Sabtu, April 18, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunMati Lampu Bergilir Selama 18 Hari, Berikut Keterangan PLN

Mati Lampu Bergilir Selama 18 Hari, Berikut Keterangan PLN

Karimun, GK.com – Upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun tengah dilakukan melalui pemeliharaan PLTU Unit 1 yang berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 26 Maret hingga 13 April 2026. Kebijakan tersebut berdampak pada keterbatasan daya saat jam beban puncak, sehingga manajemen harus menerapkan pengaturan beban secara bergilir.

Manager PLN Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemeliharaan berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi menjaga keandalan sistem pembangkit ke depan.

“Manajemen PLN Karimun memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama pelaksanaan pemeliharaan PLTU Unit 1. Ini merupakan langkah yang harus kami ambil untuk memastikan sistem pembangkit dapat beroperasi lebih optimal,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/03/2026), Pukul 15.35 WIB.

Subhan menjelaskan, pemeliharaan tersebut awalnya dijadwalkan pada minggu kedua Februari 2026. Namun, karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, pelaksanaannya diundur hingga masa siaga Idul Fitri selesai. Selain itu, keputusan ini juga menjadi tindak lanjut atas gangguan yang terjadi pada 15 Maret 2026, yang menyebabkan kerusakan pada sistem pendingin PLTU Unit 1 sehingga kinerjanya tidak maksimal.

Menurutnya, selama masa pemeliharaan, daya mampu sistem kelistrikan Karimun diprediksi berada di angka 32 megawatt (MW), sedangkan beban puncak mencapai 34,5 MW. Artinya, terdapat kekurangan sekitar 2,5 MW, terutama pada pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Peningkatan beban puncak tersebut turut dipengaruhi oleh cuaca panas yang melanda Karimun dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, PLN melakukan optimalisasi pengoperasian PLTD Bukit Carok dan PLTU Unit 2 guna menopang kebutuhan listrik masyarakat. Selain itu, pengaturan beban dilakukan secara bergilir dengan tetap memprioritaskan lokasi strategis seperti pelabuhan dan rumah sakit.

“Tim pemeliharaan terus bekerja keras untuk memperbaiki dan mengoptimalkan pembangkit yang ada agar daya mampu sistem dapat meningkat selama masa pekerjaan ini berlangsung. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun atas kondisi kelistrikan saat ini”. ucap Subhan. (DS)

Editor: Red

Berita Terkait

Berita Populer