Minggu, Mei 31, 2026
Beranda blog Halaman 312

Tarif Tak Kunjung Naik, ini Penjelasan Gom Gom Tambunan

Kepala Cabang Maxim Kota Tanjungpinang, Gom Gom Tambunan. (Foto GK.com / Siska)
Kepala Cabang Maxim Kota Tanjungpinang, Gom Gom Tambunan. (Foto GK.com / Siska)

Batam, GK.com – Banyaknya keluhan yang disampaikan oleh para Driver Maxim terkait murahnya tarif yang di bandrol pada aplikasi tersebut, membuat Kepala Cabang Maxim Tanjungpinang, Gom Gom Tambunan angkat bicara.

Kepada gerbangkepri.com, Gom Gom Tambunan menjelaskan jika kehadiran Maxim di Tanjungpinang tentunya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, maupun Driver, dan lain-lain.
“Dalam hal ini, konsumen Maxim mendapatkan banyak manfaat dari segi mobilitas. Dan untuk tarif Maxim sangat terjangkau bagi beberapa kalangan. Murah dan mahal itu relatif ya,” ujar Gom Gom Tambunan, Selasa (04/07/2023).

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi provokasi demonstrasi yang didominasi dari pengguna mobil, serta Driver Motor. Saat itu, mereka melakukan demonstrasi terkait harga tarif Maxim dengan harga Rp 10.200,- jarak terdekat kisaran 1-2 kilo. Lalu Driver Maxim Mobil menuntut kenaikan tarif menjadi Rp 12.000,- dari harga tarif sebelumnya seperti yang telah berlaku di Kota Batam,” ungkap Gom-Gom.

“Penentuan tarif Maxim berdasarkan ketentuan dari Pemerintah yang telah tertera di peraturan Kementerian Perhubungan yang di kaji secara bersama-sama, dan semua aplikator harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara variabel,” ucapnya.

“Tarif paling rendah untuk kendaraan roda empat adalah Rp 3.500,-, dan semua aplikator mengikuti ketentuan yang berlaku. Si mitra mendapat peluang untuk menciptakan uang, si pengguna mendapatkan kemudahan mobilitas dan aplikasi juga mempertemukan si mitra dan si pengguna. Terkait dengan keluhan yang ada, kita harus melihat secara dua sisi biar adil, karena memang ada dampak positifnya,” terang Gom-Gom.

“Kecil kemungkinan Maxim bakal ditinggalkan oleh Mitra, kita khawatirkan para driver kembali melakukan demonstrasi. Memang Maxim belum maksimal, tapi tetap ada progres yang diperbaiki dari segi titik koordinatnya agar lebih tepat dalam penggunaan aplikasi tersebut,” tutur Gom-Gom.

“Mengenai tarif, pihak Maxim akan mengalami kenaikan tarif, namun masih menunggu dua pertimbangan yaitu, peraturan dari Kementerian Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus, dan jumlah penggunaan Maxim di Tanjungpinang,” tambahnya.

“Kita sangat terbuka untuk diberikan komentar, kritik, dan masukkan. Akan tetapi jangan ada provokasi yang menyebabkan sebagian mitra yang memang menggantungkan hidupnya pada aplikasi terganggu. Saya berharap kepada Driver dan konsumen Maxim bisa melakukan komunikasi dengan baik agar tidak terjadi bentrok atau perselisihan di lapangan,” katanya, sekitar pukul 12.00 Wib.

Sementara itu, terkait hal ini, Kadishub Provinsi Kepri Junaidi saat di Konfirmasi oleh awak Media ini melalui via Whatsapp mengungkapkan bahwa untuk tarif angkutan sewa khusus tersebut berdasarkan kewenangan Gubernur dan Permenhub 118 tahun 2018.

“Sesuai kewenangan Gubernur Kepri di Permenhub 118 Tahun 2018 batas bawah Rp 3.500,-. Sedangkan batas atas berkisar Rp 6.000 untuk tarif angkutan sewa khusus”. tegas Junaidi. (YKK).

Editor : Ron

Alasan BP Batam Lakukan Penyesuaian Tarif Bongkar Muat Peti Kemas

Foto BP Batam
Foto BP Batam

Batam, GK.com – Melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP), BP Batam berkomitmen untuk terus menambah alat bongkar muat serta melakukan perluasan lapangan penumpukan guna peningkatan pelayanan jasa bongkar muat peti kemas ke depannya.

Dijelaskan Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar, dalam dua tahun terakhir, BP Batam menempatkan Pelabuhan sebagai prioritas utama dengan beberapa pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan. Kami juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan agar Pelabuhan bongkar muat ini bisa sejajar dengan kota lainnya seperti di Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan lainnya.

“Kebutuhan Kota Batam terhadap infrastruktur pendukung serta logistik menjadi alasan penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas. Dimana telah di lakukan kajian strategis, dan mendapatkan persetujuan dari beberapa Stakeholder atau para pelaku usaha kepelabuhanan sebelum memastikan pemberlakuan penyesuaian tarif,” ujarnya, Senin (03/07/2023).

“Apalagi sejak Tahun 2012 lalu, BP Batam belum pernah melakukan penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas sampai dengan saat ini, selama 11 Tahun masih belum berubah. Kita sudah berdiskusi dengan Stakeholder serta asosiasi, dan tercapai kata sepakat bahwa penyesuaian ini harus dilakukan. Hal ini juga berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya.

Sebagai catatan, tarif paket bongkar muat peti kemas 20 feet Isi dengan status FCL (full container load) sejak tahun 2012 hingga tahun 2023 adalah sebesar Rp 384.300 per boks.
Melalui penyesuaian tarif yang berlaku efektif per tanggal 15 Juli 2023 nanti, tarif Container Handling Charge (CHC) peti kemas 20 feet isi akan menjadi Rp 603.000 per boks.
Dengan komponen penyesuaian tarif yang telah disepakati Asosiasi sebagai berikut :

KEGIATAN
KESEPAKATAN TARIF CHC ASOSIASI

20 Feet
40 Feet

ISI
KSG
ISI
KSG

Container Handling Charge (CHC)
603.000
440.000
875.000
655.000

Non-CHC

Stevedore
313.000
250.000
490.000
382.000

Haulage
115.000
75.000
140.000
100.000

Lift Off/Lift On (LoLo)
150.000
95.000
200.000
140.000

TKBM
24.613
18.459
44.301
33.226

“Semua (Asosiasi dan Stakeholder) sepakat memang harus ada koreksi, dari Rp 384 ribu menjadi Rp 603 ribu per boks untuk kontainer 20 feet isi, dan juga merubah proses bisnis serta mengajak para pelaku usaha untuk mengawasi Service Level Agreement [SLA] ini. Perbaikan infrastruktur sudah dilakukan sehingga butuh penyesuaian tarif. BUP punya kewajiban untuk memaparkan kebutuhan penyesuaian tarif kepada Stakeholder,” tutur Dendi.

Ia memaparkan bahwa BP Batam juga telah melakukan sejumlah langkah strategis dalam mendukung Terminal Umum Batu Ampar menjadi Terminal Peti Kemas sejak dua tahun terakhir.
Mulai dari pengadaan alat bongkar muat STS Crane, pembangunan lapangan penumpukan (CY), pendalaman alur kolam dermaga utara sejak akhir tahun 2021 hingga awal Tahun 2023, pembangunan Auto Gate System dan melakukan perkuatan Dermaga.

“Dalam dua Tahun, BP Batam menghabiskan capex [biaya modal pembelian aset] sekitar Rp 489 miliar. Kita sudah menginvestasikan banyak hal dan akan terus berinvestasi ke depannya. Kegiatan logistik ini harus mendapatkan perhatian agar dapat memberikan pelayanan yang lebih terhadap standar SLA kepada pelaku usaha biar betul-betul efektif dan efisien,” ungkap Dendi.

Untuk diketahui, sosialisasi penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas yang berlangsung di Gedung Marketing Centre BP Batam juga melibatkan beberapa pihak baik dari asosiasi kepelabuhanan serta pelaku usaha di Kota Batam seperti APINDO Batam, INSA Kota Batam, Aliansi Maritim Indonesia (ALMI), Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Indonesia Shipping Agency Assosiation (ISAA), Kadin Provinsi Kepri, serta Ombudsman Provinsi Kepri.

Meski mendapat tanggapan yang berbeda dari masing-masing asosiasi, namun penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar.

“Demi mencapai cita-cita mewujudkan Batam sebagai logistic hub, maka kenaikan tarif ini kami rasa hanya menggeser pola pengelolaan di Pelabuhan. Kita inginkan kawasan industri, khususnya industri maritim di Kota Batam menjadi maju dan produktif ke depannya,” ujar salah satu perwakilan ALMI.

Sedangkan perwakilan Indonesia Shipping Agency Assosiation (ISAA) menyampaikan, tarif bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar relative lebih murah dibandingkan Pelabuhan lain, khususnya pelabuhan-pelabuhan maju seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan.

“Kami mendukung kenaikan tarif. Karena kami melihat perbandingan dengan Pelabuhan lain masih lebih murah,” ujar perwakilan ISAA.

Sementara, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kepri Lagat Siadari menyambut baik tahap sosialisasi penyesuaian tarif tersebut.

“Dinamika diskusi ini cukup baik, artinya rencana BP Batam dalam kenaikan tarif ini dapat di terima walaupun ada beberapa masukan. Karena kenaikan tarif ini sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik,” tutup Lagat.

Kualitas pelayanan bongkar muat peti kemas menjadi prioritas utama BP Batam dalam memajukan Terminal Umum Batu Ampar. (DN/QQ).

Editor : Ron

Mardimin : 2024 Akan Ada Bantuan, Tetapi Kita Belum Bisa Pastikan Akan Terealisasi

Kabid Perikanan DPPP Kota Tanjungpinang, Mardimin. (Foto GK.com / Nadya)
Kabid Perikanan DPPP Kota Tanjungpinang, Mardimin. (Foto GK.com / Nadya)

Tanjungpinang, GK.com – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tanjungpinang melakukan pendataan untuk bantuan di Tahun 2024.

Dikatakan oleh Kabid Perikanan DPPP Kota Tanjungpinang Mardimin “Di Tahun 2023 dan 2022 kita belum ada bantuan untuk nelayan. Insya Allah di Tahun 2024 akan ada bantuan, sekarang kami masih melakukan pendataan secara tertulis, namun kami juga belum bisa pastikan apakah bantuan tersebut dapat terealisasikan,” ujarnya, Senin (03/07/2023).

“Untuk Tahun ini, fokus kami adalah bantuan berupa BPJS Ketenagakerjaan dengan total 1046 nelayan. Total tersebut terbagi dua, yaitu untuk Pemko dan Pemprov. Biasanya persediaan anggaran kurang lebih mencapai 200 juta, dan bentuk bantuannya juga tergantung dari kebutuhan nelayan,” terang Mardimin sekitar pukul 11.00 Wib di Kantornya.

“Untuk penerima bantuan memiliki karakteristik yang benar-benar merupakan nelayan, bukan hanya nelayan yang memiliki satu pancing saja, dan kemudian mengaku dirinya nelayan. Nelayan juga wajib melengkapi syarat untuk memiliki surat nelayan,” jelas Mardimin.

Di lain sisi, Sahar sebagai salah satu nelayan yang ada di wilayah Kota Tanjungpinang menuturkan, “Saya berharap Pemerintah jika ingin memberikan bantuan berupa alat-alat penangkapan ikan, salah satunya jaring. Karena jaring termasuk alat yang sangat kita butuhkan dalam melaut, serta harganya pun cukup mahal”. harap Sahar, sekitar pukul 12.00 Wib. (YKK).

Editor : Ron

Pengembangan Industri di Kawasan Berbasis Pulau-Pulau Jadi Topik Forum Diskusi

Foto BP Batam
Foto BP Batam

Batam, GK.com – Bertajuk “Pengembangan Industri di Kawasan Berbasis Pulau-Pulau”, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar forum diskusi.

Bertempat di Balairungsari Gedung BP Batam, Senin (03/07/2023), diskusi dihadiri oleh keynote speaker yaitu Guru Besar sekaligus Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Prof. DR. IR. Alex Retraubun, M.Sc, Direktur Pengelolaan Pertanahan Ilham Eka Hartawan, Direktur Infrastruktur Kawasan Ponco I. Subeki, Direktur PTSP Harlas Buana, Direktur Pengamanan Aset Moch. Badrus, pejabat tingkat III, IV dan staff di bawah lingkungan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi.

Mantan Wakil Menteri Perindustrian tahun 2010-2014 ini melihat Batam memiliki potensi besar yang berada di kawasan berbasis pulau-pulau. Disebutkan, sektor kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan di kawasan ini baik Batam, Rempang, hingga Galang.
“Coba pikirkan investasi kelautan dan perikanan kedepan itu seperti apa dengan visi dan misi teman-teman di sini,” ucapnya.

Dengan potensi tersebut, pria yang pernah menjabat Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil di Departemen Kelautan dan Perikanan itu menyarankan agar perencanaan pengembangan kawasan kedepannya dapat menuju kepada gerakan hilirisasi industri, khususnya pada sumber daya kelautan yang dimiliki.

Langkah tersebut menurutnya dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

“Kepri ini salah satu Provinsi dengan sumber daya kelautan dan perikanan terkaya di Indonesia. Kesempatan ini yang harus ditangkap untuk agenda jangka panjang yang jauh kedepan,” ujar Doktor lulusan Marine Ecology, University of Newcastle Upon Tyne.

Menanggapi hal itu, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad mengapresiasi atas masukan dari paparan yang diberikan. Di ungkapkan alasan pihaknya mengundang Prof. Alex Retraubun karena, dia pimpinannya semasa bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki segudang pengalaman baik akademisi maupun birokrat.

“Saya sudah lama tidak bertemu dengan beliau, sesekali perlu kita diingatkan kembali sejatinya yang kita kelola ini adalah pulau kecil, perspektifnya tidak boleh sama dengan pulau besar, sehingga penting sekali untuk mendengarkan perspektif baru”. tutupnya. (Red).

Editor : Sai

Ikuti LPS Monas Half Marathon 2023, Atlet BIN Raih Juara

Atlet BIN saat meraih penghargaan. (Foto BIN)
Atlet BIN saat meraih penghargaan. (Foto BIN)

Jakarta, GK.com – Diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan pada Minggu (02/07/2023) pagi, Atlet binaan Persatuan Olahraga Badan Intelijen Negara (PORBIN) Odekta Elvina Naibaho sukses meraih juara ketiga pada event LPS Monas Half Marathon 2023.

Diikuti sekitar 5.000 peserta dari Dalam dan Luar Negeri, dalam event ini, Odekta sukses meraih juara ketiga dengan catatan waktu 1 jam 16 menit, dengan titik start di Silang Barat Daya Monas dan finish di Istora Senayan.

Pelari kelahiran Sumatera Utara, 5 November 2021 yang pada Sea Games 2023 berhasil meraih medali emas nomor Marathon Putri mengaku menjadikan LPS Monas Half Marathon 2023 ini sebagai ajang untuk mengukur kemampuan sendiri dalam rangka persiapan Asian Games 2023.

Menurut Odekta, Dirinya merasa beruntung bisa bersaing dengan atlet-atlet Luar Negeri di event LPS Monas Half Marathon 2023 ini.

“Ini kesempatan yang luar biasa, karena di event ini saya bisa bersaing dengan orang luar. Karena kalau mau bertanding di Luar Negeri, kita juga harus bersaing dengan pelari luar” ucap Odekta.

“Rasa syukur ini tentunya saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan pelatih. Sebagai Atlet BIN, sata juga ucapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada Kepala BIN Jenderal Polisi (P.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si dan Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN, Mayjen TNI Edmil Nurjamil yang senantiasa selalu memberikan motivasi, dukungan, dan semangatnya”. tutur Odekta. (Red).

Editor : Milla

Lomba Perahu Naga Wujud Pelestarian Budaya

Lomba Perahu Naga Budaya Tionghoa saat di gelar. (Foto GK.com / Nadya)
Lomba Perahu Naga Budaya Tionghoa saat di gelar. (Foto GK.com / Nadya)

Tanjungpinang, GK.com – Melestarikan budaya, warga Tionghoa mengadakan atraksi lomba perahu naga pada Sabtu (01/07/2023) di Plantar III Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengatakan, “Kegiatan ini di laksakan setiap tahun, kami mendukung upaya masyarakat dalam melestarikan warisan budaya Tionghoa. Semoga generasi muda akan terus mempelajari, serta mempertahankan tradisi budaya yang berharga ini, karena Tradisi yang memiliki nilai historis, artistik, dan juga dapat memperkaya keberagaman budaya serta menjadi daya tarik Pariwisata di Kota Tanjungpinang,” katanya sekitar pukul 18.00 melalui Via Whatsapp.

“Dalam acara tersebut bukan hanya dari kalangan Tionghoa saja, masyarakat umum pun sangat antusias berkumpul di tepian pelantar,” jelas Muhammad Nazri.

Di lain waktu, Akeng masyarakat yang tinggal di seputaran Pelantar III menuturkan, “Saya sangat terima kasih kepada Pemerintah yang sudah mendukung budaya kami,” ujarnya.

“Selain itu, budaya ini juga untuk mempromosikan warisan budaya pada setiap momen perayaan sembahyang keselamatan dalam kepercayaan kami”. ungkap Akeng di sela-sela acara berlangsung sekitar pukul 16.00 Wib. (NDY).

Editor : Sai