Rabu, Mei 6, 2026
Beranda blog Halaman 34

H+4 Lebaran, Arus Balik di Pelabuhan Domestik Karimun Dipadati Penumpang

Para penumpak tampak memadati Pelabuhan Karimun. (Foto gerbangkepri.com/Dwi)

Karimun, GK.com – Memasuki H+4 Hari Raya Idul Fitri, arus balik di Pelabuhan Domestik Karimun tampak dipenuhi masyarakat yang hendak kembali ke perantauan. Mendekati berakhirnya masa libur dan cuti bersama membuat para pekerja mulai bersiap menjalani rutinitas di kota tempat mereka mencari nafkah.

Sejak pagi, suasana di terminal keberangkatan Pelabuhan Karimun terlihat ramai. Tampak para calon penumpang dengan berbagai tujuan memenuhi ruang tunggu sambil menanti jadwal kapal. Lonjakan keberangkatan kali ini didominasi tujuan ke Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

“Derry, warga yang akan bertolak ke Kota Tanjungpinang mengaku harus kembali pulang karena jadwal kerja akan segera aktif. Libur sudah selesai, besok kantor mulai beroperasi, jadi hari ini saya harus berangkat,” ujarnya di area penjualan salah satu tiket Kapal, Selasa (24/03/2026).

Hal serupa disampaikan Sherly yang akan menuju Batam. Ia menyebut kondisi di pelabuhan sangat padat. Menurutnya, sebagian besar perantau memanfaatkan hari terakhir libur ini untuk kembali agar bisa langsung masuk kerja keesokan harinya.

“Petugas di pelabuhan juga sangat membantu kami yang ingin pulang. Mereka mengarahkan calon penumpang agar tidak terlambat dan tidak salah masuk kapal, sehingga kami para penumpang merasakan sangat terbantu dan merasa nyaman”. jelasnya Pukul 13.25 WIB.

Di sisi lain, terlihat aparat gabungan yang bersiaga melakukan pengamanan dan pengaturan alur keberangkatan secara intensif. Upaya tersebut dilakukan guna menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah tingginya mobilitas pasca perayaan Idul Fitri. (DS)

1 Syawal 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Foto website Kemenag RI

Jakarta, GK.com — Pemerintah melalui konferensi pers resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin Sidang Isbat di Kantor Kementerian Agama pada Kamis (19/03/2026).

Menag menyampaikan, penetapan tersebut berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan rukyat hilal.

“Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujarnya.

“Secara hisab, posisi hilal di Indonesia masih belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS, dengan tinggi dan sudut elongasi yang belum mencapai batas minimal yang ditetapkan,” ungkapnya.

“Selain itu, hasil pemantauan hilal di 117 titik di seluruh Indonesia juga menunjukkan tidak ada satu pun lokasi yang berhasil melihat hilal”. terangnya.

Sidang Isbat turut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan Lembaga, termasuk MUI (Majelis Ulama Indonesia), DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), serta para pakar falak dan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Menag berharap keputusan ini menjadi dasar kebersamaan umat Islam dalam merayakan Idulfitri secara serentak serta memperkuat persatuan umat. (KF)

Kuota 150 Penumpang, KN Sarotama Layani Warga Kepri ke Kuala Tungkal Gratis, Berikut Persyaratannya

Foto Humas Pangkalan PLP Tanjung Uban

Batam, GK.com — Program mudik gratis digelar untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Koordinator Tata Usaha dan Humas, Sanggam Simanjuntak menyampaikan bahwa program mudik gratis ini ditujukan bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket pada jadwal pelayaran reguler, sehingga tetap dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman.

“Dalam pelaksanaannya, Pangkalan PLP Tanjung Uban menyiapkan Kapal Negara (KN) Sarotama P.112 dengan kapasitas sebanyak 150 penumpang. Kapal tersebut telah bertolak dari Dermaga Pelni Bintang 99 Batu Ampar, Batam menuju Kuala Tungkal, Jambi,” katanya.

“Proses pendaftaran mudik gratis ini telah dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di kawasan Punggur. Masyarakat cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) bagi yang mendaftar lebih dari satu orang,” terangnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/03/2026) Pukul 13.34 WIB.

Dari sisi keselamatan, pihak penyelenggara memastikan seluruh penumpang mendapatkan perlindungan maksimal selama perjalanan. Di atas kapal telah disediakan 180 unit pelampung serta enam unit life craft yang selalu siaga. Selain itu, seluruh penumpang berada dalam pengawasan kru Kapal Negara selama pelayaran berlangsung.

Masyarakat yang mengikuti program ini juga telah diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi seluruh prosedur keselamatan yang disampaikan oleh kru kapal maupun petugas di darat.

“Selain melayani arus mudik, KN Sarotama P.112 juga direncanakan akan kembali mengangkut penumpang arus balik secara gratis dari Kuala Tungkal menuju Batam pada 26 Maret 2026. Program arus balik ini merupakan permohonan dari Pemerintah Daerah Kuala Tungkal dengan jumlah penumpang sebanyak 150 orang,” ungkapnya.

“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merayakan Lebaran bersama keluarga, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan balik di wilayah Kepulauan Riau”. imbuhnya. (KF)

Ombudsman Soroti Lemahnya Pengawasan di Pelabuhan ASDP Punggur Usai Kasus Pungli Terungkap

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepri, Dr. Lagat Parroha Patah Sadari, S.E., M.H. (Foto GK/Kafyan)
Batam, GK.com — Kasus pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum karyawan di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, mendapat sorotan serius dari Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau. Penangkapan tiga tersangka dinilai menjadi bukti lemahnya pengawasan dalam pelayanan transportasi laut.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Lagat Siadari menegaskan bahwa kasus tersebut mengindikasikan adanya celah dalam sistem pengawasan di pelabuhan.

Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (17/03/2026) sebagai respons atas keberhasilan pihak Kepolisian dalam mengungkap praktik pungli di salah satu pintu gerbang transportasi laut di Batam tersebut.

Menurut Lagat, praktik percaloan tiket seperti ini diduga telah berlangsung cukup lama, namun baru kali ini berhasil diungkap secara hukum.

“Kita memberikan perhatian serius atas tertangkapnya tiga oknum pegawai ASDP atas dugaan pungli terhadap penumpang. Hal ini jelas melanggar ketentuan perundang-undangan terkait pelayaran dan perlindungan keselamatan, khususnya menyangkut jaminan Jasa Raharja,” katanya.

Berdasarkan laporan, para pelaku berinisial MY, AM, dan RY bekerja sama mencari penumpang yang kehabisan tiket resmi. Oknum tersebut kemudian memasukkan penumpang ke dalam kapal tanpa tiket resmi dengan tarif berkisar antara Rp 400.000,- hingga Rp 500.000,-.

Dalam salah satu kasus, seorang warga melaporkan kerugian sebesar Rp 900.000,- setelah menjadi korban penipuan oleh para pelaku pada Sabtu (14/03/2026).

Ombudsman Kepri juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berani melapor. Keberanian ini dinilai penting, mengingat selama ini banyak korban yang enggan menyampaikan pengaduan.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan penyimpangan. Kami mengimbau penumpang yang mengalami atau mengetahui praktik pungli untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang.” pesan Lagat.

Menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Lagat mendesak General Manager (GM) ASDP Batam untuk menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh dalam pembenahan internal. Penyelenggara layanan publik diminta memastikan tidak ada lagi praktik melawan hukum yang merugikan masyarakat.

Selain itu, Ombudsman juga berharap kepada Polresta Barelang agar mengusut kasus ini secara tuntas, termasuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta modus operandi yang digunakan, guna menjaga integritas pelayanan publik di sektor transportasi. (*)

Prediksi 165 Ribu Penumpang Mudik Lebaran 2026 Lewati Pelabuhan SBP

Para penumpang yang akan menyebrang melewati Pelabuhan SBP. (Foto gerbangkepri/Kafian)

Tanjungpinang, GK.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang memprediksi jumlah penumpang arus mudik Lebaran tahun 2026 melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) mencapai sekitar 165.821 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar, S.T., M.T, menjelaskan prediksi tersebut berdasarkan tren peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir. Pada Angkutan Lebaran 2024 tercatat 149.108 penumpang, kemudian meningkat menjadi 162.889 penumpang pada 2025 atau naik sekitar 9,24 persen.

“Untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 165.821 penumpang atau meningkat sekitar 1,8 persen dibandingkan tahun 2025, dengan perhitungan pada periode H-8 hingga H+8 Lebaran,” ujarnya.

“Menghadapi potensi lonjakan tersebut, KSOP telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk uji petik kelaiklautan kapal untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi, serta pengoperasian Posko Angkutan Lebaran,” ungkapnya.

“Sebanyak 42 kapal penumpang dengan kapasitas sekitar 9.071 orang telah disiapkan untuk melayani rute Batam (Telaga Punggur), Tanjung Balai Karimun, dan Singapura selama periode 13 hingga 30 Maret 2026,” katanya melalui pesan WhatsApp, Senin (16/03/2026) Pukul 15.02 WIB.

KSOP juga berkoordinasi dengan operator pelayaran, BMKG, Pelindo, serta aparat keamanan guna memastikan kelancaran operasional, pengaturan arus penumpang, serta keselamatan pelayaran selama masa mudik.

“Masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura diimbau merencanakan perjalanan lebih awal membeli tiket melalui jalur resmi, serta mematuhi arahan petugas agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman”. pesannya. (KF)

Wagub Kepri Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan SBP

Wagub Kepri saat melakukan peninjauan kesiapan arus mudik lebaran di Pelabuhan SBP. (Foto gerbangkepri.com/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com — Menjelang arus mudik Idulfitri, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai memastikan kesiapan sejumlah fasilitas transportasi laut guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Salah satunya melalui peninjauan langsung yang dilakukan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Hal ini dilakukan guna memastikan juga pelayanan kepada masyarakat berjalan aman, tertib, dan nyaman selama masa mudik Lebaran.

Dalam peninjauan yang dilaksanakan pada Sabtu (14/03/2026), Wagub Nyanyang didampingi Kepala Kantor KSOP Kelas II Tanjungpinang Febrianto Dian Iskandar, S.T., M.T, Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Tanjungpinang Adyttia Dusmara, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau Junaidi, S.E., M.H.

Di momen itu, Nyanyang menilai sistem pelayanan di pelabuhan Sri Bintan Pura mengalami peningkatan yang cukup pesat, terutama dengan penerapan sistem tiket elektronik yang telah terintegrasi.

“Kami memeriksa kesiapan fasilitas dan sistem. Tiket kini menggunakan barcode yang terhubung dengan manifest, sehingga antrean menjadi lebih tertib,” ujar Nyanyang kepada gerbangkepri.com Pukul 11.34 WIB.

Ia berharap, peningkatan sistem pelayanan tersebut mampu menghilangkan praktik pungutan liar yang selama ini meresahkan masyarakat di kawasan pelabuhan.

“Sistem yang tertata dengan baik ini harus mampu mencegah pungli dan penumpukan penumpang,” tegasnya.

Nyanyang juga meminta kepada pengelola pelabuhan dan seluruh petugas terkait untuk senantiasa menjaga ketertiban, serta keamanan selama masa mudik Lebaran.

“Fasilitas sudah baik, petugas wajib menjaga kedisiplinan dan menjalankan SOP agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman untuk bertemu keluarga”. harapnya. (KF)