Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 71

Rokok Ilegal Menjamur di Batam, Begini Penjelasan Bea Cukai

Kantor Bea Cukai Batam dan Rokok Ilegal. (Foto GK)

Batam, GK.com – Terkait pemberitaan rokok ilegal yang tayang di gerbangkepri.com pada Senin (24/11/2025) Bea Cukai (BC) Batam melalui Humasnya, Jery menanggapi pemberitaan tersebut.

Adapun bahan pertanyaan yang ditanyakan oleh Redaksi ini kepada BC Batam melalui WhatsApp guna perimbangan dalam pemberitaan adalah:
1. Apa langkah yang akan diambil selanjutnya oleh BC guna memberantas peredaran rokok ilegal?
2. Bagaimana tanggapan BC terkait penilaian masyarakat yang minim kepercayaan kepada Bea Cukai?
3. Apa kendala utama yang sering dihadapi BC dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap rokok ilegal, sehingga keberadaan rokok ilegal masih banyak terus beredar di pasaran?
4. Bagaimana BC menindaklanjuti laporan atau aduan masyarakat terkait peredaran rokok ilegal?

Kepada Redaksi ini, Selasa (25/11/2025) sekitar Pukul 09.23 WIB, melalui WhatsApp, Jery menegaskan atas pertanyaan tersebut diantaranya:
1. BC Batam tetap melakukan pengawasan peredaran rokok ilegal.
2. ⁠Bea Cukai Batam tidak sendiri, operasi kami banyak berhasil karena dukungan masnyarakat dan APH semua.
3. Dari sisi pengawasan tidak ada kendala.
4. Kami lakukan operasi rutin, baik gabungan maupun mandiri.

BACA JUGA: 👇👇👇


Lanjut gerbangkepri.com bertanya: “BC memang kelihatan tidak diam (senantiasa kelihatan eksis dalam bekerja), kenapa saat razia dilaksanakan, atau penangkapan dilakukan bukan langsung ke gudang rokok besarnya? Atau kenapa bukan bos mafia rokok ilegal tersebut yang diamankan? Kenapa justru razia dilakukan di warung-warung atau di pengecernya saja! Nah, kira-kira apa masalah yang dihadapi oleh BC di lapangan, sehingga kasus rokok ilegal di Batam ini terus berlarut-larut, bahkan makin banyak bermunculan rokok-rokok ilegal dengan berbagai merek seperti jamur yang subur tumbuh di kota ini”?

Jawab BC, Selasa (25/11/2025) Pukul 10.47 WIB: “Kalau memang gudang besar terbukti melakukan pelanggaran, pasti kami tindak juga”.

Masih lanjut Redaksi ini bertanya: “Izin pak, selama ini apakah sudah ada dilakukan razia ke gudang besar nya pak oleh BC?”
“Boleh kami tau pak, bagaimana koordinasi BC selama ini berjalan bersama pihak APH, khususnya dalam memberantas rokok ilegal ini?”

Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi ini masih menunggu jawaban dari Bea Cukai Batam terkait pertanyaan terakhir yang di kirim oleh Redaksi ini melalui via WhatsApp. (QQ)

Peredaran Rokok Ilegal Makin Gampang di Dapati, APH Dan Bea Cukai Dianggap Gagal

Peredaran rokok ilegal makin gampang di dapati, APH dan Bea Cukai dianggap gagal. (Foto GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Berbagai sorotan tajam terkait peredaran rokok ilegal di Kota Batam disuarakan mulai dari masyarakat, LSM, maupun Media, namun sepertinya hal tersebut seolah ditepis dan tidak di pandang oleh Bea Cukai Batam sebagai instansi yang bertugas melakukan pengawasan dalam memungut cukai dari rokok, karena selain merugikan Negara juga bisa berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi.

Pengawasan dan Pemberantasan Rokok Ilegal juga salah satu tugas krusial Bea Cukai, karena tujuannya adalah melindungi masyarakat dari produk ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan, serta menciptakan persaingan usaha yang sehat bagi produsen rokok legal.

Baca juga: 👇



Bea Cukai juga berperan dalam membina industri rokok legal, memfasilitasi perdagangan, dan memberikan fasilitas fiskal bagi pelaku usaha yang patuh terhadap peraturan.

Anehnya, semakin lantang berita-berita terkait rokok ilegal disuarakan melalui pemberitaan di Media maupun di Medsos, pihak Bea Cukai Batam justru semakin ligat mengeluarkan rilis penangkapan terkait rokok-rokok ilegal tersebut, bak seolah ingin menampilkan citra giat bekerja, atau memang hanya ingin menepis jika di instansi tersebut bersih?

Baca juga: 👇



Banyak pertanyaan demi pertanyaan timbul di cerita masyarakat terkait rokok ilegal yang menjamur di Kota ini. Bahkan, hingga merambat sampai ke antar Daerah dan Provinsi yang di terima oleh gerbangkepri.

Salah satu statmen yang masuk di redaksi gerbangkepri.com (GK.com) adalah dari Tokoh Masyarakat Batam, H. Mulyadi yang menilai persoalan berantas rokok ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam terkesan ecek-ecek.

“Persoalan rokok ilegal di Kota ini sudah terlalu lama tanpa ada penyelesaian nyata. Razia memang sering digelar di warung-warung kecil, namun tidak ada satu pun dari pihak Bea Cukai maupun Aparat Penegak Hukum di Kota ini yang mampu menghentikan distribusinya, inikan miris!,” ucap Mulyadi.

Baca juga: 👇



“Akar persoalan itu justru berada pada pemasok besar yang tidak tersentuh, bukan di warung-warung biar kelihatan eksis bekerja! Kalau jalur penyelundupannya tidak di tutup, pedagang kecil akan terus jadi korban, sementara peredarannya tetap jalan. Kami ingin pengawasan yang lebih transparan dan tegas, bukan hanya operasi main-main kayak anak kecil. Masyarakat tak bodoh lah, kita pun paham juga,” kata Mulyadi di rumahnya, Rabu (19/11/2025), Pukul 11.00 WIB.

Kritikan serupa juga datang dari warga Batu Aji, Putra yang menyebut rokok ilegal masih dijual bebas layaknya produk resmi.

“Bagaimana barang tanpa cukai bisa terus masuk dan beredar di Kota ini, padahal razia pemberantasannya rutin dilakukan? Disini pasti ada yang salah dengan razia nya, atau mungkin dengan instansinya? Harga murah memang menarik pembeli, tapi justru itu yang membuat peredarannya tidak pernah berhenti. Masyarakat jadi kehilangan kepercayaan karena tidak melihat hasil yang nyata,” ujar Putra disalah satu Warung Kopi di Batam, Jumat (21/11/2025), Pukul 12.00 WIB.

Sri, seorang ibu rumah tangga di Batam mengaku resah dengan kehadiran rokok ilegal yang bisa diperjual belikan dengan bebas.

Baca juga: 👇



“Sebagai orang tua dengan memiliki anak remaja laki-laki, saya khawatir, anak saya bisa membeli rokok-rokok ilegal tersebut dengan mudah di dapati, apalagi rokok itu bisa diperoleh dengan harga yang sangat murah. Kan enggak mungkin saya harus buntutin anak saya selama 24 jam. Saya berharap kepada Aparat Penegak Hukum dan instansi terkait dapat benar-benar memberantas persoalan rokok ilegal ini! Tolong lah Bapak Menteri Keuangan datang ke Batam, bersih-bersihkan semua oknum-oknum instansi yang terlibat itu!,” keluh Sri, Minggu (23/11/2025).

“Banyak anak-anak muda saya lihat merokok, inikan enggak baik dampaknya, bukan hanya merugikan Negara saja loh, tetapi juga membahayakan kesehatan generasi muda kita. Kalau hal ini dibiarkan terus-menerus, sama saja kita membuka peluang bagi penyelundupan lainnya. Kami butuh bukti nyata di lapangan, bukan hanya laporan operasi”. tutur Sri Pukul 14.00 WIB.

Seperti diketahui, Bea Cukai Batam gencar melakukan razia, bahkan kepada media ini, Jumat 21 November 2025, Bea Cukai Batam sempat mengirim rilis yang isinnya tentang komitmen Bea Cukai Batam dalam memberantas rokok ilegal dengan menggelar empat penindakan beruntun dalam dua pekan, yaitu periode 8-18 November 2025, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan 757.650 batang rokok tanpa pita cukai. Tiga penindakan dilakukan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, sedangkan satu penindakan lainnya berlokasi di Perairan Kampung Tua, Teluk Nipah.

Melalui rilisnya, Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah juga menyampaikan bahwa seluruh tegahan rokok ilegal tersebut diperkirakan bernilai Rp 1,12 miliar dan kerugian Negara diestimasikan mencapai Rp 564,7 juta.

Adapun jenis-jenis rokok ilegal yang berhasil ditemui oleh redaksi ini yang masih dijual bebas hingga saat ini, dan menjadi sorotan masyarakat adalah UFO Bold, UFO Mild, Rave Menthol, Rave, HD, Menchester, H Mild. (DS)


SMPN 28 Bintan Gelar Pemilihan OSIS

SMPN 28 Bintan saat melakukan pemilihan OSIS. (Foto SMPN 28 Bintan)

Bintan, GK.com – Berlangsung di Lapangan SMPN 28 Bintan, serta melibatkan warga Sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Guru, hingga Siswa Kelas 7 dan 8, SMPN 28 Bintan menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2025/2026.

Reski Syamrinoper, S.Pd., Gr., selaku Wakil Kesiswaan SMPN 28 Bintan menegaskan jika proses pemilihan dilakukan secara terbuka dan transparan.

“Siswa mendaftar, kemudian dipasangkan secara acak. Calon Ketua dari Kelas 8, dan Wakil nya dari Kelas 7,” ucapnya melalui sambungan telepon, Senin (24/11/2025) Pukul 15.00 WIB.

Di momen itu, para kandidat menyampaikan visi dan misi mereka pada Kamis (06/11/2025), beradu gagasan untuk meyakinkan pemilih. Pengurus OSIS juga dipilih dari perwakilan Kelas 7 dan 8 berdasarkan nominasi Wali Kelas, dengan mempertimbangkan prestasi siswa.

“OSIS SMPN 28 Bintan akan memprioritaskan peningkatan kedisiplinan dan kebersihan Sekolah. Mereka juga merencanakan classmeet dengan kegiatan menarik untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas siswa. Pihak Sekolah memberikan dukungan penuh terhadap program-program OSIS ini,” papar Reski.

Sementara, Kepala SMPN 28 Bintan, Samsul Abidin, S.Pd berharap kepada para pengurus OSIS terpilih nantinya dapat menjadi teladan bagi siswa lainnya.

“Mereka harus memiliki pemahaman mendalam tentang aturan Sekolah, disiplin, tanggung jawab, empati, serta peduli lingkungan”. harapnya melalui sambungan telepon, Senin (24/11/2025) Pukul 15.30 WIB.

Samsul Abidin juga menekankan pentingnya peran OSIS dalam meningkatkan prestasi siswa di bidang akademik, olahraga, dan seni. Program gotong-royong mingguan dan kegiatan kerohanian setiap Jumat diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang unggul.

Dengan semangat baru dan dukungan penuh dari Sekolah, OSIS SMPN 28 Bintan siap membawa perubahan positif dan menginspirasi seluruh siswa untuk berprestasi lebih baik lagi. (DS)

Anggota DPRD Batam Hadir Pada PPKM 2025

Anggota DPRD Batam Hadir Pada PPKM 2025. (Foto DPRD Batam)

Batam, GK.com – Digelar di Markas Komando Kodaeral IV Batam, Minggu (23/11/2025), Anggota DPRD Kota Batam, Sony Christanto, SE., MM hadir dalam Upacara Pembukaan Bhineka Tunggal Ika sekaligus Temu Tokoh PPKM (Pembinaan Pembentukan Karakter Maritim) Tahun 2025.

Pada momen itu, Sony menekankan pentingnya program PPKM sebagai sarana pembinaan karakter dan wawasan kemaritiman bagi generasi muda.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga terutama bagi pelajar yang aktif di kegiatan Pramuka, termasuk pelatihan berlayar di atas KRI dr. Suharso-990. PPKM ini sangat efektif mengenalkan potensi maritim kepada generasi muda, sekaligus menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap kejayaan bahari kita,” kata Sony.

“Saya berharap program seperti ini dapat digelar secara rutin dan memberi kesempatan lebih besar bagi pelajar Batam. Mengingat posisi Batam sebagai Kota Kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga,” harap Sony.

“Terima kasih kepada TNI AL atas penyelenggaraan program ini. Semoga ke depan semakin banyak peserta yang berasal dari Batam,” ujarnya.

“Kegiatan ini benar-benar penting untuk generasi muda kita, serta menjadi pengalaman dan menambah wawasan penting bagi kita semua”. ungkap Sony.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, jajaran Forkopimda Kota Batam serta perwira TNI AL wilayah Batam. (Rd)




HNSI Kepri Tanggapi Keluhan Nelayan Batam

Ketua DPD HNSI Provinsi Kepulauan Riau, Eko Prihananto S.Ak., M.A

Kepri, GK.com – Menanggapi keluhan nelayan Batam pada pemberitaan sebelumnya yang telah tayang di gerbangkepri, Ketua DPD HNSI Provinsi Kepulauan Riau, Eko Prihananto S.Ak., M.Ak menuturkan, harusnya para nelayan di wilayah Kepri telah memiliki pola antisipasi menghadapi musim angin utara. Saat hasil tangkapan melimpah, sebagian pendapatan disisihkan sebagai cadangan untuk menghadapi cuaca buruk.

Baca juga: 👇👇👇



“Di Anambas, Natuna, Lingga, dan Bintan, ini sudah menjadi kebiasaan. Saat musim utara datang, dan nelayan tidak bisa melaut, mereka beralih ke budidaya ikan di keramba atau kolam,” ujar Eko, Kamis (22/11/2025) melalui sambungan telepon pukul 14.58 WIB.

“Nelayan dengan kapal kecil merasakan dampak paling besar. Kapal di bawah 30 GT (Gross Tonnage) biasanya kesulitan beroperasi karena ombak tinggi. Kapal di atas 30 GT mungkin masih bisa turun, tetapi tidak semua nelayan berani melaut,” ungkap Eko.

Untuk meminimalkan risiko, informasi cuaca dari BMKG maupun Pemerintah Daerah selalu diperbarui dan disampaikan setiap hari ke sentra-sentra nelayan. Hal ini membantu mereka merencanakan aktivitas melaut dengan lebih aman.

Selain itu, Eko juga menyoroti perubahan kewenangan perizinan kapal setelah terbitnya Peraturan Pemerintah terbaru. Kapal berukuran 30 GT ke atas yang beroperasi di wilayah Kepri kini izinnya dikelola oleh BP Batam, khususnya bagi nelayan yang berdomisili di Batam.

“Setelah PP terbit, sebagian pelaku usaha perikanan menunggu kejelasan. BP Batam masih menyiapkan sistem, SDM, dan administrasi. Perubahannya cukup besar, karena sebelumnya kewenangan berada di Pusat atau Provinsi, sekarang dipusatkan di BP Batam”. jelas Eko.

Ia menegaskan pentingnya kelancaran layanan perizinan kapal agar tidak menghambat operasional usaha perikanan. HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kepri juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Provinsi terkait mekanisme perizinan untuk kapal lintas Kabupaten/Kota. (KF)

Cuaca Ekstrem Dan Perizinan Terhambat, Nelayan Batam Butuh Perhatian Pemerintah

Batam, GK.com – Para nelayan di wilayah Nongsa kembali menghadapi masa sulit, akibat menurunnya hasil tangkapan dan cuaca ekstrem pada musim angin utara. Kondisi ini membuat sebagian besar nelayan tidak dapat turun ke laut, sehingga pendapatan mereka merosot tajam.

Tabilah, salah satu nelayan dari Kampung Terih, Nongsa mengungkapkan kalau hasil tangkapannya jauh dari kata cukup dalam beberapa bulan terakhir.

“Ikan susah dicari, ketam pun kurang, untuk bertahan hidup, kami pandai-pandailah menghemat makan,” keluhnya.

“Biasanya sekali melaut bisa membawa pulang 200 sampai 300 ribu. Sekarang 100 ribu saja belum tentu dapat. Padahal ke laut itu ada ongkos, minyak harus disiapkan, uang makan dan kebutuhan keluarga juga harus terpenuhi, semua biaya naik, tapi hasil makin kurang,” ungkapnya kepada gerbangkepri.com, Sabtu (21/11/2025) Pukul 11.00 WIB.

Kepada media ini, ia juga menuturkan, belum ada menerima sosialisasi ataupun pendampingan dari Pemerintah.

“Sejauh ini belum ada arahan dari Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam. Kalau mereka turun biasanya ada penjelasan, tapi sampai sekarang belum ada,” katanya.

Selain tangkapan laut, dijelaskannya, budidaya ikan di keramba juga mengalami kendala. Ketika hujan deras, air keruh dari bagian atas atau sumber aliran masuk ke keramba hingga menyebabkan ikan mati sebelum panen.

“Kadang kami sudah jaga satu sampai dua bulan, tinggal sedikit lagi mau panen, tapi mati karena air keruh. Kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada Pemko Batam, tapi hingga sampai saat ini belum ada solusinya. Padahal ikan itu butuh setahun untuk bisa panen,” tuturnya.

Memasuki puncak angin utara, situasi semakin berat. Banyak nelayan tidak bisa melaut karena ombak tinggi. Ia berharap kepada Pemerintah agar dapat memberikan perhatian lebih melalui bantuan mesin, kapal, ataupun alat tangkap.

“Saya belum pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintah, jangankan mau mendapatkan bantuan mesin, sampan dan lain-lain, jaring pun belum pernah saya dapati”. tegas Tabilah. (KF)