
Tanjungpinang, GK.com – Menyikapi insiden yang terjadi di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) pada Jumat (13/6/2025) pagi, yaitu oknum sekuriti Pelindo yang arogan, tidak memiliki etika hingga melukai hati rekan-rekan wartawan, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H turut memberikan pendapatnya.
Baca juga 👇👇👇
https://gerbangkepri.com/2025/06/13/sok-keras-etika-sekuriti-pelindo-di-sbp-dipertanyakan/
Kepada gerbangkepri.com, Minggu (15/6/2025) malam, Wako Tanjungpinang, Lis Darmasyah saat dimintai pendapatnya menyampaikan, “Pelindo itu kan pelayanan, kalau ada bahasa- bahasa yang kurang etis, apalagi di tempat publik (pelabuhan), yang jelas itu tidak boleh. Karena pelabuhan itu kan objek vital, disamping itu juga merupakan sarana publik. Jadi kalau ada sikap-sikap arogan dari oknum-oknum pelabuhan, ya itu jelas sebuah pelanggaran,” ujarnya.
“Nanti kita akan kasih masukkan lah, harusnya diberikan sangsi, sekalipun itu pengemis yang masuk kesana, tidak bisa diusir. Harusnya memberlakukan dengan cara-cara manusiawi, dan beretika. Nggak bisa seperti itu, itu jelas-jelas, tanda kutib bagi saya, oknum sekuriti nya sudah melakukan pelanggaran kode etik bagi sekuriti. Kecuali dia jaga di gudang uang gitu loh, boleh lah dia mungkin gitukan, tapi ini kan pelabuhan, sarana publik,” ungkap Lis Darmansyah.
“Yang jelas itu sebuah pelanggaran, harusnya PT Pelindo memberikan klarifikasi terkait dengan persoalan tersebut. Kita harapkan GM Pelindo mengklarifikasi, dan agar segera bertemu dengan para pihak, berikan klarifikasinya terkait dengan itu, jangan sepihak aja, jangan hanya dengarkan dari sekuriti aja. Atau disana kan ada humas nya, harusnya memberikan klarifikasi,” tutur Lis Darmasyah.
Baca juga 👇👇👇
“Hal ini diharapkan tidak boleh lagi terjadi, kalau terjadi lagi, berarti Pelindo belum siap memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. Siapa pun orangnya, jangan di lihat kelasnya, bukan karena wartawan, tetapi siapa pun orang nya, sekalipun dia seorang pengemis, tentunya harus dengan cara-cara yang lebih manusiawi, dan beretika. Ini bumi tanah melayu, saya sangat menyayangkan kejadian itu bisa terjadi,” tegas Lis Darmasyah.
“Kita melihat, dan memberikan apresiasi kepada PT Pelindo, baru kemaren kita berikan penghargaan karena Pelindo sudah melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap pelayanan publik nya, dan kita harus mengakuinya. Jangan sampai sarana infrastruktur yang sudah baik, di nodai dengan kelakuan-kelakuan oleh oknum-oknum. Apalagi ini terkait dengan oknum sekuriti. Jadi harus di tegur keras itu,” katanya.
“Besok kita akan telepon GM nya, kita kasih teguran, kita akan mengingatkan beliau, agar jangan sampai hal itu terjadi lagi. Dan kalau ada sekuriti seperti itu, jangan ditempatkan di depan lagi, agar kejadian kawan-kawan kemaren yang kita anggap suatu noda, tidak terjadi lagi”. tutup Lis Darmansyah. (QQ)

