Rabu, Mei 6, 2026
Beranda blog Halaman 32

Warga Pendatang di Tanjungpinang Bisa Memperoleh BPJS Kesehatan Bantuan Pemerintah, Berikut Persyaratannya

Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Dra. Hj. Endang Susilawati. (Foto gerbangkepri.com)

Tanjungpinang, GK.com — Meningkatnya mobilitas penduduk antar daerah mendorong pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, terutama bagi warga yang baru menetap di suatu wilayah. Kota Tanjungpinang sebagai ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau turut menghadapi dinamika tersebut, seiring bertambahnya pendatang yang membutuhkan jaminan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan bantuan Pemerintah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang, Dra. Endang Susilawati menjelaskan mekanisme pengajuan BPJS Kesehatan bantuan Pemerintah bagi warga yang baru pindah ke Tanjungpinang.

Ia menyampaikan bahwa pendatang tetap berpeluang memperoleh layanan tersebut, selama memenuhi persyaratan administrasi dan prosedur yang ditetapkan.

Bagi warga yang baru datang, langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan status kepesertaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di daerah asal.

“Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Pandawa atau layanan WhatsApp di nomor 0811-8165-165. Jika kepesertaan BPJS bantuan dari APBD di daerah asal masih aktif, maka harus dinonaktifkan terlebih dahulu,” terangnya.

Setelah proses penonaktifan selesai, pengajuan baru dapat dilakukan di Tanjungpinang, dengan syarat data administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga sudah tercatat di wilayah setempat.

Ia menegaskan, peserta BPJS bantuan dari daerah asal tidak dapat langsung dipindahkan, melainkan wajib melalui proses pengajuan ulang di daerah tujuan.

“Persyaratan yang harus dipenuhi meliputi dokumen kependudukan yang telah berdomisili di Tanjungpinang, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan yang dilegalisir Camat, serta fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Seluruh berkas kemudian diajukan ke Dinas Sosial untuk memperoleh rekomendasi ke Dinas Kesehatan,” lanjutnya.

“Selain itu, tidak terdapat masa tunggu bagi pendatang untuk mengajukan BPJS bantuan, selama seluruh persyaratan telah lengkap,” katanya.

“Di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala, seperti minimnya informasi terkait status kepesertaan, kurangnya pemahaman alur pengurusan di tingkat Kelurahan hingga OPD, serta kesulitan menghubungi daerah asal untuk proses penonaktifan. Tidak sedikit pula warga yang belum memperbarui data kependudukan setelah pindah domisili,” paparnya.

“Terkait koordinasi antar daerah, hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan. Sementara itu, penganggaran program berada di Dinas Kesehatan, sedangkan pengelolaan data kependudukan dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” tuturnya.

“Dalam proses pengajuan, peran RT/RW dan Kelurahan dinilai sangat penting, terutama dalam memberikan surat pengantar serta informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

“Ia juga mengingatkan agar masyarakat memperhatikan beberapa hal penting, seperti memastikan status kepesertaan BPJS, kelengkapan administrasi, serta validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK),” ucapnya melalui pesan WhatsApp, Senin (30/03/2026) Pukul 16.57 WIB.

“Ke depan, Dinas Sosial berharap masyarakat lebih aktif memantau keaktifan BPJS melalui aplikasi Pandawa serta rutin memperbarui data kependudukan setiap terjadi perubahan,” harapnya.

“Dengan meningkatnya kesadaran terhadap administrasi dan kepesertaan BPJS, diharapkan pelayanan bantuan kesehatan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran”. tutupnya. (KF)

Editor: Milla

Anggaran Capai Rp 200 Miliar dari APBN, SR di Karimun Ditargetkan Tahun 2026

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun, Ir. Raja Machrizal, ST, MM. (Foto. Koleksi pribadi)

Karimun, GK.com – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karimun terus berproses. Tahapan perencanaan hingga pelaksanaan fisik proyek tersebut menjadi kewenangan Satuan Kerja Pembangunan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau.

Ir. Raja Machrizal, ST, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun menjelaskan, saat ini pihak Satuan Kerja masih menunggu proses finalisasi kelengkapan data dari Pemerintah Kabupaten Karimun yang bersumber dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Untuk tahapan perencanaan dan pembangunan menjadi kewenangan Satker Pembangunan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau. Saat ini, mereka masih menunggu proses finalisasi kelengkapan data dari Kabupaten yang bersumber dari berbagai OPD. Jika sudah clear, akan segera ditenderkan dan berkontrak untuk pelaksanaan fisiknya, yang diharapkan dapat berjalan pada tahun anggaran 2026,” ujarnya di Lobi Kantor PUPR, Senin (30/03/2026).

Ia menyebutkan, untuk total anggaran pembangunan Sekolah Rakyat tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dari sisi kelengkapan dokumen perizinan, PUPR memastikan seluruh persyaratan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) disebut telah lengkap, sementara Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih dalam tahap proses pengusulan.

“Dokumen perizinan bersumber dari berbagai OPD. Untuk KKPR sudah lengkap sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan PBG masih menunggu proses permohonan pengusulan dari Dinas Sosial sebagai leading sektor Sekolah Rakyat,” jelasnya Pukul 16.20 WIB.

Terkait pengawasan dan pengendalian mutu, ia menegaskan bahwa proses tersebut akan dilakukan langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama Tim Teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker Pembangunan Strategis.

“Pengawasan dan pengendalian mutu dilakukan oleh PPK dan Tim Teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum agar pelaksanaan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan”. tegasnya.

Dengan dukungan anggaran dari APBN dan pengawasan langsung dari Pemerintah Pusat, pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan serta mendorong pemerataan fasilitas pendidikan di Kabupaten Karimun. (DS)

Editor: Milla

Imigrasi Perketat Pemeriksaan Paspor di Pelabuhan, Ini Keterangannya

Kantor Imigrasi Tanjungpinang. (Foto gerbangkepri.com/Kafian)

Tanjungpinang, GK.com — Kantor Imigrasi Tanjungpinang terus memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan bagi penumpang yang keluar dan masuk melalui pelabuhan internasional Tanjungpinang, hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian, Danil.

Menurut Danil, proses pemeriksaan dilakukan secara berlapis untuk memastikan setiap penumpang memenuhi persyaratan perjalanan internasional. Tahapan pertama adalah memeriksa dokumen perjalanan, terutama paspor milik penumpang.

“Petugas akan memastikan paspor yang digunakan benar-benar milik orang yang bersangkutan. Selain itu, tiket atau boarding pass juga diperiksa untuk memastikan kesesuaian data perjalanan,” ujarnya di Ruang Tamu, Senin (30/03/2026) Pukul 10.32 WIB.

Selanjutnya, petugas juga melakukan pengecekan terhadap sistem keimigrasian untuk memastikan apakah seseorang masuk dalam daftar pencegahan dan penangkalan (cekal) atau memiliki keterkaitan dengan tindak kejahatan tertentu.

Dalam memastikan keaslian dokumen, Direktorat Jenderal Imigrasi telah membangun sistem keamanan dengan standar tinggi. Sistem tersebut dilengkapi perangkat khusus yang mampu mendeteksi keaslian paspor, sehingga dapat mengidentifikasi jika terdapat paspor palsu atau dokumen perjalanan yang tidak sah. Selain mengandalkan teknologi, petugas imigrasi juga telah mendapatkan pelatihan khusus, termasuk kemampuan melakukan profiling terhadap pemegang paspor. Apabila ditemukan dokumen yang bermasalah, petugas akan mengambil tindakan sesuai dengan Undang-Undang Keimigrasian.

“Jika ditemukan paspor palsu atau seseorang menggunakan dokumen yang bukan miliknya, maka dapat dikenakan sanksi pidana, baik terhadap Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing,” jelas Danil.

Dalam pelaksanaannya, Imigrasi juga bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk organisasi Kepolisian Internasional Interpol. Data perlintasan penumpang telah terintegrasi dengan sistem Interpol, sehingga petugas dapat mendeteksi apabila terdapat buronan internasional yang mencoba masuk atau keluar dari wilayah Indonesia.

“Jika ada orang yang terdeteksi sebagai buronan Interpol, kami akan mengamankan yang bersangkutan dan menyerahkannya kepada pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Terkait jumlah penumpang internasional, Danil mengatakan biasanya terjadi peningkatan pada periode libur panjang, seperti setelah Hari Raya Idulfitri. Pada masa tersebut, banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar memastikan seluruh dokumen perjalanan dalam kondisi valid dan sesuai sebelum melakukan perjalanan.

“Pastikan data pada paspor dan dokumen lain tidak berbeda. Banyak kasus penumpang harus dipulangkan karena perbedaan data, misalnya antara paspor dan kartu identitas. Selain itu, penumpang juga harus dapat menjelaskan tujuan perjalanan serta tempat tinggal selama berada di Negara tujuan”. ujarnya.

Dengan kelengkapan dokumen dan informasi yang jelas, proses pemeriksaan Imigrasi di pelabuhan diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala. (AZ)

Editor: Milla

283 Mahasiswa Karimun Akan Menerima Beasiswa, Berikut Keterangannya

Kabag Kesra Setda Karimun, Wahyu Amirullah. (Foto gerbangkepri.com/Dwi)

Karimun, GK.com – Sebanyak 283 mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Karimun yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp 3 juta per orang sebagai bentuk dukungan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Program beasiswa ini telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Karimun Wahyu Amirullah menyampaikan, program ini merupakan komitmen dari Pemerintah Daerah dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda.

“Beasiswa ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah terhadap mahasiswa Karimun agar tetap semangat dalam menyelesaikan pendidikannya. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban biaya kuliah adik-adik kita,” ujarnya disalah satu Cafe di Karimun, Senin (30/03/2026).

Ia menjelaskan, proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara administratif sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Pemerintah juga memastikan proses berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Pengumuman resmi penerima beasiswa dijadwalkan pada Mei 2026 mendatang. Kami mengimbau para mahasiswa untuk terus memantau informasi melalui saluran resmi Pemerintah Daerah”. katanya Pukul 10.24 WIB.

Dengan alokasi untuk ratusan penerima, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan akses dan pemerataan pendidikan tinggi di Karimun. (DS)

Editor: Milla

Pemprov Kepri Gelar Shalat Istisqa

Gubernur Kepri bersama masyarakat saat melaksanakan Shalat Istisqa. (Foto Diskominfo Kepri)

Kepri, GK.com – Berupaya menghadapi musim kekeringan yang terjadi dalam kurang lebih sebulan terakhir ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar shalat istisqa bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Pulau Penyengat.

Seperti yang diketahui, Kepualaun Riau saat ini minim curah hujan yang dinilai cukup mengkhawatirkan, sehingga Pemerintah melengkapi berbagai ikhtiar yang telah dilakukan dengan pendekatan spiritual.

Shalat istisqa tersebut dilakukan di Halaman Balai Adat Melayu, Pulau Penyengat, Tanjungpinang pada Sabtu (28/3/2026). Ratusan jamaah tampak hadir mengikuti ibadah tersebut dengan khusyuk, memanjatkan doa agar segera diturunkan hujan.

Bertindak sebagai imam, Ustadz Muhammad Salim, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Rustam Efendi. Turut hadir pada momen itu, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad. (RD)

Editor: Milla



Pesona Air Terjun Pongkar

Para pengunjung saat mandi di air terjun Pongkar. (Foto Gerbangkepri.com/Dwi)

Karimun, GK.com – Memasuki akhir masa liburan sekolah, kawasan wisata alam Air Terjun Pongkar di Desa Pongkar, Kabupaten Karimun masih dipadati pengunjung. Meski waktu libur hampir usai, antusias masyarakat untuk menikmati suasana alam terbuka bersama keluarga tetap tinggi.

Sejak pagi hingga siang hari, arus pengunjung terlihat terus berdatangan. Area parkir dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat, sementara di sekitar lokasi air terjun, anak-anak tampak asyik bermain air, dan para orang tua duduk bersantai menikmati kesejukan alam.

Dedi (37) salah satu warga Tanjung Balai Karimun mengatakan, dirinya sengaja datang di penghujung liburan untuk menghindari kepadatan berlebih di awal musim libur.

“Kami pilih datang di akhir libur supaya tidak terlalu berdesakan. Anak-anak juga masih punya waktu menikmati suasana sebelum kembali sekolah,” ujarnya di area air terjun, Sabtu (28/03/2026).

Pengunjung lainnya, Rahma (32) mengaku, Air Terjun Pongkar menjadi pilihan utama karena lokasinya yang mudah dijangkau, dan biaya masuk juga terjangkau.

“Tempatnya cocok untuk keluarga. Airnya jernih dan suasananya masih alami. Ini jadi momen penutup liburan yang menyenangkan,” katanya.

Lalu, Arif (25) pengunjung asal Tanjung Batu berharap fasilitas umum di kawasan wisata tersebut bisa terus ditingkatkan.

“Kalau bisa ke depan ditambah tempat bilas dan area istirahat. Karena kalau sudah ramai, pengunjung cukup banyak antre”. sarannya Pukul 10.30 WIB.

Ramainya kunjungan di akhir masa liburan sekolah ini juga membawa berkah bagi para pedagang kecil di sekitar lokasi wisata. Beberapa di antaranya mengaku penjualan meningkat signifikan dibanding hari biasa.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan serta mematuhi aturan keselamatan selama berada di area air terjun, agar keindahan dan kenyamanan wisata alam Pongkar tetap terjaga. (DS)

Editor: Red