Tanjungpinang, GK.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kota Tanjungpinang, khususnya saat musim kemarau yang disertai angin kencang, sehingga meningkatkan risiko penyebaran api sangat mudah menyebar. Informasi ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika ditemukan titik api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan menyatakan, tingkat kerawanan Karhutla pada 2026 berada pada status waspada tinggi. Hingga akhir Maret, pihaknya telah menangani sekitar 131 kejadian.
Ia menjelaskan, kondisi musim kemarau yang disertai angin utara kencang membuat lahan menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Selain itu, api juga cepat merjalar, sehingga berpotensi meluas ke berbagai wilayah.
Menurutnya, faktor utama pemicu kebakaran masih didominasi oleh kelalaian manusia. Sekitar 80 hingga 85 persen kasus disebabkan oleh aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka yang ditinggalkan. Selain itu, praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar serta pembuangan puntung rokok sembarangan di area rumput kering turut menjadi penyebab.
“Dalam menghadapi kondisi tersebut, Disdamkarmat Tanjungpinang menyiagakan seluruh personel selama 24 jam yang terbagi dalam 12 regu di empat pos sektor. Untuk mendukung operasional, disiapkan armada mobil pompa berkapasitas 6 ton sebanyak dua unit, 3 ton dua unit, dan 4 ton satu unit, serta satu unit mobil rescue dan pompa portable untuk menjangkau area yang sulit diakses,” paparnya.
“Berdasarkan pemetaan, wilayah Dompak, Senggarang, dan Tanjungpinang Timur menjadi daerah paling rawan Karhutla. Hal ini disebabkan luasnya lahan tidur dan belukar, serta kondisi wilayah yang terbuka terhadap hembusan angin kencang,” katanya.
“Setiap menerima laporan melalui call center, petugas langsung mengerahkan personel dari pos terdekat dengan target waktu respons secepat mungkin. Langkah awal di lapangan adalah melokalisir api agar tidak merambat ke permukiman maupun instalasi vital, sebelum dilakukannya pemadaman total dan proses pendinginan,” ujarnya.
“Dalam penanganan Karhutla, Disdamkarmat juga berkoordinasi dengan berbagai pihak melalui sistem komando terpadu bersama BPBD Kota dan Provinsi, TNI/Polri, serta relawan. Pada kebakaran berskala besar, dukungan suplai air turut diberikan oleh instansi terkait,” tuturnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/03/2026) WIB 17.34 WIB.
“Meski demikian, petugas kerap menghadapi kendala di lapangan, seperti sulitnya akses menuju titik api dan terbatasnya sumber air alami saat musim kemarau. Selain itu, angin kencang juga kerap memicu munculnya kembali api meski permukaan terlihat telah padam,” ungkapnya.
“Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan dalam kondisi cuaca kering. Warga juga diminta segera melaporkan jika melihat asap atau titik api melalui nomor darurat (0771) 24949 atau WhatsApp 0811-6524-949 guna mencegah kebakaran meluas”. imbuhnya. (KF)
Editor: Red

