Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 167

Gelar Karya P5RA MAN Tanjungpinang: Membangun Jiwa dalam Keragaman

Dalam momen bersejarah ini, seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan berkumpul untuk berfoto bersama setelah acara Gelar Karya P5RA yang berlangsung di lapangan futsal MAN Tanjungpinang. Acara yang diadakan pada 21 Mei 2025 ini tidak hanya menjadi ajang pameran kreativitas siswa, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi dalam mengangkat tema "Lestari Budaya: Membangun Jiwa dalam Keragaman." ( Foto : SISKA / GK.com )

Tanjungpinang, GK.com – MAN Tanjungpinang menggelar acara Gelar Karya P5RA yang berlangsung di lapangan futsal sekolah pada hari Rabu, dari pukul 07.45 hingga 11.00. Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, termasuk kepala-kepala SMA negeri dan swasta di kota Tanjungpinang, penerbit buku Intan Pariwara, perwakilan orang tua siswa, komite sekolah, serta instansi terkait seperti BSI, BRK Syariah, KUA Bukit Bestari, PUSPAGA Provinsi Kepri, Kemenag Kota Tanjungpinang, Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, MTs Tanjungpinang, dan MIN Tanjungpinang. Rabu, 21 Mei 2025.

Yulia Deni, S.Pd., selaku Ketua Panitia Kegiatan P5RA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Kurikulum Merdeka yang diterapkan di MAN Tanjungpinang. Gelar karya ini mengangkat tiga tema utama. Untuk siswa kelas 10, terdapat dua tema: pertama, “Bangun Jiwa Raga” dengan proyek sosialisasi anti-bullying, pemilihan duta anti-bullying, dan pameran poster anti-bullying; kedua, “Kearifan Lokal” dengan proyek bazar makanan tradisional Melayu Kepri. Sementara itu, siswa kelas 11 mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika” melalui proyek pementasan drama musikalisasi. Secara keseluruhan, gelar karya ini mengusung judul “Lestari Budaya: Membangun Jiwa dalam Keragaman”.

Yulia menambahkan, “Harapan kami sebagai guru di MAN Tanjungpinang adalah agar gelar karya ini bukan hanya menjadi sarana pentas seni dan implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi juga agar nilai-nilai yang terkandung dalam setiap proyek dapat memberikan pengaruh positif kepada siswa. Di antaranya adalah nilai menghargai dan menghormati dalam proyek anti-bullying, nilai kewirausahaan dan mencintai budaya sendiri dalam proyek kearifan lokal, serta nilai menghargai dan mengenal lebih jauh budaya yang ada di Nusantara dalam proyek pementasan drama musikalisasi”.

Kepala Sekolah MAN Tanjungpinang, Ulfah Ismiati, S.Pd., M.M., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk menguatkan profil pelajar Pancasila. “Kami tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada karakter dan kreativitas kewirausahaan. Kegiatan ini diharapkan dapat mengajarkan siswa untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan, serta mendorong mereka untuk mengambil tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat di masa depan,” ujarnya.

Ulfah menambahkan, “Kesimpulannya, kegiatan ini sangat strategis untuk mendorong para siswa agar lebih mampu mengembangkan diri dan memberikan manfaat di masa mendatang”. (SISKA)

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Apresiasi Pelayanan Haji Inklusif Tahun 2025

Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri ( Foto : STAIN Sultan Abdurrahman Kepri )

Bintan, GK.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepri memberikan dukungan positif terhadap langkah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) dalam mewujudkan ibadah haji yang inklusif pada musim haji 1446 H/2025 M.

Dalam upaya menciptakan haji inklusif, Kemenag telah menyiapkan berbagai fasilitas khusus, termasuk mobil boogie atau golf car untuk menjemput jemaah dari pesawat ke ruang tunggu, kursi roda, serta alat bantu berupa crane untuk memastikan proses penurunan jemaah dari pesawat berlangsung aman dan nyaman.

Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, menilai bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap umat Islam memiliki kesempatan yang setara dalam melaksanakan ibadah haji. “Sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, kami mendukung penuh upaya Kemenag dalam menciptakan layanan haji yang inklusif dan ramah bagi semua jemaah,” ungkap Dr. Faisal.

STAIN Sultan Abdurrahman Kepri juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendukung kebijakan ini melalui program-program pendidikan dan pelatihan yang mengedepankan nilai-nilai inklusivitas dan keberagaman. “Kami akan terus berupaya untuk mencetak generasi yang tidak hanya memahami ibadah secara ritual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan empati terhadap sesama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Faisal menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji yang inklusif. “Di era digital ini, TIK dapat menjadi alat yang efektif untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi antara petugas dan jemaah, serta memastikan informasi terkait layanan haji dapat diakses dengan mudah oleh semua pihak,” jelasnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji 2025 dapat berjalan dengan lancar, memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah, dan menjadi contoh nyata dari implementasi nilai-nilai inklusif dalam kehidupan beragama, terutama di lingkungan pendidikan. (*)

Camat Bakung Serumpun Resmikan Turnamen Sepak Bola Ke-6 Desa Tanjung Kelit

Camat Bakung Serumpun, Salam, S.Pd, berfoto bersama para panitia turnamen sepak bola Desa Tanjung Kelit. Momen ini menunjukkan kebersamaan dan dedikasi tim panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara. (Foto GK.com/Abdul Rahman)

Lingga.GK.com – Turnamen Sepak Bola Desa Tanjung Kelit Ke-6 Tahun 2025 resmi dibuka oleh Camat Bakung Serumpun, Salam, S.Pd, pada Sabtu, 17 Mei 2025. Dalam acara tersebut, turut hadir Pj. Kepala Desa Tanjung Kelit, Sudiana, beserta perangkat desa, Ketua BPD, Amran, beserta anggota, Kepala Sekolah SDN 012 Senayang, Raipindah, beserta majelis guru, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kelit, Yoan Afdinal, Bripda Arif, Kepala Desa Tanjung Lipat, Aripin, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Armanto Arsyad, beserta anggota, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan dari berbagai pulau.

Camat Bakung Serumpun, Salam, S.Pd, menyampaikan bahwa turnamen sepak bola yang ke-6 ini tidak hanya bertujuan untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk menjalin silaturahmi dan menumbuhkan sportivitas dalam berolahraga. Ia juga berpesan kepada para wasit agar bersikap adil dalam memimpin pertandingan.

Agus Hamdani, selaku ketua panitia, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa, rekan-rekan panitia, dan seluruh masyarakat Desa Tanjung Kelit yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan turnamen ini. “Mari kita sukseskan turnamen ini dari awal hingga penutupan nanti. Terdapat 64 tim sepak bola yang siap berlaga di turnamen ini,” ujar Agus Hamdani.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Kepala Desa Sudiana juga menyampaikan permohonan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat maupun tamu undangan yang hadir. “Saya ucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bersusah payah dalam mensukseskan acara ini. Semoga amal baik bapak-bapak dan ibu-ibu dibalas oleh Allah SWT. Aamiin,” ungkapnya.

Acara pembukaan turnamen sepak bola yang ke-6 Desa Tanjung Kelit dimeriahkan oleh penampilan kolosal dari lebih dari 50 anak-anak SMP, SD, dan PAUD, yang turut memeriahkan suasana. Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas, diharapkan turnamen ini dapat berjalan lancar dan sukses hingga penutupan. (Man)

Imigrasi Kepri Gelar Layanan Eazy 1000 Passport

Kegiatan "Eazy 1000 Passport" yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau di Grand Batam Mall pada 17-18 Mei 2025. Acara ini bertujuan untuk mempermudah akses layanan paspor bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dengan memberikan 60 paspor gratis sebagai doorprize. ( Foto : Imigrasi Batam )

Imigrasi Se-Kepri Gelar Layanan “Eazy 1000 Passport”: Beri 60 Paspor Gratis dan Libatkan Penyandang Disabilitas

Batam, GK.com — Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau bersama seluruh Kantor Imigrasi se-Kepri menggelar program layanan paspor elektronik “Eazy 1000 Passport” di Grand Batam Mall pada 17–18 Mei 2025. Program ini dilaksanakan sebagai respons atas tingginya permintaan masyarakat, di mana sebanyak 26.680 paspor telah diterbitkan sepanjang Januari hingga April 2025. Untuk menjawab keterbatasan kuota layanan harian dan akses di hari kerja, layanan ini diselenggarakan pada akhir pekan dengan kuota 1.000 paspor,

Mengusung tema “Bangkit Indonesiaku, Bangkit Layanan Imigrasiku: Digitalisasi Pelayanan Berbasis Transparansi”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu layanan sekaligus bentuk proaktif Imigrasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan akses layanan pemerintah.

Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepri, Ujo Sujoto, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus diadakan pada akhir pekan dan hari libur nasional agar lebih banyak masyarakat yang terlayani.

“Kegiatan Eazy Passport ini untuk memfasilitasi pemohon yang tidak bisa mengurus paspor di hari kerja. Ke depan, kami akan rutin menggelar layanan serupa agar masyarakat merasakan kehadiran negara. Untuk itu, tolong terus awasi kami, beri masukan jika ada kekurangan dalam proses pelayanan publik. Kami membuka diri dan siap melakukan perbaikan,” ujarnya.

Imigrasi turut melibatkan komunitas penyandang disabilitas pada proses pelayanan, sebagai wujud penguatan peran difabel dalam penyelenggaraan birokrasi. Selain itu, sebanyak 60 pemohon terpilih juga berkesempatan menerima doorprize berupa paspor gratis

“Kami ingin memastikan bahwa layanan ini dapat diakses oleh semua kalangan, melibatkan mereka dalam pelayanan adalah cara kami untuk memastikan kesetaraan layanan dan tidak ada yang tertinggal.”

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya tentang hubungan antara Imigrasi dan Pemerintah Kepri.
“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Imigrasi atas relaksasi yang diberikan, ini lagi kita usahakan juga biar nanti akan ada juga mobil paspor keliling di masing-masing kecamatan” ungkapnya.

Hadir pula Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Tato Juliadin Hidayawan, yang menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan arahan Plt. Dirjen Imigrasi tentang digitalisasi layanan.

“Selanjutnya, program ini juga akan kami lanjutkan di berbagai daerah lainnya untuk memperluas akses layanan keimigrasian. Kami juga telah memberikan kebijakan visa khusus untuk wilayah Kepri, yaitu pemberian bebas visa kunjungan selama 4 hari bagi para pemegang Permanent Resident Singapura, jadi harus masuk dan keluar lewat Kepri” tutup Tato. (*)

Edukasi Finansial Syariah: STAIN Kepri Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah

Acara ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan wawasan berharga kepada peserta. Materi pertama, “Edukasi Publik Menjadi Investor Pasar Modal Indonesia ( Foto : Humas STAIN Kepri )

Bintan, GK.com – Kampus Berlandaskan Wahyu dan Ilmu — Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau mengadakan Sekolah Pasar Modal Syariah pada Kamis, 15 Mei 2025, di Auditorium Razali Jaya. Acara ini mengangkat tema “Bersama Menuju Gemilang yang Sukses Berinvestasi Syariah” dan dihadiri oleh pimpinan STAIN Kepri, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi.

Wakil Ketua I STAIN Kepri, Aris Bintania, M.Ag., secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai investasi yang aman, legal, dan sesuai dengan prinsip syariah. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi pasar modal di perguruan tinggi untuk membangun literasi keuangan yang menyeluruh bagi generasi muda.

Acara ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan wawasan berharga kepada peserta. Materi pertama, “Edukasi Publik Menjadi Investor Pasar Modal Indonesia,” disampaikan oleh Reinhard S. Silitonga, Deputi Kepala Wilayah Kepulauan Riau dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam presentasinya, Reinhard mengidentifikasi berbagai tantangan finansial yang dihadapi oleh generasi milenial dan Gen Z, termasuk kecenderungan gaya hidup konsumtif dan kurangnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.

Sebagai solusi, Reinhard memperkenalkan konsep 3P dalam investasi: Punya, Pilih, dan Pantau. Konsep ini bertujuan untuk membentuk pola pikir investor pemula agar dapat memulai investasi dengan bijak, memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko, dan secara aktif memantau perkembangan pasar.

“Dengan pendekatan ini, diharapkan generasi muda dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkontribusi pada pertumbuhan pasar modal Indonesia yang berkelanjutan,” jelas Reinhard.

Sesi berikutnya diisi oleh Sung Woo Young, Associate Director PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), yang membahas sistem investasi syariah dan literasi pasar modal yang sesuai dengan prinsip Islam. Ia menjelaskan bahwa pasar modal syariah menawarkan berbagai produk, termasuk saham syariah, sukuk, reksadana syariah, serta indeks saham syariah seperti JII dan IDX-MES BUMN 17.

“Memahami sistem Sharia Online Trading System (SOTS) yang telah disertifikasi oleh DSN-MUI sangat penting, karena sistem ini memungkinkan transaksi saham syariah dilakukan dengan aman, transparan, dan bebas dari unsur riba,” ungkap Sung Woo Young.

Ketua Prodi Akuntansi Syariah STAIN Kepri, Raja Hesti Hafriza, M.M., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan prodi untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam literasi keuangan dan ekonomi Islam.

“Dengan memahami konsep dasar dan mekanisme pasar modal syariah, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis untuk menjadi pelaku ekonomi yang kompeten dan berintegritas,” tambahnya.

Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah ini, STAIN Kepri berharap dapat mencetak generasi muda yang sadar akan investasi, cakap secara finansial, dan mampu menjadi agen literasi keuangan syariah di masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menjalin kolaborasi antara kampus dan industri pasar modal dalam mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis syariah. (*)

Imigrasi Batam Gelar Operasi Wira Waspada Terhadap Warga Negara Asing

Perketat Penegakan Hukum Keimigrasian Terhadap Warga Negara Asing, Imigrasi Batam Gelar Operasi Gabungan Wira Waspada ( Foto : Imigrasi Batam )

Batam, GK,com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melaksanakan Operasi Gabungan Wira Waspada terhadap Orang Asing di Kawasan Tanjung Uncang serta Marina, Kota Batam. Kegiatan ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari program Akselerasi yang telah dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Melalui konferensi pers yang bertempat di Aula Kantor Imigrasi Batam, yang juga dihadiri oleh Direktur Intelkam Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan Kepala Kejaksaan Negeri Batam, kepada awak media Kepala Kantor Imigrasi Batam Hajar Aswad menyampaikan informasi terbaru terkait hasil kegiatan pengawasan Keimigrasian yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam pada periode April dan Mei 2025.

Pada 7 Mei 2025, Kantor Imigrasi Batam telah melakukan pengamanan terhadap 2 WN Tiongkok di salah satu tempat penginapan di Kawasan Batam Center, Kota Batam. WN Tiongkok tersebut menyalahgunakan Izin Tinggal dengan berkegiatan tidak sesuai dengan izin tinggalnya yakni dengan bekerja, serta diketahui telah melampaui Izin Tinggalnya (Overstay) selama 14 (empat belas) hari. Tim Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian juga telah melakukan pengamanan terhadap 17 WN Myanmar yang berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat 10 (sepuluh) WN Myanmar yang telah Overstay, dan 6 WN Myanmar yang belum Overstay namun diduga akan melakukan pelanggaran yang sama. Selanjutnya terdapat 1 WN Myanmar berinisial TS berstatus pencari suaka, yang diduga sebagai pengkoordinir atau memberikan akomodasi dan transportasi kepada WN Myanmar lainnya serta diduga mendapatkan keuntungan dari kegiatannya tersebut.

Tim Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada 15 Mei 2025 juga menerima laporan dari masyarakat terkait keberadaan WN Kanada yang diduga menganggu ketertiban umum di lokasi OS Hotel, Batam Kota. WN Kanada berinisial

DJM tersebut diduga mengganggu kemananan dan ketertiban masyarakat, terhadap WN Kanada tersebut telah dilakukan pengamanan dan saat ini sedang dilakukan pendalaman.

Informasi terkait penanganan kasus Tindak Pidana Keimigrasian yang dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi Batam yang disampaikan yakni terdapatnya 3 WN Bangladesh yang masuk ke wilayah Indonesia tidak melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Mereka diduga melakukan Tindak Pidana Keimigrasian Pasal 113 UU Nomor 63 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman 1 tahun pidana penjara dan/atau denda sebesar Rp 100.000.000,00 . Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Imigrasi Batam telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Batam terkait proses penyidikan dan telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Batam.

Hajar menegaskan, “Kantor Imigrasi Batam terus berkomitmen untuk memastikan bahwa hanya Orang Asing yang memberikan kontribusi positif bagi Kota Batam yang dapat masuk dan berkegiatan di kota Batam, serta Tindakan tegas akan diambil terhadap Warga Negara Asing yang melanggar aturan, mengancam ketertiban dan keamanan.” Adapun terhadap masyarakat Kota Batam diharapkan dapat melaporkan keberadaan dan kegiatan Orang Asing yang mencurigakan melalui hotline di nomor 0821- 8088-9090. (*)