Beranda Nasional IFJ Sorot Kekerasan Verbal Yang Dilakukan Oleh Gubernur Lampung

IFJ Sorot Kekerasan Verbal Yang Dilakukan Oleh Gubernur Lampung

24
0

Jakarta, GK.com–Kasus kekerasan verbal yang dialami oleh seorang Wartawati RMOL Lampung, Tuti Nurkhomariyah beberapa waktu lalu, ternyata mendapat perhatian serius dariInternational Federation of Journalists (IFJ) yang berpusat di Brusel, Belgia.

Kekerasan verbal yang terjadi pada Tuti Nurkhomariyah itu mulanya dilakukan olehGubernur Lampung, Arinal Djunaidi ketika memberikan kata sambutandalam sebuah acara resmi, di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (3/3) lalu.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi awalnya bertanya kepada kelompok Wartawan yang hadir dalam acara itu, apakah Wartawan RMOL Lampung hadir, lalu Tuti yang berada di antara rekan-rekannya mengangkat tangan menyatakan kehadiran.

Setelah melihat kehadiran Wartawati RMOL Lampung, Gubernur Arinal Djunaidi menekan Tuti dengan kata-kata dan merujuk pada pakaian muslimah yang dikenakannya, diikuti pernyataan bernada ancaman.

Tidak sampai disitu, setelah acara selesai, Tuti dibawa empat ajudan Gubernur ke dalam ruangan kerja Gubernur dan di dalam ruangan itu kembali mengalami tekanan dan ancaman.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (13/3), IFJ yang merupakan organisasi Wartawan terbesar di dunia yang berdiri sejak Tahun 1926 dan memiliki anggota sebanyak 187 asosiasi Wartawan, serta mewakili 600.000 Wartawan di 140 Negara,meminta Gubernur Lampung untuk menghormati Wartawan yang sedang menjalankan tugasnya.

Di dalam pernyataan itu pula, IFJ merujuk beberapa kasus serupa yang dilakukan Gubernur Arinal Djunaidi terhadap Wartawan lain.

“Gubernur Lampung kelihatannya membangun pola merusak, yakni membully Media, yang tidak dapat diterima,” tulis IFJ.

IFJ mengingatkan Gubernur Arinal Djunaidi pada tanggung jawab bersikap profesional dan terhormat dalam berhubungan dengan Media.

“Keberatan terhadap Media harus dilakukan melalui Dewan Pers,” tulis IFJ lagi.

Sementara CEO Kantor Berita Politik RMOL, Teguh Santosa mengatakan, pihaknya telah mempelajari kasus ini. Tuti telah memberikan keterangan kepada Manajemen RMOL di Jakarta dan saat ini Tuti ditarik kembali ke Jakarta.

“Langkah ini kami ambil untuk melindungi Tuti dan menghindarkan berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan, karena Tuti telah menerima ancaman yang tidak dapat kita pandang sebelah mata,” ujar Teguh.

RMOL Lampung adalah anak perusahaan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta dan Tuti merupakan Wartawan grup Media ini yang ditugaskan di Lampung, mengingat ia adalah warga Lampung.

“Penjelasan dari Tuti sudah cukup, kami akan membawa kasus ini ke Dewan Pers, seperti IFJ kami juga menduga ada pola tidak sehat yang dikembangkan Gubernur Lampung dalam interaksi dengan Media,” ujar Teguh.

Teguh yang juga Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menambahkan, pihaknya mengapresiasi perhatian yang diberikan IFJ kepada Tuti.

“Solidaritas Internasional ini cukup membesarkan hati Tuti dan keluarga besar RMOL. Kami mengucapkan terima kasih,”lanjut Teguh.

Sementara itu, Sekjen JMSI, DR. Rahiman Dani mengucapkan terima kasih kepada IFJ yang begitu peduli kepada Wartawan Indonesia yang mengalami tekanan dari Pejabat Daerah.

“Ini bentuk solidaritas organisasi Wartawan dunia terhadap pelecehan tugas Wartawan di lapangan,” ungkap Rahiman yang dibenarkan juga oleh Plt Ketum JMSI, Mahmud Marhaba. (*).

Editor : Febri