Senin, Juni 1, 2026
Beranda blog Halaman 338

Sekjen DPP Gerak Keris Soroti Proyek Gagal PUPR Kepri

Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq dan Kabid Ciptà Karya PUPR Kepri, Hendrija. (Foto GK.com / Wawan)
Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq dan Kabid Ciptà Karya PUPR Kepri, Hendrija. (Foto GK.com / Wawan)

Tanjungpinang, GK.com – Dianggarkan 7,9 miliar, proyek gagal Balai Latihan Kerja (BLK) Karimun dapat sorotan tajam dari Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq.

“Inilah yang kita sesalkan dari seorang Hendrija. Pemberian paket-paket proyek itu, kan melewati mekanisme cukup panjang dan rumit, sehingga seseorang itu layak dianggap layak untuk melaksanakan suatu proyek. Tapi ditangan Hendrija ini kita lihat di Tahun 2022, contoh kasus Masjid Pulau Penyengat. Masjid Sultan yang sebuah cagar budaya, di tangani dengan tehnik kerja yang saya bilang sama dengan bangun rumah di Kampong. Hasilnya boleh di cek sendiri lah. Baru berapa bulan proyek itu selesai, dalam nya sudah mengelupas,” ujar Nuri Che Siddiq, Jumat (10/03/2023) malam.

Baca juga :

“Kekesalan lainnya dari seorang Hendrija dalam menetapkan Perusahaan yang mengerjakan proyek. Seperti yang di Karimun, coba lihat, apa yang terjadi ? Saya mau bilang ada apa, nanti di bilang begini begitu ?,” ujarnya.

“Kalau Hendrija terus berjalan begini, maka Gubernur akan terus tercoreng namanya. Orang akan bilang Pak Ansar yang begini, begitu. Padahal Pak Ansar itu saya rasa Dia sudah melakukan hal yang sangat terbaik. Karena beliau kan juga orang yang berpengalaman. Berapa Tahun beliau jadi Bupati Bintan, dan begitu Dia balik di Kota kelahirannya, Dia memang berbuat bagus,” ucap Nuri Che Siddiq.

“Jadi dengan kinerja buruk Kabid-Kabid yang seperti ini, saya minta Pak Gubernur dapat mengevaluasi ulang kalau ada pelantikan kedepannya, lebih baik ganti saja itu orang. Kalau di biarkan terus, buruk terus. Dan Dia juga bukan orang yang mempunyai kribelitas yang baik. Zaman Gubernur sebelum Pak Ansar, Dia juga tidak dipakai. Kalau menurut saya, Dia bukan orang yang tepat untuk menduduki suatu jabatan yang strategis”. tegas Nuri Che Siddiq.

Hingga berita ini ditayangkan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad masih belum bisa di temui untuk di mintai tanggapannya. Dihubungi melalui Kadis Kominfo Kepri, Hasan, namun masih belum menjawab pesan Whatshapp yang di kirim oleh tim Redaksi ini. (tim).

Editor : Ron

SDN 006 Tanjungpinang Timur Klarifikasi Berita Hoax

SDN 006 Tanjungpinang Timur saat Klarifikasi terkait Berita Hoax di Mensos. (Foto GK.com / Nadya)
SDN 006 Tanjungpinang Timur saat Klarifikasi terkait Berita Hoax di Mensos. (Foto GK.com / Nadya)

Tanjungpinang, GK.com – Beredarnya terkait berita di Facebook tentang keluhan salah satu wali murid SD Negeri 006 Tanjungpinang Timur atas uang perpisahan yang dianggap tidak sesuai prosedur, serta masalah baju yang diwajibkan harus membeli, merupakan berita hoax.

Hal ini di tegaskan langsung oleh Komite SDN 006 Tanjungpinang Timur, Adhe Fajar Haerika, SE kepada gerbangkepri.com di Ruang Rapat SDN 006 Tanjungpinang Timur.

“Mendengar atas kejadian tersebut, kami selaku Komite SD Negeri 006 langsung menggelar Rapat. Masalah uang perpisahan itu estimasinya sebesar Rp 150.000,-, itupun keputusan langsung dari pihak wali murid, dan juga sudah di Rapatkan pada 12 Januari 2023 lalu. Terkait pembayaran juga telah disepakati dengan cara mencicil, bukan melalui transfer ke rekening guru-guru. Dan saya juga sudah cek riwayat tabungan wali kelas masing-masing, memang tidak ada. Lagian untuk masalah ini kami mempunyai bendahara dari setiap Kelas, yaitu salah satu wali murid di tiap-tiap Kelas. Kebetulan untuk Kelas 6 lokalnya ada 4, yaitu dari 6A s/d 6D,” jelas Adhe Fajar Haerika.

Salah satu wali murid yang menjabat sebagai bendahara Kelas 6D di SDN 006 Tanjungpinang Timur, Syifa menuturkan kepada gerbangkepri.com, “Sejauh ini sih belum ada yang mengeluh terkait uang perpisahan ini, karena kan boleh di bayar dengan cara mencicil sampai kegiatan perpisahan itu tiba. Dan itu juga dari hasil musyawarah bersama,” terangnya, Jumat (10/03/2023) sekitar pukul 14.30 Wib.

Sementara itu, Kepala SDN 006 Tanjungpinang Timur, Hj. Safrida, S,Pd menerangkan terkait masalah pulang Sekolah yang tidak sesuai prosedur, lalu diwajibkan membeli baju, itu semua tidak benar.

“Bahkan ada salah satu murid saya yang bajunya sudah lusuh, saya kasih. Kami juga sudah mengecek semua data-data bahwa yang menyebarkan berita itu anaknya tidak ada bersekolah disini. Ini benar-benar fitnah, akun nya di Media Sosial juga enggak jelas,” ungkap Safrida.

“Saya berharap orang tua tetap memberi support kepada anak-anaknya untuk ke jenjang Sekolah Menengah Pertama. Karena itu sudah kewajiban kita sebagai orang tua, dan bijaklah dalam menggunakan Sosial Media”. tutur Adhe. (NDY).

Editor : Milla

Peduli Bencana di Natuna, Imigrasi Karimun Serahkan Bantuan

Imigrasi Karimun saat serahkan bantuan. (Foto Imigrasi Karimun)
Imigrasi Karimun saat serahkan bantuan. (Foto Imigrasi Karimun)

Karimun, GK.com – Bertempat di Kodim 0317 Tanjung Balai Karimun, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun diwakili Kasubsi Teknologi Informasi Keimigrasian, Gerson Silalahi beserta beberapa jajaran Kantor Imigrasi menyerahkan sumbangan berupa pakaian bekas layak pakai yang dikumpulkan dari seluruh pegawai Kantor Imigrasi Karimun untuk di sumbangkan kepada korban bencana alam longsor di Serasan Natuna melalui Kodim 0317 Tanjung Balai Karimun.

Pada kesempatan itu, sumbangan diterima langsung oleh pihak Kodim 0317 Tanjung Balai Karimun Sersan Mayor F. Simanjuntak. Dan rencananya bantuan ini akan dikirimkan langsung pada besok hari ke Serasan Natuna oleh pihak Kodim 0317 TBK.

Kaur Umum Imigrasi Karimun Renold Pasaribu menuturkan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dari Kantor Imigrasi Karimun atas musibah bencana yang dialami oleh masyarakat Serasan Natuna.

“Kita berharap, semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban bencana alam di Serasan Natuna, serta semua korban bencana diberikan kesabaran dan ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Esa”. tutur Renold Pasaribu, Jumat (10/03/2023) sekitar pukul 16.30 Wib. (YY).

Editor : Sai

Alasan Finansial, Proyek BLK Karimun Gagal

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kepri Hendrija, Gubernur Kepri, dan Proyek Gagal Pembanggunan BLK Karimun. (Foto GK.com / Qiqi)
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kepri Hendrija, Gubernur Kepri, dan Proyek Gagal Pembanggunan BLK Karimun. (Foto GK.com / Qiqi)

Tanjungpinang, GK.com – Gagal, dan tidak tepat waktu pengerjaan, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Karimun menuai seribu tanda tanya oleh masyarakat Kepri, hingga secara tidak langsung mencoreng nama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Pasalnya, Proyek Prioritas Pemerintah Provinsi Kepri yang bersumber dari APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022 dari hasil pajak masyarakat Kepri itu, terkesan di paksakan dalam pengerjaannya oleh Pemerintah Provinsi Provinsi Kepri, Khusus nya Dinas PUPR Kepri.

Hendrija, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kepri saat dikonfirmasi oleh gerbangkepri.com di Ruang Rapat PUPR Kepri, Dompak pada Jum’at, (10/03/2023) pagi menuturkan, “Semua orang menyayangkan dengan apa yang terjadi, ini termasuk menyangkut kinerja, Gubernur kecewa, PT SMI juga. Pembangunan ini strategis, karena ini berupa pinjaman, Bupati Karimun juga sedih, saya juga sebagai pelaksana sedih,” ungkapnya.

“Kawan-kawan datang pada saya sudah tepat, karena ini di bidang saya. Sebagai Kabid Pengendalian di Bidang Cipta Karya, nah untuk pekerjaan ini saya sebagai PPK,” tegas Hendrija.

“Pekerjaan di laksanakan oleh PT MIRA, yang terkontrak pada tanggal 17 Mei Tahun 2022. Di mana pada pelaksanaannya terhitung 210 hari kalender, dan berakhir pada 12 Desember 2022. Untuk diketahui, dulu PPK pertamanya Staf saya, namanya Roni Pranata, namun satu bulan usai penandatanganan kontrak, dia kena musibah, sakit. Dia menangani bukan BLK saja, ada Dekranasda di Kota Lama, akhirnya saya selaku Pimpinan Kepala Bidang membaca stuasi dan kondisi yang ada, lantas terpaksa saya ambil alih. Maka nya saya PPK penganti. Saya lakukan untuk tidak memperpanjang, artinya memutuskan kontrak, jadi murni itu kontrak awal, sehingga PT MIRA tidak diberikan kesempatan untuk melanjutkan. Fillosofinya sederhana saja, bulan Mei sampai Desember hampir delapan bulan dia tidak bisa selesaikan, hanya pada progres 34%, mana mungkin kita memberi perpangan 50 hari kelender ke depan lagi. Minimal dia harus bisa menyelesaikan 95%, prinsip pemberian nya dia harus selesai 90% atau 100%,” paparnya.

“Kenapa PT MIRA tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sampai 12 Desember, hanya satu saja problem nya, yaitu berkaitan Finansial (Keuangan). Jadi, tidak mungkin kita memberikan perpanjangan waktu, memang ada pihak Perusahan mengajukan perpanjangan waktu, tapi kita tidak tindak lanjuti, karena dengan berbagai pertimbangan,” katanya.

Saat ditanyai lebih lanjut oleh gerbangkepri.com terkait bagaimana kesiapan Dinas PUPR Kepri, khususnya bidang Cipta Karya sebenarnya pada proyek BLK Karimun ini, Hendrija menegaskan kembali, jika pihaknya sangat-sangat siap terhadap proyek ini.

“Kita malahan siap, BLK ini kan usulan dari kawan-kawan di Kabupaten Karimun. Niatnya adalah untuk jadi pusat pelatihan tenaga kerja, karena di Kepri ini kan kurang. Tujuannya bagus, namun sangat kita sayangkan dengan yang terjadi diluar dari apa yang di harapkan. Pak Gubernur sedih, tersayat hatinya gara-gara proyek ini tidak selesai,” terang Hendrija.

“Produk ini perencanaan dari Perkim Tahun 2021. Dulu Cipta Karya di Perkim, terkait dokumen perencanaan, pesebeliti sudah lengkap semua, termasuk juga terkait aset. Jauh-jauh hari sudah di serahkan ke Pemerintah Provinsi Kepri. Kalau sudah di terbangun nanti, baru di kembalikan ke Kabupaten Karimun,” tambahnya.

Ditanyai mengenai aset yang belum selesai, Penelitian Barang Milik Daerah (BMD) dilokasi yang akan dimusnahkan dan dari pencatatan BMD Provinsi Kepri belum tuntas, apakah benar ? Hendrija mengatakan, “Sudah klir, jauh-jauh hari sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kepri, meskipun pada waktu pengerjaan masih ada barang milik Disnaker Karimun, tapi sudah kita suruh ambil, seperti meja, lemari, kursi, tilam, itu saja kendalanya. Semua pekerjaan mengalami kendala bukan hanya di BLK, saya menangani Kota Lama, PPK nya juga Pak Roni. Pada prinsip nya, PT SMI tidak akan menyetujui pendanaan kalau belum jelas, kalau status jalan, aset, harus di kirim dan dibuktikan. Kalau sudah klir, baru ok,” jelasnya.

Ditanya terkait dugaan lambatnya dokumen perencana hasil perhitungan struktur oleh konsultan perencanaan, serta dugaan terdapat tidak kecocokkan antara gambar rencana dan RAB kontrak, Hendrija menjawab, “Tidak ada yang terlambat, perencanaan Tahun 2021 di buat oleh Perkim. Pada saat proses lelang, kita lakukan audit review HPS nya, kita menyusun HPS, itu lah yang dilakukan Pak Roni dengan kawan-kawan Inspektorat. Ketika sudah klir, baru proses lelang. Terkait pekerjaan kita di lapangan, sebelum kita melakukan serah terima, kita pasti akan mengecek,” jawabnya.

“Terkait kesiapan, seperti aset sudah klir, masalah ada barang-barang, kemudian kalau RAB itu memang kita menganjurkan setiap pekerjaan pasti ada CCO. Kita memberikan ruang kepada pelaksana untuk mengecek kecocokan RAB yang di lelang dengan di lapangan seperti, ada kurang atau lebih, itu lah dasar jepikasi kita untuk dilakukan CCO (cek oder),” terangnya lagi.

Saat disinggung oleh gerbangkepri.com terkait bagaimana proses lelang bisa di menang kan, sementara fakta nya Perusahan tersebut tidak mampu, salah satunya dalam hal finansial dan tidak siap ? Sehingga hal inilah yang mengakibatkan gagalnya Pembangunan Proyek BLK Karimun, Hendrija menjawab, “Ini agak prinsipil, intinya saya tidak bisa menjawab, karena dulu kan PPK nya bukan saya, melainkan anak buah saya. Saya awalnya dari segi pengawasan saja, di sini saya tekan kan bahwa ini terkait finansial,” ungkapnya.

“Terkait kenapa bisa dimenangkan, kawan-kawan mungkin bisa langsung menanyakan hal ini lebih jelasnya ke Pokja yang bersangkutan,” tegas Hendrija lagi.

“Jika ditanya apakah ini sudah merugikan daerah dan masyarakat, jawabnya benar sekali. Tapi bukan secara finansial ya, melainkan seharusnya sudah bisa digunakan untuk pelatihan, dan juga dari pusat sudah menyalurkan programnya”. tuturnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi gerbangkepri.com belum bisa menjumpai Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk di mintai statmennya terkait salah satu proyek andalan Pemerintah Provinsi Kepri ini. (tim).

Editor : Ron

PT. Free The Sea Hadir di Batam, Menko Marves: Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan Lagi

Grand Launching PT. Free The Sea. (Foto BP Batam)
Grand Launching PT. Free The Sea. (Foto BP Batam)

Batam, GK.com – Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Purwiyanto mewakili Kepala BP Batam saat hadir pada Grand Launching PT. Free The Sea, Kamis (09/03/2023) mengucapkan selamat, serta memberi apresiasi atas Peluncuran PT tersebut yang merupakan anak Perusahaan dari PT WIK Far East asal Jerman.

Terletak di Panbil Industrial Estate Muka Kuning, Batam, saat itu, kehadiran Purwiyanto didampingi oleh Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Sudirman Saad, Anggota Bidang Pengusahaan Wan Darussalam, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait, serta Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Binsar Tambunan.

“Kami sangat apresiasi atas investasi ini, dan mendukung visi yang telah dicanangkan Kepala BP Batam Bapak Muhammad Rudi untuk mewujudkan Batam Green City sebagai kawasan tujuan investasi yang berwawasan lingkungan,” ujar Purwiyanto.

“Kita berharap, investasi ini akan berdampak sangat positif terhadap lingkungan. Gerakan daur ulang sampah plastik botol juga membantu mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah. Termasuk mendukung Pemerintah dalam menciptakan green industri berteknologi,” harapnya.

Pada Grand Launching PT Free The Sea ditandai dengan pemotongan pita oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama dengan Mr. Markus Steckhan, Chief Strategy Officer of WIK Group.

Dalam sambutanya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan apresiasi yang mendalam bagi Perusahaan Jerman yang membawa inovasi bagi dunia investasi di Indonesia, sekaligus membawa misi bagi keberlangsungan lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang.

“Investasi ini luar biasa. Mendaur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Tentu ini dapat menjaga lingkungan kita dari microplastic yang merupakan bahan berbahaya bagi generasi penerus. Saya ajak warga Batam mendukung ini dengan kontribusi jangan buang sampah sembarangan lagi, tetapi salurkan,” tutur Luhut.

“Mari kita sama-sama menjaga investasi ini. Dan ayo mendukung gerakan pengelolaan sampah yang benar. Pencemaran sampah plastik di perairan akan berdampak secara signifikan bagi kesehatan anak-anak sebagai generasi masa depan,” kata Luhut.

“Bayangkan, saat kita membuang sampah plastik ke laut, kemudian microplastics dikonsumsi oleh Ikan-ikan yang kita makan, bagi ibu hamil ini hampir pasti berdampak pada bayinya. Ayok kita dukung investasi ini. Dengan hadirnya PT Free The Sea ini, tentu kita berharap dapat membantu Pemerintah dalam mewujudkan target pengurangan sampah plastik laut hingga 7%”. pungkasnya.

Ditambahkan International Commercial Manager WIK Group, Mr. Bahri Beyhan, tahun lalu, Perusahaan telah berhasil mengumpulkan sekitar 20 juta PET Bottle dari seluruh wilayah Batam. Dan pihaknya sudah berhasil memproduksi sekitar satu juta mesin kopi menggunakan bahan baku upcycling ini.

Untuk diketahui, PT Free The Sea bergerak dalam pengolahan daur ulang limbah plastik menjadi barang dengan nilai ekonomis. Bekerja sama dengan masyarakat, Perusahaan Jerman dalam mengumpulkan sampah botol plastik dari rumah-rumah warga yang dapat didaur ulang menjadi Coffee Maker atau mesin pembuat kopi.

Adapun hasil sampah plastik didaur ulang menjadi PET Flakes dan Biji Plastik (Petrabs) untuk selanjutnya diolah menjadi salah satu bahan yg dipergunakan untuk pembuatan Coffee Maker atau mesin pembuat kopi yang merupakan produk utama PT WIK. (AD).

Editor : Sai

MAN Tanjungpinang Gelar Doa Bersama

Poto MAN Tanjungpinang
Poto MAN Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Dalam menyambut bulan Suci Ramadhan, Sekolah MAN Tanjungpinang menggelar doa bersama, sekaligus sebagai penyambung tali silaturahmi antara siswa, wali murid, dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan yang menjadi rutinitas tahunan ini di mulai sejak pukul 13.00 Wib s/d selesai.

“Tujuan dari kegiatan ini selain menjaga silaturahmi antar sesama, juga sebagai ajang bermaaf-maafan. Tak lupa, doa kami panjatkan atas musibah yang terjadi di Sekolah kami beberapa waktu yang lalu, agar kejadian yang tidak diinginkan, tidak menimpa dikemudian hari lagi,” tutur Mayasari selaku Kepala Sekolah MAN Tanjungpinang.

“Alhamdulillah, karena Sekolah ini di kelililingi oleh rumah masyarakat, jadi begitu sigap nya masyarakat membantu, serta turut memantau anak-anak kita di luar Sekolah,” ungkap Mayasari di Ruang Kerjanya, Kamis (09/03/2023) sekitar pukul 15.00 Wib.

“Saya berharap, selain siswa-siswi bisa saling berkompetensi dalam segi pembelajaran, Sekolah ini juga bisa menciptakan siswa-siswi ber akhlak mulia,” harap Mayasari.

“Berkaitan musibah yang menimpa Sekolah MAN Tanjungpinang pada beberapa waktu lalu, pihak Sekolah belum bisa memberikan steatment, dikarenakan identifikasi terkait kebakarannya belum bisa diungkap”. tegas Mayasari. (NDY).

Editor : Milla