Jumat, Juni 19, 2026
Beranda blog Halaman 414

Agusnawarman : Pelaku UMKM Kuliner di Kepri Harus Bisa Bersaing di Pasar Luar Negeri

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri Agusnawarman berfoto bersama para peserta. (ist)
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri Agusnawarman berfoto bersama para peserta. (ist)

Tanjungpinang, GK.com – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri melaksanakan Pelatihan Manajemen Export (Seri I) di Sektor Kuliner pada Senin (20/6/2022). Ada sebanyak 81  pelaku UMKM yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) pada saat itu, demi meningkatkan pemahaman dan pengetahuan UMKM, serta kapasitas kompetensi SDM UMKM.

Diselenggarakan di Hotel Aston Tanjungpinang, Diklat di adakan Dinas Koperasi dan UMKM Kepri ini merupakan Diklat Seri Pertama yang berfokus kapada manajemen ekspor.

Hadir narusumber pada kegiatan itu, RUDI FANG CEO Central Asia & Southeast Asia Business Chamber, FRED dari Central Asia & Southeast Asia Business Chamber Singapore dan AGUNG PRIJO NUGROHO CEO Wakaf Preneur Institute.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri Agusnawarman dalam sambutannya menyampaikan, para peserta tidak hanya dituntut menyerap ilmu yang disampaikan pemateri, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kurasi oleh narasumber terhadap produk makanan yang dihasilkan.

“Ini agar produk makanan yang dihasilkan, khsusnya makanan khas daerah kita punya potensi untuk dijual di pasar Luar Negeri,” ungkap Agusnawarman.

Agusnawarman juga berharap dari kegiatan ini, produk makanan yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Kuliner di Kepri bisa bersaing di pasar Luar Negeri.

“Kegiatan ini juga bisa menjadi jalur meningkatkan pertumbuhan pada ekonomi Kepri dari UMKM. Sejumlah langkah strategis telah diupayakan dalam pengembangan UMKM di Kepri, diantaranya bantuan subsidi bunga margin nol persen bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal dengan target 1.000 pelaku usaha, digitalisasi koperasi dan UMKM, penumbuhan relawan digital, penerbitan sertifikasi halal, pembentukan koperasi dan peningkatan kualitas koperasi, serta pelatihan sebagaimana dilaksanakan hari ini”. tuturnya. (Red/Ist).

Editor : Milla

Dua Team SMAN 1 Tanjungpinang Borong Gelar Juara Dan Predikat

Salah satu siswa SMAN 1, Naura Khalila saat menerima piala
Salah satu siswa SMAN 1, Naura Khalila saat menerima piala

Tanjungpinang, GK.com Dua Team dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjungpinang memborong dua juara sekaligus di perlombaan Debate Competition yang di adakan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tanjungpinang.

Diikuti siswa SMA/SMK dan Universitas se- Kota Tanjungpinang, SMA Negeri 1 Tanjungpinang menurunkan dua team dan keduanya mendapatkan juara, diantaranya team A meraih juara pertama, dan  team B meraih juara kedua.


Naura Khalila yang meraih juara pertama menceritakan, dalam perlombaan tersebut teamnya meraih predikat best speaker.

“Alhamdulillah team A berhasil keluar sebagai juara pertama dan meraih gelar yang sangat luar biasa,” ujar Naura Khalila, Minggu (19/06/2022) di Mall Tanjungpinang City Center.

Diceritakan Naura Khalila pada babak pertama, dirinya beserta team harus  melawan team C yang berasal dari MAN Tanjungpinang dengan tema “mosi dewan ini percaya bahwa kebijakan wajib vaksinasi booster  dapat meningkatkan sektor pariwisata”.


“Kemudian, melanjuti babak final, team kami harus berhadapan dengan team B darì SMANSA Tanjungpinang dengan mosi dewan ini melarang penggunaan melalui selebgram, konten kreator, dan artis untuk menaikkan popularitas Partai Politik. Sebagai team pro ada 3 argumentansi yang harus disampaikan yaitu, urgensi kenapa hal itu harus dilaksanakan. Kedua, justifikasi kenapa kita harus membenarkan dari mosi yang diperdebatkan. Dan Ketiga, benefit yang bisa di tawarkan dari sisi Pemerintah maupun oposisi”. jelas Naura Khalila. (Ist).

Editor : Milla

Batam Banyak Peduduk Miskin, Ini Surveinya

Koordinator Bidang Sosial BPS Kota Batam bersama awak Media ini
Koordinator Bidang Sosial BPS Kota Batam bersama awak Media ini

Batam GK.com – Badan Pusat Statistik (BPS) pertama kali melakukan penghitungan jumlah dan persentase penduduk miskin pada di tahun 1984. Pada saat itu, BPS berperan dalam penyediaan data statistik Nasional maupun Internasional untuk menghasilkan statistik yang mempunyai kebenaran secara akurat, dan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dalam rangka mendukung Indonesia maju.

Aditya Sangaji selaku Koordinator Bidang Sosial BPS Kota Batam menuturkan, untuk penghitungan jumlah dan persentase penduduk miskin mencakup periode sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Konsumsi/Pengeluaran dan Kor.

“Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (Basic Needs Approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan di pandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran,” terang Aditya Sangaji, Senin (20/06/2022) sekitar pukul 14.49 Wib di Ruang Kerjanya.

Lebih lanjut, Aditya Sangaji mengatakan, metode yang digunakan BPS adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu, Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM).

“GKM merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi di antaranya, padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur, dan susu. Sedangkan GKNM merupakan, penjumlahan nilai kebutuhan minimum dari komoditi-komoditi non makanan terpilih yang meliputi perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan,” jelas Aditya Sangaji.

Untuk diketahui, indeks kemiskinan  Kota Batam pada tahun 2011 (0,72), tahun 2012 (0,82), tahun 2013 (0,75), tahun 2014 (0,55), tahun 2015 (0,70), tahun 2016 (0,49), tahun 2017 (0,79), tahun 2018 (0,81), tahun 2019 (0,53), tahun 2020 (0,70), dan tahun 2021 (0,89).

“Secara indeks kemiskinan, Kota Batam mengalami kenaikkan. Sementara untuk persentase dari tahun 2011 s/d tahun 2021, Kota Batam mengalami penurunan”. ungkap Aditya Sangaji. (EP).

Editor : Milla

Tingkatkan Layanan, RS Santa Elisabeth Akan Menerapkan Pendaftaran Berbasis Android

Batam, GK.com Rumah Sakit Santa Elisabeth (RSSE)  Batam Kota terus berusaha memaksimalkan pelayanan kesehatan untuk seluruh Masyarakat Kota Batam, walaupun dari segi kapasitas ruang pasien masih terbilang sedikit, namun hal tersebut tidak menghalangi pihak RSSE dalam melaksanakan tugas yang mulia.

Untuk diketahui, RSSE pada tanggal 21 September 2005 lalu, memperoleh ijin sebagai Rumah Sakit Umum yang sebelumnya hanya berstatus Rumah Sakit ibu dan anak. Dan RSSE juga merupakan Rumah Sakit yang menjadi icon Rumah Sakit rujukan di Kota Batam.

Saat ditemui awak Media ini, Hubungan Masyarakat (Humas) RSSE Jei Lidia mengatakan, “Walaupun dari segi kapasitas ruang rawat inap dan ruang rawat jalan kami masih di bawah Rumah Sakit lainnya yang memiliki 140 bed cover pasien, namun pelayanan tetap kami jaga seperti pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas atas dasar kasih,” ucap Jei Lidia, Sabtu (18/06/2022) pagi.

Kemudian, Jei Lidia juga menyebutkan bagi masyarakat yang ingin berobat di RSBT pekan depan akan di permudah dengan hadirnya mesin scen pendaftaran online.

“Kami melayani semua masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan golongan. Dengan kehadiran mesin scen nanti, masyarakat dapat melakukan pendaftaran pengobatan tanpa menunggu antrian, dengan menggunakan aplikasi pendaftaran online BPJS Kesehatan Mobile JKN atau dapat mengunjungi website http://Wow.rsebk.com,” sebut Jei Lidia.

“Tapi kami juga menyediakan pendaftaran secara manual bagi masyarakat yang tidak memiliki Hendphond Android ataupun masyarakat kita yang berumur atau lansia”. pungkasnya. (EP).

Editor : Milla

Ani : Apa Saja Kerjaan Bapak-Bapak yang Duduk di Ruangan Ber AC Itu ?

Karimun, GK.comBeberapa pekan terakhir ini harga cabe mengalami kelonjakan yang sangat fantastik disejumlah Daerah, khususnya di Kabupaten Karimun. Melonjaknya harga cabe tersebut di sebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya cuaca yang sangat extrim, serta biaya produksi yang meningkat drastis.

Dari banyaknya jenis cabe yang mengalami kenaikan yakni, cabe rawit dan cabe merah, hal itu di ungkapkan oleh Lilawati salah satu pedagang Pasar Maimun.

Kepada awak Media ini, dirinya mengungkapkan bahwa saat ini harga cabe tembus di angka hingga Rp 120.000,- per kilogramnya.

“Untuk cabe merah sebelumnya di harga Rp 60.000,- kini mencapai Rp 120.000,- sedangkan cabe merah keriting naik Rp 30.000,- yang sebelumnya Rp 50.00,- kini menjadi Rp 80.000,-. Sementara itu, cabe rawit masih di harga Rp 90.000,- per kilogramnya,” papar Lilawati.

Mengenai kenaikan harga cabe yang membuat masyarakat menjerit, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas perdagangan (Disdag), Koperasi, UMKM dan ESDM Kabupaten Karimun M. Zabur menjelaskan jika kenaikan harga itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Karimun saja, melainkan merata di setiap Daerah.

“Seluruh Indonesia mengalami kenaikan, faktor utamanya ialah biaya produksi seperti pupuk dan bibit  hingga faktor cuaca yang tidak stabil dan extrim,” jelas Zabur saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (18/06/2022) sekitar pukul 10.00 Wib.

Saat ini, Pemerintah sedang mencari cara, dan berusaha untuk mengupayakan harga cabe bisa stabil hingga normal menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha.

“Kita berharp masyarakat agar bersabar dengan tingginya harga bahan pokok, khususnya cabe. Saat ini Pemerintah sedang berupaya mencari solusi dan mengambil langkah agar harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan,” katanya.

Diwaktu yang berbeda, Ani salah satu masyarakat Karimun mengatakan, “beban hidup kami ini sudah berat Pak, berbeda dengan kehidupan Bapak-Bapak yang duduk di kursi empuk, apa-apa tinggal pakai tunjuk jika mau makan,” keluhnya.

“Apa saja kerjanya Bapak-Bapak yang duduk diruangan ber AC itu, jika jeritan Rakyatnya tidak bisa di perhatikan”. pungkasnya. (RP).

Editor : Ron

Bambang Soesatyo Membawa Kabar Baik Untuk International Green Circuit

Jakarta, GK.comGround breaking pembangunan Bintan International Green Circuit yang berada di kawasan pariwisata Bintan Resort Cakrawala (BRC) Bintan, Kepulauan Riau akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo sekaligus selaku Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kepada Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad.

Bintan International Green Circuit akan menjadi salah satu-satunya sirkuit yang ramah lingkungan, dan yang akan digunakan sebagai ajang bergengsi balapan Formula 1 (F1), serta balapan Internasional lainnya sebagai pelengkap Pertamina Mandalika International Circuit yang diinisiasi oleh Presiden Jokowi.

“Kehadiran Bintan International Green Circuit akan menjadikan Indonesia sejajar dengan berbagai Negara besar dunia lainnya, yang mana telah menyelenggarakan kejuaraan motor sport bergengsi dunia. Apalagi F1 tercatat telah diselenggarakan di 21 Negara yang tersebar di 5 benua,” ungkap Bambang Soesatyo usai menerima Ansar Ahmad, Sabtu (18/06/22).

Dijelaskan Bambang Soesatyo, pembangunan Bintan International Green Circuit memanfaatkan lahan sekitar seluas 237 hektar, dengan nilai  pembangunan mencapai Rp 1 triliun lebih, yang murni berasal dari konsorsium swasta, tanpa menggunakan APBN/APBD.

“Penentuan lokasi dilakukan bersama Pemprov Kepri, Gallant Venture Pte LTD sebagai pengelola kawasan Bintan dan Populous sebagai konsultan Internasional. Populous juga telah mematangkan Detail Engineering Design (DED), termasuk desain lintasan/track sirkuit. Direncanakan dalam lintasan sirkuit ada 17 tikungan untuk motor roda dua, serta 18 tikungan untuk F1”. jelas Bambang Soesatyo. (Ist).

Editor : Milla