Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 96

Insiden di PT ASL Shipyard Jadi Atensi DPRD Batam

Wakil Ketua I DPRD Batam bersama sejumlah anggota DPRD lainnya meninjau langsung ke PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam. (Dok. Istimewa)

Batam, GK.com – DPRD Batam menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan kerja di PT ASL Shipyard Tanjunguncang.

Pasalnya, insiden yang terjadi di perusahaan tersebut bukannya yang pertama kali terjadi.

Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan bersama rombongan legislatif mendatangi langsung ke lokasi kebakaran untuk meninjau kondisi kapal Federal II yang menewaskan 10 pekerja di perusahaan tersebut pada Rabu (15/10/2025).

“Tentu kami prihatin dan berduka atas musibah ini. Kami tadi sudah meninjau. Dan kami meminta perusahaan memberikan pertanggungjawaban terhadap para korban, baik yang meninggal, maupun yang masih dirawat di Rumah Sakit,” kata Aweng.

Ditegaskan Aweng pada saat itu, agar evaluasi segera dilakukan, dan perusahaan memperketat penerapan standar keselamatan kerja di lingkungan galangan kapal, agar hal serupa tidak terulang lagi.

“Kejadiannya sudah dua kali. Ini menjadi atensi kami, DPRD Kota Batam. Kami akan panggil PT ASL pada Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kami ingin tahu sikap dan langkah mereka agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Aweng.

Saat itu, Aweng sempat turun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi kapal Federal II, dan ia menilai sistem keamanan dan keselamatan kerja di lapangan masih minim, serta perlu ditingkatkan.

“Kami naik langsung ke kapal, karena ingin tahu seberapa besar dan dalamnya kapal itu. Kami melihat juga secara langsung, memang safety keamanan serta keselamatannya minim. Ini harus segera ditanggapi serius oleh perusahaan”. ungkap Aweng. (Red)

Cahyono: Membaca Adalah Fondasi Utama Dalam Membangun Generasi Muda yang Cerdas, Kreatif, Dan Berdaya Saing.

Dinas Perpustakaan Karimun wujudkan semangat literasi di kalangan pelajar. (Dok. GK.com/Kamal)

Karimun, GK.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Karimun terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya membaca, serta meningkatkan minat literasi di kalangan masyarakat. Salah satu bentuk nyata upaya tersebut adalah kunjungan siswa-siswi SMA Cahaya Karimun ke Kantor Dinas Perpustakaan pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Karimun Cahyono, kegiatan seperti ini merupakan wujud kerja sama nyata antara Pemerintah Daerah dengan sekolah-sekolah di Karimun.

“Pelayanan perpustakaan di Karimun ini sudah bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Kami sering turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan kegiatan membaca. Selain itu, anak-anak SD, SMP, hingga SMA juga sering datang langsung ke perpustakaan,” ujarnya.

Menurut Cahyono, kemajuan teknologi membawa perubahan besar terhadap kebiasaan masyarakat dalam mengakses bahan bacaan.

“Sekarang ini hampir semua orang sudah memiliki gadget atau handphone, jadi banyak yang membaca melalui ponsel. Selain itu, karena kesibukan dan aktivitas sehari-hari, waktu untuk datang langsung ke perpustakaan memang semakin berkurang. Tapi bukan berarti minat baca masyarakat hilang,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski berbeda dari daerah lain seperti Batam atau Tanjungpinang yang memiliki lebih banyak universitas dan jumlah penduduk yang padat, tingkat minat baca masyarakat Karimun masih tergolong baik dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kalau dibandingkan dengan Batam atau Tanjungpinang tentu berbeda. Di sana banyak universitas dan penduduknya lebih besar. Tapi untuk ukuran Kabupaten Karimun, minat baca masyarakat cukup baik dan akan terus kita dorong,” ucapnya dengan optimistis.

Kunjungan siswa-siswi SMA Cahaya Karimun ini turut didampingi oleh Fitri, guru Fisika yang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan dan memperluas pengetahuan siswa melalui bahan bacaan yang lebih beragam.

“Tujuan anak-anak datang ke Dinas Perpustakaan adalah untuk menambah wawasan mereka dalam program membaca. Di sekolah, koleksi buku terbatas, sedangkan di sini buku-bukunya jauh lebih banyak dan beragam. Jadi anak-anak bisa memperluas pengetahuan mereka,” terang Fitri.

Kegiatan edukatif ini menjadi bagian dari program literasi sekolah yang bertujuan memperkenalkan siswa pada fasilitas perpustakaan daerah, serta menumbuhkan semangat membaca.
Ia mengaku senang melihat antusias siswanya yang begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan membaca di perpustakaan.

“Anak-anak sangat heppy berada di sini. Karena saya guru Fisika, jadi sebagian besar dari mereka membaca buku-buku yang berkaitan dengan pelajaran Fisika dan Sains. Ini bagus sekali untuk menumbuhkan semangat belajar,” ungkapnya sambil tersenyum.

Fitri menambahkan bahwa kerja sama antara SMA Cahaya dan Dinas Perpustakaan Karimun sudah terjalin cukup lama, dan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin.

“Kami sudah beberapa kali bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berjalan agar anak-anak semakin gemar membaca dan mencintai buku,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Cahyono menegaskan lagi, bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar terbuka bagi semua kalangan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan mencari informasi. Selain koleksi buku cetak,” ucapnya.

Melalui kegiatan kunjungan siswa SMA Cahaya ini, Cahyono berharap semakin banyak sekolah yang menjalin kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan untuk menumbuhkan budaya literasi di Karimun. Ia juga menekankan bahwa membaca adalah fondasi utama dalam membangun generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

“Kami ingin anak-anak Karimun tumbuh dengan semangat membaca yang tinggi. Karena dari membaca, lahirlah wawasan, pengetahuan, dan karakter yang kuat. Itulah yang kami harapkan melalui kegiatan seperti ini”. harapnya.

Melalui kerja sama antara dunia pendidikan dan Dinas Perpustakaan, semangat literasi di Kabupaten Karimun diyakini akan terus tumbuh dan menjadi pondasi penting bagi kemajuan daerah di masa mendatang. (kl)


Pameran Temporer “Potret Tanjungpinang dari Masa ke Masa Dan Jejak Budaya dari Dasar Laut” Resmi Dibuka di Museum SSBA

Pameran Temporer. (Dok. GK.com/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Otonom Tanjungpinang, Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah (SSBA) menggelar Pameran Temporer 2025 bertema “Potret Tanjungpinang dari Masa ke Masa dan Jejak Budaya dari Dasar Laut.”

Kegiatan ini resmi dibuka pada Selasa (14/10/2025) pukul 09.00 WIB, dan akan berlangsung hingga 18 Oktober 2025 mendatang.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah pejabat daerah, tokoh budaya, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tanjungpinang.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. H. Tamrin Dahlan hadir mewakili Wali Kota Tanjungpinang dalam pembukaan acara tersebut, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki nilai sejarah tinggi dan edukatif bagi masyarakat.

“Atas nama Wali Kota Tanjungpinang, kami menyambut baik, dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga pameran ini dapat menampilkan memori masa lalu, menginspirasi tindakan di masa kini, dan menjadi inovasi di masa depan untuk generasi baru,” ujar Tamrin.

Dijelaskan Tamrin, perjalanan panjang hingga artefak-artefak bawah laut tersebut akhirnya dapat dipamerkan di museum. Menurutnya, artefak yang kini dipajang berasal dari kapal dagang Cina yang tenggelam ratusan tahun lalu di perairan Bintan. Penemuan tersebut dilakukan oleh pihak Lantamal, yang kemudian menyerahkan sebagian koleksi kepada pihak museum.

“Artefak yang berhasil didapatkan berjumlah sekitar 400, dan sebagian besar berupa keramik berukuran kecil. Uniknya, benda-benda ini ditemukan dalam kondisi sangat baik, bersih, tidak berkarat, dan tidak rusak, meskipun telah berada di dasar laut selama ratusan tahun,” ungkap Tamrin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang kekayaan sejarah dan kebudayaan yang tersimpan di museum.

“Kegiatan ini kita adakan untuk memperkenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai koleksi yang ada di museum. Alhamdulillah, kita juga baru saja menerima penyerahan sejumlah koleksi keramik dari tiga dinasti Ming, Song, dan Yuan yang berasal dari temuan dasar laut,” ujar Nazri.

Diterangkan Nazri bahwa, pameran kali ini mengangkat tema dasar laut, yang menampilkan hasil-hasil temuan maritim terkait sejarah Tanjungpinang. Penataan pameran dibuat sedemikian rupa agar pengunjung dapat memahami perjalanan sejarah dan kebudayaan pesisir dari masa ke masa.

“Saat ini, museum memiliki sekitar 2.133 koleksi, baik hasil sumbangan maupun pembelian. Semua koleksi yang dipamerkan telah melalui proses kajian dan verifikasi oleh tim ahli untuk memastikan keasliannya,” tutur Nazri.

Sementara itu, Kepala Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Siti Umi Muslimah menambahkan, pameran ini tidak hanya menampilkan artefak, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi.

“Pameran temporer ini kami selenggarakan untuk mengenalkan sejarah kepada masyarakat, terutama anak-anak dan dunia pendidikan yang masih banyak belum mengenal sejarah lokal. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap warisan budaya,” papar Siti.

“Tema pameran tahun ini dipilih untuk menyambut Hari Jadi Kota Tanjungpinang yang jatuh pada 17 Oktober 2025. Koleksi yang dipamerkan merupakan hasil penyerahan dari Pangkalan Angkatan Laut pada tahun 2009, dan telah diidentifikasi oleh BPK Wilayah IV Kepulauan Riau lima bulan lalu sebelum resmi dipamerkan,” jelasnya.

“Kami berharap generasi muda dapat lebih mengenal sejarah dan warisan budaya, serta aktif berkunjung ke museum untuk belajar dan menambah wawasan”. harap Siti.

Pemerintah Kota Tanjungpinang juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan nilai sejarah dan budaya daerah. (KF)

Raja Ariza Ajak Siswa SMAN 2 Tanjungpinang Hidupkan Jiwa Pramuka Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Wakil Wali Kota berfoto bersama Siswa SMAN 2 Tanjungpinang. (Dok. GK/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com – Sebanyak 480 siswa SMAN 2 Tanjungpinang mengikuti kegiatan Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) yang digelar di Lapangan Sekolah pada Jumat, (10/10/2025), pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat kepramukaan serta mempererat rasa persaudaraan antar siswa.

Baca juga: 👇👇👇



Dalam pidatonya, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan jiwa Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, serta menanamkan rasa cinta tanah air.

“Pramuka bukan hanya sekadar organisasi. Dari Pramuka, kita bisa belajar dan memperkuat tali persaudaraan,” ujar Raja Ariza di hadapan peserta upacara.

Di momen itu, ia berpesan agar seluruh anggota Pramuka selalu mencerminkan nilai-nilai Pancasila, mulai dari berketuhanan hingga berperilaku, dan berbudi pekerti luhur.

“Nanti adik-adik akan mendapatkan pelatihan selama tiga hari di Sekolah untuk menumbuhkan jiwa kepramukaan,” kataa Raja Ariza.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Tanjungpinang, Kariadi menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka merupakan bagian penting dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membangun karakter, tetapi juga membentuk kepribadian yang berakhlak mulia.

“Pramuka merupakan kegiatan yang masuk dalam semua Kurikulum. Ini akan menjadi bekal bagi para siswa pada masa yang akan datang”. tegas Kariadi.

Kegiatan PTA tahun ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan antar siswa, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda. (KF)

Pedagang Terancam Digusur, DPRD Batam Minta Satpol PP Tunda Eksekusi

DPRD Batam saat menggelar RDP. (Aldy/BTD)

Batam, GK.com – Kios di ROW 30 Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batu Aji rencananya akan di gusur oleh Satpol PP. Hal ini pun memicu keresahan para pedagang kecil, hingga membuat mereka mengadu ke DPRD Batam pada Jumat (10/10/2025).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Muhammad Fadhli itu, pihak Perusahaan PT Sigma Aurora Properti disebut-sebut berada di balik permintaan pembongkaran tersebut.

Dikatakan oleh kuasa hukum pedagang, Utusan Sarumaha mengungkapkan, para pemilik kios telah menerima empat kali surat peringatan untuk mengosongkan lokasi. Ia mengakui, kios tersebut tidak memiliki legalitas resmi, tetapi, ia menegaskan banyak warga menggantungkan hidup di sana.

“Warga yang berjualan hanya untuk bertahan hidup. Kami harap Satpol PP tidak hanya menegakkan aturan, tapi juga mempertimbangkan nasib masyarakat kecil,” ujar Utusan di Ruang Komisi I DPRD Batam.

Ia juga mempertanyakan urgensi penggusuran itu, dan menilai keberadaan kios tidak mengganggu aktivitas Perusahaan sekitar.

“Kami ingin tahu siapa sebenarnya yang terganggu. Kalau PT Wasco tidak merasa dirugikan, mengapa harus digusur,” ungkapnya.

Perwakilan pedagang, Andi menuturkan, kios-kios di lokasi itu sudah berdiri belasan tahun, dan bahkan pernah digusur tanpa kompensasi.

“Kami hanya minta keadilan. Di situ ada pagar milik PT Sigma Aurora yang justru dibangun di atas row jalan, tapi tidak pernah diperingatkan,” katanya.

Hal senada disampaikan Sofyan Angdavid, Sekretaris HMI Cabang Batam yang turut mendampingi warga. Ia menilai Satpol PP bersikap tebang pilih.

“Pagar milik PT Sigma Aurora dibangun di atas lahan Pemerintah, tapi dibiarkan. Sementara warga kecil terus ditekan,” katanya.

Dari pihak Pemerintah, perwakilan BP Batam, Mulyo menjelaskan bahwa lahan di ROW 30 merupakan aset BP Batam yang direncanakan menjadi jalan kolektor sejak 2018. Jalan itu dibutuhkan sebagai akses menuju kawasan industri PT Wasco dan PT Sigma Aurora Properti dan perusahaan lainya di kawasan itu.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, menilai persoalan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyarankan agar Pemerintah menata kios, bukan menggusur.

“Ini masalah perut. Kios di sana hanya tempat makan pekerja. Saya minta Satpol PP menunda dulu penggusuran dan menata kawasan itu dengan baik. Jangan tambah kios baru, tapi jangan juga langsung digusur,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Mustofa menyoroti kemungkinan adanya kepentingan Perusahaan di balik rencana penggusuran.

“Kalau penggusuran ini atas permintaan Perusahaan, maka harus ada kompensasi bagi warga. Pemerintah wajib melindungi investasi, tapi juga harus berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.

Ia meminta Satpol PP menunjukkan surat resmi dasar penggusuran tersebut.

“Secara legalitas, kios memang salah, tapi secara fakta warga sudah menempati lokasi itu belasan tahun. Kalau Pemerintah mau gunakan lahan itu, masyarakat juga harus diberi pemahaman dan solusi,” tambahnya.

Dari pihak Satpol PP, Jonri menjelaskan bahwa di lokasi terdapat 13 lapak non permanen. Pihaknya mendapat surat permintaan dari PT Sigma Aurora untuk memediasi karena Perusahaan khawatir pagar mereka terdampak.

“PT Sigma sudah melakukan mediasi, tapi belum ada hasil. Mereka minta bantuan Satpol PP agar situasi tetap kondusif,” ujar Jonri.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi I DPRD Batam Muhammad Fadhli menegaskan agar Satpol PP menunda penggusuran dan pedagang tidak menambah kios baru di lokasi.

“Kami akan menyampaikan rekomendasi ini kepada Pimpinan DPRD dan Wali Kota Batam agar Pemerintah tetap memperhatikan masyarakat kecil yang mencari nafkah di sana”. tutup Fadhli. (Red)

678 Siswa SMAN 1 Tanjungpinang Ikuti PTA

SMAN 1 Tanjungpinang gelar PTA. (Dok. SMAN 1 Tanjungpinang)

Tanjungpinang, GK.com – Kepala SMAN 1 Tanjungpinang Daman Huri, S,Pd., MM resmi membuka Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) tahun 2025 Pukul 16.00 WIB pada Jumat (10/10/2025).

Kegiatan yang dilaksanaka di Lapangan Sekolah tersebut menjadi momentum penting bagi siswa Kelas 10 dalam menandai perpindahan dari tingkat Pramuka Penggalang ke Penegak.

Dikatakan oleh Ketua Pelaksana, Miko Rovan Viera di Ruang Majelis Guru, “kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelantikan saja, tetapi juga menjadi sarana pembinaan awal bagi peserta dalam mengenal kehidupan Pramuka Penegak di lingkungan Sekolah,” ujarnya.

“Melalui kegiatan berkemah, siswa di latih untuk hidup mandiri dan disiplin dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, makan, hingga memasak sendiri di tenda. Nilai-nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan yang diterapkan selama kegiatan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta,” ungkap Miko.

“Sebanyak 678 peserta dari seluruh siswa Kelas 10 mengikuti PTA ini. Berbagai kegiatan menarik juga turut digelar pada kegiatan ini seperti, YLL (Yel Lagu dan Lomba), Pioneering, Cargas Sermat, serta SMS (Sandi Morse Semapur). Selain itu, terdapat pula kegiatan hiking di kawasan hutan lindung dan upacara pelantikan Penegak sebagai puncak acara,” terang Miko.

Terlihat, antusiasme peserta tinggi saat mengikuti kegiatan tersebut, terutama dari kalangan siswa baru yang menyambut kegiatan ini dengan penuh semangat. Bagi mereka, PTA menjadi ajang untuk mempererat persahabatan dan membangun kekompakan bersama teman seangkatan.

“Pihak Sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, baik dari segi fasilitas, maupun pengawasan. Setiap kegiatan dipantau langsung oleh guru pendamping dan pembina Pramuka. Selain itu, tim Medis dari PMR dan UKS juga disiagakan di lokasi perkemahan untuk memastikan keamanan, serta kesehatan seluruh peserta,” jelas Miko.

“Tahun ini, panitia juga menambahkan simulasi tanggap bencana, dan pelatihan pertolongan pertama sederhana sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Tujuannya, agar para siswa tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan saja, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

“Miko berharap, kegiatan PTA di tahun-tahun berikutnya dapat terus dikembangkan dengan program yang lebih inovatif, edukatif, dan bermakna, sehingga tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter yang menyenangkan bagi seluruh peserta. (KF)