Rabu, Mei 6, 2026
Beranda blog Halaman 33

Pesona Air Terjun Pongkar

Para pengunjung saat mandi di air terjun Pongkar. (Foto Gerbangkepri.com/Dwi)

Karimun, GK.com – Memasuki akhir masa liburan sekolah, kawasan wisata alam Air Terjun Pongkar di Desa Pongkar, Kabupaten Karimun masih dipadati pengunjung. Meski waktu libur hampir usai, antusias masyarakat untuk menikmati suasana alam terbuka bersama keluarga tetap tinggi.

Sejak pagi hingga siang hari, arus pengunjung terlihat terus berdatangan. Area parkir dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat, sementara di sekitar lokasi air terjun, anak-anak tampak asyik bermain air, dan para orang tua duduk bersantai menikmati kesejukan alam.

Dedi (37) salah satu warga Tanjung Balai Karimun mengatakan, dirinya sengaja datang di penghujung liburan untuk menghindari kepadatan berlebih di awal musim libur.

“Kami pilih datang di akhir libur supaya tidak terlalu berdesakan. Anak-anak juga masih punya waktu menikmati suasana sebelum kembali sekolah,” ujarnya di area air terjun, Sabtu (28/03/2026).

Pengunjung lainnya, Rahma (32) mengaku, Air Terjun Pongkar menjadi pilihan utama karena lokasinya yang mudah dijangkau, dan biaya masuk juga terjangkau.

“Tempatnya cocok untuk keluarga. Airnya jernih dan suasananya masih alami. Ini jadi momen penutup liburan yang menyenangkan,” katanya.

Lalu, Arif (25) pengunjung asal Tanjung Batu berharap fasilitas umum di kawasan wisata tersebut bisa terus ditingkatkan.

“Kalau bisa ke depan ditambah tempat bilas dan area istirahat. Karena kalau sudah ramai, pengunjung cukup banyak antre”. sarannya Pukul 10.30 WIB.

Ramainya kunjungan di akhir masa liburan sekolah ini juga membawa berkah bagi para pedagang kecil di sekitar lokasi wisata. Beberapa di antaranya mengaku penjualan meningkat signifikan dibanding hari biasa.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan serta mematuhi aturan keselamatan selama berada di area air terjun, agar keindahan dan kenyamanan wisata alam Pongkar tetap terjaga. (DS)

Editor: Red

Waspada Tinggi Karhutla 2026

Karhutla di Kota Tanjungpinang. (Foto Gerbangkepri.com/Kafya)

Tanjungpinang, GK.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kota Tanjungpinang, khususnya saat musim kemarau yang disertai angin kencang, sehingga meningkatkan risiko penyebaran api sangat mudah menyebar. Informasi ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika ditemukan titik api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan menyatakan, tingkat kerawanan Karhutla pada 2026 berada pada status waspada tinggi. Hingga akhir Maret, pihaknya telah menangani sekitar 131 kejadian.

Ia menjelaskan, kondisi musim kemarau yang disertai angin utara kencang membuat lahan menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Selain itu, api juga cepat merjalar, sehingga berpotensi meluas ke berbagai wilayah.

Menurutnya, faktor utama pemicu kebakaran masih didominasi oleh kelalaian manusia. Sekitar 80 hingga 85 persen kasus disebabkan oleh aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka yang ditinggalkan. Selain itu, praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar serta pembuangan puntung rokok sembarangan di area rumput kering turut menjadi penyebab.

“Dalam menghadapi kondisi tersebut, Disdamkarmat Tanjungpinang menyiagakan seluruh personel selama 24 jam yang terbagi dalam 12 regu di empat pos sektor. Untuk mendukung operasional, disiapkan armada mobil pompa berkapasitas 6 ton sebanyak dua unit, 3 ton dua unit, dan 4 ton satu unit, serta satu unit mobil rescue dan pompa portable untuk menjangkau area yang sulit diakses,” paparnya.

“Berdasarkan pemetaan, wilayah Dompak, Senggarang, dan Tanjungpinang Timur menjadi daerah paling rawan Karhutla. Hal ini disebabkan luasnya lahan tidur dan belukar, serta kondisi wilayah yang terbuka terhadap hembusan angin kencang,” katanya.

“Setiap menerima laporan melalui call center, petugas langsung mengerahkan personel dari pos terdekat dengan target waktu respons secepat mungkin. Langkah awal di lapangan adalah melokalisir api agar tidak merambat ke permukiman maupun instalasi vital, sebelum dilakukannya pemadaman total dan proses pendinginan,” ujarnya.

“Dalam penanganan Karhutla, Disdamkarmat juga berkoordinasi dengan berbagai pihak melalui sistem komando terpadu bersama BPBD Kota dan Provinsi, TNI/Polri, serta relawan. Pada kebakaran berskala besar, dukungan suplai air turut diberikan oleh instansi terkait,” tuturnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/03/2026) WIB 17.34 WIB.

“Meski demikian, petugas kerap menghadapi kendala di lapangan, seperti sulitnya akses menuju titik api dan terbatasnya sumber air alami saat musim kemarau. Selain itu, angin kencang juga kerap memicu munculnya kembali api meski permukaan terlihat telah padam,” ungkapnya.

“Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan dalam kondisi cuaca kering. Warga juga diminta segera melaporkan jika melihat asap atau titik api melalui nomor darurat (0771) 24949 atau WhatsApp 0811-6524-949 guna mencegah kebakaran meluas”. imbuhnya. (KF)

Editor: Red

Kunjungan Pasien Meningkat, Waspada Heat Stroke

Masyarakat Karimun saat melakukan pengobatan. (Foto Puskemas Tanjung Balai Karimun)

Karimun, GK.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca panas dan kering yang terjadi belakangan ini. Selain itu, masa peralihan musim juga berpotensi memicu cuaca ekstrem yang berdampak pada kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg. Soerjadi menegaskan, masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar ruangan saat puncak panas, yakni pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Paparan sinar matahari langsung, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, sebaiknya dihindari.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih, minimal 8 hingga 10 gelas atau sekitar 2 liter per hari. Gunakan pakaian yang longgar, ringan, dan mudah menyerap keringat, serta hindari minuman berkafein, beralkohol, dan minuman manis karena dapat mempercepat dehidrasi,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (27/03/2026) Pukul 11.50 WIB

Selain itu, warga diminta memastikan ventilasi rumah dalam kondisi baik agar sirkulasi udara lancar. Masyarakat juga dilarang membakar sampah guna mencegah risiko kebakaran dan polusi udara, serta tidak meninggalkan siapa pun di dalam kendaraan yang terparkir baik dalam kondisi kaca terbuka maupun tertutup.

Dinkes juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai gejala heat stroke seperti sakit kepala, pusing, dan mual. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, warga diminta segera mencari bantuan medis.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Tanjung Balai Karimun, M. Aristo Wibowo mengungkapkan adanya lonjakan kunjungan pasien dalam dua hari terakhir, dengan total kunjungan tercatat mencapai 315 pasien.

“Keluhan yang paling banyak kami tangani didominasi penyakit akibat faktor cuaca, seperti ISPA dan hipertensi. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan aktivitas di tengah cuaca panas,” ujar Aristo Pukul 13.45 WIB melalui sambungan Telepon.

Dari sisi meteorologi, Forecaster BMKG Tanjungbalai Karimun, Younggy Hutabarat menyebut, suhu udara saat ini berkisar antara 26 hingga 33 derajat Celsius, dengan suhu terpanas biasanya terjadi pada pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Ia menjelaskan, Karimun tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Awal musim kemarau di wilayah Kepulauan Riau diprediksi terjadi pada Mei, dengan puncaknya di Bulan Juli 2026.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dengan curah hujan di bawah normal. Namun, dalam sepekan ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan pada tanggal 30 hingga 31 Maret”. ungkap Younggy di Kantornya, Jumat (27/03/2026) sekitar Pukul 13.30 WIB.

Menurutnya, kondisi panas yang terasa lebih cepat dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Nina lemah serta posisi matahari yang berada di sekitar ekuator. Ia pun mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang bersifat dinamis. (DS)

Editor: Milla

Ada Diskon PBB-P2 Hingga 75 Persen, Ayok Bayar Segera Pajak Anda

Salah satu masyarakat Kota Batam saat melakukan pembayaran pajak. (Foto Bapenda Batam)

Batam, GK.com — Pemerintah Kota Batam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menghadirkan program diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) guna meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah.

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah melalui Kasubbid Sistem Informasi Pendapatan Daerah Bayu Nirwana Sembayang menjelaskan, program diskon ini menyasar masa pajak tahun 1994 hingga 2025. Kebijakan tersebut bertujuan memberikan stimulus kepada wajib pajak agar segera menyelesaikan tunggakan PBB-P2 serta mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dari sektor tersebut.

Ia mengungkapkan, besaran diskon yang diberikan cukup bervariasi, tergantung pada tahun pajak. Untuk tahun 2026 diberikan pengurangan sebesar 5 persen dari pokok piutang. Sementara untuk tahun 2023 hingga 2025 mendapat diskon 10 persen, tahun 2018 hingga 2022 sebesar 25 persen, tahun 2013 hingga 2017 sebesar 50 persen, dan tahun 1994 hingga 2012 mendapatkan pengurangan hingga 75 persen dari pokok piutang.

“Selain itu, Pemerintah juga memberikan pembebasan sanksi administratif berupa denda untuk seluruh tunggakan hingga tahun 2025, sehingga diharapkan dapat semakin mendorong masyarakat memanfaatkan program ini,” ungkap Bayu Nirwana Sembayang.

“Program diskon PBB-P2 ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh wajib pajak, baik perorangan maupun badan yang telah terdaftar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah,” kata Bayu Nirwana Sembayang.

“Adapun mekanisme untuk mendapatkan diskon cukup mudah. Wajib pajak diminta terlebih dahulu melunasi tagihan PBB-P2 tahun berjalan, yakni tahun 2026. Setelah itu, sistem secara otomatis akan menerapkan diskon untuk tunggakan tahun-tahun sebelumnya. Pembayaran dapat dilakukan secara Daring melalui laman resmi epbb.batam.go.id dengan memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP),” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (26/03/2026) Pukul 15.13 WIB.

“Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 1 April hingga 30 Juni 2026. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah program tersebut akan diperpanjang”. tutupnya. (KF)

Editor: Red

Mati Lampu Bergilir Selama 18 Hari, Berikut Keterangan PLN

Petugas PLN Karimun saat sedang melakukan perawatan mesin. (Foto PLN Karimun)

Karimun, GK.com – Upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun tengah dilakukan melalui pemeliharaan PLTU Unit 1 yang berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 26 Maret hingga 13 April 2026. Kebijakan tersebut berdampak pada keterbatasan daya saat jam beban puncak, sehingga manajemen harus menerapkan pengaturan beban secara bergilir.

Manager PLN Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemeliharaan berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi menjaga keandalan sistem pembangkit ke depan.

“Manajemen PLN Karimun memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama pelaksanaan pemeliharaan PLTU Unit 1. Ini merupakan langkah yang harus kami ambil untuk memastikan sistem pembangkit dapat beroperasi lebih optimal,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/03/2026), Pukul 15.35 WIB.

Subhan menjelaskan, pemeliharaan tersebut awalnya dijadwalkan pada minggu kedua Februari 2026. Namun, karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, pelaksanaannya diundur hingga masa siaga Idul Fitri selesai. Selain itu, keputusan ini juga menjadi tindak lanjut atas gangguan yang terjadi pada 15 Maret 2026, yang menyebabkan kerusakan pada sistem pendingin PLTU Unit 1 sehingga kinerjanya tidak maksimal.

Menurutnya, selama masa pemeliharaan, daya mampu sistem kelistrikan Karimun diprediksi berada di angka 32 megawatt (MW), sedangkan beban puncak mencapai 34,5 MW. Artinya, terdapat kekurangan sekitar 2,5 MW, terutama pada pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Peningkatan beban puncak tersebut turut dipengaruhi oleh cuaca panas yang melanda Karimun dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, PLN melakukan optimalisasi pengoperasian PLTD Bukit Carok dan PLTU Unit 2 guna menopang kebutuhan listrik masyarakat. Selain itu, pengaturan beban dilakukan secara bergilir dengan tetap memprioritaskan lokasi strategis seperti pelabuhan dan rumah sakit.

“Tim pemeliharaan terus bekerja keras untuk memperbaiki dan mengoptimalkan pembangkit yang ada agar daya mampu sistem dapat meningkat selama masa pekerjaan ini berlangsung. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun atas kondisi kelistrikan saat ini”. ucap Subhan. (DS)

Editor: Red

BMKG Ungkap Penyebab Minim Hujan di Tanjungpinang, Waspada Karhutla

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Hayu Nur Mahron. (Foto gerbangkepri.com/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com — Di tengah dominasi cuaca cerah di langit Tanjungpinang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mewaspadai ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan akibat minimnya curah hujan.

Kepada gerbangkepri.com Prakirawan BMKG Tanjungpinang Hayu Nur Mahron menyampaikan kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir didominasi cerah hingga berawan, dengan hujan yang terjadi secara terbatas, bersifat lokal, dan berintensitas ringan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi suhu muka laut di wilayah utara Kepulauan Riau yang berada pada fase netral hingga sedikit lebih dingin dari normal, sehingga pasokan uap air ke atmosfer berkurang. Kelembapan udara di lapisan atas yang relatif kering juga turut menghambat pembentukan awan hujan.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase suppressed di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya menyebabkan peluang hujan semakin kecil. Sementara fenomena global seperti El Niño, La Niña, dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau netral sehingga tidak memberikan dampak signifikan.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca pada periode 25 Maret hingga 02 April 2026 masih didominasi cerah hingga berawan, dengan peluang hujan kecil pada rentang 29 Maret hingga 2 April. Curah hujan pada April diperkirakan berada pada kategori menengah, yakni 50–150 mm per bulan. Pada Mei meningkat menjadi 100–200 mm per bulan, kemudian menurun pada Juni dengan kisaran 75–150 mm per bulan. Tren ini menunjukkan peluang hujan akan meningkat secara bertahap mulai April hingga mencapai puncak pada bulan April–Mei,” terangnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/03/2026) Pukul 13.53 WIB.

“Lebih lanjut, ia menyebutkan curah hujan yang berada di bawah normal sejak Januari hingga dasarian kedua Maret 2026 mengindikasikan kekeringan meteorologis di sebagian besar wilayah Pulau Bintan. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi kekeringan hidrologis yang ditandai dengan penurunan debit sungai, berkurangnya cadangan air tanah, serta menyusutnya volume tampungan air. Dampak lanjutan yang perlu diwaspadai meliputi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih,” tambahnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta menggunakan air secara bijak. Pemerintah Daerah juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau informasi Hari Tanpa Hujan (HTH) dan peringatan dini karhutla guna mengoptimalkan langkah mitigasi, khususnya menjelang peralihan menuju puncak musim hujan pada April hingga Mei. Informasi cuaca dan iklim terkini dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman resmi BMKG.

“Secara klimatologis, pola musim di wilayah Kepulauan Riau relatif tidak mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tahun ini terdapat kecenderungan musim kemarau datang lebih awal, berlangsung lebih lama, serta lebih kering dibandingkan kondisi normal”. tutupnya. (KF)

Editor: Red