Beranda Kepulauan Riau Karimun Ormas Patron Karimun Anggap PLN Persero Rayon TBK Tidak Manusiawi

Ormas Patron Karimun Anggap PLN Persero Rayon TBK Tidak Manusiawi

244
0

Karimun, GK.com – Organisasi Masyarakat Patriot Nasional (Ormas Patron) Kabupaten Karimun meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, untuk segera menyelesaikan permasalahan pemblokiran aliran listrik yang dilakukan secara sepihak oleh PT. PLN Persero Rayon Tanjung Balai Karimun kepada salah satu warga Paya Manggis, Kelurahan Baran Timur, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

Hingga saat ini, terkait permasalahan tersebut, belum juga ada dari pihak PLN mengkonfirmasi maupun menjelaskan peristiwa pemblokiran aliran listrik yang merugikan para pelanggan itu, bahkan seakan tidak menggubris dan menanggapi masalah tersebut, dan menganggap hanya masalah sepele.

Baca Juga :
https://gerbangkepri.com/2020/06/16/pln-blokir-aliran-listrik-warga-secara-sepihak-dprd-karimun-minta-disurati-untuk-di-tindaklanjuti/

Sebagaimana diiketahui, listrik token yang baru digunakan selama 2 bulan setelah diganti dengan Listrik Pascabayar (Listrik Meteran Lama) oleh warga tersebut, mempunyai denda sekitar Rp. 13.000,- ketika masih menggunakan Listrik Pascabayar, kemudian dilakukan pemutusan aliran listrik oleh PT. PLN Persero Rayon Tanjung Balai Karimun tanpa adanya peringatan.

Ketua Ormas Patron Kabupaten Karimun, Andi Acok mengatakan, pemblokiran aliran listrik kepada warga yang tidak mampu di masa pandemi Covid-19 secara sepihak yang dilakukan oleh PT. PLN Persero Rayon Tanjung Balai itu sama sekali tidak menunjukkan sikap manusiawi.

“Bukankah Plt Gubernur Kepri, Bapak H. Isdianto sudah menegaskan bahwa, komitmen PLN di seluruh Daerah Kepri harus direalisasikan dan memberikan keringanan kepada masyarakat salah satunya tidak mengurangi pelayanan publik di sektor ketenagalistrikan ?, kenapa PT. PLN Persero Rayon Tanjung Balai Karimun masih saja melakukan pemblokiran aliran listrik tersebut?,” tutur Acok, Minggu (21/06) pukul 15.00 Wib.

“Saya minta Pemerintah Daerah maupun DPRD Karimun untuk segera melakukan tindaklanjut kepada pihak PT. PLN Persero Rayon Tanjung Balai Karimun, agar permasalahan ini dapat selesai dan warga lainnya tidak mengalami hal yang sama”. tegas Acok. (KR).

Editor : Febri