Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda blog Halaman 997

Adakan Pemekaran, Dua Kecamatan Akan di Tambah Pemko Tanjungpinang

??

Tanjungpinang, GK.com -Pemerintah Kota Tanjungpinang sedang melakukan pemekaran dengan merencanakan penambahan Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kota Tanjungpinang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Drs.  Marzul Hendri saat ditemui media ini di Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Kamis (27/6) sekitar pukul 15.00 Wib.

Dikatakan Marzul, sebelum melakukan pemekaran, harus ada kajian serta pertimbangan yang benar-benar matang dalam pelaksanaannya.

“Rencananya, pemekaran itu akan dilakukan pada waktu dekat ini,namun harus menunggu hasil dari kajian terlebih dahulu, karena dengan diadakannya pemekaran ini,tentunya akan bertambah pula Pegawaiserta Bangunan,”terang Marzul.

Disampaikan Marzul, rencana pemekaran ini dikarenakan jumlah penduduk yang ada di Kota Tanjungpinang semakin meningkat, sedangkan Kecamatanyang ada saat ini hanya ada 4 Kecamatan.

“Yang awalnya hanya 4 Kecamatan, rencananya Pemetintah akan menambah 2 Kecamatan lagi, sehingga menjadi 6 Kecamatan, serta menambah Kelurahan yang sebelumnya hanya ada 18 Kelurahan, nantinyamenjadi 31 Kelurahan,” paparnya.

“Terkait wilayah pembagiannya, yang jelas Kecamatan Tanjungpinang timur dan Bukit Bestari akan dipecah, rencananya juga Dompak akan menjadi Kecamatan Baru yang ada di Kota Tanjungpinang,”ungkapMarzul.

Dikesempatan itu, Marzul juga mengatakan bahwa, pemekaran tersebut baru pada tahap perencanaan, Wali Kota akan segera melakukan rapatbersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Senin mendatang.

“Nanti saat rapat, kita akan membicarakan terkait dananya, karenapemekaran itu pasti membutuhkan dana yang cukup besar,” ucapnya.

“Kedepan kitaberharapdengan diadakannya pemekaran ini semoga pelayanankepada masyarakat nantinya akan semakin meningkat”.harapnya. (MI).

Editor : Febri

 

 

Darsono : Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas

??

Tanjungpinang, GK.com – Untuk memerangi Narkoba di Kota Tanjungpinang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang menggelar peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2019, di Aula Bulang Linggi Dinas,, Rabu(26/6) sekitar pukul 08.30 Wib.

Dalam kegiatan yang bertema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”itu, Kepala BNN Kota Tanjungpinang, AKBP Darsono, SH, saat menyampaikansambutannya mengatakan bahwa peringatan HANI dilakukan sebagai wujud peduli dalam memerangi serta memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkotika.

“Kami membutuhkan gerakan yang aktifdan mempunyai kepedulian yang besar dari kita semua, kami juga akan mengajak seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat membantu secara maksimal dalam memberantas Narkobs ini bersama BNN,” tutur Darsono.

“Narkoba ini harus kita berantas bersama, agar tidak ada dampak buruk lagi bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda,” tegas Darsono

Pada kesempatan itu, Darsono juga mengajak masyarakat agar turut bersama-sama ikut dalam memberantas Narkotika, serta ikut melakukan upaya agar generasi muda tidak terjerumus ke dunia gelap itu.

“Masyarakat harus lebih memahami tentang bahayanya Narkotika agar tidak disalahgunakan, apalagi hingga terjerumus kedalamnya,”ucap Darsono.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd dalam sambutannya memperjelas atas kerjasama Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Kementerian Agama Kota Tanjungpinang dan BNN Kota Tanjungpinang, untuk dapat melakukan pencerahan pada siswa-siswi generasi muda.

“Kita setiap hari Jum’at, bersama Kepala BNN Kota Tanjungpinang melakukan kunjungan ke setiap Sekolah untuk memberikan pemahaman serta penyuluhan tentang bahayanya Narkotika, sertameyakinkan kepada seluruh siswa dan masyarakat,khususnya generasi muda, bahwa Narkoba adalah musuh besar yang harus kita perangi bersama,”tegas Syahrul.

“Kedepannya saya berharap agardi Indonesia, khususnya Kota Tanjungpinang terhindar dari permasalahan Narkotika, baik para guru, keluarga, masyarakat serta Pemerintah”.tutup Syahrul. (MI).

Editor : Febri

Disparbud Tanjungpinang Gelar Seminar Tentang Bangunan Berciri Khas Melayu

Tanjungpinang, GK.com Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang menggelar Seminar tentang Bangunan Berciri Khas Melayu selama 2 hari, dimulai dari tanggal 26-27 Juni di Hotel Pelangi, Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd yang hadir dan membuka resmi Seminar tersebut mengatakan bahwa identitas dari suatu Daerah ditentukan oleh bentuk fisik Bangunannya.

“Ciri khas kedaerahan atas suatu kawasan tentunya berasal dari apa yang kita lihat pada Daerah tersebut, seperti Bangunan maupun Arsitektur Perkotaan,” ucap Syahrul dalam sambutannya, Rabu (26/6) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Untuk itu, dengan terlaksananya pembangunan yang BerciriKhas kedaerahan pada suatu kawasan tentunya akan memberikan ikatan ketersinambungan yang erat antara masa kini dan masa lalu,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KotaTanjungpinang, Drs. Surjadi, MT dalam sambutannya mengatakan bahwa ada 3 elemen penting dalam dunia Pariwisata.

“Yang pertama yaitu, Amenitas, Atraksi dan Aksesbilitas, yang artinya pihak-pihak lain juga ikut bekerjasama, itulah sebabnya ketika kita berbicara pariwisata, sifatnya komperhensif, bukan parsial,” kata Surjadi.

Dikatakan Surjadi, sebagai sebuah kota yang mempunyai karakteristik melayu, masih banyak yang harus diperbaiki maupun disempurnakan.

“Dengan  terselenggaranya Seminar ini, semoga akan banyak memberikan manfaat dan masukan untuk memperkuat karak ternilai-nilai Budaya Melayu yang ada di Kota Tanjungpinang sebagai sebuah warisan sejarah”.  tutupSurjadi. (IA).

Editor : Febri

FMPK Gelar Diskusi Mencari Solusi Terkait Pengungsi di Pulau Bintan

Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka memberikan pengetahuan dan mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan pengungsi di Pulau Bintan, Forum Masyarakat Peduli Kepri menggelar kegiatan Focus Grup Discussion di Asrama Haji, Selasa (25/6) sekitar pukul 08.30 Wib.

Kegiatan yang bertemakan “Mencari Solusi Permasalahan Pengungsi di Pulau Bintan” itu dibuka langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana, Septi Kurniati dengan menjelaskan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2015.

“Dalam Peraturan tersebut menegaskan bahwa para pencari suaka tidak boleh tinggal di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), melainkan harus di Community Housing, dengan alasan kemanusiaan,” jelas Septi.

Dikatakan Septi, Community Housing Kepri menetapkan para pengungsi tinggal di Hotel Koletka Batam dan Hotel Bandra Resort Bintan.

“Dalam beberapa terakhir ini, terutama sejak para pengungsi diberi tempat tinggal atau tempat penampungan khusus di Hotel Bandra Resort Kabupaten Bintan, Permasalahanpun bermunculan, seiring dengan ruang gerak imigrasi yang semakin luas dan menimbulkan dampak negatif,” ucap Septi.

“Sejauh ini, dampak negatif yang muncul cukup banyak, hal ini tentunya mengakibatkan kerawanan, dikarenakan adanya komunitas pengungsi ini, maka dari itu kami menggelar kegiatan Fokus Group Discission (Diskusi Terpumpun) agar dapat menambah pengetahuan serta dapat mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan tersebut,” tambahnya.

Dalam kesmpatan yang sama, Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Dr. Muhammad Yani Firdaus, SH., MH, mengatakan akan mengingatkan kepada para pengungsi agar bisa pulang ke Negaranya masing-masing, dan akan memberitahu bahwa Negara mereka sudah aman dari perang suku, perang politik serta perang antar agama.

“Ya kami akan membujuk para pengungsi agar mereka segera pulang dengan sukarela ke Negara mereka masing-masing, tanpa unsur paksaan dari pihak kami,” tegas Yani.

Dijelaskan Yani, Sejak Tahun 2017, sudah ditangani sekitar 80 orang pengungsi, diantara mereka, ada 11 orang yang bermasalah dan ditempatkan di Ruang Isolasi, adapun masalah yang mereka lakukan salah satunya adalah kasus Asusila.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Ing. Iskandarsyah yang juga hadir saat itu mengatakan bahwa salah satu persoalan dengan hadirnya para pengungsi ini adalah kejelasan kapan mereka akan pulang ke Negara asalnya.

“Jika terlalu lama mereka mengungsi disini, tentunya akan menimbulkan dampak masalah sosial,” kata Iskandar.

“Untuk Kepri, kita usulkan agar ada tempat khusus bagi para pengungsi supaya tidak mengganggu masyarakat, seperti ditempatkan di suatu Pulau yang akan dibangun dengan baik,” usul Ing.

“Saya pikir di Bintan kan banyak pulau-pulau yang kososng, mungkin mereka bisa dipindahkan ke pulau tersebut, agar tidak memberikan kecemasan bagi masyarakat sekitar”. tutup Ing. (MI).

Editor : Febri

Komisi III DPRD Tanjungpinang Sidak di Perumahan Tanpa Izin

Tanjungpinang, GK.com – Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang melakukan Inspeksi Dadakan (Sidak) di Perumahan yang sedang dalam proses pembangunan yang berada di Jalan Garuda Km8 atas, Selasa (25/6) sekitar pukul 10.00 Wib.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar, SM, S.AP didampingi Sekretaris Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ginta Asmara, S.Kom turun langsung kelokasi Perumahan begitu mendapat laporan dari media terkait perumahan yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut.

“Kami turun ke lokasi ini tentunya untuk menjalankan fungsi pengawasan atas kinerja dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tanjungpinang, karena menurut laporan yang kami terima, ada kelalaian atas dibiarkannyakegiatan yang diketahui tidak memiliki izin ini,” ucap Ashady.

Dikatakan Ashady, Dinas terkait yang mereka panggil saat itu adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dari Dinas Perizinan.

“Kami memanggil Dinas terkait untuk mempertanyakan atas izin Bangunan ini, serta meminta kepada mereka untuk dapat lebih mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) yang telah disepakati bersama,” tutur Ashady.

Sementara itu, Direktur PT Sinar Multi Makmur Abadi, Apeng mengatakan bahwa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada Perumahan tersebut sedang dalam pengurusan.

“Saya tidak diam saja terkait izin ini, izinnya sedang dalam proses”. tegas Apeng. (IA).

Editor : Febri

 

Jadi Pembina Upacara, Wali Kota Berharap Komunikasi Antara Kepsek dan Disdik Terakomodir Dengan Baik

Tanjungpinang, GK.com – Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahul, S.Pd mengikuti Upacara Bendera yang dilaksanakan di TK Negeri Satap Bunga Raya, SD Negeri 006 Tanjungpinang Kota dan SMP Negeri 14 Satap Tanjungpinang, Jalan Bunga Raya, Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Senin (24/6) pagi.

Dalam amanatnya, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrsul, S.Pd mengharapkan agar semangat para peserta didik yang bersekolah di Madong tidak luntur hanya karena jarak tempuh yang lumayan jauh dari pusat Kota menuju Sekolah

“Jangan takut untuk berprestasi, teruslah belajar dan asah bakat serta kemampuan untuk berpacu dalam prestasi sama seperti Sekolah-Sekolah yang berada di pusat Kota,” ujar Syahrul.

Dikatakan Syahrul, setiap Sekolah harus mendapatkan perhatian dari Pemerintah, apalagi sudah ada anggaran yang diberikan khusus untuk pendidikan.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus memperhatikan pendidikan, karena 20% dari anggaran yang ada itu untuk pendidikan, tinggal bagaimana komunikasi antara Kepala Sekolah bersama Dinas Pendidikan dalam mengakomodir kebutuhan Sekolah tersebut,” ungkap Syahrul.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga turut mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada guru-guru yang telah memberikan pengajaran dan didikan yang baik untuk anak bangsa.

“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, saya ucapkan terima kasih kepada para guru yang telah berkontribusi dan memberikan sumbangsihnya kepada bangsa dan Negara, IQ anak sudah ada takarannya, tugas guru lah dalam membimbing, mengasuh dan mendidik mereka,” ucap Syahrul.

“Saya berharap di dalam pendidikan anak didik di Sekolah akan mengalami perubahan dari tingkah tidak baik menjadi lebih baik, seperti sikap, perilaku, tata krama dan budi pekerti,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah, Indriani, S.Pd, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silahturahmi dari WalikotaTanjungpinang.

“Semoga kehadirannya dapat lebih memotivasi dan memberikan masukan untuk para guru-guru dan para anak murid di sekolah kami”. kata Indriani. (Red).