Menikmati secangkir kopi yang baik ternyata ada waktunya, karena kopi mengandung kafein, senyawa bioaktif yang bekerja sebagai antagonis reseptor adenosine, sehingga membantu meningkatkan kewaspadaan. Kafein juga dapat memengaruhi sistem dopamin yang berperan dalam suasana hati. Selain itu, kopi juga mengandung asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan dan dikaitkan dengan potensi antidiabetes.
Sejumlah studi menunjukkan, minum kopi sekitar 2-3 cangkir per hari masih dapat memberikan manfaat kesehatan, meskipun efeknya bisa berbeda pada tiap orang, tergantung sensitivitas tubuh terhadap kafein.
Sebagai informasi, komposisi kimia kopi sangat dipengaruhi proses pengolahan, terutama roasting atau pemanggangan. Selama proses ini, gula mengalami reaksi Maillard dan karamelisasi, sehingga membentuk senyawa penyusun aroma serta rasa khas kopi.
Beberapa senyawa turunan seperti gula alkohol atau polyols juga memiliki nilai kalori lebih rendah dibanding gula sederhana. Tetapi, hal tersebut tetap memberikan kontribusi energi. Maka dari itu, manfaat kopi tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan cara penyajiannya.
Waktu minum kopi yang baik disarankan pada pagi hingga siang hari untuk membantu menjaga fokus dan performa tubuh. Sementara, konsumsi kopi pada sore atau malam hari sebaiknya dihindari, karena bisa mengganggu siklus bangun dan tidur anda.
Banyak orang mengandalkan kopi untuk menambah energi sebelum beraktivitas, tetapi hendaknya kita mengikuti saran yang telah disarankan dari pakarnya.
Penulis: Yani
Editor: Milla

