Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 72

Para Orang Tua Siswa MAN 2 Batam Mendesak Pihak Sekolah Dan Dinas Terkait Segera Usut Tuntas Kasus MBG

Para Orang Tua Siswa MAN 2 Batam mendesak pihak Sekolah dan Dinas terkait segera usut tuntas kasus MBG. (Poto GK/Kafyan)

Batam, GK.com — Terkait ratusan siswa/siswi yang diduga keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga mengakibatkan sejumlah murid mengalami diare, muntah, serta nyeri perut para Wali Murid dan Orang Tua siswa/siswi yang menimba ilmu di Sekolah tersebut mendesak pihak Sekolah maupun Dinas Pendidikan Kepri dapat mengusut tuntas permasalahan ini.

“Kita berharap pihak Sekolah dan Dinas dapat mengusut tuntas permasalahan ini dengan penyedia konsumsi, tolong segera di evaluasi, agar insiden serupa tidak kembali terjadi,” tegas R (inisial), salah satu Orang Tua Siswa di Sekolah MAN 2.

Baca juga: 👇

“Kami titip anak kami di Sekolah ini untuk belajar, bukan pulang-pulang dalam keadaan lemah. Kami berharap kualitas makanan benar-benar diawasi,” ujar R di Halaman Sekolah, Sabtu (22/11/2025) Pukul 11.00 WIB.

Senada dengan R, H (inisial nama) Wali Murid siswa lainnya menilai, “program MBG inikan tujuan awalnya sangat bagus diciptakan oleh Bapak Presiden, yaitu untuk membantu agar anak-anak Indonesia yang masih bersekolah mendapatkan gizi yang baik. Tolonglah jangan di cederai dengan mencari keuntungan pribadi, untuk memperkaya diri sendiri. Carilah penyedia konsumsi yang benar-benar layak dan diakui, sesuai dengan mutunya. Bukan karena faktor kedekatan. Jangan sampai gara-gara kelalaian kecil membuat ratusan siswa menderita, bagaimana sih pengawasan yang kalian lakukan selama ini?,” katanya, Sabtu (22/11/2025) Pukul 11.16 WIB.

“Kami hanya ingin jaminan bahwa makanan yang diberikan, dan di konsumsi dengan anak-anak kami aman,” tegas H.

Baca juga: 👇


Lalu, S (inisial nama) salah satu Orang Tua siswa mengaku terpukul berkaitan dengan permasalahan ini.

“Pulang Sekolah anak saya mengalami muntah-muntah dan sakit perut setelah mengkonsumsi hidangan MBG, ini kan parah. Situasi ini membuat kami sangat gelisah, apalagi setelah mengetahui banyak siswa mengalami kondisi serupa. Kami meminta pihak Sekolah, Penyedia makanan, dan seluruh Instansi terkait melakukan evaluasi total, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga penyajian harus diawasi ketat. Program yang bertujuan menyehatkan jangan sampai justru membahayakan. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas,” tuturnya kepada awak media gerbangkepri.com, Sabtu (22/11/2025), Pukul 11.20 WIB.

Terpisah, R (inisial nama) salah satu siswa di Sekolah MAN 2 Batam, kepada gerbangkepri.com menjelaskan, gejala mula dirasakannya setelah mereka menyantap menu dendeng sapi pada Selasa (11/11/2025) siang. Banyak temannya mulai merasakan sakit di malam hari, lebih dari 200 orang.
“Setelah makan siang, malamnya banyak yang mulai merasakan sakit perut. Lalu sejumlah teman-teman sekelasnya tidak masuk Sekolah keesokan harinya,” ungkap R di Halaman Sekolah MAN 2 Batam, Sabtu (22/11/2025), Pukul 09.30 WIB.

P (inisial nama) salah satu siswa di Sekolah tersebut menambahkan, MBG (Makan Bergizi Gratis) biasanya tiba sekitar pukul 12.00WIB s/d 13.00 WIB.

“Menu yang diberikan biasanya berupa ayam atau telur tidak pernah menimbulkan keluhan. Namun, kali ini banyak kawan-kawan saya yang mengalami sakit setelah menyantap hidangan daging sapi tersebut”. ungkap P.

Hingga berita ini ditayangkan lagi, Dinas terkait seperti Dinas Pendidikan Kepri, Dinas Kesehatan Kepri belum bisa di mintai penjelasannya. (DS)

Cekcok Saat di Lakukan Penertiban, Ini Penjelasan Satpol PP Kota Tanjungpinang

Kabid. PPD Satpol PP Kota Tanjungpinang, Agus Haryono. (Poto GK/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) menjadi landasan hukum bagi Satpol PP Kota Tanjungpinang dalam menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan kota. Perda ini mengatur tata tertib penggunaan ruang publik, termasuk larangan, kewajiban, serta sanksi bagi masyarakat yang melanggar.

Berdasarkan Perda tersebut, Satpol PP memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan, pembinaan, hingga penertiban guna memastikan ruang publik digunakan secara tertib dan sesuai peruntukannya. Hal ini ditegaskan oleh Kabid Penegakan Peraturan Daerah (PPD) Satpol PP Kota Tanjungpinang, Agus Haryono.

“Penertiban PKL yang dilakukan mengacu pada Pasal 6 huruf (h) Perda 7/2018. Aturan tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berjualan, menggelar dagangan, atau meninggalkan gerobak di jalur hijau, taman kota, dan fasilitas umum lainnya tanpa izin dari Pemerintah Daerah. Salah satu lokasi yang kami tertibkan adalah di Jl. DI Panjaitan KM 9 Bincen, Kelurahan Air Raja,” ujar Agus melalui pesan WhatsApp saat di konfirmasi oleh awak media ini.

“Sebelum melakukan penertiban, Satpol PP terlebih dahulu telah memberikan sosialisasi kepada para PKL pada Rabu, 19 November 2025. Sosialisasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan, bukan untuk melarang berjualan. PKL tetap diperbolehkan beraktivitas pada pukul 16.00 WIB hingga 05.00 WIB. Mereka boleh berjualan, namun harus tertib, rapi, menjaga kebersihan, dan tidak meninggalkan gerobak atau barang dagangan di luar jam yang ditentukan,” tegas Agus, Jumat (21/11/2025) Pukul 16.57 WIB.

“Dari penertiban yang dilakukan, tercatat ada sekitar 20 PKL berjualan di sepanjang kawasan tersebut, dan 8 gerobak telah diamankan karena tidak mematuhi aturan. Sementara sebagian besar pedagang lainnya telah menyatakan komitmen untuk mengikuti ketentuan yang berlaku,” ungkap Agus.

Ditegaskan Agus lagi, Satpol PP akan terus melakukan penertiban terhadap PKL yang tidak menaati aturan di seluruh wilayah Kota Tanjungpinang. Ia juga mengimbau para pedagang untuk turut menjaga keindahan, kebersihan, dan kenyamanan kota.

“Kami mendukung pelaku UMKM untuk terus berkembang, tetapi hal itu harus sejalan dengan upaya menjaga Kota Tanjungpinang agar tetap rapi, bersih, dan nyaman bagi masyarakat”. Kata Agus.

Untuk diketahui, saat penertiban dilakukan oleh Satpol PP Kota Tanjungpinang pada Rabu (19/11/2025), sempat terjadi adu mulut antara para PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan petugas Satpol PP. (KF)

Biaya Kuliah Terjangkau, Ayo Bergabung di UNIBA Batam

Staf penerimaan mahasiswa baru, Dewi Agustina. (Foto GK/Kafyan)

Batam, GK.com — Berbagai kemudahan diberikan oleh Universitas Batam (UNIBA) mulai dari proses pendaftaran hingga pembiayaan kuliah yang lebih ramah bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi.

Kepada gerbangkepri.com, Dewi Agustina, S.Tr.A.B., M.M., yang merupakan salah satu staf penerimaan mahasiswa baru di Universitas tersebut menjelaskan, saat ini UNIBA belum membuka beasiswa internal. Namun demikian, mahasiswa tetap dapat mengakses beberapa jenis beasiswa yang tersedia melalui Pemerintah bagaimana agar bisa mendapatkan bantuan beasiswa.

“Tentunya harus mengikuti persyaratan yang berlaku. Meski belum memiliki beasiswa mandiri, UNIBA memberikan bentuk keringanan lain yang sangat membantu, khususnya bagi calon mahasiswa dengan keterbatasan finansial. Dukungan tersebut meliputi keringanan pembayaran sumbangan wajib maupun SPP, termasuk pemberlakuan sistem pembayaran secara cicilan. Ini menjadi salah satu cara agar mereka tetap bisa mengejar pendidikan tanpa terbebani biaya besar di awal,” papar Dewi, Jumat (21/11/2025).

UNIBA memastikan bahwa proses pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan dengan sangat mudah. Calon mahasiswa dapat mendaftar menggunakan nilai rapor dari semester 1 hingga 5, tanpa perlu menunggu lulus sekolah.

“Cukup membawa nilai rapor, siswa sudah bisa melakukan pendaftaran. Mereka bisa datang langsung ke kampus atau menghubungi kontak resmi bagian PMB untuk mendapatkan panduan lebih lanjut,” ujarnya di Ruang Pelayanan Universitas Batam, Pukul 15.00 WIB.

“Kuliah di Universitas Batam tetap bisa dijangkau. SPP dapat dicicil setiap bulan, dan tidak ada biaya sumbangan wajib yang memberatkan. Silakan datang ke Uniba untuk berkonsultasi, tim PMB akan membantu sepenuhnya”. pesan Dewi.

Dengan berbagai kemudahan yang diberikan, UNIBA berharap agar semakin banyak calon mahasiswa di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya bisa bergabung di kampus tersebut. (DS)

Kemenag Batam Gelar Senam Sehat Dan Cek Kesehatan Meriahkan Peringatan DWP 2025

Kemenag Batam saat gelar Senam Sehat dan cek kesehatan meriahkan peringatan DWP 2025. (Foto GK/Kafyan)

Batam, GK.com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menggelar kegiatan Senam Sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Kemenag Batam ini diikuti oleh seluruh unsur satuan kerja, mulai dari Madrasah, pegawai KUA (Kantor Urusan Agama), ASN (Aparatur Sipil Negara), hingga para pensiunan.

Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Batam, Residin Efendi Pasaribu mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan serta meningkatkan kebugaran pegawai.

“Senam sehat ini bagian dari rangkaian peringatan DWP, dan seluruh unsur di bawah Kemenag turut memeriahkannya,” ujarnya Kamis (20/11/2025).

Seperti diketahui, Senam Sehat merupakan agenda bulanan Kemenag Batam, namun pada tahun ini dilaksanakan dengan skala lebih besar. Peserta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Sekupang, meliputi pengecekan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah. Antusiasme peserta juga tampak tinggi sejak pagi.

“Pihak Kemenag menegaskan seluruh Madrasah dan KUA sudah terlibat langsung karena kegiatan dipusatkan di Kantor dan diikuti seluruh satuan kerja”. jelasnya di Ruang Kerjanya, Pukul 11.00 WIB.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum positif dalam meningkatkan kesehatan, sekaligus memperkuat kebersamaan keluarga besar Kemenag Batam menjelang puncak peringatan DWP yang jatuh pada 7 Desember 2024. (DS)

“Pelindo Mengajar” Memberikan Kesempatan Siswa Untuk Mengenal Dunia Kepelabuhanan

Pelindo Cabang Tanjungpinang saat berkunjung ke MTs Negeri Bintan Kijang. (Poto Pelindo Tanjungpinang)

Tanjungpinang, GK.com – Di balik bangku dan buku pelajaran, tersimpan potensi besar para siswa MTs Negeri Bintan Kijang. Melalui program Pelindo Mengajar, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenal dunia kepelabuhanan, menjelajahi peluang di sektor maritim, serta merasakan pengalaman belajar yang inspiratif. Dari dalam kelas, para siswa didorong untuk mengeksplorasi kemampuan, menumbuhkan minat, dan menatap masa depan dengan semangat baru.

Tidak hanya berkonsentrasi pada kegiatan sosial seperti penyaluran santunan, Pelindo juga aktif memberikan pembelajaran langsung kepada pelajar sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing.

Humas Pelindo Tanjungpinang, Riel Fulltimer Harianja menjelaskan kegiatan “Pelindo Mengajar” kembali digelar di MTs Negeri Bintan Kijang karena program ini selalu dinantikan para siswa.

“Menurut mereka, kegiatan ini banyak memberikan wawasan yang lebih nyata tentang dunia kepelabuhanan. Kami tidak hanya ingin berbagi melalui santunan, tetapi juga ingin berkontribusi pada pendidikan. Melalui Pelindo Mengajar, kami memberikan pemahaman dasar tentang kepelabuhanan, peran strategis pelabuhan bagi perekonomian masyarakat, serta pentingnya membentuk generasi yang kuat dan siap menghadapi masa depan Indonesia,” terang Riel melalui pesan WhatsApp pada Kamis (20/11/2025) pukul 19.27 WIB.

Kegiatan belajar interaktif ini berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Alya, salah satu siswi berprestasi MTs Negeri Bintan Kijang mengaku mendapat banyak wawasan baru.

“Acara Pelindo Mengajar ini sangat positif dan bermanfaat bagi kami,” tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala MTs Negeri Bintan Kijang, Meiyana Ayu. Ia merasa kehadiran Pelindo memberikan pengalaman berbeda bagi siswanya.

“Pelindo Mengajar ini sangat luar biasa karena bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi anak-anak kami. Program ini layak diteruskan. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Pelindo dan perusahaan semakin maju”. ujarnya.

Program Pelindo Berbagi dan Mengajar ini dipimpin langsung oleh Adyttia Dusmara, General Manager Pelindo Tanjungpinang sekaligus Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjungpinang. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bukti nyata komitmen Pelindo dalam mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendukung perkembangan pendidikan di daerah. (KF)

Kemenag Batam Perketat Pengawasan MBG, Kadisdik Dan Kadinkes Belum Bisa Dimintai Keterangan

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Batam, Residin Efendi Pasaribu bersama wartawan GK.com (Poto GK/Kafyan)

Batam, GK.com — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memastikan telah mengambil langkah cepat dan terukur menyusul kasus dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa MAN 2 Batam usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Batam, Residin Efendi Pasaribu menegaskan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan awal dari Madrasah.


Menurut Residin, laporan diterima ketika pihak Sekolah menginformasikan adanya siswa yang menunjukkan gejala tidak normal setelah menyantap hidangan MBG. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa penanganan pertama tetap berada di bawah kewenangan Madrasah, karena mereka berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Kami langsung ke lapangan melihat kondisi dan menanyakan informasi awal. Namun langkah teknis tetap kami serahkan kepada pihak Madrasah, karena mereka yang mengetahui situasi sebenarnya di detik kejadian,” ungkap Residin saat dikonfirmasi oleh gerbangkepri.com, Kamis (20/11/2025).

Adapun terkait mekanisme pengawasan program MBG, Residin mengatakan bahwa selama ini tidak pernah muncul kendala sebelum insiden tersebut terjadi.

Kemenag, lanjutnya menjelaskan, tidak bertugas mengawasi produksi makanan secara penuh, karena Madrasah hanya menerima makanan siap saji dari penyedia yang ditunjuk.

“Kami sifatnya menerima laporan dan memantau. Madrasah menerima barang jadi dan melakukan pengecekan ketika makanan sampai. Selama ini, semuanya berjalan baik tanpa ada masalah,” ujarnya.

“Audit terhadap penyedia makanan bukan berada di bawah Kemenag, mengingat vendor penyedia ditunjuk langsung oleh Dinas Pendidikan (Disdik),” tegas Residin.

“Setelah insiden mencuat, Kemenag langsung meminta klarifikasi dari pihak Madrasah serta memastikan laporan kejadian disampaikan sesuai prosedur. Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Instansi lain untuk memastikan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif,” tuturnya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kesehatan. Karena kasus ini berkembang, sekarang penanganannya melibatkan dinas terkait agar pemeriksaannya lebih menyeluruh,” tegas Residin kembali di Ruang Kerjanya Pukul 11.00 WIB.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenag memberikan instruksi khusus kepada seluruh Madrasah penerima MBG untuk memperketat pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Kami sudah sampaikan, sebelum diserahkan, makanan harus dicek ulang. Jika ada tanda-tanda tidak layak, jangan dibagikan. Ini penting untuk keselamatan siswa,” tegasnya lagi.

Ia juga meminta Madrasah segera melaporkan jika menemukan indikasi ketidaksesuaian atau potensi masalah pada makanan yang diterima.

Dalam hal penyampaian informasi, Kemenag menegaskan komitmennya untuk bersikap transparan terkait hasil investigasi dari pihak berwenang.

“Sekarang era keterbukaan. Apa pun hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang akan kami sampaikan. Tidak ada yang ditutupi,” kata Residin.

Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Kemenag meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari Instansi Kesehatan dan pihak terkait yang menangani pemeriksaan penyebab pasti kejadian tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan beberapa kali, baik Kepala Dinas Pendidikan Kepri maupun Kepala Dinas Kesehatan Kepri dua kali didatangi oleh awak media ini, tapi belum bisa ditemui. (DS)