Tanjungpinang, GK.com – Setelah sempat menjadi pembicaraan hangat ditengah-tengah masyarakat maupun Media Sosial (Mensos) beberapa hari ini terkait oknum sekuriti yang arogan bertugas di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) pada Jumat (13/6/2025) pagi, akhirnya, Senin (16/6/2025) sore, Humas PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang, Riel Fulltimer Harianja di dampingi salah satu anggota TNI yang bertugas di Pelabuhan tersebut, mendatangi gerbangkepri.com untuk memberikan klarifikasi atas kejadian yang telah melukai hati rekan-rekan wartawan, serta meminta maaf secara langsung kepada wartawan Gerbang Nusantara yang saat itu mengalami insiden di Pelabuhan SBP. Dalam keterangannya, Riel Fulltimer Harianja mewakili GM PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang menegaskan, jika kejadian serupa tidak akan terulang lagi untuk kedepannya.
“Terkait masalah yang telah terjadi, khususnya untuk pak Darto Sudah ditegur langsung sama Pimpinan untuk lebih sopan dan beretika. Pak GM juga menekankan untuk Senyum, Sapa, Salam harus lebih di optimalkan. Terlepas dari situasional jiwa dan lelah nya oknum. Dan untuk mekanisme kedepan, apapun yang terjadi saat ini bukan berarti kami mencegah kawan-kawan media beraktivitas, karena saat kejadian, kami rasa itu hanya sebatas miskomunikasi. Dan kami juga mohon maaf jika memang ada penyampaian dan sikap oleh sekuriti kami yang kurang berkenan bagi rekan-rekan. Sebenarnya untuk pintu yang sudah ditetapkan itu sudah benar, cuma disini miskomunikasi saja,” ujar Riel Fulltimer Harianja.
Baca juga 👇👇👇
“Terkait SOP tentang penjagaan pelayanan dan pengaturan, tetap mereka bertugas menanyakan tujuan, lalu menunjukkan arah pintu atau akses keluar masuknya dimana. Semua diatur dengan pintu yang ada. Dan SOP nya tetap merujuk pada apa yang memang menjadi situasional yang ada di pelabuhan Sri Bintan Pura ini. Fokus kami saat ini terkait penataan dan berbenah. Khususnya terhadap akses pintu keluar masuk penumpang yang datang dan pergi,” ucap Riel Fulltimer Harianja.
Ditanyakan saat itu oleh gerbangkepri.com, bagaimana PT Pelindo memastikan bahwa petugas sekuriti menjalankan tugasnya dengan profesional tanpa menimbulkan ketegangan atau insiden yang merugikan citra Perusahaan?
Riel Fulltimer Harianja menjawab. “Didalam sekuriti itu ada Kepala Regu. Dan setiap hari dan setiap waktu, tugas Kepala Regu (Danru) wajib melaporkan kinerja anggota pada pejabat terkait yang ada di Pelabuhan, yaitu kepada Manager Operasi, terkait kedatangan mau pun keberangkatan kapal, serta apa dan bagaimana bentuk situasional dan capaian yang ada dilapangan. Dan ada juga yang namanya evaluasi kinerja setiap sebulan sekali yang dilakukan usernya dari tim operasional yang ada di Pelabuhan. Misalnya terkait apa-apa saja yang di nilai yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam evaluasi perpanjang kontrak mereka mendatang. Penilaiannya berdasarkan individual, dari grup, maupun dari kinerjanya. Karena pada dasarnya, mereka kerja berdasarkan kontrak. Dengan adanya insiden ini akan menjadi bahan evaluasi kita terhadap oknum tersebut terkait perpanjang kontraknya mendatang. Dan menjadi tolak ukur juga kedepannya untuk menjadi pertimbangan,” paparnya.
“Dari rekrut dan sistem perpanjangan kontraknya juga melalui anak perusahan Pelindo yang namanya yaitu PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS). Dan seluruh tim sekuriti ada 13 orang, termasuk Danru nya,” tambah Riel Fulltimer Harianja.
“Disini khusus sekuriti ada yang namanya pelatihan fisik dan pelatihan awareness (kesadaran). Khusus pelatihan awareness terkait Senyum, Sapa, Salam, terus dilakukan dan diasah oleh pihak PDS langsung yang datang dari pusat per triwulan. Baik itu public service (pelayanan publik), HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), dan sertifikasi pendukungnya. Intinya terkait peningkatan pelayanan, agar bisa berbenah untuk menjadi lebih baik ke depannya secara bertahap,” jelas Riel Fulltimer Harianja kepada gerbangkepri.com disalah satu kafe yang ada di Kota Tanjungpinang.
Saat disinggung, apa saja syarat-syarat untuk melamar kerja di PT Pelindo Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang? Apa memang wajib mengenal atau mempunya hubungan khusus sama orang dalam, atau memang karena kemampuan dari SDM tersebut?
Baca juga 👇👇👇
Riel Fulltimer Harianja mengatakan, jika dalam perekrutan tenaga kerja outsourcing memiliki penyedia jasa yaitu melalui PDS tadi. Dengan kata lain, PDS ini sebagai vendors, Pelindo hanya terima bersih. Pelindo hanya menginformasikan saja
“Memiliki kualifikasi Gada Pratama. Semua syarat dan bagaimana konsep perekrutan sekuriti ini kami serahkan kepada PDS. Nanti pihak PDS akan menyurati kita sebagai usernya terkait informasi apapun tentang tenaga kerja outsourcing yang akan bekerja di sini, termasuk alamat rumah dan kontak handphone nya. Pokoknya kami hanya terima bersih,” tutur Riel Fulltimer Harianja.
Lalu, saat gerbangkepri.com menanyakan, apakah ada kebijakan atau perubahan yang akan diterapkan pasca insiden ini demi mencegah kejadian serupa di masa depan tidak terulang lagi?
Baca juga 👇👇👇
Riel Fulltimer Harianja menegaskan lagi, “Khusus atas insiden ini merupakan kejadian langka yang di buat oleh GM Pelindo. Yaitu, beliau langsung mengumpulkan dan bertatap muka dengan 13 orang sekuriti, termasuk Danru pada malam hari saat kejadian tersebut. Beliau memberi edukasi secara langsung dan secara tegas menekankan utamakan terkait etika penyampaian kepada publik. Karena fokus kita adalah dalam perbaikan-perbaikan. Nah, dengan adanya insiden ini, pak GM menyampaikan dan telah berjanji terkait hal-hal seperti ini tidak akan terulang lagi dan akan di beri sanksi tegas sesuai dengan yang kita jelaskan sebelumnya. Kita sudah menegur keras terhadap oknum yang dimaksud dan menjadi pembelajaran bagi kawan-kawan sekuriti lainnya terkait etika dalam penyampaian bahasa kepada publik”. terangnya. (QQ)

