Beranda Kepulauan Riau Karimun Kapal Penghisap Pasir Laut Milik PT. GRM Resahkan Nelayan Setempat

Kapal Penghisap Pasir Laut Milik PT. GRM Resahkan Nelayan Setempat

282
0

Karimun, GK.com – Kelompok Nelayan Gumbang Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral dibuat resah dengan aktifitas kapal penghisap pasir laut milik PT. Grace Rich Marine (GRM), yang sudah mendekati bibir pantai dengan jarak sekitar 100 sampai 200 meter.

Pasalnya, apabila aktifitas kapal penghisap pasir laut itu dibiarkan, nantinya dapat menyebabkan runtuhnya Pelabuhan sandar kapal Nelayan (Rumah Elong) akibat erosi, hal iti tentunya dapat merugikan para nelayan dan membuat mereka kesulitan untuk mencari ikan dengan terhalangnya oleh kapal penghisap tersebut.

Ketua Persatuan Nelayan Gumbang Sungai Pasir, Meral dan Pangke Sugiharto mengatakan, kapal penghisap pasir laut tersebut sudah 2 bulan beroperasi, namun semakin lama semakin dekat dengan pemukiman warga.

“Jika kapal itu dibiarkan beraktifitas di dekat pemukiman warga, saya khawatir rumah elong kami roboh akibat tanah yang turun,” ujarnya kepada Media ini, Minggu (21/06) sore.

“Aktifitas kami dalam mencari ikan juga dipersulit dengan terhalangnya kapal tersebut, dan harus memutar jauh untuk melakukan perjalanan ke laut,” katanya.

Sugiharto juga menuturkan bahwa, saat ini pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa, karena Perusahaan tersebut sudah diresmikan oleh Bupati maupun Pusat, tetapi tingkat pengawasan dari daerah tidak ada.

“Kami tidak menghalangi mereka untuk berinvestasi disini, namun kami hanya meminta jangan sampai kapal penghisap pasir laut itu mendekati pemukiman warga, berdasarkan perjanjian yang dibuat melalui notaris, mereka beroperasi di sebelah Pulau Merak, bukan di wilayah Rumah Elong kami, dan kenyataannya tidak seperti itu, malahan seakan menipu kami,” tuturnya.

Ditegaskan Sugiharto, jika kapal penghisap tersebut masih juga beroperasi di sekitar pemukiman warga, Kelompok Nelayan Gumbang akan menggeret kapal itu ke daratan. Tentunya disini Standart Operasional Prosedur (SOP) PT. GRM harus ada, dan letak titik koordinat kapal tersebut saat beraktifitas juga harus dipertanyakan.

“Kami memang orang kecil, namun laut inikan milik kita untuk dijaga bersama-sama, apabila Pemerintah Daerah tidak mendukung permintaan kita, nantinya kita akan melakukan tindakan dengan mengusir kapal itu agar tidak menyusahkan masyarakat disini”. tutup Sugiharto.

Hingga berita ini diterbitkan, Lurah Sungai Pasir dan pihak-pihak terkait lainnya belum bisa dijumpai oleh Media ini untuk dimintai keterangannya terkait persoalan tersebut. (KR).

Editor : Febri