Siap Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru

Asisten Manajer Bulog Cabang Batam, Adi. (Dok. GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Perum Bulog Cabang Batam memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman serta berkomitmen menjaga stabilitas harga di pasaran.

Asisten Manajer Bulog Cabang Batam, Adi Satria mengatakan, pihaknya terus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.

“Bulog Batam memastikan stok beras dan minyak goreng cukup. Kami juga siap melakukan intervensi pasar bila terjadi kenaikan harga yang signifikan,” ujar Adi saat diwawancarai gerbangkepri.com, Kamis (7/11/2025).

Menurutnya, Batam bukan daerah penghasil beras, sehingga pasokan didatangkan dari daerah produksi, terutama dari Jawa dan Medan.

“Kebanyakan dari Jawa. Jadi pasokan kita tergantung dari distribusi luar daerah,” katanya.

Dijelaskan Adi, program penyaluran bantuan pangan yang saat ini berjalan merupakan program Nasional dari Pemerintah Pusat, bukan inisiatif langsung dari Bulog.

“Bulog hanya berperan sebagai penyalur cadangan beras Pemerintah sesuai data yang diberikan pusat. Kami tidak menentukan penerima bantuan, karena semua sudah ditetapkan oleh Pemerintah,” terangnya.

Mekanisme penyalurannya dilakukan melalui titik bagi di Keurahan. Bulog menyalurkan undangan kepada pihak Kelurahan untuk diteruskan kepada warga penerima manfaat. Warga kemudian datang membawa undangan dan identitas diri yang sesuai untuk menerima 20 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng.

“Prosesnya sederhana. Kami cek data penerima sesuai KTP dan undangan, lalu bantuan diserahkan di lokasi yang sudah ditentukan,” tegasnya di Ruang Rapat, Pukul 10.00 WIB.

Menanggapi laporan adanya penurunan mutu beras di beberapa wilayah, Adi menegaskan bahwa Bulog selalu menjaga standar kualitas produk yang disalurkan. Namun, faktor cuaca menjadi kendala utama selama distribusi.

“Setiap beras yang keluar dari gudang sudah berkualitas baik. Hanya saja, karena musim hujan, kadang saat pengangkutan truk atau kontainer lembap, sehingga beras bisa menurun mutunya,” ungkap Adi.

Ia menambahkan, jika ditemukan beras dalam kondisi rusak atau lembap, Bulog Batam segera menggantinya dengan yang baru.

“Kami komit mengganti setiap beras yang rusak. Tidak ada yang dibiarkan,” tegas Adi lagi.

Adi juga menyebut, beberapa kasus kerusakan beras terjadi karena lokasi penyaluran di Kelurahan yang kurang memadai, seperti disimpan di teras atau ditutup terpal saat hujan, serta warga yang terlambat mengambil bantuan.

Terkait kedatangan beras premium impor sebanyak 50 ton ke Batam, Adi menegaskan bahwa Bulog tidak bertujuan mengambil alih pasar, tetapi menjaga keseimbangan harga di tingkat pedagang dan konsumen.

“Bulog tidak berorientasi mengambil pangsa pasar premium. Kami hanya masuk ketika harga di pasaran mulai naik tajam. Kalau harga sudah stabil, kami tidak perlu intervensi,” ucapnya.

Kebijakan ini, kata Adi, penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi antara pedagang dan konsumen.

“Kalau Bulog terlalu dominan, pedagang bisa rugi. Tapi kalau harga naik tinggi, kita masuk untuk menstabilkan. Jadi fungsinya menjaga keseimbangan,” tutur Adi.

“Prinsip utama Bulog adalah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan pokok, bukan sekadar menjual. Kami bekerja di dua sisi, menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa membeli bahan pangan dengan harga wajar”. pungkasnya. (DS)