Beranda Hukrim Motor Mahasiswi Hilang Diluar Wewenang Kampus

Motor Mahasiswi Hilang Diluar Wewenang Kampus

125
0

Tanjungpinang, GK.com –  Hilangnya motor Mahasiswi Sekolah Tinggi Teknik Indonesia (STTI)  Tanjungpinang tempo hari, membuat pihak Kampus angkat bicara.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan Korban, yakni Septia Wulandari yang merupakan seorang Mahasiswi STTI Tanjungpinang,kendaraan roda duanya yang bermerk Yamaha Mio Soul GT warna hitam bernomor Polisi BP 5498 BR,  telah hilang pada hari Kamis (5/3) lalu.

“Saya tidak parkir di Lahan Parkir Kampus, tapi didepan Mess STTI, setelah saya pulang Kuliah pada pukul 12.00 Wib, motor saya sudah tidak ada,” terang Septia.

“Pihak pengelola Mess sudah melaporkan insiden ini ke RT setempat, proses juga sudah sampai ke kantor Polisi, sekarang tinggal menunggu kabar dari Kepolisian jika motor saya sudah ditemukan,” jelasnya kepada Awak Media ini melalui pesan singkat.

Lanjut Septia menjelaskan, dirinya memarkirkan motornya di halaman Mess STTI dengan keadaan motor tidak dikunci ganda (Kunci Stang),  saat pulang Kuliah sekitar pukul 12.00 Wib, Ia melihat motornya sudah tidak ada.

Sementara itu, pihak Kampus STTI Tanjungpinang, melalui seorang Dosen, Iim Eldapendra menegaskan, untuk Lahan Parkir yang ada di STTI Tanjungpinang sudah dilengkapi dengan CCTV dan ada petugas yang berjaga, sehingga apabila kehilangan terjadi pada wilayah parkir Kampus, maka masih dapat dipantau, namun malangnya, sang korban memarkirkan kendaraannya diluar wilayah Kampus.

“Kampus STTI Tanjungpinang sudah menyediakan area Parkir yang cukup luas,ditambah dengan adanya Satpam dan dilengkapi CCTV jjuga, pihak Kampus tidak bosan-bosannya mengingatkan pada seluruh Mahasiswa/i agar tidak parkir diluar lokasi yang disediakan. Sementara untuk kejadian kehilangan yang terjadi pada Kamis kemarin adalah diluar tanggungjawab kita,  karena posisi motor berada diluar Area wewenang STTI Tanjungpinang”. tutur Iim Eldapendra saat diwawancarai Media ini, Sabtu (7/3) sore.

Untuk saat ini,Septia hanya dapat berharap agar motornya segera ditemukan, dan tetap melakukan aktivitas perkuliahan seperti biasa. (Mis).

Editor : Febri