Beranda Hukrim Wouw…Foodcourt Pacific Sediakan Penari Striptis

Wouw…Foodcourt Pacific Sediakan Penari Striptis

459
0
Aksi Penari Striptis di Foodcourt Pacific

Batam, GK.com – Terhitung hingga tanggal 6 November 2020, telah ada 3.137 masyarakat yang terkonfirmasi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Dengan angka tersebut, terbukti bahwa Kota Batam menjadi Wilayah dengan kasus penyumbang pasien Covid-19 tertinggi se- Provinsi Kepulauan Riau.

Bagaimana tidak, meskipun sebagian masyarakat dengan ketat menerapkan Protokol Kesehatan yang dianjurkan Pemerintah, masih ada masyarakat Kota Batam yang malah terbilang menjadi “Kurir” pembawa Virus Covid-19 dengan membuat keramaian di tempat umum tanpa menggunakan masker.

Penari Striptis beraksi di hadapan para pengunjung Foodcourt Pacific

Salah satu tempat yang hingga saat ini masih membebaskan pengunjungnya untuk tidak menerapkan Prokes yakni, Foodcourt Pacific yang berlokasi di daerah Jodoh, Batuampar, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Pasalnya, Foodcourt Pacific yang diketahui merupakan tempat yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman tersebut, dipadati pengunjung yang terlihat tidak mengunakan Masker dan tidak menjaga jarak, sehingga dikhawatirkan hal ini bisa menjadi sebagai pemicu penularan Covid-19.

Pengunjung Foodcourt Pacific menikmati aksi Penari Striptis

Bahayanya lagi, keramaian pengunjung tersebut bukan hanya karena pengunjung ingin mencicipi aneka macam makanan yang tersedia, melainkan karena adanya “Penari Striptis” yang diduga sengaja disediakan oleh Foodcourt Pacific untuk mengundang berkumpulnya orang banyak.

Terlihat juga tumpukan-tumpukan Minuman berakohol (Mikol) di setiap meja pelanggan, ditambah alunan musik membuat para pengunjung terlena menikmati sambil bergoyang seakan-akan pandemi Covid-19 telah berakhir.

Pengunjung memadati Foodcourt Pacific

Padahal, beberapa waktu lalu, Pemerintah Daerah melalui Satpol PP Kota Batam telah menjaring sekitar 155 orang pelanggar Prokes karena tidak menggunakan masker, bahkan saat itu langsung dilakukan Rapid Test dengan hasil 5 orang diantaranya dinyatakan Reaktif Covid-19.

Namun, tampaknya razia tersebut hanya dilakukan secara simbolis. Pasalnya, pengunjung maupun pelaku usaha di Foodcourt Pacific hingga saat ini terlihat bebas melanggar Protokol Kesehatan tanpa pengawasan, bahkan seolah tidak takut dan tidak mentaati peraturan Pemerintah maupun hukum yang ada.

Aksi Penari Striptis membuat para pengunjung ikut bergoyang

Masyarakat pun bertanya, kemana kah para penegak hukum yang sering berkoar-koar di Daerah ini untuk senantiasa harus menerapkan Protokol Kesehatan demi terhindarnya dari Virus Corona ? Apakah hukum itu hanya berlaku untuk kalangan rakyat jelata saja ? Kenapa justru yang jelas-jelas melanggar malah seolah tak terlihat. (Tim).

Editor : Febri