Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Ketua LSM GRPK Angkat Bicara Terkait Laporan Hariyun Sagita

Ketua LSM GRPK Angkat Bicara Terkait Laporan Hariyun Sagita

221
0

Tanjungpinang, GK.com – Dalam kasus Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi yang diragukan keabsahan ijazah S1 nya saat melamar ke Perusahaan Daerah (Perusda) Tanjungpinang oleh Hariyun Sagita, kini memunculkan babak baru.

Seperti diketahui sebelumnya, berkaitan permasalahan ini, Hariyun Sagita telah membawa permasalahan ini hingga berujung pada pelaporan ke pihak yang berwajib. Saat mendatangi ke Kantor Polres Tanjungpinang pada tanggal 6 April 2020 lalu, terlihat Hariyun Sagita sempat didampingi oleh empat orang rekannya, salah satunya adalah Ketua LSM Gerakan Relawan Peduli Kepri (GRPK), Rahmanullah (Tino).

Kepada Media ini, Rahmanullah (Tino) sempat mengungkapkan keberatan dan kekecewaan terkait namanya bersama LSM GRPK yang Ia dirikan bersama rekan-rekannya yang sempat diikut sertakan terseret oleh permasalahan yang dibawa oleh Hariyun Sagita.

Ketua GRPK, Rahmanullah (Tino) saat diajak berfoto bersama di Polres Tanjungpinang (Foto Ist).

“Jujur saya sangat keberatan dengan pemberitaan yang sempat beredar beberapa bulan terakhir ini yang mengait-ngaitkan nama saya dan LSM GRPK,” ucap Tino.

“Awal mula ceritanya bukanlah seperti apa yang sudah beredar. Saat itu, memang Iya, saya diajak Hariyun Sagita untuk berkunjung ke Polres Tanjungpinang, tapi bukan untuk membuat laporan terkait permasalahan ini,” tegas Tino.

Baca juga :


“Sampai di Polres, saya langsung menuju ke kantin Polres, saya tidak ada masuk keruangan manapun untuk mendampingi Hariyun Sagita dalam membuat laporan seperti yang dikatakan oleh Hariyun,” ungkap Tino, Sabtu (6/6) sekitar pukul 19.15 Wib.

“Setelah tak lama kemudian, Hariyun keluar dari Ruang Reskrim, lalu memanggil saya untuk diajak berfoto bersama di depan tangga Ruang Reskrim,” tambahnya.

“Disini jelas saya heran, kenapa hanya gara-gara foto, lalu hal ini lantas dimanfaatkan oleh Hariyun sebagai bahan bahwa, saya  ikut serta ambil bagian dalam kasusnya bersama Dirut BUMD terkait pelaporan tersebut. Padahal jujur, saya juga tidak tau persis apa permasalahannya,” ujarnya.

“Jelas dalam masalah ini saya dirugikan oleh Hariyun, yang pertama saya tegaskan kembali bahwa, saya tidak pernah mendampingi Hariyun untuk membuat laporan dalam bentuk apapun. Dan yang kedua, Hariyun juga bukan bagian dari LSM GRPK. Jadi berkaitan permasalahan ini, saya juga bisa melaporkan balik Hariyun kepada pihak Kepolisian, karena telah menyebarkan berita bohong, seolah-olah GRPK ikut dalam permasalahannya bersama Dirut BUMD,” katanya.

“Sebenarnya dari permasalahan ini kalau saya lihat hanyalah miskomunikasi saja diantara kedua belah pihak. Kalau boleh saya sarankan kepada Hariyun dan Fahmi, alangkah lebih baiknya berdamai sajalah, tidak ada yang harus diributkan juga. Disini saya hanya orang tengah yang kebetulan terlanjur nama saya diikutsertakan terkait permasalahan ini. Saya tidak membela salah satu pihak. Alangkah baiknya Hariyun dan Fahmi bersama-sama membangun Kota Tanjungpinang tercinta ini”. pungkasnya. (Mis).

Editor : Milla