Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 965

FMPK Demo Kantor Wali Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Sejumlah Mahasiswa yang terdiri dari Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan (FMPK) Kota Tanjungpinang melakukan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tanjungpinang, yang dijaga ketat oleh puluhan personil aparat dari Polres Tanjungpinang, guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, Senin (14/10) sekitar Pukul 10.00 Wib.

Dalam unjuk rasa tersebut, para Mahasiswa meminta kepada Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd untuk mencabut keputusan Wali Kota TanjungpinangNo 440 Tahun 2019 tentang pengangkatan Direktur Utama (Dirut) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (PT TMB) pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang untuk periode 2019-2024.

“Kami mendesak Wali Kota untuk mencopot Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Dirut BUMD, yakni PJ Sekda dan Kabag Ekonomi di jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang, dengan alasan adanya dugaan sudah melakukan manipulasi terhadap berita acara hasil seleksi administrasi No 500/782/BA/1.2.01/2019 Tanggal 13 Juni 2019,” tegas Rian selaku Kordinator unjuk rasa tersebut.

“Selanjutnya kami meminta kepada aparat penegak hukum, untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan kecurangan pemilihan Dirut BUMD Kota Tanjungpinang yang terbaru,” tambahnya.

Menurut informasi, sebelumnya Irwandi dan Fahmi yang dilantik menjadi Dirut BUMD, ternyata tidak memenuhi syarat Administrasi, yakni surat keterangannya tidak valid (Sah).

Dalam kesempatan tersebut, PJ Sekda Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan mewakili Wali Kota Tanjungpinang menjelaskan bahwa dirinya ditunjuk menjadi Pansel adalah melanjutkan tugas Pansel yang lama.

“Tetapi sebelum saya melanjutkan tugas-tugas tersebut, apa yang dikhawatirkan oleh mahasiswa itu, sudah saya lakukan pengecekan, misalnya seperti persyaratan untuk menjadi Dirut BUMD,” tutur Dahlan.

Dikatakan Dahlan, dalam peraturan yang ada, menyatakan jika persyaratan tersebut cukup dengan surat pernyataan dari yang bersangkutan beserta tanda tangan diatas kertas bermaterai 6.000.

“Karena itu sudah lengkap, maka kami melanjutkan pemilihan 3 dari 5 orang yang mendaftar menjadi Dirut BUMD, setelah itu kami serahkan kepada Bapak Wali Kota, dari 3 orang tersebut, jadilah 2, yakni Fahmi dan Irwandi, baru dilakukanlah pelantikan,”jelasnya.

“Jadi, jika dibilang ada permainan terhadap Dirut BUMD yang baru, sebenarnya ya tidak ada, kalau dibilang persyaratannya tidak lengkap, menurut kami ya sudah lengkap”. pungkas Dahlan.

Aksi unjuk rasa yang berakhir pukul 10.57 Wib itu sempat diwarnai dengan cekcok mulut antara Mahasiswa dan PJ Sekda. (MI).

Editor : Febri 

Diduga Bekas Galian Bauksit, Masyarakat Harapkan Pemerintah Dan Aparat Jangan Tutup Mata

Bintan, GK.com – Masyarakat di daerah Sei Enam, Kabupaten Bintan keluhkan lubang besar yang menyerupai Waduk, diduga bekas galian penambangan bauksit yang tidak memiliki izin tambang.

Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat juga sempat mengadu ke pihak Kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai dari tingkat Kabupaten Bintan, Provinsi, bahkan hingga Kementerian di Tahun 2018 lalu, namun, hingga saat ini, kolam dengan kedalaman lebih kurang 14 meter itu masih saja tetap terbuka lebar, meski sudah adanya perintah dari dinas terkait untuk dilakukan penutupannya.

 

Kepada Media ini, salah satu warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan mengatakan bahwa, kolam-kolam besar yang dulunya berada diatas lahan PT Aneka Tambang itu di duga milik pengusaha berinisial (T) di duga di bekap oleh pejabat daerah.

Sumber menjelaskan, Tahun 2018 lalu, pihak Kecamatan Bintan Timur sudah pernah memerintahkan pemilik lokasi tambang tersebut, untuk segera menimbun kembali bekas galian tanah yang berbentuk kolam-kolam itu, guna mencegah terjadinya kecelakaan bagi warga khususnya pada anak-anak.

 

Alih-alih menutup kolam tersebut, si pemilik malah menambah kolam yang baru di sebelah kolam yang lama, yang di duga rencananya untuk melakukan pencucian bauksit.

“Kita berharap Pemerintah Daerah peka dan cepat tanggap berkaitan hal ini, sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diingingkan,” ucap masyarakat kepada Media ini, Sabtu (12/10) Pukul 13.25 Wib.

“Penggalian bauksit ini juga baru saja dihentikan, lebih kurang sekitar satu bulanan lah,” tambahnya.

 

“Sebelum adanya penggalian di lahan ini, dulunya daerah ini tempat masyarakat berkebun, namun pada Tahun 2016, sejak pengusaha berinisial T itu datang menggali dan membangun pabrik es, kini masyarakat tidak bisa lagi berkebun disini, yang tersisa saat ini adalah tinggal hamparan tanah merah yang gersang dan berkubang saja,” jelasnya.

“Kami berharap, Pemerintah Kabupaten, maupun Provinsi serta pihak Kepolisian bisa mengusut tuntas atas perizinan operasional usaha yang berdampak buruk terhadap lingkungan ini”. tegas masyarakat. (Red).

Editor : Milla

 

Peringati Satu Tahun Berdirinya, Yayasan PKTB Gelar Syukuran

Tanjungpinang, GK.com – Mengusung tema “Lawan Kanker,  Tetap Semangat dan Tetap Produktif” Yayasan Pejuang Kanker Tanjungpinang-Bintan yang telah berdiri sejak Tanggal 12 Oktober 2018, mengadakan syukuran atas 1 Tahunnya berdiri Yayasan tersebut pada  Sabtu (12/10) sekitar pukul 09.30 Wib.

Bertempat di Gedung Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, serangkaian acara dikemas dengan sangat menarik guna menumbuhkan kembali semangat para pejuang Kanker, salah satunya adalah melalui cek kesehatan dan bazar makanan, juga souvenir.

Ketua Yayasan Pejuang Kanker Tanjungpinang-Bintan, Turizan Wahyuni saat memotong tumpeng.

 

Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Pejuang Kanker Tanjungpinang-Bintan, Turizan Wahyuni menceritakan kembali bagaimana awal mulanya berdirinya Yayasan Pejuang Kanker yang berawal dari sebuah perkumpulan kecil.

“Awalnya kami para penderita Kanker sering bertemu dan berkumpul di Rumah Sakit,  hingga akhirnya tercetus sebuah ide untuk menjadikan perkumpulan ini sebagai wadah yang lebih besar,  yakni berbentuk Yayasan Pejuang Kanker Tanjungpinang-Bintan,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama, salah satu pejuang Kanker,  Eni Puji Astuti juga turut ikut memberikan semangat kepada dirinya sendiri maupun teman-teman seperjuangannya.

“Semua ini pasti bisa kita lalui,  dengan semangat hidup,  berdoa,  juga pandangan positif kepada semua penderita Kangker,” ujar Eni.

Sementara itu,  Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd ketika diwawancarai Media ini menuturkan,  “Yayasan Pejuang Kanker ini masih butuh sosialisasi, agar para pengidap Kanker lainnya dapat bergabung dan saling memotivasi,” ucapnya.

“Anggota dari Yayasan ini terdiri dari para pengidap Kanker,  namun belum menyeluruh, baru ada 85 anggota disini. Mungkin diluar sana masih banyak lagi,  hanya saja belum tergabung,” kata Syahrul.

“Dengan bergabung di Yayasan ini,  mereka dapat saling berkomunikasi dan saling tukar cerita agar tetap ceria, jangan hanya karena telah difonis Kanker,  maka hilang semangat hidup, mereka harus tetap semangat”. pungkas Ayah, sapaan akrab Wali Kota Tanjungpinan.

Turut Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam, serta tamu undangan lainnya. (FL/MA).

Editor : Milla

 

 

Peringati Hari Jadi, Pemkab Karimun Gelar Syukuran

Karimun, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karimun yang ke- 20 pada Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar acara syukuran dan resepsi yang bertemakan “SDM Unggul, Karimun Bersih, Indonesia Maju” di Halaman Rumah Dinas Bupati Karimun, Sabtu (12/10) sekitar pukul 09.00 Wib.

Hadir pada acara tersebut, Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Isdianto, S.Sos., M.M., Ketua Yayasan Badan Penyelaras Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) H. Huzrin Hood, S.H.,M.H.,M.Pd.I., Wakil Bupati Karimun H. Anwar Hasyim, M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Karimun M. Yusuf Sirat beserta Anggota, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun Drs. Muhd. Firmansyah, M.Si., Sekda Provinsi Kepri Dr. H. TS Arif Fadillah, S.Sos, M.Si., Hj Aisyah Muhammad Sani istri Alm mantan Gubernur Kepri H. Muhammad Sani, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepri Rosmery, para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Karimun, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karimun, dan para Instansi Vertikal di seluruh Wilayah Kabupaten Karimun.

Bupati Karimun melalui Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, M.Si dalam pidatonya mengucapkan, selamat Hari Jadi Kabupaten Karimun yang ke- 20 Tahun 2019, semoga melalui peringatan hari ini, diharapkan kedepannya kita dapat lebih mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, serta dapat dijadikan sebagai momentum untuk melihat kebelakang sudah sejauh mana hasil kinerja dan pembangunan yang telah dicapai dan melihat kedepan apa yang harus di capai demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Karimun yang di cintai.

Dikatakan Anwar, Tema yang diusungkan pada peringatan hari ini seharusnya dapat menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama mengukir dan memaknai sejarah kehidupan, serta kebangkitan kembali untuk Kabupaten Karimun dalam meraih Kemajuan, Kemandirian, dan Kemartabatan masyarakat.

“Diusia Kabupaten Karimun yang ke- 20 Tahun ini, mari bersama-sama kita satukan tekad untuk menjadikan Kabupaten Karimun sebagai Kabupaten yang berdaya saing dalam memberikan pelayanan yang terbaik demi kesejahteraan dan kebahagiaan  masyarakat Kabupaten Karimun,” ajak Anwar.

Ditempat yang sama, dalam sambutannya Plt. Gubernur Provinsi Kepri, H. Isdianto, mengatakan bahwa, dirinya akan melanjutkan apa yang menjadi keinginan Alm. H. Muhammad Sani maupun H. Nurdin Basirun demi kepentingan masyarakat.

“Saat ini pembangunan di Kabupaten Karimun cukup luar biasa, hal ini dapat dilihat dari perkembangan sektor Pariwisata, Perikanan dan Kelautan, serta Pertanian,” katanya.

“Harapan kami tentunya kerjasama dan silaturahmi kedepannya harus terjaga dengan baik, saling mengingatkan, dan saya himbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk selalu berpatisipasih dalam membantu pemerintah dalam menciptakan kekuatan untuk membangun Kabupaten Karimun menjadi lebih baik lagi kedepannya, karena kekuatan Pemerintah saat ini tentunya berada ditangan masyarakat”. tutup Isdianto.

Diakhir acara tersebut, diberikan penghargaan dan bantuan kepada perwakilan dari masyarakat oleh Plt. Gubernur Provinsi Kepri dan diikuti oleh Wakil Bupati Karimun, serta penandatangan Memorandum of Understanding  (MoU) dari PT. Asuransi Jiwa Taspen, Universitas Karimun, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Kepulauan Riau, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, PT. Karimun Sembawang Shipyard (KSS), dan PT. Karya Karimun Mandiri (BUMD Kepelabuhanan) dengan  PT. Terminal Parit Rempak. (KR).

Editor : Milla

Sarana Komputer Kurang, Sekolah Sarankan Siswa Membawa Leptop Saat UNBK

Tanjungpinang, GK.com – Kurang dari satu semester lagi, para Siswa/Siswi tingkat SMA dan SMK akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Tahun 2020 mendatang, termasuk salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Tanjungpinang yang siap menghadapi Ujian tersebut, meskipun sarana komputer di Sekolah tersebut masih terbatas.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala SMKN 2 Tanjungpinang, Sisrayanti yang didampingi oleh Bidang Kesiswaan, Gunawan saat ditemui oleh Media ini, di Ruang Kerjanya, Jum’at (10/10) Pukul 14.00  Wib.

“Jumlah komputer kita saat ini ada sekitar 65 unit, dan masih membutukan 15 unit lagi, sementara untuk menghadapi permasalahan tersebut, pihak Sekolah bekerjasama dengan para Wali Murid untuk membantu dalam proses persiapan UNBK yang akan dilaksanakan pada Tahun depan,” tutur Sisrayanti.

Disampaikan Sisrayanti, saat ini hampir semua SMK maupun SMA se- Kota Tanjungpinang melakukan proses Ujian Nasional tidak ada lagi yang menggunakan kertas dan pensil, melainkan dengan menggunakan komputer, guna menghemat dalam segi pengeluaran Sekolah maupun waktu yang ditempuh juga lebih singkat.

“Solusinya adalah jika ada murid yang mempunyai Leptop pribadi, maka dapat digunakan dalam ujian, agar membantu menutupi kekurangan yang ada di Sekolah ini pada saat UNBK,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sisrayanti juga menuturkan bahwa, pihak Sekolah memang sudah mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, akan tetapi anggaran tersebut dipergunakan untuk memenuhi perlengkapan alat praktek beberapa jurusan dan pembangunan yang ada, karena memang jurusan yang terdapat pada SMKN 2 ini memerlukan banyak perlengkapan untuk melakukan proses dalam pembelajaran yang ada.

“Bantuan dan anggaran yang diberikan oleh Dinas, sementara kita gunakan untuk kebutuhan kejuruan, mengingat kegiatan praktek banyak menggunakan perlengkapan, jadi kita harus pandai-pandai mencari solusi, agar semua sarana bisa terpenuhi dengan baik, serta proses pembelajaran tidak terganggu nantinya”. tegasnya. (MA/MI).

Editor : Milla

 

 

Weni : Kartu Kendali BBM Subsidi Tidak Untuk Pengusaha

??

Tanjungpinang, GK.com – Memasuki bulan Oktober, Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Pertamina menerbitkan dan meresmikan Kartu Kendali Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Subsidi, khususnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Batu 10, Tanjungpinang.

Adanya kartu tersebut, diharapkan dapat mengatasi kelangkaan dan atrean panjang disetiap SPBU yang ada di Kota Tanjungpinang. Namun pada kenyataannya malah terjadi hal yang sebaliknya, yakni antrean BBM jenis Solar di berbagai SPBU Kota Tanjungpinang semakin panjang, serta membuat risau para supir truk yang menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

Berkenaan hal itu pun rupanya menjadi perhatian oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni. Dikatakan Weni kepada Media ini saat dijumpai usai menghadiri acara di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsib Kota Tanjungpinang, Sabtu (12/10) sekitar Pukul 11.09 Wib, bahwa seharusnya untuk Bus Pariwisata yang notabene adalah milik para Pengusaha, sebaiknya tidak dibolehkan menggunakan BBM jenis Solar Subsidi.

“Lain halnya jika bus Sekolah, itu tentu boleh menggunakan BBM bersubsidi, sementara untuk Bus Pariwisata milik pengusaha, selayaknya ya tidak boleh,” tegas Weni.

“Untuk membahas lebih lanjut terkait Kartu Kendali BBM jenis Solar Subsidi ini, nantinya kita akan adakan pertemuan antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Dewan,” katanya.

“Kita tunggu saja, karena sampai saat ini, Wali Kota belum ada pertemuan dengan Dewan untuk membahas terkait hal ini lebih lanjut, pada saat itu nanti akan kita pertanyakan, mengapa kartu tersebut bisa terbit,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd saat ditemui di Masjud An-Nur Mayangsari, pada Jum’at (11/10)  Pukul 11.00 Wib, mengatakan akan mengadakan rapat kembali terkait Kartu Kendali BBM jenis Solar Subsidi tersebut.

“Kita membuat keputusan tersebut tentu ada landasannya, sekarang kalau memang ada tuntutan, kami akan bincangkan kembali nanti,” ucap Syahrul.

“Tujuannya baik dengan adanya kartu tersebut, Bus Pariwisata hanya bisa mengisi BBM satu kali dalam waktu 24 jam atau sehari”. pungkasnya. (MI).

Editor : Milla