Beranda Pendidikan 2 Tahun Berjalan, SMKN 5 Tanjungpinang Minim Fasilitas

2 Tahun Berjalan, SMKN 5 Tanjungpinang Minim Fasilitas

384
0

Tanjungpinang, GK.com – Sebagai satu-satunya Sekolah Pelayaran yang ada di Kota Tanjungpinang, SMKN 5 Tanjungpinang yang sudah berjalan sekitar 2 tahun itu memiliki dua jurusan, yaitu Teknika yang artinya pemahaman suatu teknik-tenik pada bagian mesin kapal, dan Nautika yang nantinya akan menjadi Perwira Pelayaran dalam membawa Kapal untuk penumpang.

Kepada Media ini, Kepala SMKN 5 Tanjungpinang, Zulkarnain mengatakan bahwa Sekolahnya ini sangat menarik dan memiliki banyak perbedaan dengan Sekolah lainnya yang ada di Kota Tanjungpinang, meskipun tidak dipungkiri bahwa akan ada juga kekurangan yang dimiliki.

“Ketertarikan masyarakat pada Sekolah ini sangat banyak, apalagi dengan jurusan yang ada dan segala materi yang diberikan juga cukup luas,” tutur Zul (sapaan akrabnya), Selasa, 14/01, sekitar pukul 10.00 Wib, di Ruang Kerjanya.

Dikatakan Zul, Sekolah Kejuruan sebenarnya lebih berfokus pada sistem pembelajaran praktek dibandingkan teori yang diberikan, karena kejuruan harus langsung terjun untuk merasakan dan mengenali bidang yang telah dipilih.

“Ketika kita hanya mempelajari teorinya saja, tanpa diimbangi dengan praktek yang diberikan oleh Guru, itu tentunya sangat sulit dipahami oleh para Siswa, karena pada Sekolah Kejuruan, teori yang diberikan ini sangat berbeda dengan pelajaran umum lainnya,” terang Zul.

Untuk mengoptimalkan praktek lapangan, Zul mengatakan bahwa masih banyak kendala dalam pelaksanaannya, bahkan untuk infrastruktur Sekolah juga masih sangat membutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah.

 

Baca :
http://gerbangkepri.com/2019/12/14/disdik-tanjungpinang-salurkan-bantuan-peralatan-pendidikan-guna-menunjang-potensi-murid-dalam-belajar/

http://gerbangkepri.com/2019/12/02/penurunan-jumlah-siswa-smk-pembangunan-harapkan-pemerintah-daerah-juga-memperhatikan-sekolah-swasta/

 

“Walaupun adanya kekurangan, Sekolah kami mampu untuk menerjunkan siswa di kelas XI untuk melaksanakan Prakerin atau lebih kita kenal dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada wilayah Kepulauan Riau hingga Malaysia,” ujarnya.

“Sedangkan pada fasilitas untuk para murid kelas XII yang akan menghadapi UNBK, karena tidak terpenuhi dari SMKN 5 Tanjungpinang, mereka harus siap menumpang ke SMKN 3 Tanjungpinang, yang jaraknya cukup jauh untuk pelaksanaan UNBK,” ungkap Zul.

Keluhan lain yang Zul sampaikan kepada Media ini adalah tidak adanya tempat Ibadah di Sekolah, sehingga para murid harus keluar mencari Masjid, dan itu cukup menunda waktu pembelajaran yang cukup lama.

“Harapan saya kedepannya, program yang sudah diajukan oleh Pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, dalam pembangunan ruang praktek siswa dan segala alat praktek/fasilitas yang dibutuhkan segara dikerjakan, karena apabila sudah terbangun, para murid tidak hanya disuguhkan dengan teori saja,” harap Zul.

“Alangkah baiknya apabila setiap Sekolah memiliki kesetaraan perhatian oleh Pemerintah, tidak melulu melihat dan mengedepankan Sekolah-Sekolah yang menjadi Sekolah favorit dikalangan pelajar saja, karena setiap Sekolah tentunya memiliki kelebihan tersendiri, yang apabila dapat dimanfaatkan dapat menjadi keunggulan dalam memajukan Sekolah tersebut”. pungkasnya. (MA).

Editor : Febri