Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 908

Gelar Pers Gathering, Rudi : Tidak Ada Maksud Politik Yang Tersirat

Batam, GK.com –Rayakan kesuksesan dalam kepemimpinan selama 4 Tahun dengan penuh lika-liku, Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi, S.E., MM bersama Wakilnya, H. Amsakar Achmad, S. Sos., M.Si mengundang sejumlah para Pemimpin Redaksi dari berbagai Media dalam acara Pers Gathering yang digelar di Ruang Embung Fatimah Lantai 4, Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (14/3) pukul 13.00 Wib.

Dengan memaparkan video singkat perjalanan dalam memimpin Kota Batam, Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi mengucapkan terima kasihnya kepada Insan Pers yang selama ini turut serta dan setia mengikuti setiap perkembangan yang terjadi di Kota Batam. Menurut Rudi, apa yang dirinya dan Wakilnya lakukan sejauh ini masih jauh dari kata sempurna, karena kelangsungan pembangunan Kota Batam sejatinya tidak semulus dan seinstan yang dilihat.

“Apa yang dilakukan oleh teman-teman Media saat ini pengaruhnya sangatlah besar bagi pembangunan Kota Batam, karena apabila dalam pemberitaan terdapat tulisan positif, maka pengaruh positif juga akan mengikuti, begitu juga sebaliknya,” kata Rudi.

“Maka dari itu, saya berterima kasih kepada Bapak/Ibu sekalian yang telah menulis berdasarkan fakta di Lapangan, bukan karena orderan,” ucap Rudi.

Disampaikan Rudi, tanggungjawab dirinya sebagai Wali Kota sama halnya dengan para Jurnalis, yang menjadi kepercayaan bagi masyarakat, sehingga harus siap mempertanggungjawabkan setiap tindakannya di akhirat kelak.

“Mari sama-sama kita membangun Kota Batam ini, karena Batam bukanlah milik saya pribadi, melainkan milik kita bersama”. pungkas Rudi.

Diakhir sambutannya, Rudi menekankan bahwa digelarnya pertemuan saat itu semata-mata untuk merayakan keberhasilannya, tidak ada maksud politik yang tersirat. (FL).

Muat Hingga 600 Jamaah, Masjid Yang Dibangun Oleh BP Batam Telah Resmi Digunakan

Batam, GK.com – Ditandai dengan Shalat Jum’at bersama, kini Masjid yang dibangun oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam sejak sembilan bulan silam terhitung darimulai peletakan batu pertama pada tanggal 8 Juni 2019 lalu, telah bisa dimanfaatkan dengan semestinya.

Saat jamaah Shalat Jumat pertama berdatangan, pada Jum’at (13/3), rasa takjub dan bahagia terlihat dari raut wajah rombongan Pegawai BP Batam dan jamaah dari Pegawai Instansi lainnya yang ada di sekitar Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, terlebih lagi saat diisi khutbah oleh Ustadz Luqman Rifai, pengurus MUI Kota Batam sekaligus Ketua IPIM Kota Batam.

Masjid yang berlokasi di antara Gedung Utama dan Bifza Abnnex 1 BP Batam itu rencananya akan diberi nama Masjid BJ Habibie, dengan filosofi cerminan dari kalimat Tauhid yang artinya menyembah hanya kepada yang satu, yaitu Allah Subhanahuwata’ala.

Konsep Tauhid ini diimplementasikan ke bentuk fasade bangunan Masjid berupa lafadz Allah pada bagian Selatannya dan lafadz Muhammad pada bagian Utara.

Masjid dengan luas bangunan sekitar 1.154 meter persegi itu terdiri dari lantai dasar, ruang jamaah pria di lantai bagian atas dan ruang jamaah wanita di lantai mezzanine, sedangkan untuk memudahkan berwudhu disediakan tempat wudhu pria dan wanita yang letaknya terpisah, serta masjid ini mampu menampung kurang lebih 600 jamaah.

Pembangunan Masjid ini dilatarbelakangi kebutuhan Pegawai BP Batam akan tempat ibadah saat Shalat Jumat dan Salat wajib lainnya yang selama ini selalu mengandalkan Ruang Balairung Sari di lantai 3 Gedung BIDA dan Musholla-Musholla kecil di tiap sudut lantainya. (*).

Editor : Febri

IFJ Sorot Kekerasan Verbal Yang Dilakukan Oleh Gubernur Lampung

Jakarta, GK.com–Kasus kekerasan verbal yang dialami oleh seorang Wartawati RMOL Lampung, Tuti Nurkhomariyah beberapa waktu lalu, ternyata mendapat perhatian serius dariInternational Federation of Journalists (IFJ) yang berpusat di Brusel, Belgia.

Kekerasan verbal yang terjadi pada Tuti Nurkhomariyah itu mulanya dilakukan olehGubernur Lampung, Arinal Djunaidi ketika memberikan kata sambutandalam sebuah acara resmi, di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (3/3) lalu.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi awalnya bertanya kepada kelompok Wartawan yang hadir dalam acara itu, apakah Wartawan RMOL Lampung hadir, lalu Tuti yang berada di antara rekan-rekannya mengangkat tangan menyatakan kehadiran.

Setelah melihat kehadiran Wartawati RMOL Lampung, Gubernur Arinal Djunaidi menekan Tuti dengan kata-kata dan merujuk pada pakaian muslimah yang dikenakannya, diikuti pernyataan bernada ancaman.

Tidak sampai disitu, setelah acara selesai, Tuti dibawa empat ajudan Gubernur ke dalam ruangan kerja Gubernur dan di dalam ruangan itu kembali mengalami tekanan dan ancaman.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (13/3), IFJ yang merupakan organisasi Wartawan terbesar di dunia yang berdiri sejak Tahun 1926 dan memiliki anggota sebanyak 187 asosiasi Wartawan, serta mewakili 600.000 Wartawan di 140 Negara,meminta Gubernur Lampung untuk menghormati Wartawan yang sedang menjalankan tugasnya.

Di dalam pernyataan itu pula, IFJ merujuk beberapa kasus serupa yang dilakukan Gubernur Arinal Djunaidi terhadap Wartawan lain.

“Gubernur Lampung kelihatannya membangun pola merusak, yakni membully Media, yang tidak dapat diterima,” tulis IFJ.

IFJ mengingatkan Gubernur Arinal Djunaidi pada tanggung jawab bersikap profesional dan terhormat dalam berhubungan dengan Media.

“Keberatan terhadap Media harus dilakukan melalui Dewan Pers,” tulis IFJ lagi.

Sementara CEO Kantor Berita Politik RMOL, Teguh Santosa mengatakan, pihaknya telah mempelajari kasus ini. Tuti telah memberikan keterangan kepada Manajemen RMOL di Jakarta dan saat ini Tuti ditarik kembali ke Jakarta.

“Langkah ini kami ambil untuk melindungi Tuti dan menghindarkan berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan, karena Tuti telah menerima ancaman yang tidak dapat kita pandang sebelah mata,” ujar Teguh.

RMOL Lampung adalah anak perusahaan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta dan Tuti merupakan Wartawan grup Media ini yang ditugaskan di Lampung, mengingat ia adalah warga Lampung.

“Penjelasan dari Tuti sudah cukup, kami akan membawa kasus ini ke Dewan Pers, seperti IFJ kami juga menduga ada pola tidak sehat yang dikembangkan Gubernur Lampung dalam interaksi dengan Media,” ujar Teguh.

Teguh yang juga Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menambahkan, pihaknya mengapresiasi perhatian yang diberikan IFJ kepada Tuti.

“Solidaritas Internasional ini cukup membesarkan hati Tuti dan keluarga besar RMOL. Kami mengucapkan terima kasih,”lanjut Teguh.

Sementara itu, Sekjen JMSI, DR. Rahiman Dani mengucapkan terima kasih kepada IFJ yang begitu peduli kepada Wartawan Indonesia yang mengalami tekanan dari Pejabat Daerah.

“Ini bentuk solidaritas organisasi Wartawan dunia terhadap pelecehan tugas Wartawan di lapangan,” ungkap Rahiman yang dibenarkan juga oleh Plt Ketum JMSI, Mahmud Marhaba. (*).

Editor : Febri

Lakukan Pertemuan Dengan Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Huzrin Hood : Sejarah Kita Tidak Dapat Dipisahkan

Johor, GK.com – Pemangku Adat Kesultanan Bentan, Huzrin Hood mengharapkan adanya peningkatan kerjasama yang terjadi antara Provinsi Kepulauan Riau dengan Johor, pada bidang perekonomian, sosial dan budaya.

Untuk itu, Huzrin melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru, dengan harapan adanya tindaklanjut dari berbagai pertemuan, khususnya pada setiap kebijakan untuk segera terealisasi.

“Peningkatan kerjasama bidang ekonomi antara Kepri dan Johor sangat memungkinkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentunya dengan formulasi kebijakan yang saling menguatkan,” ujar Huzrin,yang juga merupakan Ketua Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Kepri, Kamis (12/03) .

Dikatakan Huzrin, selain memiliki latar sejarah yang tidak terpisahkan, potensi masing-masing kedua wilayah bisa menjadi kekuatan ekonomi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong peluang baru dalam memberi manfaat nyata.

“Apalagi di Johor banyak warga asal Kepri, terutama zuriat Bentan yang telah mencatatkan kiprah di berbagai bidang. Potensi ini bisa dimanfaatkan, mengingat mereka ada yang di Pemerintahan, pelaku usaha dan pegiat budaya,” katanya.

“Inilah kekuatan kita, ada potensi yang harus dibangun bersama untuk kemajuan perekonomian kedua kawasan,” tegas Huzrin.

Pada pertemuan tersebut, Huzrin bersama beberapa Kepala OPD Pemerintah Provinsi Kepri mewakili Plt Gubernur Kepri dan rombongan juga melakukan silaturahmi zuriat Bentan yangsaat itu disambut oleh Konjen RI, Sunarko dan seluruh Staf dalam suasana hangat jamuan makan dan persembahan seni.

Sementara itu, Konjen RI,Sunarko memaparkan data tentang Konjen RI Johor Bahru yang membawahi empat Negeri melayani sekitar 250.000 WNI, bahkan diperkirakan ada lebih banyak dari jumlah tersebut, dengan komitmen bahwa Konjen RI Johor Bahru akan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap WNI.

“Kunjungan zuriat Bentan dan Pemprov Kepri ini merupakan kunjungan istimewa, karena merupakan wilayah Indonesia terdekat dengan Konjen RI Johor Bahru.

“Konjen RI berkomitmen mendorong pembisnis dan dunia usaha, baik bekerjasama dengan Pemda maupun Swasta yang selama ini sudah terjalin, terlebih Kepri sebagai frontline yang tentunya memiliki keistimewaan sendiri,” ungkapnya.

Sunarko juga menyebutkan bahwa banyak peluang usaha yang bisa dijajaki di Johor Bahru dan wilayah sekitarnya, beberapa diantaranya ada pada bidang kepelabuhanan, transportasi laut dan pariwisata.

“Kedepan kami berharap bisa mengajak Wisatawan Mancanegara untuk berkunjung dan tinggal beberapa waktu di Kepulauan Riau, yang mana iniberarti butuh sinergi dan kerjasama dari berbagai pihak. Yang pasti, Konjen RI Johor Bahru siap mensupport,” katanya.

Mewakili Gubernur Kepri, H. Isdianto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Burhanuddin memaparkan potensi Kepri secara keseluruhan, baik pada kemaritiman, budaya, dan wisata.

“Kegiatan silaturahmi ini sangat memiliki ruang dan peluang bagi perkembangan berbagai potensi di Kepulauan Riau, Pemprov Kepri akan menindaklanjuti harapan dan permintaan dari pertemuan ini agar tercipta konektivitas berkesinambungan antara Kepri dan Johor Bahru,” ujarBurhanuddin.

“Kepri terus berbenah dengan penataan kawasan sesuai peruntukannya, seperti Batam untuk industri Hi-Tech dan jasa, Tanjungbalai Karimun sebagai kawasan industri berat, Bintan sebagai wilayah pariwisata dan industri pengolahan. Sedangkan Natuna, Anambas dan Lingga diciptakan sebagai kawasan ekonomi baru berbasis pariwisata dan kemaritiman”. pungkas Burhanuddin. (R).

Editor : Febri

Buka Turnamen Futsal, Muhammad Dali : Semoga Dapat Dijadikan Wadah Bagi Pemain Hebat

Tanjungpinang, GK.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Dali, MM membuka secara resmi acara Turnamen Futsal yang digelar oleh SMP Islam Almadinah, di Lapangan Futsal Wongsolo Tanjungpinang, Jumat (13/03) siang.

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dr. Muhammad Dali, MM menendang bola sebagai tanda dimulainya acara Turnamen Futsal

 

Kehadiran Muhammad Dali pada kesempatan itu mewakili Plt Gubenur Kepri, H. Isdianto dalam membuka kegiatan tersebut, karena berhalangan hadir. “Saya merasa bangga dan mengapresiasi adanya kegiatan yang dapat mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi generasi muda,” ucapnya.

“Futsal merupakan olahraga yang luar biasa, karena selain mengembangkan kemampuan, juga bisa mendekatkan antara satu dengan yang lainnya,” ujar Dali.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dali saat menyampaikan kata sambutan

 

Dikatakan Dali, dalam ajang Turnamen Futsal tersebut, sebaiknya dijadikan sebagai wadah untuk menseleksi para pemain-pemain hebat yang nantinya bisa ikut bertanding di laga yang lebih besar lagi untuk membawa nama Kepri.

“Semoga para pemain nantinya dapat mengharumkan nama Provinsi Kepri, bahkan hingga ke tingkat Nasional”. harapnya.

 

Membaca doa 

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP, Kapolsek Bukit Bestari AKP. Efendri Ali, S.IP., MH dan tamu undangan lainnya. (Hr).

Editor : Febri

Cegah Penyebaran Covid-19, Kegiatan FPP di Tunda

Tanjungpinang, GK.com – Festival Pulau Penyengat (FPP) merupakan salah satu moment penting dalam memperkenalkan daerah wisata dan budaya yang ada di Kota Tanjungpinang, khususnya untuk menarik perhatian pengunjung atau Turis, baik dari dalam Negeri maupun Mancanegara.

Namun, seperti yang digaungkan setiap Tahunnya, untuk Tahun 2020 ini, festival andalan Pulau Penyengat yang akan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Maret 2020 mendatang tersebut, terpaksa diundur hingga batas waktu yang belum ditentukan, guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Kepala Dinas Pariwisata Tanjungpinang, Surjadi mengatakan bahwa, keputusan untuk menunda acara Festival Pulau Penyengat tersebut berdasarkan dari arahan dari Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, ini juga merupakan permintaan dari Dinas Kesehatan.

 

Baca Juga : 

Khawatir Penyebaran Covid-19, SMSI Ingin Pemerintah Segera Membuat Crisis Center Pengendalian Virus Corona

 

“Tadi kami rapat bersama pimpinan dan diminta untuk menunda FPP, karena dari Dinas Kesehatan meminta untuk meminimalisir kerumunan orang banyak, guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19),” ucap Surjadi saat di temui di Kantornya, Jum’at (13/3) sekitar pukul 15.30 Wib.

Meski begitu, Surjadi menjelaskan, untuk sektor pariwisata Tanjungpinang masih menerima Turis, baik lokal maupun asing, dan tetap melakukan promosi wisata. 

“Intinya secara pariwisata kami masih berpromosi dan masih mempersilahkan orang untuk datang ke Tanjungpinang, tetapi sebagai bentuk pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona (Covid-19), kami meminimalisir berkumpulnya orang ramai”. tutup Surjadi. (Mis).

Editor : Febri