Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 955

Peduli Kesehatan Masyarakat Perbatasan, Satgas Yonif 406/CK Rutin Adakan Posyandu Lansia

Papua, GK.com – Kesehatan adalah kebutuhan pokok yang harus dimiliki oleh setiap manusia, tudak memandang usia, semua perlu kesehatan yang baik, karena apabila terkena sebuah penyakit, hampir semua aktifitas akan terasa sulit dijalankan.

Berkenaan dengan itu, Satgas Yonif 406/CK Pos Simpang PNG yang sedang melaksanakan tugas di Pamtas, diwakili oleh Sertu Purwoko dan Takes Pos Simpang PNG Kopda Ngarifin beserta 5 orang rekannya melaksanakan kegiatan Posyandu untuk para Lansia.

Untuk diketahui, kegiatan ini rutin dilaksanakan di Puskesmas pembantu Kampung Mandekman pada setiap minggu ke- 3 dan ke-4 setiap bulannya.

Kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan pihak kesehatan setempat, yang disambut baik oleh Kepala Puskesmas Distrik Ulilin, Elfrida, Smd.

“Kegiatan ini sangat membantu sekali dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya yang sudah berusia lanjut,” ujar Elvrida dalam sambutannya.

Masyarakat disini pun menyambut gembira akan kegiatan positif yang dilakukan ini, karena dengan adanya posyandu Lansia, masyarakat bsa mengecek kesehatan secara rutin, tidak memakan waktu diperjalanan dan bisa lebih menghemat biaya, karena lokasi posyandu tentunya dekat dengan tempat tinggal warga.

Sementara itu, Kepala Kampung Mandekman, Ahmad Khuseari mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kehadiran Pos Simpang PNG, dengan diadakannya kegiatan tersebut, semoga bisa membantu kesulitan warga tak mampu, khususnya dalam bidang kesehatan. (*)

Editor : Febri

Dalam Workshop G2M2, Atmadinata Berharap Penulis Yang Ada di Kota Tanjungpinang Akan Bertambah

Tanjungpinang, Gk.com – Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Tanjungpinang menggelar Workshop selama 3 Hari, dengan tema “Gerakan Guru Membaca dan Menulis (G2M2)”.

Dalam Workshop yang dimulai sejak Tanggal 1 November 2019 itu diadakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2015 tentang budi pekerti, dimana para Guru yang merupakan seorang tenaga pendidik diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam gerakan literasi di Sekolah.

Kadisdik Kota Tanjungpinang Atmadinata mendampingi Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma saat diberikan cendramata.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Drs, H. Atmadinata, M.Pd dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh peserta yang merupakan dari kalangan Guru SD maupun SMP yang ada di Kota Tanjungpinang, untuk senantiasa mengingat akan sejarah, dimana Kota Tanjungpinang yang notabene merupakan masyarakat Melayu melahirkan banyak penyair juga penulis sejak dulu.

“Gurindam Duabelas, yang sejak dulu hingga sekarang masih terus dijaga, ditulis dengan bahasa Melayu, bahkan Syair setelah perang Makasar, sebanyak 2.000 lebih halaman, ditulis dengan orang Melayu,” tutur Atma di Aula Bulang Linggi Arsip dan Perpustakaan Tanjungpinang, Sabtu (2/11) sekitar pukul 08.30 Wib.

Kadisdik Tanjungpinang, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Narasumber Workshop, Ketua K3S dan Ketua MKKS.

 

“Kita berharap, melalui Workshop ini, bertambah penulis yang ada di Kota Tanjungpinang, maka ikuti Workshop ini dengan seksama, Insyaallah apabila optimis dan penuh semangat, akan mendapatkan hasil yang baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP yang membuka resmi kegiatan tersebut menyebutkan manfaat dari digelarnya Workshop itu, yang menurutnya, selain sebagai tuntutan dan kewajiban seorang Guru, kesabaran, ulet dan tekun juga dilatih saat menulis sebuah buku.

“Semoga dengan dibimbing oleh orang yang ahli dalam menulis, para peserta dapat menjadi seorang Penulis, bukan untuk sementara, namun dapat juga dilanjutkan dalam menciptakan buku-buku yang lainnya,” tutur Rahma.

“Saya yakin, Bapak dan Ibu yang mengikuti kegiatan ini, dapat menciptakan buku yang luar biasa, dimana nantinya bukan hanya diletakkan di Perpustakaan Sekolah saja, melainkan juga di Arsip Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Mulia Wiwin, M.Pd saat menyampaikan laporannya mengatakan, di era globalisasi ini menuntut adanya pendidikan yang berkualitas bagi para Guru, maka dengan adanya Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Guru, khususnya dalam menggerakkan literasi di Sekolah.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan profesionalisme dalam membuat karya tulis dengan sebuah buku karya mandiri yang ber-ISBN dan artikel jurnal ber-ISBN, yang nantinya akan kita letakkan di Perpustakaan Sekolah”. tutupnya. (Red).

Editor : Milla

Masuk Bulan November, Janji Seragam Gratis, Belum Juga di Jahit

Tanjungpinang, GK.com – Polemik terkait janji kampanye Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul bersama Wakilnya, Hj Rahma saat dirinya ingin maju mengikuti pemilihan Calon Kepala Daerah Kota Tanjungpinang akan memberikan pakaian seragam gratis untuk siswa-siswi baru tingkat SD dan SMP, hingga kini masih belum direalisasikan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Memasuki Bulan November, ternyata seragam gratis yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk Siswa-Siswi tingkat SD dan SMP se- Kota Tanjungpinang itu ternyata belum juga terealisasikan. Padahal kala itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul saat diwawancarai oleh Media ini, Rabu (18/10) usai menghadiri kegiatan di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang sempat mengatakan bahwa, seragam Sekolah tersebut akan dibagikan pada bulan November ini.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma, S.IP saat awak Media ini menanyakan terkait hal tersebut yang sempat diutarakan oleh Wali Kota H. Syahrul, dirinya mengungkapkan bahwa terkait pembagian seragam tersebut belum tau persis kapan pastinya seragam itu akan dibagikan.

“Saya taunya bulan November sudah selesai, untuk tanggalnya saya tidak tau persi, mudah-mudahan saja bulan ini siap,” ujar Rahma usai menghadiri kegiatan di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Sabtu (2/11) sekitar pukul 11.00 Wib.

“Untuk menyelesaikan seragam itu kan ada beberapa tahapan yang harus kita lewati, makanya seragam tersebut agak sedikit molor,” tambahnya.

“Lagipula, ini kan Tahun pertama kita melakukan program tersebut, ya wajarlah, segala sesuatu yang kita mulai dari awal pasti ada pembelajarannya,” ucapnya.

Dijelaskan Rahma pada waktu itu bahwa, semua hal butuh tahapan, kalau tidak melewati tahapan, maka hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi, misalnya size baju yang tidak sesuai, bahkan hingga kualitas baju yang buruk.

“Jadi saya percaya, masyarakat Kota Tanjungpinang dapat memahami tentang ini,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu sumber yang didapat oleh Media ini saat dilapangan justru berbeda. Salah satu penjahit seragam gratis (yang tidak mau namanya dipublikasikan), kepada Media ini mengaku bahwa, bahan seragam gratis hingga saat ini belum juga sampai ke tangan penjahit. Padahal para penjahit sudah menandatangani kontrak.

“Iya saya sudah mentandatangani kontrak sekitar dua minggu yang lalu, tetapi bahan seragam tersebut katanya masih diproses, kalau tidak ada bahan, bagaimana seragam tersebut dapat diselesaikan,” tutur kesal si penjahit tersebut.

“Saya harap bahan tersebut akan sampai hari senin nanti, soalnya dikontrak yang kami tandatangani itu akhir November harus sudah selesai. Takutnya, karena bahan lambat sampai, baju-baju tersebut tidak bisa dikerjakan sesuai targetnya”. pungkasnya. (MI).

Editor : Milla

3 Nama Calon Sekda Kota Tanjungpinang di Kirim ke Pusat

Tanjungpinang, GK.com – Setelah dilakukan Open Bidding untuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang beberapa bulan lalu, hingga kini sudah ada tiga nama calon Sekda Kota Tanjungpinang yang dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd usai menghadiri kegiatan di Gedung Aisyah Sulaiman, Jumat (1/11) sekitar Pukul 10.30 Wib.

“Sudah ada tiga nama yang telah dikirim ke pusat, hari Kamis kita kirim ke Gubernur, kemudian ke Pusat, hal ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi pelantikan,” ujar Syahrul.

Ditegaskan Syahrul, pelantikan Sekda akan dilakukan jika rekomendasi dari KASN pusat sudah keluar.

“Kita tunggu saja, jika surat rekomendasi dari KASN keluarnya cepat, maka kita akan cepat juga melakukan pelantikan”. pungkasnya.

Adapun tiga nama yang telah dikirimkan ke Pusat sebagai calon Sekda Tanjungpinang, yakni Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang Ahmad Yani, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (BP3) Kota Tanjungpinang Ruli Priadi dan Asisten I Pemerintah Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad. (MI).

Editor : Milla

Tingkatkan Gerakan Literasi di Sekolah Melalui Workshop G2M2

Tanjungpinang, GK.com – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2015 tentang budi pekerti, dimana para Guru yang merupakan seorang tenaga pendidik diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam gerakan literasi di Sekolah, menjadi dasar diadakannya Workshop Gerakan Guru Membaca dan Menulis (G2M2) selama tiga hari terhitug sejak tanggal 1 hingga 3 November 2019. Workshop yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang itu bekerjasama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Tanjungpinang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Drs, H. Atmadinata, M.Pd dalam sambutannya mengingatkan kembali kepada seluruh peserta yang merupakan dari kalangan Guru SD maupun SMP yang ada di Kota Tanjungpinang, untuk senantiasa mengingat akan sejarah, dimana Kota Tanjungpinang yang notabene merupakan masyarakat Melayu melahirkan banyak penyair juga penulis sejak dulu.

“Gurindam Duabelas, yang sejak dulu hingga sekarang masih terus dijaga, ditulis dengan bahasa Melayu, bahkan Syair setelah perang Makasar, sebanyak 2.000 lebih halaman, ditulis dengan orang Melayu,” kata Atma di Aula Bulang Linggi Arsip dan Perpustakaan Tanjungpinang, Sabtu (2/11) sekitar pukul 08.30 Wib.

“Kita berharap, melalui Workshop ini, bertambah penulis yang ada di Kota Tanjungpinang, maka ikuti Workshop ini dengan seksama, Insyaallah apabila optimis dan penuh semangat, akan mendapatkan hasil yang baik,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP yang membuka resmi kegiatan tersebut menyebutkan manfaat dari digelarnya Workshop itu, yang menurutnya, selain sebagai tuntutan dan kewajiban seorang Guru, kesabaran, ulet dan tekun juga dilatih saat menulis sebuah buku.

“Semoga dengan dibimbing oleh orang yang ahli dalam menulis, para peserta dapat menjadi seorang Penulis, bukan untuk sementara, namun dapat juga dilanjutkan dalam menciptakan buku-buku yang lainnya,” tutur Rahma.

“Saya yakin, Bapak dan Ibu yang mengikuti kegiatan ini, dapat menciptakan buku yang luar biasa, dimana nantinya bukan hanya diletakkan di Perpustakaan Sekolah saja, melainkan juga di Arsip Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Mulia Wiwin, M.Pd saat menyampaikan laporannya mengatakan, di era globalisasi ini menuntut adanya pendidikan yang berkualitas bagi para Guru, maka dengan adanya Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Guru, khususnya dalam menggerakkan literasi di Sekolah.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan profesionalisme dalam membuat karya tulis dengan sebuah buku karya mandiri yang ber-ISBN dan artikel jurnal ber-ISBN, yang nantinya akan kita letakkan di Perpustakaan Sekolah”. pungkasnya. (FL).

Editor : Milla

Honor Panitia Penyelenggara Pemilu Gubernur Serentak 2020 Diusulkan Naik

Tanjungpinang, GK.com – Persiapan demi persiapan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Gubernur serentak 2020 mendatang mulai dilakukan, termasuk juga menentukan anggaran yang akan dikeluarkan untuk para petugas penyelenggara Pemilu.

Kali ini, ada kabar baik bagi petugas penyelenggara, dimana Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah mengusulkan kenaikan honor bagi Badan ad hoc yang sejak dua kali Pemilu tidak pernah ada kenaikan honornya.

“Pada 12 September lalu, kami telah melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) senilai Rp 76,5 milyar untuk Pilkada di Kepri, namun seiring berjalannya waktu, KPU RI merencanakan untuk menaikkan honor bagi Badan ad hoc, yang mana Badan ad hoc merupakan penyelenggara Pemilu di tingkat bawah, baik di tingkat Kecamatan, Kelurahan, sampai nanti petugas yang ada di TPS,” tutur Komisioner KPU Provinsi Kepri, Widiyono Agung Sulityo.

“Setelah kita lakukan simulasi, ada kenaikan sebesar Rp 19,5 milyar, sehingga dari angka Rp 76,5 milyar itu, kita usulkan kenaikannya menjadi Rp 96 milyar,” kata Agung.

Disampaikan Agung, kenaikan sebesar Rp 19,5 milyar itu digunakan untuk kenaikan honor Badan ed hoc dan antisipasi santunan bagi Badan ad hoc.

“Adapun rincian kenaikan honor Badan ad hoc yang kami usulkan, beberapa diantaranya adalah naiknya honor Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sebelumnya adalah Rp 550.000,- menjadi Rp 900.000,- sementara anggotanya, sebelumnya Rp 500.000,- diusulkan naik Rp 850.000,- lalu untuk Linmas dari Rp 400.000,- naik menjadi Rp 650.000,- serta untuk Panitia Pemungutan Daftar Pemilih dari Rp 800.000 menjadi Rp 1 juta,” terangnya.

“Ya semoga Pemerintah Provinsi bisa merespon dengan baik usulan kami ini. Kami juga dari KPU pasti memaklumi, karena setiap Daerah pasti mempunyai kemampuan yang terbatas dalam keuangannya, kita berharap saja semoga bisa tercapai”. tutupnya. (FL).

Editor : Milla